Pembalasan Istri Yang Dibuang

Pembalasan Istri Yang Dibuang
Celaka


__ADS_3

Didalam hati Deev bergumam," aku sebenarnya enggan jika Niken tinggal di rumahku lagi, tetapi aku sudah berjanji padanya. Karena bagaimana pun jika tidak ada dirinya entah sampai kapan aku terkapar di jalanan sepi itu."


"Aku juga heran, siapakah mereka? apa mungkin anak buah Dini? tetapi jika memang anak buah Dini, pasti sudah menyerang pada saat aku mendekati Dini. Apakah mereka anak buah dari pria yang mungkin suka padanya? karena aku yakin tidak cuma diriku yang mencintai Dini, pasti ada pria lainnya yang menginginkan dirinya untuk menjadi pendamping hidup."


"Berarti aku harus lebih mawas diri supaya tidak celaka lagi seperti ini. Mereka pikir aku akan menyerah begitu saja, tetapi tidak. Justru aku akan semakin bersemangat untuk bisa memiliki Dini seutuhnya, jika perlu aku paksa dia untuk bersedia menikah denganku!"


Terus saja Deev bergumam dalam hati. Bahkan ia memikirkan bagaimana caranya supaya ia bisa dengan cepat memiliki Dini seutuhnya.


Sementara saat ini Niken sedang makan dengan lahapnya di meja makan, setelah ia melakukan ritual mandinya. Tubuhnya kini wangi sudah tidak seperti sebelum bertemu dengan Deev.


Niken merasa beruntung karena bertemu dengan Deev hingga ia tidak hidup di jalanan lagi. Tetapi untuk saat ini Niken tidak memikirkan apapun terlebih dahulu. Dia hanya memikirkan hidupnya yang sekarang.


"Untuk sekarang ini aku tidak akan memikirkan tentang operasi plastik wajahku dulu, karena itu tidak mungkin. Aku akan menggunakan kesempatan sebaik mungkin untuk bisa merasakan hidup enak di rumah ini," batin Niken.


Deev memang mengizinkan Niken tinggal di rumahnya lagi, tetapi ia sama sekali tidak peduli dengan kehamilan Niken. Tidak peduli kehamilan Niken sehat atau tidak?


*****


Beberapa hari kemudian...


Di saat Deev bersantai, Niken bercerita bahwa dirinya sempat bertemu dengan Cloe," Deev aku ingin bicara denganmu sebentar saja."


"Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan sih?" tanya Deev ketus.

__ADS_1


"Beberapa hari yang lalu aku sempat bertemu dengan Cloe, penampilannya kini telah berubah. Ia begitu cantik bahkan ia mengemudikan sebuah mobil. Ia sempat menghampiriku dan mengejekku," ucap Niken.


Deev tersenyum sinis," mana mungkin seorang wanita miskin yang pada waktu itu tinggal di panti asuhan dan tidak berpendidikan tinggi sekarang berubah total seperti yang kamu katakan. Mungkin saja matamu sudah rabun."


Deev sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Niken. Tapi Niken mencoba meyakinkan Deev," aku berani bersumpah Deev, mataku ini belum rabun. Suatu saat nanti pasti kamu akan bertemu dengan dirinya."


Kembali lagi Deev hanya tersenyum sinis mengejek perkataan demi perkataan yang dilontarkan oleh Niken. Ia sama sekali tidak percaya dengan semua perkataan dari Niken.


*****


Esok menjelang...


Tidak seperti biasanya, Cloe ingin berpenampilan seperti aslinya. Dan ia pun mengajak Satria untuk berjalan-jalan bersama baby sitter serta Mamah Irene.


Cloe menjawab," jika penampilanku seperti ini justru Deev tidak akan menggangguku. Tetapi jika penampilanku menjadi Dini, dia akan terus menggangu diriku."


Cloe dengan sangat yakin mengatakan hal itu kepada Nando. Cloe memang wanita yang keras kepala hingga suka sekali bertindak sesuka hatinya sendiri.


Kadang kala Nando kesal dengan sikap Cloe yang selalu seenaknya sendiri. Tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Jika Papah Bisma sudah memberikan kode, ia tidak berani mengatakan apapun lagi pada Cloe.


"Kembali lagi aku harus memerintahkan anak buahku untuk menjaga Dini dan mamah. Karena aku tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan. Karena satu ancaman yang sama dari Deev. Jika Dini berpenampilan seperti Dini, ia tidak akan diganggu lagi oleh Deev karena sudah aku beri pelajaran. Tetapi jika Dini berpenampilan seperti Cloe, pasti Deev akan mengganggunya aku sangat yakin," batin Nando.


Saat itu juga Cloe pergi bersama mamah Irene dan Satria serta baby sitter untuk sekedar jalan-jalan menghilangkan rasa penat selama satu minggu bekerja mengurus pertambangan emas yang menurutnya sangat menguras tenaga dan pikirannya.

__ADS_1


Cloe mengajak ibu dan anaknya ke sebuah pusat perbelanjaan. Dan apa yang dikhawatirkan oleh Nando benar-benar terjadi. Ia berpapasan langsung dengan Deev. Pada saat dia akan menghindar sudah terlambat karena Deev sudah ada di depan matanya.


"Permisi, saya mau lewat tolong jangan menghalangi jalan," ucap Cloe pura-pura tidak kenal dengan Deev.


"Ternyata apa yang dikatakan oleh Niken benar adanya jika sekarang kamu telah berubah. Penampilanmu benar-benar sang berbeda, pasti dia adalah anakku kan?" ucap Deev akan menghampiri Satria tetapi di larang oleh Cloe.


"Maaf anda salah orang, tolong jangan halangi kami!" ucap Cloe ketus.


Tetapi Deev tidak mau menyingkir, ia sangat yakin jika yang di hadapannya adalah Cloe mantan istrinya. Dan bayi tampan yang di gendong Cloe adalah anak kandungnya.


Hingga datanglah beberapa anak buah Nando dan menghajar Deev bertubi-tubi tanpa mengatakan sepatah kata pun. Kesempatan ini digunakan oleh Cloe urusan mengajak Mamah Irene dan juga Baby sitternya pergi dari hadapan Deev.


Di dalam hati Mamah Irene mereka-reka," apakah tadi itu mantan suami Dini yang telah menyakitinya? sepertinya memang iya, dan siapakah orang-orang yang telah menyerangnya? apakah mereka musuhnya?"


Cloe juga penasaran dengan beberapa pria yang menolong dirinya dengan tiba-tiba menyerang Deev," sebenarnya siapakah para pria bermasker tadi ya? apakah mereka musuh Deev? ah untuk apa aku terlalu memikirkan mereka, yang terpenting saat ini aku dan anakku serta Mamah bisa lolos dari Deev. Aku pikir dia tidak akan mengganggu diriku jika aku berpenampilan sebagai Cloe, ternyata aku salah," batin Cloe.


Sementara kini Deev kembali babak belur untuk yang kedua kalinya. Dan ia harus alami patah tulang salah satu tangannya sama sekali tidak bisa digerakkan.


Para pria bermasker tersebut pergi begitu saja setelah berhasil menghajar Deev hingga salah satu tulang tangannya patah.


Mereka juga tidak lupa melapor kepada Nando. Nando sangat puas pada saat mendengar jika salah satu tulang tangan Deev patah.


"Rasakan, ini baru satu tulang tanganmu yang patah Deev. Jika lain kali kamu ganggu Dini atau Cloe lagi, aku akan memerintahkan anak buahku untuk mematahkan tulang kaki atau tulang tangan yang satunya lagi!" gumam Nando sangat senang.

__ADS_1


"Dini, untung saja aku selalu waspada terhadap keselamatan dirimu. Semua aku lakukan demi mamah dan papah. Jika aku tidak memerintahkan beberapa anak buahku, pasti kamu saat ini sudah celaka oleh Deev," batin Nando.


__ADS_2