
Rendy langsung masuk kedalam mansion saat melewati ruang tengah bersama dengan asisten Irvan, Rendy melihat Claudia dan nyonya Mayangsari berbincang dengan Ibu dan ayahnya Rendy. Si Claudia sok baik dan polos di depan orang Tua Rendy padahal orang tua Rendy sudah tahu siapa Claudia dan Nyonya Mayangsari sebenarnya membuat Rendy muak dengan sikap ibu dan anak itu, tapi Rendy tetap memghargai mereka dan tidak boleh bicara kasar apalagi didepan Tuan Alvino dan nyonya Cahaya, karena Tuan Alvino dan nyonya Cahaya selalu mengajarkan kepada Rendy dan Aqilla untuk tetap bersikap baik kepada semua orang.
Jangan memandang rendah orang lain karena status sosial, tapi rendahkan dirimu dan tetap berbuat baik kepada semua orang, itu yang selalu tettanam didalam pikiran Aqilla dan Rendy.
"Nak, sudah pulang ya, boleh duduk disini sebentar ada yang ini ibu dan ayah tanyakan sama kamu." ujar nyonya Cahaya.
"Ada apa bu, Rendy ada urusan penting jadi ibu mau bicara apa bicaralah, soalnya seperti ada sesuatu yang sangat penting yang ingin ibu dan ayah sampaikan, Rendy juga tidak sabar mendengarnya" Tanya Rendy.
"Katanya tadi Claudia dan jeng Mayangsari ke perusahaan kamu, untuk meminta pertanggung jawaban kamu atas apa yang sudah kamu lakukan nak, ibu mau tanya memang kesalahan apa yang sudah kamu lakukan terhadap Claudia di hotel, mama tidak perna mengajari kamu untuk melakukan kejahatan terhadap orang lain apalagi seorang anak gadis"? nyonya Cahaya pura-pura bertanya, padahal nyonya Cahaya sudah tahu.
"Memang apa yang sudah Tante Mayangsari dan Claudia ceritakan ke ibu dan ayah? Karena sejauh ini Rendy tidak merasa melakukan kejahatan kepada siapapun kecuwali kepada orang jahat, Rendy bisa menghabisinya" Tanya Rendy.
Nyonya Mayangsari dan Claudia bergidik ngeri mendengar perkataan Rendy.
Namun belum nyonya Cahaya menjawab dengan genitnya Claudia mengeser tempat duduknya kesamping Rendy dan hendak merai tangan Rendy. Namun dengan cepat Rendy menepis tangannya sehingga Claudia meringis kesakitan.
"Argrh..."
"Nona Claudia tolong jaga sopan santun anda, saya paling benci di sentuh seorang wanita yang bukan siapa-siapa saya," ujar Rendy.
"Rendy tolong jangan menperlakukan Claudia begitu karena Claudia juga nanti akan jadi istrimu nak, masa kamu begitu kasar sama Claudia putry saya, Claudia dari dulu tidak perna di marahin apalagi dikasarain" ujar nyonya Mayangsari tidak terimah Claudia kena marahdari Rendy.
__ADS_1
"Kalau begitu tolong tante didik anak tante dengan baik agar jadi perempuan itu jangan murahan, nyosor aja kerjanya heran deh" ujar Rendy sambil menatap sinis ke arah nyonya Mayangsari dan Claudia.
"Mas Rendy... maaf Claudia dan ibu tidak cerita banyak kok, kita hanya beritahu om dan tante apa yang sudah kita lakukan di hotel, kamu harus bertanggung jawab mas karena kamu sudah merusak kebahagiaan dan masa depan Claudia mas, tadi Claudia dan mama sudah cerita semua kepada tante jadi kata tante semua terserah pada mas aja maunya gimana, dan satu lagi mas tolong jaga perasaan Claudia masa mas bisa bicara begitu, Claudia ini bukan perempuan murahan seperti yang mas pikirkan, Claudia lakukan hanya sama mas saja." jelas Claudia.
"Memangnya apa yang sudah kita lakukan di hotel Claudia? Dan tanggung jawab apa yang kamu minta, cepat katakan karena saya ada kerjaan, karena jujur dari tadi pagi kamu dan tante datang ke perusahaan untuk menuntut tanggung jawab tapi saya rasa saya belum perna melakukan kejahatan sama kamu. " tanya Rendy
"Ya Claudia mau, mas Rendy harus menikahi Claudia secepatnya mas, atau bila perlu kita segera tunangan. Mungkin mas lupa apa yang kita lakukan di hotel mas karena malam itu kita sama-sama mabuk tapi ada bukti sama mama loh, kalau masalah ini viral maa juga yang malu" Ujar Claudia.
Dasar manusia licik mereka yang menjebak Rendy justru mereka juga yang memaksa Rendy untuk bertanggung jawab, tapi Rendy tetap tenang.
"Vidro apa ya, boleh Rendy tahu, tante dapat video itu dari mana ya kok tante bisa langsung tahu, soal apa yang Claudia lakukan di hotel malam itu juga, apa ada yang tante jelaskan dari mana tante dapat video itu"
Pertanyaan Rendy seketika membuat nyonya Mayangsari gelagapan, karena Rendy bertanya tiba-tiba jasi nyonya Mayangsari tidak tahu mau jawab apa.
"Baiklah apakah tante nyakin video itu asli dan tante yakin tante tidak akan menyesal dengan semua perbuatan yang tante lakukan, tolong tante pertimbangkan lagi karena saya satu orang hanya kasih kesempatan hanya sekali saja tidak akan dua kali." ujar Rendy.
Rendy sengaja bicara begitu supaya pada saat masalah itu akan terjadi nyonya Mayangsari lah yang akan Rendy jadikan kambing hitam, karen semua pembicaraan diam-diam asisten Irvan merekam, lagian ada cctv juga.
Tapi karena terlalu ambisius menjadi besan seorang nyonya Cahaya sehingga nyonya Mayangsari tidak tahu jika sudah masuk dalam jebakan Rendy.
"Oh..jelas saya tidak akan menyesal dan semua itu sudah saya pikirkan dengan matang-matang, jadi kamu tidak perlu kuatir akan itu nak. Video ini memang sangat asli "
__ADS_1
Rendy tidak banyak bicara lagi karena waktu terus berlalu sehingga Rendy langsung, Rendy hanya mengikuti apa yang di katakan nyonya Mayangsari dan Claudia.
" Baiklah kalau begitu mari kita bertunangan Claudia, kamu mau tunangan kapan besok atau lusa?,"Tanya Rendy membuat semua orang yang ada diruang tengah membulatkan matanya dengan sempurna, ini di luar nalar Rendy tidak banyak bicara, langsung bertanya kapan tunangan, bukan hanya pengawal, atau pelayan yang mendengar terkejut tapi nyonya Cahaya bahkan Aqilla yang duduk disitu juga ikut terkejut sambil mengelengkan kepala.
"Apa...serius Ren kamu mau tunangan secepatnya dengan Claudia? Kamu tidak bercanda bukan" tanya nyonya Mayangsari antusias sedangkan Claudia kegirangan mendengar perkataan Rendy.
"Mas....serius mas? Kalau begitu bagaimana jika tiga hari lagi kita tunangan, biar besok bisa persiapan semuanya kamu tenang aja mas biar mama yang siapkan semua dari gedung dan WO terbaik mama cari"
Nyonya Cahaya hendak protes tapi langsung di cegah oleh Tuan Alvaro, karena Tuan Alvaro tahu Rendy bukan tipe pria yang langsung menerimah sesuatu, apalagi bukan dia yang melakukannya, jadi Tuan Alvaro tahu jika ada rencana besar yang sudah di siapkan oleh Rendy makanya Rendy sangat tenang menerimah semua permintaan Nyonya Mayangsari dan Claudia.
"Tidak...Aqilla tidak setujuh kalau mas Rrndy nikah dengan perempuan ini, dia ini jahat pokoknya Aqilla tidak setujuh, mas Rrndy akan menyesal nanti jika menikah dengannya, karena Aqilla tahu dia mau menikah dengan mas Rendy itu ada maunya."ujar Aqilla langsung pergi. setelah selesai bicara demikian.
"Aqilla sayang, jangan bicara begitu nak, ibu dan ayah tidak perna mengajarkan kamu begitu, jeng nona Claudia maaf dengan perkataan Aqilla" ujar nyonya Cahaya
"Karena saya yang mau tunangan dengan kamu nona Claudia jadi biarkan saja saya yang akan menyiapka. Semua kamu dan tante tidak perlu repot-repot mengurus semua itu tunggu waktunya saja, karena saya sebagai seorang pria yang bertanggung jawab saya mau menyiapkan acara lamaran ini dengan sangat mewah jadi saya takut jika tante yang siapkan tidak sesuai dengan keinginan saya, karena acara lamaran ini sangat istimewa" ujar Rendy.
Kali ini nyonya Cahaya tidak protes apapun lagi, karena nyonya Cahaya juga mengerti kemana arah pembicaraan Rendy.
"Wah....mah, dengar tuh apa kata mas Rendy biar mas Rendy saja yang mengurus semuanya mah, karena Claudia juga mau acara lamarannya sangat mewah, karena nanti banyak teman kuliah dan teman model Claudia juga datang jadi Claudia mau nunjukin ke mereka jika acara lamaran Claudia sangat mewah" ujar Claudia senang.
Karena nyonya Mayangsari juga berpikir jika nanti nyonya Mayangsari yang siapkan semua berarti harus keluarkan uang ratusan juta untuk persiapan semua itu, jadi biar Rendy yang mengurus semuanya agar nyonya Mayangsari tidak mengeluarkan uang, dasar ruba betina maunya untung aja tidak mau rugi lihat saja nanti apa yang akana kalian dapatkan.
__ADS_1
"Serius Ren, kamu siapkan semua memang kamu anak yang sangat baik tidak salah Claudia sangat mencintaimu karena kamu pria yang bertanggung jawab, baiklah kalau begitu tante serahkan semua ya sama kamu untuk persiapan" ujar Nyonya Mayangsari.
Nyonya Mayangsari dan Claudia bersorak didalam hati mereka berdua saling pandang artinya mereka sudah menang dan selangkah lagi usaha mereka berhasil.