Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Babak Belur


__ADS_3

Esok harinya, Cloe melakukan aktifitasnya seperti sedia kala. Ia sama sekali tidak ada rasa khawatir dengan Deev. Ia percaya jika Deev tidak akan berani lagi menggangu dirinya setelah di tangani oleh Nando.


"Dini, berhati-hatilah, itu pesanku saat ini. Jangan pernah anggap enteng lawan yang ada di depan matamu," pesan Nando.


Ayah Bisma dan Mamah Irene penasaran dengan perkataan dari Nando. Karena Dini sama sekali tidak mengatakan apapun pada orang tuanya tentang ulah Deev waktu itu.


"Nando, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu kepada Dini sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya ayah Bisma curiga.


"Iya Nando, mamah jadi mengkhawatirkan Dini," ucap Mamah Irene.


Dini pun melirik sinis ke arah Nando," seharusnya kamu nggak usah mengatakan apapun pada saat sarapan. Lagi pula permasalahan itu sudah berlalu kok. Yang ada nanti mamah dan Papah menjadi khawatir dan memikirkan aku terus kan kasihan mereka," protes Cloe.


Nando pun menangkupkan kedua tangannya di dada," maafkan aku Dini, aku keceplosan."


Cloe hanya diam saja, ia tidak merespon permintaan maaf dari Nando. Ia sibuk dengan menyantap sarapannya.


Tak berapa lama kemudian...


Cloe berpamitan berangkat ke pabrik pertambangan emas, kepada orang tuanya dan juga kepada Nando. Tanpa Cloe sadari, ada beberapa anak buah Nando yang mengikuti laju mobil dirinya untuk selalu mengawasi Cloe.


Ternyata apa yang di khawatirkan Nando benar adanya, Deev menghadang laju mobil Cloe. Sontak saja Cloe tersentak kaget dan ia menginjak rem mobil secara mendadak.


"Sialan, ada apa sih Deev? pasti mau bikin ulah lagi!" batin Cloe kesal.


Deev mengetuk pintu mobil Cloe, tetapi Cloe sama sekali tidak merespon, ia hanya membuka kaca mobilnya saja," ada apa sih? mau buat ulah lagi ya?" ucap Cloe ketus.


"Nggak Nona Dini, aku cuma ingin minta maaf atas kejadian waktu lalu. Sebagai permintaan maaf, maukah kita ke cafe nanti siang untuk makan siang bersama?" pinta Deev seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.


Cloe tersenyum sinis," maaf saja, saya sibuk. Sudah ya, saya permisi."

__ADS_1


Cloe pun melajukan mobilnya,dan kejadian ini sempat terekam oleh kamera yang dibawa oleh salah satu anak buah Nando dan ia pun melaporkannya.


Ia mengirim chat pesan kepada Nando disertai dengan rekaman tersebut.


[Bos, ada seseorang pria yang menghentikan laju mobil Non Dini. Berikut saya berikan buktinya.]


Drt drt drt drt drt


Satu notifikasi chat pesan masuk ke dalam nomor ponsel Nando. Ia pun lekas membaca chat pesan tersebut.


"Kurang ajar sekali, rupanya apa yang aku pikirkan selama ini benar adanya. Deev masih saja mengganggu Dini!"


Nando pun membalas chat pesan dari salah satu anak buahnya tersebut.


[Beri dia pelajaran, hajar sampai babak belur supaya tidak lagi mengganggu saudara kembarku! ancam dia jika masih saja menggangu Dini, akan lebih parah akibatnya!]


Pada saat Deev akan masuk ke dalam mobil, dia orang anak buah Nando mencekal paksa Deev. Saat itu juga Deev di hajar habis-habisan oleh satu orang anak buah Nando dengan di cekal kanan kiri oleh dua orang, hingga ia tidak bisa memberontak sama sekali.


BUG! BUG! BUG! BUG!


"Aahhh siapa kalian tiba-tiba memukuli aku, hah?" tanyanya di sertai rintihan.


"Tak perlu tahu siapa kami! yang perlu kamu ingat jangan pernah dekati Non Dini lagi jika tidak ingin lebih parah dari ini! ingat baik-baik!" ancam salah satu anak buah Nando.


Ketiganya langsung melangkah pergi meninggalkan Deev yang terkapar tidak berdaya. Sedangkan yang satu orang stand by di belakang kemudi. Ke empat orang tersebut juga mengenakan penyamaran dengan masing-masing mengenakan masker dan jaket serta topi supaya tidak di ketahui identitas asli mereka.


Kejadian tersebut sempat di rekam lagi oleh salah satu anak buah Nando yang stand by di belakang kemudi dan tak lupa mengirimkannya ke nomor ponsel Nando.


Nando yang mendapatkan kiriman chat berupa rekaman video dimana Deev di hajar habis-habisan, terkekeh," rasakan! ini belum seberapa dengan apa yang telah kamu lakukan pada saudara kembarku. Jika saja Dini tidak melarangku, sudah aku habisi lelaki bren*sek itu!"

__ADS_1


Sementara Deev terus saja merintih kesakitan. Bahkan ia kesulitan untuk melangkah menuju ke mobilnya sendiri. Karena kebetulan jalanan tersebut merupakan jalanan yang sangat sepi hingga jarang dilalui oleh para pengemudi kendaraan, hingga tidak ada yang menolong dirinya.


Keberuntungan sedang berpihak padanya, di mana Niken sedang melangkah tertatih-tatih tanpa tujuan yang jelas. karena sejak ia diusir dari apartemen milik Ningrum hidupnya tak tentu arah.


Niken menghentikan langkahnya sejenak pada saat melihat seseorang yang ia kenal sedang merintih kesakitan di pinggir jalan dengan tubuh babak belur dan penuh bercak darah di mana-mana.


"Bukannya itu Mas Deev?" Niken segera menghampirinya.


Deev merasa senang pada saat melihat seseorang yang tak asing lagi bagi dirinya," Niken tolong aku!".


Tetapi Niken tak lantas menolong, ia memberikan suatu persyaratan terlebih dahulu," aku bersedia menolongmu Mas, tetapi kamu juga harus menolongku."


"Baiklah, apapun yang kamu inginkan akan aku berikan. Tapi tolong bawa aku ke dalam mobil dan antar aku ke rumah sakit terdekat. Aku janji akan menuruti semua keinginanmu," pinta Deev lirih.


"Apa omonganmu bisa aku pegang Mas? nanti yang ada kamu ingkar janji," ucap Niken masih ragu.


Tetapi Deev terus saja meyakinkan bahwa dirinya tidak akan ingkar janji, ia akan memberikan segala yang diinginkan oleh Niken. Setelah merasa yakin barulah Niken benar-benar menolong Deev ia memapah tubuh Deev masuk ke dalam mobil.


Kali ini Niken yang mengemudikan mobil milik Deev menuju ke rumah sakit terdekat.


Beberapa menit kemudian, Deev mendapatkan pertolongan dari salah satu perawat dan ia pun segera ditangani oleh dokter. Semua lukanya dibersihkan dan setelah itu dibalut perban. Bahkan Deev diberi obat anti nyeri.


Setelah selesai berobat barulah Deev meminta Niken mengantarkan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah barulah Deev bertanya," sekarang katakan apa yang kamu inginkan?"


"Aku ingin tinggal disini dan kamu memberikan nafkah padaku karena aku masih sah Istrimu dan aku sedang hamil jadi talakmu tidak berguna," ucap Niken.


"Hah, bukannya kamu sudah dengan pacarmu itu?" tanya Deev heran.


"Nggak, aku sudah putus. Aku Mohone izinkan aku tinggal di sini hingga anak ini lahir. Setelah itu aku tidak akan lagi mengganggu kehidupanmu," pinta Niken memelas, hingga akhirnya Deev menuruti.

__ADS_1


__ADS_2