
Rendy tidak menyukai sikap nyonya Khanza yang terlalu berlebihan menilai orang, apalagi yang di di jelekin adalah wanita yang di cintai Tuan muda Rendy.
Jelas Rendy tidak terimah dong! Queen di jelekin di depan matanya.
"Maaf Tuan muda Rendy tapi memang itu fakta, o..ya. sepertinya dari tadi Tua muda Rendy selalu memanggil saya dengan sebutan nyonya, maaf Tuan muda Rendy, saya belum menikah jadi bagaiman jika Tuan muda Rendy manggil saya dengan sebutan nama saja, saya rasa itu lebih baik, karena menurut saya sebutan nyonya itu khusus untuk wanita yang sudah menikah.
Sepertinya umur saya sama Tuan muda Rendy tidak begitu terpaut jauh, jadi untuk apa Tuan muda Rendy memanggil saya dengan panggilan seperti itu, saya lebih senang Tuan muda memanggil saya dengan sebutan nama jadi kita terlihat akrab." ujar nyonya Khanza.
"Maaf sebelumnya, bukankah nyonya sendiri yang bilang tadi kalau nyonya Khanza adalah temannya nyonya Mayangsari? Kalau nyonua Khanza adalah teman nyonya Mayangsari itu artinya nyonya Khanza dengan nyonya Mayamgsari seumuran bukan? Memang nyonya Khanza terlihat masih muda tapi bisa saja karena perawatan, masa saya memanggil nama saja tidak sopan " jelas Rendy.
Seketika membuat nyonya Khanza tertawa terbahak-bahak. Karena merasa lucu dengan jawaban dari Rendy, lantaran yang menjadi temannya nyonya Mayangsari bukanlah nona Khanza melainkan ibunya, kalau nona Khanza adalah teman dari Claudia.
"Tuan muda Rendy salah paham, saya memang mengenal nyonya Mayangsari tapi bukan berarti saya juga temannya nyonya Mayangsari. Yang tepatnya teman saya adalah nona Claudia anaknya nyonya Mayangsari, sebenarnya yang berteman itu adalah ibu saya dan nyonya Claudia itu teman baik dari dulu, jadi saya ini temannya nona Claudia bukan nyonya Mayangsari" Jelas nona Khanza.
"Astaga sori...nona Khanza saya pikir anda adalah temannya nyonya Mayangsari, baiklah saya minta maaf nona Khanza, tapi tidak etis jika saya memanggil nona Khanza dengan sebutan nama saja, karena kita tidak sedekat itu, baru hari ini juga saya ketemu dengan nona Khanza karena soal pekerjaan kalau tidak bisa jadi kita tidak kenal" jelas Rendy.
"Tuan muda Rendy, jangan begitu canggung, karena nanti juga lama-lama kita akan terbiasa dan akan akrab kok, siapa tahu Allah menghendaki kita bersama, o, ya. Saya sudah banyak mensengar humor tentang Tuan muda yang tidak suka buka topeng, boleh saya tanya! apa yang membuat Tuan muda Rendy tidak mau menunjukan wajah aslinya ke publik dan kwpada siapapun " ujar nona Khanza agak sedikit genit.
__ADS_1
"Maaf nona Khanza saya rasa semua pertanyaan nona Khanza tidak perlu saya menjawab, karena saya rasa nona Khanza sudah tahu jawabannya, bahwa saya tidak suka ada seorang wanita mendekati saya karena kekayaan dan menilai dari fisik, sehingga saya sengaja malakukan ini agar siapapun yang ingin mendekati saya dia harus berpikir ulang sebelum mendekati saya.
Siapa tahu saat saya membuka topen terua wajah saya buruk rupa dan tidak ada yang mau menerimah saya, dan ini juga kesepakan saya dan kedua orang tua saya." jelas Rendy.
"Saya tahu Tuan Rendy adalah pria yang tidak suka di sentuh oleh seorang wanita, apa itu benar Ruan muda" tanya nona Khanza, tapi kali ini Rendy tidsk mengindahkan pertanyaan nona Khanza dan menyudahinya. Rendy pengen segerah pulang malas berlama-lama dengan nona Khanza.
"Baik nona Khanza kalau begitu terimah kasih atas pertemuan dan jamuan hari ini, sampai ketemu lagi nanti, maaf saya harus buru-buru karena masih ada janji dengan klien penting jam dua." Ujar Rendy.
Ada kekecewaan terlihat jelas di wajah nona Khanza, nona Khanza sepertinya tidak iklas membiarkan Rendy pergi. Untung Rendy bisa membaca pikiran nona Khanza sehingga Rendy langsung minta pergi padahal tidak ada jadwal meeting lagi, Rendy rencana langsung pulang perusahaan saja.
"Ah...Tuan Rendy buru-buru amat tidak bisakah kita duduk dan ngobrol sebentar lagi, ini sudah jam istirahat kita juga sudah selesai makan siang sepenting itu kah kliennya, saya juga klien loh" tanya nona Khanza.
Nona Khanza hanya tersenyum sarkas saat melihat Rendy pergi dari ruangan itu meninggalkan nona Khanza didalam. Setelah sampai di luar Rendt memberikan perintahk kepada pengawalnya untuk mengurus Karta pengawal nona Khanza.
"Pengawal...urus si kecoak itu jangan sampai dia lolos bawah dia ke tempat yang aman" ujar Rendy dan gegas pergi.
" Baik Tuan muda."
__ADS_1
Tinggallah nona Khanza didalam ruangan itu sambil menatap keluar, menahan kekecewaan saat melihat Rendy meninggalkannya begitu saja.
"Kamu sangat menarik Tuan Rendy, pria seperti ini yang menantang saya suka biar saya berjuang mendekatinya, saya ini cantik kaya dan berprestasi masa kamu tidak tertarik sama saya Tuan muda Rendy, jaga hatimu untuk ku ya, saya tetap mengejarmu sampai saya mendapatkan cinta dan hati mu, sebenarnya Tuan Rendy suka tipe gadis seperti apa ya saya, saya harus cari tahu." gumam nona Khanza.
Jangan cari masalah dengan Queen nona Khanza, karena nona Queen tidak ada toleransi kepada seorang penjahat, jadi jangan sampai nyawah kamu melayang karena mendekati jantung hatinya.
Sedangkan masih di perusahaan Queen grup masih pagi Queen grup sudah heboh dengan berita hilangnya pak Bandit, tapi Queen dengan orang-orang yang sudah mengetahui faktanya hanya diam saja, Queen sudah bermain dengan polisi jadi mana berani polisi bertindak Queen hanya jentikan jari saja pak polisi bertekuk lutut sehingga berita kebilangan pak Bandit seperti angin lalu begitu saja, tidak ada tindakkan untuk menyelidiki kasus itu.
"Eh....sini deh kalian sudah tahu belum kalau pak Bandit hilang dan di prediksi bisa jadi sudah meninggal karena dari kemarin pak Bandit tak pulang ke rumah, makanya istrinya tadi datang kesini menanyakan apakah suaminya ada disini, tapi kata nona Queen pak Bandit tidak ada di perusahaan."
"Kok saya rasa sangat misterius ya hilangnya pak Bandit, padahal kemarin pak Bandit masih di sini loh, dan tadi saya dengar katanya kemarin sektir jam dua pak Bandit tertangkap kamera cctv turun dari tangga menuju ke parkiran tapi setelah itu di parkiran tidak ada cctv menangkap pak Bandit di parkiran loh gila banget kan hilang kayak fi telan bumi tanpa jejak lagi." sambung salah satu karyawan.
"Ngapain kalian disini masih mau kerja tidak ini bukan jam bergosip, kalau mau bergosip silahkan pulang kerumah biar sama tetanggah bergosip disana, awas kalau saya mendengar lagi kalian tahu bukan" ujar asisten Seena kebetulan Asisten Seena dari luar sehingga mendengar semua karyawan pada beegosip ria.
Karena mereka dapat marah dari asisten Seena akhirnya mereka semua bubar dan kembali bekerja, sedangkan hilangnya pak Bandit kedengaran sampai di telinga teman-teman pak Bandit satu tim di perusahaan membuat mereka ketakutan dan berkeringat dingin. Bagaimana tidak mereka satu komplotan untuk memberontankan di perusahaan sekarang bos pemberontak sudah tewas.
Orang jahat dimana-mana selalu ketakutan karena kemuatiran itu ketakutan itu selalu menghantui mereka sehingga apa pun yang mereka lakukan selalu berantakan karena tidak fokus, sekarang Queen shdah menyiapkan audit terbaik untuk mencari biangkerok yang selalu membuat kekacauan di perusahaan, beritah kehilang pak Bandit membuat teman-temannya lari ketar-ketir karena ketakutan.
__ADS_1
Mereka pasti cari cara untuk lolos dari audit tapi, mereka lupa siapa bos mereka, bos perusahaan bukan wanita lemah seperti yang ada di pikiran mereka, seorang Queen Castellani adalah wanita yang kuat dam tidak akan berikan ampun kepada seorang penghianat.