
Nyonya Mayangsari dan Claudia bahagia mendengar jawaban Rendy, bahwa biar Rendy saja yang mengurus semuanya. Tuan Alvaro belum bersuara tapi nyonya Cahaya juga ikut angkat bicara soal perkataan Nyonya Mayangsari.
Nyonya Cahaya seperti merasa ilfil melihat nyonya Mayangsari yang sangat jelas memaksa Rendy untuk menikah Claudia, padahal Rendy sama sekali tidak melakukan apa-apa terhadap Claudia.
"Biar saja Jeng Mayangsari jika memang Rendy mau mengurus semunya berarti Rendy sudah siapkan modal besar untuk tunangan ini, jadi jeng dan nak Claudia tunggu saja tidak perlu capek-cape mengurus semuanya itu. Nanti asisten Irvan yang mengurus semuanya." ujar nyonya Cahaya.
"Nak...apakah kamu yakin menikah dengan Claudia, sekali lagi ayah tanya apa benar yang di katakan oleh nyonya Mayangsari dan nona Claudia bahwa kamu sudah merusak kehidupannya? tidak tahu kenapa ayah merasa ada yang janggal dalam masalah ini bahkan video yang tadi ayah lihat dari postur tubuhnya bukan kamu, kalau memang bukan kamu yang melakukan kenapa kamu mau bertanggung jawab ini bisa di selesaikan tanpa mengorbankan perasaan nak, pasti nyonya Mayangsari dan nona Claudia paham.
Dan menurut ayah sepertinya ini ada motif kesengajaan, bisa saja ada yang sengaja menjebak kalian berdua. Atau bisa saja nona Claudia tahu siapa yang melakukan semua ini, tapi itu hanya saran kecil dari ayah nak, semuanya ayah serakan kembali kepada kamu, itu urusan kamu " Ujar Tuan Alvaro.
Membuat nyonya Mayangsari menjerit dalam hati jangan sampai Tuan Alvaro tahu rencama licik mereka bisa habis nanti. Ya memang Tuan Alvaro tahu semua rencana busuk nyonya Mayangsari dan Claudia tapi Tuan Alvaro pintar jadi mengikuti permainan yang dillukan oleh Rendy.
Orang nomor satu mau dilawan, walaupun Rendy sudah menyetujui untuk bertunangan dengan Claudia tapi belum tahu rencana apa yang sudah Rendy siapkan pada hari H nya nanti.
"Astaga kenapa tua bangka ini berbicara begitu lagi padahal tinggal selangkah lagi anak bodoh ini sudah masuk dalam jebakan saya, tidak aku tidak boleh diam aku harus melurukan semua ini biar tidak ada kecurigaan, jika saya memang sengaja melakukan itu agar Rendy terjebak," gumam Nyonya Mayangsari.
__ADS_1
"Ah....om jangan berpikir begitu tidak ada yang sengaja om, mungkin Claudia dengan mas Rendy melakukan saat kami lagi dalam kondisi tidak sadar karena pengaruh banyak minum alkohol tapi kami memang saling mencintai om, lagian Claudia dan mas Rendy bukannya sudah di jodohkan ya dari dulu, jadi tidak masalah jika sekarang kami tunangan" ujar Claudia membantah perkataan Tuan Alvaro Claudia dan nyonya Mayangsari lupa sekarang mereka lagi berhadapan dengan siapa.
"Iya benar yang di katakan oleh Claudia Tuan Alvaro, bahwa anak-anak kita memang saling mencintai dan dari dulu juga sebelum almarhum suami masih ada juga kita sudah menjodohkan mereka bukan jadi tidak salah jika sekarang mereka tunangan dulu nanti nikah kita persiapkan semuanya, berarti sekarang keputusan terakhir nak Rendy yang mempersiapkan semuanya bukan." Tanya nyonya
Mayangsari.
"Maaf jeng jika saya menyelah, seingat saya waktu perjodohan itu, bukan Claudia yang di jodohkan dengan Rendy putra saya, tapu Namira yang menjadi pasangan Rendy, jadi kalau soal perjodohan itu tidak berlaku bagi Claudia karena jujur saya juga hanya menyukai Namira sebagai mantu saya, tapi sayangnya Namira hilang tanpa jejak, saya curiga ada orang jahat yang sengaja membuat Namira celaka" ujar nyonya Cahaya.
Nyonya Cahaya sengaja menyindir nyonya Mayangsari karena nyonya Cahaya tahu jika dulu nyonya Mayangsari tidak perna menyayangi Namira, dan nyonya Cahaya curiga jika semua yqng menimpah Namira adalah rencana licik Nyonya Mayangsari.
"Ah jeng saya rasa itu tidak perlu di bahas lagi karena kasus itu sudah lama tujuh tahun yang lalu, memang perjodohan itu awalnya Namira dengan Rendy tapi sekarang Namira sudah meninggal sehingga di gantikan oleh Claudia sebagai adiknya."
"Loh tidak bisa begitu dong mas, masa Claudia dan mama datang sendiri tidak ada jemput dan tidak ada pengawal, seharusnya ada jenputan dari pihak laki-laki, mas jangan bersikap gitu dong apa kata orang saat melihat Claudia datang hanya sama mama dan keluarga lainnya sedangkamln tidak ada yang jemput dan pengawal" protes Cludia.
"Iya nak Rendy benar apa yang di katakan Claudia, seharusnya ada jemputan dan pengawal yang beriringan mengantarkan ke tempat acara, tapi kalau hanya saya dan Claudia datang berdua tanpa jemput tanpa pengawal, aduh sadis banget. Kayak tamu undangan saja padahal kita adalah pemilik acara dan orang penting disana" Sambung nyonya Mayangsari.
__ADS_1
Oh....dua wanita tidak tahu diri ini di kasih hati justru minta jantung, masih beruntung Rendy mau menyiapkan semua kudu minta di ratukan lagi enak aja, nanti Rendy berubah pikiran untuk minta batalin baru gigit jari. Lagian semua yang direncanakan Rendy belum tentu hasil akhirnya mrmuaskan bagi kedua wanita licik ini.
"Tante sama Claudia mau apa tidak, atau begini aja saya batalin untuk tunangan dengan Claudia, banyak sekali permintaan masih untung saya mau menerimah anak tante yang sudah bekas orang lain, justru sekarang banyak permintaan, kalau tidak mau ya sudah batalin saja maaf saya mau pergi ada urusan penting gara-gara bahas tidak penting ini saya jadi terlambat, sekarang saya minta tante dan Claudia keluar dari sini." Ujar Rendy tegas membuat nyonya Mayangsari dan Claudia terkejut.
Makannya sudah di kasih hati jangan banyak menuntut sekarang Rendy tidak mau lagi ketar-ketir jadinya kan. Banyak permintaan sih tahu rasa. Kudu di usirkan jadinya.
"Mas...mas Rendy tolong jangan batalin, baiklah Claudia tidak akan minta di jemput Claudia sama mama datang sendiri saja ke tempat acara, yakan mah, kita datang sendiri saja ya mah mas Rendy tidak perlu jemput" ujar Claudia panik.
"Iya Ren, tadi tante hanya bercanda saja kok tidak apa-apa jika tidak ada jemputan" Rendy tidak menghiraukan perkataan Claudia dan Nyonya Mayangsari, Rendy langsung gegas pergi dan masuk ke kamar Rendy merendam tubuhnya didalam bathtub untuk menyengarkan pikirannya.
"Jeng bagaimana ini kenapa Rendy justru membatalkan tunangan sepihak, padahal apa yang dikatakan Claudia benar masa kami datang kesana hanya di antar sama keluarga sanak saudara, dan tidak di jemput dari pihak laki-laki, saya tidak mau tahu jeng kalau berani pertunangan ini di batalkan saya pastikan Rendy akan menyesal karena sudah berani melakukan ini terhadap Claudia, saya tidak akan terimah baik dengan perlakuan Rendy terhadap putry saya."
Nyonya Cahaya senyum dalam hati menahan emosi melihat wajah kedua penjahat ini, kenapa Tuan Pablo bisa menikah dengan wanita licik ini sehingga mengorbankan putrynya sendiri.
"Jangan banyak tingkah Mayangsari saya tahu siapa kamu sebenarnya, kalau saya bongkar kebusukan kamu sekarang mah tidak seruh, saya tahu apa yang kamu lakukan selama ini, saya berharap Namira masih hidup dan dia akan krmbali untuk merebut kembali semua harta milik Tuan Pablo dari perempuan ini, kasian Andini meninggalkan putrynya madih kecil sampai menderita." gumam nyonya Cahaya.
__ADS_1
Jadi selama ini Rendy benar-benar menyembunyikan Queen dari semua orang, termasuk nyonya Cahaya dan Tuan Alvaron juga sepertinya belum tahu jika Namira di rawat oleh adiknya sendiri di kota seberang. Tapi nyonya Cahaya berharap Queen masih hidup itu artinya keinginan mendapatkan menantu impiannya akan tercapai.
Bukan tanpa alasan Rendy tidak beritahu orang tuanya, bisa jadi Tuan Alvaro yang sudah tahu tapi nyonya Cahaya yang belum, Rendy menjaga takutnya banyak tang mengetahui kalau Queen masih hidup nyawah Queen terancam.