PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
32: Pengawal Nyonya Khanza


__ADS_3

Setelah kepergian nyonya Mayangsari dan Claudia Rendy dan asisten Irvan dan sekretaris keluar dari ruangan dan masuk kedalam lift, saat ini tunjuan Rendy menuju ke restoran karena sebentar lagi sudah jam sebelas jangan sampai Rendy terlambat ini klien penting.


Tok...tok...!


"Maaf Tuan muda saatnya kita berangkat ke restoran karena sebentar lagi meeting dengan nyonya Khanza segera di mulai Tuan". Ujar sekretaris


"Baik siapkan semua dokumen dan kita berangkat sekarang.


Asisten Irvan bersiaplah kita berangkat ke restoran, gara-gara kedua wanita sialan itu saya hampir terlambat ke restoran. Kurang kerjaan aja mereka nonggol dimana-mana" ujar Rendy kesal.


"Baik Tuan" ujar asisten Irvan.


Mereka turun kebawah dan langsung menuju ke loby utama perusahaan, ternyata mobil sudah tersedia tinggal masuk kedalam dan mobil melajuh pergi. Rendy tidak suka ribet apalagi lama-lama Rendy paling tidak suka itu.


Saat dalam perjalanan tiba-tiba rendy dapat telpon dari paman Wiliam.


"Tuan ada telpom masuk dari Tuan Wilian, apakah saya angkat untuk Tuan" tanya asisten Irvan.


"Tidak perlu biar saya saja yang angkat tolong berikan hp pada saya" ujar Rendy, Rendy langsung mengkat telponnya.


"Hallo paman, apa kabar paman maaf Rendy sangat sibuk jadi tidak sempat datang kesana paman, apakah semua berjalan dengan baik"? Tanya Rendy.


"Hallo nak....semua baik, bagaimana kabar kamu disana apakah kamu sudah ketemu dengannya? Dan apa rencana kamu kedepan nak, paman titip dia ya ke kamu nak tolong jaga dia dengan baik, soalnya bibi kamu menangis terus sampai sakit dia. Kemarin memang dia baru selesai telpon tanya kabar tapi paman tidak mau memberitahunya kalau ibunya lagi sakit" ujar Tuan Wiliam.


Ternyata kepergian Queen membuat nyonya Liliana pikiran dan pada akhirnya nyonya Liliana jatuh sakit, tapi saat Queen telpon menanyakan kabar Tuan Wiliam tidak berani memberitahu Queen jika Nyonya Liliana sakit takutnya Queen justru mala kuatir.


Ya memang Queen tiba-tiba kuatir dengan ibunya makanya Queen telpon tapi saat Queen menanyakan kabar nyonya Liliana, justru Tuan Wiliam mengatakan jika nyonya Liliana sudah tidur karena memang saat Queen telpon sudah malam, padahal baru tiga hari Queen di kota X tapi nyonya Liliana sudah sakit


"Maaf paman Rendy belum menemuinya tapi secepatnya Rendy akan menemuinya, karena Rendy mau kami berdua kerja sama untuk mencari om pablo dan menjebak pelaku yang belum di ketahui, seharusnya paman beritahu dia kalau tidak nanti dia salah paham pikirnya paman tidak menyayanginya sebagai anak makanya bibi sakit tapi paman tidak memberitahu.

__ADS_1


Paman tahu sendiri dia masih sangat trauma dengan masa lalunya, jadi dia juga sangat sensitif apalagi semalam dia baru selesai melampiaskan amarahnya dan memutilasi seorang penjahat jadi pikirannya sekarang lagi tidak tenang, dia juga sekarang lagi berusaha cari om Pablo" ujar Rendy.


"Baguslah nak paman senang mendengarnya jika satu pelaku sudah lenyap, memang pelaku mana yang di habisi nak, kalau soal itu nanti paman beritahu dia tapi tunggu aja setelah bibi kamu sedikit membaik baru paman beritahu dia " tanya Tuan Wiliam.


"Salah satu pelaku yang kerja di Queen grup paman pak Bandit, kurang ajar itu punya nyali juga sehingga waktu pas Meeting dia menentang Queen untuk tidak melakukan audit, dan memang Queen langsung mengenalnya. Yang pasti Queen masih ingat semua wajah-wajah mereka paman, pokoknya paman tidak perlu kuatir Rendy akan melindunginya dari belakang.


Selagi lawan mereka masih lemah Rendy tidak maju membantu, tapi jika lawan mereka kuat Rendy pasti selalu ada untuk datang membantu dia paman karena Rendy tidak mau dia terluka lagi paman, oh ya, paman. Tolong jaga markas dengan baik ya paman" ujar Rendy


"Ya sudah nak, salam ya buat ayah dan ibu kamu dan juga Aqilla, paman harap secepatnya kamu ketemu dengan dia dan tuntaskan semua kejahatan disana" ujar Tuan Wiliam.


"Baik paman salam buat bibi dan anak-anak di markas, semoga bibi cepat sembuh sampaikan pada bibi anaknya baik-baik saja jadi tidak perlu kuatir " ujar Rendy.


Ternyata Tuan Wiliam telpon Rendy hanya mau memastikan saja, apakah Rendy sudah ketemu dengan Queen atau belum, namun Rendy mengatakan bahwa belum ketemu dengan Queen.


Sesampainya di restoran Rendy langsung keluar dari mobil dan masuk kedalam restoran, namun ternyata nyonya Khanza belum datang, sehingga Rendy duduk di tempat yang sudah di siapkan, Rendy mengambil ruangan VIP biar tidak tengganggu pengunjung lainnya.


Tak selang lama pintu kembali di buka oleh seorang pengawal, dan ternyata yang datang adalah nyonya Khanza namun yang mencuri perhatian Rendy adalah orang yang ada di samping nyonya Karta sepertinya Rendy sangat mengenalnya, seperti tidak asing baginya membuat Rendy berusaha keras untuk memutar kembali memori ingatannya.


Dan setelah Rendy ingat ternyata pria itu adalah salah satu pria yang Rendy cari memang hanya fotonya sama Rendy biar Rendy tidak salah, Rendy sengaja menanyakan nama orang tersebut.


"Maaf Tuan muda Rendy saya agak sedikit terlambat. Karena tadi jam delapan ada pertemuan dengan klien juga tapi kliennya ribet banget sehingga memakan waktu lama" Ujar seorang wanita cantik yang ada di depan Rendy.


"Oh tidak masalah nyonya Khanza, saya juga baru sampai, silahkan duduk" ujar Rendy.


"Terimakasih Tuan Rendy" ujar nyonya Khanza


"O, ya, nyonya Khanza, saya boleh tanya sesuatu tapi maaf sebelum jika saya sudah lancang bertanya " ujar Rendy.


"Oh jelas boleh dong Tuan Rendy, tidak masalah, jika pertanyaan Tuan Rendy menyangkut hal yang baik kenapa tidak" ujar nyonya Khanza.

__ADS_1


"Apakah ini pengawal nyonya Khanza atau asisten pribadi? Kalau boleh tahu siapa namanya"? Tanya Rendy.


" Iya...ini pengawal saya, sekaligus asisten pribadi saya, menang sudah lama saya mencari pengawal tapi tak kunjung dapat, tapi untung saya di tawarkan oleh nyonya Mayangsari, Tuan Rendy pasti kenal pemilik perusahaan Pablo grup, dia menawarkan ke saya, ya saya rasa baik juga makanya sekarang sudah menjadi pengawal dan asisten pribadi saya sudah satu tahun."


"Nyonya Khanza bagaimana jika saya punya penawaran? saya berikan nyonya dua pengawal hebat tanpa bayaran sekaligus salah satu menjadi asisten pribadi , sedangkan pengawal nyonya yang ini sama saya soalnya saya menyukainnya untuk menjaga adik perempuan saya masih kulian, maaf saya lupa siapa namanya" tanya Rendy.


"Namanya Karta, maaf Tuan muda Rendy saya tidak bisa memberikan untuk Tuan muda rendy karena saya sudah merasa nyaman dengan pengawal saya, " ujar nyonya Khanza.


"Oh tidak masalah, tapi kalau boleh tahu nyonya Mayangsari dapat pengawal ini dari mana ya soalnya dulu saya sering kerumah Tuan Pablo tapj saya tidak perna melihatnya" tanya Rendy lagi.


"Oh, katanya temannya dulu waktu kuliah makanya nyonya Mayangsari rekomensasikan untuk saya"ujar nyonya Khanza.


"Kamu dalam pengawasan ku saat ini, kamu tidak akan lolos." Gumam Rendy.


"Maksih nyonya Khanza, kalau begitu mari kita langsung mulai saja meeting kita.


Karena Rendy bertanya terus sehingga pengawal yang bernama Karta itu tidak nyaman, Rendy juga menatap pengawal Karta dengan tatapab intimidasi membuat pengawal Karta agak sedikit takut .


Karena nyonya Khanza meminta kerja sama dengan perusahaan Surya grup dengan keuntungan sangat fantastis, sehingga Rendy sedikit tergiur tapi bukan seorang Rendy namanya kalau tidak cari tahu terlebih dulu seluk belum dari nyonya Khanza.


Sekretaris Nyonya Khanza mulai mempresentasikan proposal mereka, dan keuntung apa saja yang akan di dapatkan oleh kedua perusahaan, hampir tiga puluh menit akhirnya sekretaris Nyonya Khanza selesai mempresentasikan proposalnya.


"Bagaimana Tuan Rendy apakah anda tertarik dengan penawaran dari perusahaan kami, dan Tuan Rendy siap menanam saham di perusahaan saya" tanya Nyonya Khanza.


"Iya saya sangat tertarik, tapi bisa kah hari ini kita sampai disini dulu dan saya akan pikirkan lagi jika sudah fiks sekretaris saya akan kembali menghubunggi anda nyonya Khanza."


"Kenapa tidak sekarang saja Tuan Rendy biar pertemuan kita hari ini ada hasilnya, saya juga minta kerja sama dengan perusahaan Queen grup tapi sayangnya sampai sekarang belum ada konfirmasih balik, saya penasaran saja sengan pemilik perusahaan itu katanya sih orangnya tidak suka ketemu dengan klien secara langsung, setiap kali ada sesuatu bosnya tidak akan mau" ujar nyonya Khanza.


"Nyonya Khanza jangan berpikiran berlebihan begitu terhadap orang lain mungkin ada alasan tersendiri, kenapa pemilik perusahaan Queen grup tidak mau ketemu bisa saja ada keperluan penting di luar kita" ujar Rendy secara tidak langsung membela Queen, Rendy tidak suka ada orang yqbg menjelek-jelekin Queen.

__ADS_1


__ADS_2