
Sementara saat ini Niken sedang mencari keberadaan Dini," aku ingin bertemu dengan ci cantik Dini. Tetapi aku belum tahu jelas dimana ia berada saat ini. Oh ya, sebaiknya aku telpon saja dech.
Kring kring kring kring kring
Terdengar bunyi dering ponsel Dini atau Cloe.
Sejenak ia pun mengecek siapa yang telah menelepon dirinya," Niken, untuk apa menelponku? padahal sudah cukup lama ia menghilang dan aku pikir ia sudah lupa padaku."
Cloe penasaran juga dengan apa yang ingin dikatakan oleh Niken, hingga ia terpaksa mengangkat panggilan telepon tersebut.
📱"Hello Niken, ada apa ya?"
📱"Mbak Dini, bisa nggak kita bertemu sebentar saja. Karena ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu, please mau ya?"
Sejenak Dini terdiam, didalam hatinya enggan sekali jika dirinya berhadapan dengan pelakor, seorang wanita yang telah merebut Deev waktu itu.
Karena tidak kunjung ada jawaban dari Dini, Niken pun berkata lagi.
📱"Mbak Dini, tolong sedikit waktunya saja. Aku tahu jika waktu mbak memang sangat berharga dan sangat sibuk. Please mbak Dini."
__ADS_1
📱"Baiklah, kita bertemu di cafe waktu itu pernah kita ketemu. Masih ingat bukan?"
📱"Siap Mbak Dini."
Saat itu juga baik Cloe maupun Niken sama-sama mematikan panggilan telepon.
"Malas banget ketemu sama di pelakor. Ada apa sih sebenarnya?" batin Cloe seraya melajukan mobilnya arah ke cafe.
Niken juga segera memesan taxi on line, dan kebetulan pesanan taxi beberapa detik sudah datang. Hingga ia tidak perlu lagi menunggu lama.
Dini telah sampai terlebih dahulu di cafe tersebut. Ia celingukan mencari keberadaan Niken," dimana sih Niken? sudah mengajakku untuk bertemu eh malah belum datang juga," batin Cloe kesal.
Dan pada saat Cloe meraih ponselnya, dengan tujuan untuk menghubungi Niken kembali, Niken sudah ada di hadapannya, maaf ya mbak, aku telat karena menunggu taxi on line lama banget." Niken menangkupkan kedua tangannya di dada seraya menjatuhkan pantatnya di kursi di hadapan Cloe.
Niken pun menceritakan bahwa dirinya sudah mendapatkan uang untuk operasi plastik wajahnya," Mbak Dini, tolong rekomendasikan aku ke dokter yang waktu itu mengoperasi plastik wajah mbak donk, aku sudah mendapatkan uangnya."
Cloe merasa heran, darimana Niken bisa mendapatkan uang tersebut. Secara dia tahu sendiri jikalau Niken sudah tidak bersama dengan Broto.
"Dari mana Niken bisa mendapatkan uang ya? aku kok menjadi penasaran ingin mengetahuinya. Tetapi bagaimana caranya aku menanyakan hal ini?" batin Cloe.
__ADS_1
Melihat sikap diamnya Cloe membuat Niken sempat heran dan sempat berburuk sangka," apakah Mbak Dini enggan memberi tahu padaku tentang dokter yang mengoperasi plastik wajahnya ya? hingga ia tidak langsung menjawabnya malah diam saja," batin Niken.
Tetapi ia pun segera mengulang kembali perkataannya," Mbak Dini, aku mohon dengan sangat. Karena aku juga ingin cantik seperti Mbak Dini. Aku juga menginginkan hidupku mujur mendapatkan orang kaya raya. Pasti Mbak Dini juga seperti itu bukan, mempunyai suami kaya raya karena kecantikan mbak?"
Cloe benar-benar kesal pada Niken, tetapi lagi-lagi ia menahan rasa kekesalannya.
"Aku sudah lupa dengan dokter yang mengoperasi plastik wajahku ini. Karena kebetulan ponselku sempat hilang. Banyak sekali kok dokter yang handal untuk mempercantik wajah para wanita."
"Kamu tinggal pergi ssha ke luar negeri, lihat saja di dalam ponsel. Lewat aplikasi Facebook atau apalah. Sekarang semua serba mudah sejak adanya ponsel. Oh ya sudah ya, aku banyak urusan jadi nggak bisa berlama-lama."
Cloe berlalu pergi begitu saja dari hadapan Niken sembari melihat jam tangannya seolah sedang ada yang menunggu dirinya.
"Mbak-Mbak Niken, tunggu!" teriak Niken tetapi Cloe berpura-pura tidak mendengarnya.
Niken pun kesal, ia mengumpat sendiri," huhhhhh... menyebalkan sekali! mentang-mentang kaya dan cantik hingga sombong nggak mau merekomendasikan dokternya. Aku salah ngefans padanya! lihat saja Dini, aku pasti bisa kok mengalahkan kecantikan dirimu dan aku juga pasti bisa mendapatkan lelaki kaya raya!"
Niken menghentakkan langkah kakinya sembari mendengus kesal. Ia begitu marah dan kecewa karena tidak mendapatkan informasi yang ia inginkan dari Dini.
Hal serupa juga dirasakan oleh Dini atau Cloe. Ia sangat kesal pada saat Niken mengira dirinya memiliki paras cantik hingga mempunyai suami kaya raya.
__ADS_1
"Kurang ajar banget, mengatakan banyak hal seperti itu seenaknya sendiri! semoga saja operasi plastik wajahnya tidak akan berhasil!" umpatnya di dalam hatinya.
Sejenak ia teringat akan kehamilan Niken, karena waktu itu ia sempat bertemu Niken dalam kondisi hamil," dimana bayi Niken ya? waktu itu ia mengemis maaf padaku, masih dalam kondisi hamil. Ah biarlah, terserah ia mau apa. Tapi aku sudah sangat senang karena sekarang ini Niken sudah terlihat menderita," batinnya seraya mengemudikan mobilnya.