
Disebuah rumah sakit terkenal, seorang gadis cantik mengamuk tidak bisa di kendalikan dirinya, sehingga seorang dokter terpaksa memberikan suntikan obat penenang agar gadis tersebut bisa tenang.
Seorang gadis yang masih mudah harus kehilangan harga dirinya karena ula ibu tirinya yang licik, setelah di lecekan oleh beberapa pria jahat, gadis cantik itu di lemparkan kedalam sebuah sungai dengan aliran air yang sangat deras, orang jahat itu senang karena rencana mereka berhasil dan mereka pasti dapat bayaran yang sangat mahal.
Setelah berhasil melemparkan Gadis itu kedalam sungai, penjahat itu dengan bangannya menghubungi bos mereka, dan mengatakan jika anak itu sudah meninggal jadi tidak ada lagi yang menghalangi bos mereka untuk menguasai seluruh harta yang di miliki oleh si gadis.
"Hallo bos...semuanya sudah beres kami sudah melakukan apa yang sudah bos suruh, sekarang kami semua minta bayaran bos" ujar seorang pria berbadan kekar dan tinggi dengan jangut panjang.
"Apa kamu yakin jika anak sialan itu sudah meninggal, jangan bobongi saya karena saya tidak suka di bohongi kamu tahu bukan"?
"Saya sangat yakin bos, saya sudah mengirim semua foto-foto tadi pokoknya bos tenang saja, semua aman apa yang bos perintahkan sudah saya lakukan, jadi saya minta bayaran saya sekarang juga bos harus transfer"
"Ok baik saya akan transfer sesuai perjanjian kita, dan sisanya saya transfer sekarang juga setelah ini kita tidak ada hubungan apa-apa lagi kalian semua pergi jauh dari kota ini jangan sampai polisi menangkap kalian." ujar lawan terlponnya.
"Hahaha....tidak bisa begitu bos...saya kerja tidak sendiri, saya dengan lima teman saya jadi saya minta tambahan bukankah bos punya banyak uang dari suami bos yang sekarang. Dan satu lagi saya tidak janji untuk pergi jauh dari kota ini karena saya tidak punya tempat tinggal di luar kota jadi kalau saya pindah ke luar kota berarti saya harus punya banyak uang untuk beli rumah dan keperluan selama pelarian saya"
Pria jahat ini, sengaja memeras bosnya jika bosnya tidak mengabulkan permintaannya berarti penjahat ini mengancam akan membongkar kejahatan bosnya, kepada suami barunya.
"Oh jadi kamu mau mengancam saya? Kamu tidak tahu siapa saya? Jadi kamu berani mengancam saya sebagai bos kamu. Tapi tidak masalah saya akan berikan sesuai permintaan mu dan segerah pergi dari sini bersama teman-teman kamu jangan perna menunjukkan wajah kamu lagi disini" ujar orang tersebut langsung mengakhiri panggilannya dengan si penjahat.
Seorang pria misterius dengan panik berlari masuk ke sebuah rumah sakit, dengan membawah seorang gadis cantik elok rupanya, lagi dalam keadaan tidak sadarkan diri, namun disekujur tubuhnya banyak sekali bekas cakarang dan sayatan khususnya di bawah kewanita,annya keluar darah....
Hal itu membuat pria misterius ini panik bukan kepalang, bahkan didalam hati pria misterius itu berjanji akan membantu gadis itu untuk membalas semua perbuatan orang-orang tidak punya hati nurani itu.
"Dokter tolong selamatkan gadis ini....lakukan yang terbaik untuknya" ujar peia misterius itu panik.
__ADS_1
"Tu....Tuan...siapa gadis ini!?" tanya seorang dokter, sepertinya dokter itu sangat mengenal pria tersebut.
"Cepat!.....tangani pasien atau anda mau saya pecat! Ini bukan waktunya untuk bertanya!" bentak pria itu membuat dokter ketakutan.
"Baik Tuan...."
Satu jam kemudia Seorang dokter keluar dari dalam ruangan dan menyampaikan kepada Rendy jika Namira mengalami luka dalam di **** ************* dan juga luka luar di bagian sekujur tubuhnya, bukan hanya itu Namira juga dinyatakan mengalami trauma berat jadi harus dengan penangan medis yang terbaik untuk merawat Namira.
Mendengar itu kaki dan tangan Rendy bergetar hebat rasanya tidak sanggup hanya sekedar berdiri saja sudah tidak berdaya lagi.
"Dok....apakah dia sembuh tidak dari traumanya itu" tanya Rendy.
"Kemungkinan besar sembuh Tuan muda, tapi sementara waktu jangan ada orang lain yang datang menjenguknya, cukup Tuan muda saja lagian dia belum tentu setelah sadar mau menerima kehadiran Tuan karena nona sangat trauma dengan seorang laki-laki" ujar dokter itu.
Rendy tidak perna pulang ke rumah selama Namira di rumah sakit pakiannya selalu di antar oleh pengawalnya. Karena Rendy takut terjadi apa-apa dengan Namira
Semenjak kejadian itu gadis yang bernama Namira harus mengalami depresi berat dan masuk rumah sakit jiwa, tapi pria misterius itu yaitu Rendy yang waktu itu menyelamatkan Namira tidak memberitahu siapa pun termasuk kedua orang tuanya jika Namira ada bersamanya.
Rendy menyaksikan semua penderitaan yang di alami oleh Namira atau yang di sebut Queen, karena di kota X di rumah sakit jiwa kebutuhan tidak memadai akhirnya Rendy inisiatif membawah Namira keluar kota untuk di rawat bukan hanya itu, Rendy juga kuatir jika sewaktu-waktu nyonya Mayangsari tahu jika Namira masih hidup, bisa-bisa Namira di bunuhnya akhirnya Rendy kuatkan tekatnya untuk membawah Namira pergi.
"Aku harus membawah Namira pergi dari sini karena tidak 1x24 aku menjaga disini, jadi aku takut nanti manusia iblis itu tahu kalau Namira masih hidup mereka akan mencari dan mencelakainya." gumam Rendy akhirnya dengan penuh banyak pertimbangan Rendy bawah keluar kota dan Namira, di rawat di sana dua tahun lamanya Namira melewati masa sulit itu di rumah sakit jiwa.
Diluar kita juga harus butuh banyak perjuangan, Rendy sering kali di tolak dan setiap kali Namira melihat laki-laki dia berteriak histeris, hal itu membuat hati Rendy sakit sekali melihat kondisi wanita yang dia cintai menjadi depresi begitu.
Namira sembuh karena kata-kata dari Rendy, walaupun setiap kali Rendy datang menjenguknya selalu pakai topeng, tapi Namira merasa tenang saat bersama dengan pria itu. Rendy menitipkan Namira ke Tuan Wiliam dan nyonya Liliana selaku paman dan bibinya adik dari Tuan Alvino, yang tidak kalah kaya juga di luar kota."
__ADS_1
Rendy kembali tersadar dari lamunan masa lalunya bersama Namira.
"Astaga aku kembali melamu sampai tidak sadar mobil sudah di depan loby kantor." gumam Rendy.
Rendy keluar dari mobil langaung melangkah masuk kedalam perusahaan, semua karuawan sudah berjejer di depan loby menyambut Tuan muda mereka.
Rendy langaung masuk kedalam lift untuk menujuh ke ruangan CEO.
Jadi disini kembali saya jelaskan dari awal perjalanan kehidupan Namira setelah selesai di lecehkan oleh orang suruhan nyonya Mayangsari dan kenapa Pak Bandit bisa masuk untuk bekerja di perusahaan Queen karena Rendy yang sengaja bekerja sama dengan pamannya untuk, menarik pelaku satu persatu biar Queen sendiri yang mem bunuh mereka dengan cara Queen sendiri jangan Rendy yang mrnghabisi mereka
Itu adalah cara Rendy untuk memudahkan Queen menemukan setiap pelaku. Karena setelah mereka menerimah uang dari nyonya Mayangsari mereka tidak lari melainkan mereka justru pura-pura cari pekerjaan untuk kembali mengincar mangsa anak-anak gadis..
Rendy mengetahui semua kejahatan yang di lakukan oleh nyonya Mayangsari, nanti ada yang bertanya kenapa Rendy sebagai orang yang sangat berpengaru diam saja dan tidak mengambil tindakan sama sekali untuk menolong Queen.
Jika Rendy mau menghancurkan mereka gampang saja tapi bukan Rendy yang merasakan penderitaan itu, melainkan Queen jadi Rendy sengaja membiarkan agar Queen sendirilah yang menghancurkan penjahat itu satu persatu?
Rendy masih punya alasan kenapa tidak mau ketemu dengan Queen, karena Rendy mau membantu Queen diam-diam saja, Rendy ketemu Queen setelah urusan Rendy selesai.
Rendy masuk kedalam ruangannya dan duduk di atas sofa, asistem Irvan juga ikut masuk kedalam ruangan dan bertanya kenapa Tuan mudanya seperti sangat gelisa hatinya.
"Tuan muda maaf jika saya lancang, sepertinya Tuan muda memikirkan sesuatu sehingga membuat Tuan muda gelisa." tanya Asisten Irvan.
"Ya kamu betul asisten Irvan saya sangat gelisa mengingat kembali kejadian tujuh tahun lalu meninpahnya, padahal sudah lewat tapi setiap kali saya mengingat rasanya sakit sekali melihat dia depresi dia tidak mau dekat dengan siapa pun apalagi seorang pria, sangking traumanya. Saat pertama kalu dia sadar dari masa kritisnya dan melihat saya dia langsung triak histeris dan meminta saya harus di usir dari ruangan itu.
Begitu juga waktu dia ketemu dengan paman, sangat sulit dia menerimah setiap pria di sampingnya, tapi untung sekarang dia tidak trauma lagi membuat saya senang."
__ADS_1