PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
21: Neror


__ADS_3

Queen memerintahkan...pengawal Ridho dan pengawal Felix untuk mengeluarkan sebuah peti mayit yang sudah di sediakan oleh mereka dari dalam mobil , entah apa yang akan mereka lakukan dengan peti mayit itu tapi sepertinya Queen punya rencana besar di balik semua persiapan mereka.


Pengawal Ridho dan Felix di bantu oleh yang lain meletakan kantong mayit itu kedalam di atas tanah dengan rapi mungkin sengaja di buat begitu agar darah pak Bandit tidak menembus keluar dari peti mayit jika di masukan kedalamnya tanpa di pakek alas.


"Ini Nona Queen barang yang nona minta sudah saya siapkan, saya sudah keluarkan semua apa lagi yang akan kami lakukan nona" ujar pengawal Ridho.


"Baik sekarang kalian semua angkat tuh mayit dan masukan kedalam kantong itu....hati-hati angkatnya soalnya badan si gendut itu berat sekali padahal sudah di cincang juga " ujar Queen


Pengawal Ridho dan yang lain melakukan hal yang sama...mereka dengan mengunakan sarung tangan langsung mengangkat mayit pak Bandit yang gendut itu membuat mereka kesulitan, apalagi tubuhnya sudah tak berbentuk selain di sayat-sayat sama Queen...Queen juga memotong tubuh pak Bandit karena ingin memberikan peringatan keras kepada orang di balik kejadian itu. Queen tidak segan menghancurkan siapa pun yang berani menganggu hidupnya.


"Astaga...berat banget ya ampun udah kaya angkat gentong aja kita, padahal tadi waktu kita angkut kedalam mobil tidak seberat ini kenapa sekarang justru berat banget. Ane deh orangnya aja sudah meninggal justru berat sekali"ujar Pengawal Felix.


"Iya saya juga merasa begitu makin berat setelah meninggal, yuk lah kita angkat sekali lagi, kalsi udah tidak kuat kita guling aja dia ke jurang karena tidak kita ambi dangingnya kita lempar ke sembarang tempat untuk kasih makan bina**ng buas disini" sambung pengawal Ridho.


Pengawal kembali mengangkat mayit pak Bandit dan berhasil memasukan kedalam kantong mayit, setelah itu mereka bungkus dengan rapi.


"Akhirnya bisa juga kita angkatnya, sekarang kita masukan kedalam peti biar kelar urus mayit ini aja susa sekali dia memperlambat pekerjaan kita aja dasar bajingan " ujar pengawal Ridho.


"Astanga pengawal Ridho dia sudah tidak bernyawah jado parcuma juga kali kalau pengawwl Ridho ngomel juga mana dia dengar lucu deh" pinta asisten Seena, membuat yang lain tertawa.


"Iya nih ketua rada-rada eror...masa orang yang sudah meninggal masih di omelin emangnya dia mendengar tidak kali..." sambung pengawal Juan


Setelah rapi mereka masukan kedalam peti mayit dan langsung di tutup tapi tidak di tutup dengan rapat karena rencana sampai di tempat tujuan tutup petinya akan di buka.

__ADS_1


"Nona semua sudah selesai apa yang harus kami lakukan lagi dengan mayit ini nona? apakah kami pergi makamkan atau kirim ke keluarganya biar mereka sendiri yang makamkan." Tanya pengawal Ridho.


"Siapa yang menyuruh kamu antar ke keluarganya atau pergi makamkan...sekarang masukan kedalam mobil dan ikut saya pergi...kita harus tuntaskan malam ini karena besok itu punya pekerjaan yang lain....jadi malam ini bagian bajingan ini. Bereskan ini semua jangan hilangkan jejak sedikit pun" ujar Queen.


Asisten Seena membantu pengawal yang lain untuk membereskan semuanya, dari darah pak Bandit yang bercecerah di mana-mana, tidak ketinggalan hp pak Bandit adalah barang bukti paling kuat untuk mereka cepat menemukan pelaku selanjutnya...Queen tidak main-main dengan balasannya terhadap kelakuan keji manusia-manusia itu Queen benar-benar sangat membenci mereka.


Tapi yang membuat Queen masih memikirkan apa maksud dari perkataan pak Bandit sebelum meninggal...ada kata yang keluar katanya ada yang di sekap...tapi tidak begitu jelas.


"Apa maksud dari pak Bandit tadi ya...tidak jelas kata-katanya tapi yang aku paham adalah sekap....ada yang di sekap katanya siapa yang di maksud pak Bandit....nanti aku harus cari tahu sekarang aku harus bereskan ini semua dulu baru pikirkan lagi yang lain. Aku harus cari tahu dimana kelima bajingan itu" gumam Queen dalam hati.


"Nona semua sudah beres...tinggal mayit nya di masukan kedalam mobil" ujar pengawal Ridho.


"Ya sudah sekarang masukan kembali ke tenpatnya yang tadi karena kalau ke mobil lain tidak muat petinya besar soalnya" ujar Queen.


"Sekarang masuk lah kedalam mobil masing-masing dan ikut saya, tapi ingat jika kita sampai di TKP ada penjangannya jadi pastikan mereka harus terkeco dengan kita baru saya akan kasih aba-aba." ujar Queen.


"Siap nona"


Queen dan pengawal membwah mayit pak Bandit dan keluar dari hutan menujuh ke jalan raya mereka, setelah sampai di jalan raya mobil yang mereka tumpangi membela jalan raya...karena sudah jam sepuluh malam sehingga jalan raya sudah sepih hanya beberapa kendaraan yang lalu lalang...agin malam begitu dingin mulai menusuk pori-pori kulit mereka.


"Queen maaf jika saya langcang, tapi saya hanya penasaran saja sebenarnya kita mau kemana, kenapa kita tidak antar aja ke rumahnya pak Bandit agar keluarganya memakamkannya." tanya Seena


"Seena, nanti juga kamu tahu tujuan kita kemana setelah kita sampai di tempat tujuan kalau kita masih di jalan begini kamu tidak akan mengerti, kamu tahu bukan apa penyebab terbesar bagi aku lakukan ini, sia-sia dong aku gabung selama ini dengan organisasi yang di segani oleh banyak orang tapi aku tidak bisa membalaskan dendam ku dengan tuntas, aku sudah menyimpan semua ini bertahun-tahun Seena jadi sudah tertanam demdam ini, jadi jika aku ketemu dengan orang jahat aku paling tidak suka membiarkan dia hidup lebih lama lagi.

__ADS_1


Kalau memang ada kesempatan untuk habisin sekarang kenapa tidak aku lakukan, kita sebagai seorang wanita harus tahu menjaga dan melindungi diri...mungkin dulu aku anak manja sehingga saat aku di jahatin tidak bisa melakukan apa-apa..tapi sekarang aku tidak selemah itu lagi akan aku habisi siapapun yang berani melawan aku" ujar Queen.


"Iya Queen aku salut sih sama kamu...sekarang hidup kamu penuh kebahagiaan tapi ternyata dulu hidup kamu penuh dengan penderitaan" ujar Seena.


"Kamu belum tahu semua tentang bagaimana cerita kisah hidupku setelah aku di lecehkan oleh bajingan itu Seena aku gila, aku merasa hidup ki sudah hancur dan aku tidak bisa bangkit lagi dari keterpurukanku tapi ada seseorang yang sudah memberikan aku semangat namun sekarang tidak tahu dia ada dimana sekarang."gumam Queen.


Sepanjang jalan Queen dan Seena ngobrol mereka ingat kembali waktu masih bersama di markas...karena waktu di markas kerja mereka jika tidak latihan berarti mereka melakukan penyerangan...dan sekarang mereka sudah tinggalkan semua itu dan datang ke kota X.


"Seena....kalau nanti sampai di hotel kita periksa hp si gendut pasti banyak data-data penting di dalam dan nanti tolong hubungi pak Evas untuk membekuk semua Atm pak Bandit. Karena takutnya semua dana perusahaan yang dia korupsi di ambil oleh istrinya"


"Tapi Queen, kamu tidak takut di gruduk polisi? kamu tahu kan sekarang ini kita lagi muat siapa di belakang? kalau Atm semua di blok dan bersamaan dengan hilangnya pak Bandit apa kita tidak di curigai kalau kita yang membunuhnya. Walaupun memang kita pelakunya tapi jangan secepat itu juga Queen"


"Seena....Seena...kamu kayak baru kenal aku aja...kita sudah lama bersama di markas aku pikir kamu sudah lebih mengenal ku ternyata tidak. Kalau soal itu kamu tidak perlu risaukan aku yang akan memgurus itu. Jadi jalankan saja perintah ku." Ujar Queen.


"Baik nyonya besar" ujar Seena bercanda.


Queen dan Seena bercanda seoalah-olah tidak terjadi sesuatu, Queen menganggap pembunuhan tadi hal biasa, apalagi orang yang sudah merengut mahkotanya. Justru Queen belum puas dengan kematian pak Bandit jika yang lain belum menyusul...satu persatu target akan Queen habisi sampai ketuanya bahkab bosnya sehingga ini cara satu-satunya cara Queen untuk mengetahui pelaku utamanya dengan mengunakan mayit pak Bandit untuk meneror target seseorang.


Dengan cara ini Queen memantapkan kecurigaannya terhadap orang tersebut.


"Queen apakah kamu yakin dengan cara seperti ini semua berjalan sesuai rencana", tanya Seena.


"Kita lihat saja Seena...aku yakin cara ini akan berhasil jadi tunggu hasil akhirnya apakag berhasil atau tidak" ujar Queen.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mobil Queen berbelok dan berhenti didepan sebuah rumah mewah.


__ADS_2