
Justru semakin pak Adar meminta Queen untuk mengampuninya, Queen semakin nekat untuk menghabisnya. Queen geram dengan seorang penjahat yang dulu dia mau menghabisi orang tidak punya hati giliran sekarang memohon ampun untuk di ampuni enak aja.
"Sekarang saya tidak mau banyak bicara sama anda karena waktu saya itu sangat berharga hanya mengurus manusia tidak berguna seperti anda, jika anda mau keluarga anda selamat cepat beritahu saya dimana keempat teman anda, namun jika andat tidak mau keluarga anda srlamat tidak perlu beritahu." tanya Queen.
"Maaf saya tidak tahu dimana mereka sekarang, karena semenjak kejadian itu kami terpisah dan tidak perna ketemu lagi, jadi tolong jangan bunuh keluarga saya, saya mohon lepaskan
mereka dan saya karena kalau saya meninggal kasian kelurga saya, mereka berharap kepada saya untuk mencari nafkah. istri dan anak saya tidak tahu apa-apa soal masalah itu kami juga di bayar oleh seseorang tapi bos tidak perna memberitahu siapa yang membayar kami" ujar pak Adar.
"Hahaha...mau saya mengampuni kamu? Boleh aja, itu sih gampang! tapi apa kah kamu juga bisa mengembalikan kehidupan aku yang dulu yang sudah kamu ambil? Bisa tidak kalau bisa silahkan saya akan mengampuni anda dan keluarga anda, pasti kamu tidak bisa melakukannya bukan kalau begitu saya juga tidak bisa melakukannya jadi maafkan saya." ujar Queen
Sretttttt...srettttt!
Queen mengayunkan belati itu dan mulai menyayat pak Adar tapi kali ini Queen tidak begitu melukai tubuh pak Adar hanya beberapa goresan belati saja. Goresan di wajah kalau di tangan dan tubuhnya tidak
Queen membuka ikat pinggang kulitnya dari pinggangnya ada duri-durinya dan mulai menyiksa Pak Adar. Yang melihat saja sudah merasa ngeri karena saat duri-duri itu tertancam di tubuh pak Adar dan langsung di tarik oleh Queen membuat pak Adar histeris karena ikat pinggang sadais itu membawah isi dangin pak Adar keluar.
Bmmmmm.....brakkkkkkk!
"Argr...ampun...nona ampun saya minta ampuni saya tolong lepaskan saya, Saya benar-benar tidal kuat " ujar pak Adar.
__ADS_1
"Ampun anda bilang...? Dulu anda menyiksa seorang anak remaja yqng tidak melakukan kesalahan apa pun terhadap anda tapi anda dengan tega menyiksanya dan saat di meminta ampun untuk melepaskannya, justru anda dengan tidak punya hati menamparnya, sampai wajahnya babak belur, saya ini Namira yang kamu menyiksanya dulu, kamu tahu bagaimana aku harus berusaha untuk bangkit dari masa sulitku karena kebiadaban kalian dan sekarang kamu minta ampun? Hebat sekali anda sandiwara mu sangat bagus anda bisa jadi aktor, maaf tidak ada ampun untuk anda" ujar Queen.
Semua pengawal baik dari pengawalnya Rendy, pengawalnya pak Adar yang masih hidup maupun peng pengawal Queen menyaksikan kebrigasan Queen menyiksa musunya mereka bergidikn ngeri.
"Gila banget ya Tuhan nona kalau menyiksa orang jahat tidak tanggung-tanggung, saya hanya melihat saja sudah sesak nafas saya, apalagi kalay saya di posisi orang yang nona siksa sebelum saya di siksa saya bunuh dk terlebih dulu aja" ujar seorang pengawal.
"Sadis banget baru kali ini saya melihat secara langsung nona menyiksa orang jahat begini, Tuan muda saja tidak sebengis ini kalau menyiksa orang jahat, ini masih mendingan jika di bandingkan dengan pak Bandit lebih sadis dari pada ini, soalnya malam itu saya yang di utus Tuan muda untuk mengikuti nona Queen jadi saya meluhat secara langsung nona Queen menyiksa pak Bandit di hutan" jelas salah satu pengawal Rendy.
"Ah masa sih?" tanya temannya.
"Iya serius" balasnya.
"Saya membunuh anda tapi saya tidak bersalah dalam hal ini anda meninggal karena kesalahan anda bukan karena kesalahan saya, jika waktu itu anda mendengarkan saya dan melepaskan saya mungkin hidup anda tidak akan berakhir seperti ini, tapi anda tidak punya hati sama seperti teman-teman anda jadi anda harus menerimah balasan setimpal dengan perbuatan anda."ujar Queen
Queen berbalik badan dan menatap anak buah pak Adar yang masih hidup, dengan santai Queen duduk diatas kursi dan menaikan sebelah kakinya. Queen menatap anak buah pak Adar membuat mereka gemetaran karena mereka menyaksikan langsung bagaimana Tuan mereka di habisi oleh seorang perempuan.
"Sekarang giliran kalian, apa yang harus kita lakukan kepada mereka kecoak kecil ini, jangan kamu selalu meremekan kekuatan seorang perempuan, karena jika serang perempuan bereaksi mau kekuatar kamu super juga kamu tidak bisa apa-apa, pengawal bawah mereka ke mobil dan masukan ke gudang kurung mereka disana dan tolong bereskan mayit ini, bakar saja di hutan tempat Bandit di siksa jangan tinggalkan jejak" Ujar Queen, dua anak buah dari pak Adar menjadi sandera, sedangkan mayit pak Adar langsung di evakuasi dan pelayan langsung bersihkan ruangan itu.
"Saya memperingatkan kalian semua pelayan yang ada disini jika kalian masih mau hidup tenang jangan coba-coba mengambil video atau foto untuk di posting, karena kalau saya tahu saya tidak akan kasih ampun. Tolong panggik manajer Club ini saya mau bicara soal kerusakan ino semua biayanya berapa" ujar Queen.
__ADS_1
"Maaf nona, pemilik club adalah Tuan yang di belakang nona"ujar salah satu pelayan
Queen terkejut dan menoleh kebelakang dan yang berdiri di belakang hanya Rendy, berarti punya Rendy pikirnya.
"Punya Tuan"? Tanya Queen tapi Rendy hanya diam dan tersenyum di balik topeng.
Setelah semua sudah beres mereka semua kembali duduk dan ngobrol.
"Maaf ada yang ingin saya tanyakan, bukankah Tuan yang dulu menolong saya? Kenapa Tuan tidak perna datang menemui saya setelah saya keluar dari rumah sakit jiwa, apakah Tuan malu punya seorang teman mantan rumah sakit jiwa ?." Ujar Queen.
"Maafkan saya nona Queen...saya tidak bermaksud untuk pergi jauh dari kamu nona, tapi ada hal yang harus saya kerjakan sehingga saking sibuknya saya lupa untuk datang menemui nona lagi, tapi disini saya senang melihat nona sudah sehat dan menjadi wanita yang sangat tangguh. Saya bersyukur akhirnya bisa ketemu nona lagi disini, memang tidak secara kebetulan kita bertemu karena memang saya sudah rencana cari waktu yang tepat untuk ketemu dengan nona, memang jodoh itu tidak kemana" ujar Rendy seorang ketua markas bisa gugup saat di depan wanita yang sangat dia cintai.
"Tidak apa-apa Tuan saya mencari Tuan karena ingin berterimah kasih kepada Tuan karena sudah membantu dan menolong saya selama dalam masa kehancuran saya," ujar Queen.
Jadi selama ini Queen tidak tahu jika Queen dan Rendy sudah di jodohkan, memang kedua orang tua dari Rendy dan Queen sudah sepakat untuk menjodohkan Queen dan Rendy, sehingga Rendy sudah mengetahui semua perjodohan itu sejak kecil Queen sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya Tuan Pablo dan nyonya Andini tapi Tuan Pablo dan nyonya Andini belum beritahu Queen sehingga nyonya Andini keburu meninggal.
Pada akhirnya Tuan Pablo menikah dengan nyonya Mayangsari dan disinilah ada berbedah pendapat, Tuan Pablo dan nyonya Mayangsari berbedah mau nyonya Mayangsari Claudia yang harus di jodohkan dengan Rendy tapi mau Tuan Pablo Namira yang harus menikah sama Rendy, sedangkan dari keluarga Rendy mereka mau Namira bukan Claudia.
"Untuk apa nona Queen berterimah kasih kepadaku sedangkan itu adalah kejawaiban yang harus saya lakukan, tapi buktinya saya gagal juga menjaga kamu juga, sehingga kamu menderita, jadi maafkan saya mungkin kali ini saya tidak akan membiarkan kamu pergi lagi jauh dariku. Kemana pun saya berada disitu juga ada kamu" ujar Rendy.
__ADS_1
Queen diam saja belum bisa menjawab apa-apa"