Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Tertipu


__ADS_3

Baru dua hari, Niken sudah tidak bisa menghubungi nomor ponsel Miss Lina. Sontak saja hal ini membuat Niken gelisah.


"Kenapa nomor ponsel Miss Lina nggak aktif ya? kok aku merasa curiga padanya ya? ah sebaiknya aku ke klinik kecantikannya saja."


Saat itu juga Niken pergi ke klinik Miss Lina, tetapi ia terhenyak kaget pada saat banyak wanita yang muda dan paruh baya berkumpul di pelataran klinik dengan emosi yang meluap-luap.


"Ada apa ya, kok rame orang?" batinnya penasaran, ia pun menghampiri salah satu wanita yang ikut berkumpul seperti sedang demo.


"Mbak, maaf. Sebenarnya ada apa sih? kok rame-rame di depan klinik Miss Lina?" tanya Niken penasaran.


"Semoga saja Mbak bukan korban seperti kami. Kami kemari datang untuk menyeret Miss Lina yang telah membohongi kami segera jalan merekomendasikan dokter di luar negeri yang mampu mengoperasi plastik wajah dengan hasil yang memukau. Tetapi setelah kami transfer uangnya, tidak ada kabar sama sekali. Ternyata kami datangi klinik ini sudah terlambat. Menurut informasi Miss Lina sudah pergi dari semalam, dengan membawa uang kami semua," ucap wanita tersebut.

__ADS_1


"Hahhhh....! berarti aku juga kena tipu satu milyarku hilang begitu saja," ucap lantang Niken tanpa sadar dengan derai air mata.


"Astagaaa...satu milyar itu uang yang sangat banyak mbak. Kalau aku tidak sampai satu milyar, cuma dua puluh juta itupun menurut aku sudah terlalu banyak. Memang waktu itu Miss Lina meminta satu milyar, tapi aku mengatakan hanya memiliki uang dua puluh juta. waktu itu aku minta pembayaran diangsur aku memberikan uang sebagai DP dulu dua puluh juta, sisanya selepas aku jalani operasi plastik tersebut. Eh nyatanya malah seperti ini," ucap wanita tersebut.


Tubuh Niken serasa tak ada daya, ia pun pergi dari tempat tersebut dengan langkah gontay.


"Uang satu milyarku hilang begitu saja, hanya dalam waktu dua malm saja. Ya ampun, pupus sudah harapanku ingin memiliki wajah cantik dan rupawan. Semua ini kesalahan Dini yang tidak mau memberi tahu padaku dengan jujur tentang dokter yang menangani dirinya untuk operasi plastik. Lihat saja Dini, ksnut harus bayar mahal kerugianku satu milyar karena ulahmu!'


Niken memutuskan untuk segera menemui Dini. Ia memesan taxi on line menuju ke pabrik pertambangan emas yang di kelola oleh Dini.


Setelah sampai, ia tidak bisa langsung bertemu dengan Dini. Karena hanya orang-orang tertentu saja yang sudah mengadakan janji dengan Dini yang bisa menemui dirinya.

__ADS_1


Hingga Dini memutuskan untuk menelpon nomor ponselnya, tetapi sudah tidak aktif.


"Sialan! setelah menipuku dia ketakutan dan mengganti nomor ponselnya. Benar-benar wanita tidak tahu diri!" ocehnya


Tanpa pikir panjang lagi, Niken tanpa ada rasa malu berteriak-teriak di depan pabrik. Walaupun security sudah mengusirnya, tetapi itu tidak ada gunanya sama sekali.


"Heh kamu pemilik perusahaan ini, Nona Dini! cepatlah keluar hay penipu!"


Teriakan tersebut terdengar oleh Dini yang sedang berada di lapangan dimana para penambang emas sedang bekerja. Ia pun bertanya pada asisten pribadinya," siapa yang dengan lantang mengatakan seperti itu, Mer?"


'Entahlah Nona, tetapi menurut security ia sudah berusaha mengusirnya tetapi wanita itu keras kepala ingin bertemu dengan anda," ucap Meri sang asisten pribadi.

__ADS_1


"Baiklah, kamu handle sebentar ya. Aku akan keluar untuk mengecek perusuh itu!" perintah Dini berlalu pergi dari hadapan Meri.


__ADS_2