
Lima Tahun Kemudian..
Alya sudah tumbuh menjadi seorang anak yang lucu. Ia saat ini sudah bersekolah di sebuah Taman Kanak-kanak. Dan ia selalu ditemani oleh Mbak Ety, yang selama ini setia merawat Deev. Karena saat ini Deev sudah bisa menyesuaikan diri dengan kondisinya dimana satu tangannya tidak bisa digunakan. Bahkan sejak adanya Ety, Deev sudah tidak berbuat jahat lagi karena ia ingat selalu dengan Alya.
"Ety, aku mengucapkan terima kasih karena kebaikan dirimu padaku hingga mau terus menerus menyadarkan akan segala kesalahanku selama ini. Dan bahkan dengan semua nasehat dirimu, aku pun benar-benar tidak mengulangi kesalahanku di masa lalu," ucapnya di suatu pagi.
"Sama-sama, Tuan Deev."
Hanya itu kata-kata yang terlontar dari bibir Ety yang memang tidak banyak bicara. Ia hanya berbicara jika perlu saja.
"Mbaaakkkkk.. ayokk kita berangkat."
__ADS_1
Dari jauh sudah terdengar suara cempreng Alya, berlari ke arah Ety dan Alya dengan wajah cerianya.
"Pah, Alya kesekolah dulu ya?"
Alya menyalami Deev, didalam hati Deev ada rasa iba pada gadis kecil tersebut.
"Iya nak, ingat selalu pesan papah ya."
Deev membalas dengan ciuman di kening Alya.
"Ya Allah, betapa besar dosaku selama ini. Gara-gara perbuatanku, Alya harus mendapatkan karma dengan ditinggalkan oleh ibu kandungnya. Jika saja waktu itu aku tidak menyia-nyiakan Cloe, pasti tidak seperti ini kehidupan diriku. Sampai detik ini aku kepikiran Cloe, tetapi entah dimana dia dan seperti apa anakku? aku yakin yang waktu itu bertemu adalah anakku, bayi lelaki yang sangat lucu."
__ADS_1
"Hingga saat ini aku masih saja belum bisa hidup tenang sebelum bisa bertemu dengan Cloe dan meminta maaf atas segala dosaku padanya dan pada bayiku. Pasti bayiku sudah besar dan hanya selisih satu tahun dengan Alya."
Deev terus saja diam, ia bergumam didalam hatinya. Ia masih bisa bersyukur karena Allah masih memberinya kehidupan hingga sampai detik ini.
Sementara di lain tempat, Cloe juga sedang sibuk untuk ke tempat kerja. Tetapi Satria sedang ngambek karena dirinya ingin diantar ke sekolah oleh Cloe.
"Mah, aku nggak mau berangkat ke sekolah jika tidak diantar oleh Mamah. Masa setiap hari aku selalu diantar oleh nenek atau kakek atau Om Nando? sesekali mamah yang antar aku donk. Aku kan mau masuk Sekolah Dasar," rajuknya.
Hingga terpaksa Cloe mengantar Satria," iya sayang, sudah nggak usah ngambek nanti kelamaan ngambek kita bisa telat loh. Yuk kita berangkat sekarang juga."
Dengan sumringah Satria berpamitan terlebih dahulu dengan Nenek dan kakeknya serta dengan Nando yang kebetulan belum berangkat ke kantor.
__ADS_1
Nando sedang ingin curhat pada orang tuanya jika selama ini ia sedang menjalin kasih dengan seorang wanita. Ia malu jika curhatannya di dengar oleh Cloe atau yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Dini.
Pergilah Cloe bersama Satria, sejak usia empat tahun hingga sekarang enam tahun, Satria sudah tidak memakai jasa baby sitter. Semua karena permintaan orang tua Cloe. Mereka yang bersedia mengurus dan merawat Satria secara bergantian. Mereka lakukan itu untuk aktifitas karena tidak ingin berdiam diri saja dimasa tua mereka.