
Waktu terus berjalan, tidak terasa sudah jam setengah lima saatnya pulang ke rumah, Rendy sudah bersiap untuk pulang ke mansion, memang Rendy sengaja pulang lebih awal kerumah karena Rendy rencana malam nanti main dengan teman-teman kolage di clubnya Rendy sendiri, bukan yang di sewah oleh nyonya Mayangsari waktu menjebak Rendy.
Pikiran Rendy terus tertujuh kepada Queen apakah memang saatnya Rendy buat janji dengan Queen untuk bertemu, karena Rendy yakin sekali Tuan Pablo tidak meninggal. Bisa jadi ini hanya akal bulus seorang nyonya Mayangsari untuk menjebak Queen, tapi Rendy sudah mengetahui rencana licilk Nyonya mayangsari.
Jadi kali ini semua rencana licik nyonya Mayangsari di gagalkan oleh Rendy. Rendy tidak akan membiarkan siapa pun yang akan menyakiti Queen, karena jika itu terjadi akan berhadapan langsung dengan Rendy.
"Kenapa pikiranku selalu di penuhi dengan dia ya, mungkin secepatnya saya harus menunjukkan siapa saya sebenarnya, biar kami berdua kerja sama, ya saya harus siap kapan lagi ketemu habiskan waktu dengan menungguh. Lagian saya yakin dia juga pasti cari tahu siapa aku sebenarnya, jadi sebelum itu terjadi dan dia membenci aku, aku harus beritahu dia dan alasan kenapa aku harus pergi meninggalkan."gumam Rendy.
"Asisten Irvan siapkan mobil dan pulang ke rumah, karena malam ini kita harus bersenang-senang." ujar Rendy.
"Baik Tuan muda" ujar asisten Irvan.
Ting....ting...!
Saat Rendy hendak melangkah keluar dari pintu ruangan hpnya berbunyi tandanya ada pesan masuk. Karena hp Rendy ada bersama asisten Irvan.
"Tuan ada pesan masuk dari nona Claudia." Ujar asisten Irvan.
"Bacakan saja Aasisten Irvan ngapain lagi rubah kecil itu kirim pesan ke sani padahal dia sidah di usir dari sini ." Ujar Rendy menyuruh asisten Irvan membacahkan untuknya.
("Mas Rendy, lebih menyakitkan diabaikan daripada dibenci, karena itu membuatmu merasa seperti tidak berarti. Ingatlah selalu bahwa usaha seseorang itu cerminan dari minatnya padamu. Jangan pernah membuat orang yang kamu cintai merasa sendirian, terutama ketika kamu ada di sana. Jangan kamu menyia-nyiakan seseorang yang tulus, suatu saat kamu pasti akan merasakannya, aku Claudia sangat mencintai mu mas tolong jangan memperlakukan Claudia seperti ini, ingat mas NAMIRA sudah meninggal! Masa kamu berharap dengan orang yang sudah meninggal sekarang hanya tinggal Claudia yang menyayangi kamu")
(" Bisa jadi Namira masih hidup tapi dia tidak mau di jodohkan dengan kamu mas, makanya Namira sengaja lari dari kamu dan bisa saja Namira sudah menikah dengan pria pilihannya kita tidak tahu, apa kurangnya Claudia mas, selain cantik sangat berbakat menjadi mode. Banyak loh pria kaya yang mengejar Claudia tapi Claudia tidak mau karena hati Claudia hanya untuk mas Rendy seorang. Claudia hanya ingatkan mas aja hati-hati jangan sampai menyesal.")
Asisten Irvan yang membaca pesan dari Claudia justru merasa lucu, hingga menahan tawa, membuat Rendy mengeryitkan keningnya.
__ADS_1
"Apa yang salah asisten Irvan kenapa kamu menahan tawa." Tanya Rendy padahal Rendy juga merasakan hal yang sama, pesan yang di kirim oleh Claudia seperti sebuah ancaman kecil.
"Maaf Tuan pesan ini seperti sebuah ancaman kecil dari nona Claudia," ujar Asisten Irvan.
"Ya saya juga berpikir begitu, abaikan saja tidak perlu di balas yang penting sudah di baca biarkan dia penasaran disitu, untuk apa terkecoh dengan ancaman orang tidak berguna sekali saya pengang tangan kecilnya saya langsung patahkan" ujar Rendy langsung keluar dari ruangnya di ikuti pengawal dan turun ke bawah melalui lift.
Tidak seperti biasanya saat Rendy turun langsung masuk kedalam mobil dan berlalu pergi, tapi kali ini sebelum masuk kedalam mobil Rendy mendekati empat security yang menjanga dan bicara dengan mereka.
"Pak tolong titip perusahaan, jika ada sesuatu yang mencurigakan cepat hubungi saya, kalau sudah empat orang tapi kalian merasa masih kurang jangan sungkan langsung bilang saja nambah berapa lagi, biarpun yang masuk kesini karyawan yang kerjadi disini tapu kalau sudah lewat dari jam kerja seperti jam tujuh ke atas jangan perbolehkan masuk ya pak, sekarang ini banyak sekalai modus kejahatan" ujar Rendy.
"Baik Tuan muda siap laksanakan, sementara waktu cukup kami berempat saja Tuan muda"ujar seorang security.
Di kantor Rendy ada enam security, dua untuk menjaga disiang hari dan empat orang untuk malam hari karena kalau siang semua karyawan masuk dan perusahaam pasti rame sedangkan malam semua karyawan sudaj pulang dan perusahaan sepi, makanya yang malam harus banyak sampai empat orang.
Mobil yang di tumpangi rendy membela jalan raya berlombah dengan kendaraan lainnya untuk mendapatkan celah angar perjalananya lancar sampai di rumah.
"Tusn muda maaf agak sedikit macet karena jam segini adalah jam pulang kerja jadi semua orang berlombah-lombah pulang untuk bertemu dengan keluarga, tidak masalah jika kita jalan pelan begini Tuan muda"? ujar asisten Irvan.
"Tidak masalah asisten Irvan, bukankah memang sudah kebiasaan setiap hari pagi dengan sore, jadi tidak perlu kuatir jalan saja" ujar Rendy.
Sementara dalam perjalanan pulang tiba-tiba hp Rendy kembali berdering kali ini dari nomor baru, tapi Rendy tidak langsung mengangkat hpnya karena hpnya biasa di pengang oleh asisten Irvan.
"Tuan muda ada telpon dari nomor tidak di kenal apa kah saya angkat untuk Tuan muda" tanya Asiaten Irvan.
"Biarkan saja, jika nanti dia telpon kedua kalinya baru angkat" ujar Rendy karena telpon tidak di angkat akhirnya hp mati sendiri, tapi tidak berlangsung lama hp kembali berdering, asistrn Irvan langsung angkat.
__ADS_1
"Hallo siapa ini"? Tanya asisten Irvan.
"Hallo asisten Irvan, ini saya Adman....saya bisa bicara dengan Tuan muda ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada Tuan muda" ujar orang yang ada di seberang telpon.
"Oh, iya pengawal Adman, baiklah" ujat asisten Irvan dan menyerahkan hp ke Rendy.
"Maaf Tuan muda ini pengawal Adman msu bicara." asistrn Ievsn langsung menyerahkan hp ke tangan Rendy dan Rendy langsung menerimah telpon dari pengawal.
"Iya ada apa pengawal Adman, apakah kamu sudah mendapatkan informasih mengenai yang saya perintahkan itu" tanya Rendy
"Iya Tuan tapi tidak baik bicara di telpon jadi nanti besok saya akan ke perusahaan Tuan, saja maaf Tuan tadi saya melihat persmpuan itu sepertinya sangat mencurigakan tapi sayangnya saya kehilangan jejak"
" Ya sudah tidak masalah, tapi jangan ulangi hal yang sama saya tunggu kamu besok di perusahaan." ujar Rendy.
"Bak Tuan muda" ujar Adman.
Rendy kembalikan hp nya ke asiaten Irvan, dan tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi oleh Rendy membelok masuk ke mansion yang megah itu setelah gerbang mewah dan menjulang tinggi itu di bukan. Sesampainya di halaman mansion Rrndy turun dari mobil dan ternyata Rendy melihat ada mobil ayah dan ibunya juga ada bahkan mobil Aqilla juga ada.
Itu tandanya semua isi keluarga ada di dalam tinggal Rendy tapi yang menarik perhatian Rendy adalah ada sebuah mobil terparkir dengan sempurna di halanam mansoin juga, dan mobil itu Rendy sangat mengenal mobil itu.
Rendy mengalihkan pandangan ke arah ketua pengawal seolah mrlempar pertanyaan ada tamu siapa yang datang, ternyata ketua pengawal paham sehingga ketua pengawal mengatakan jika yang datang adalah nona Claudia dan nyonya Mayangsari.
"Itu Tuan muda, yang datang tadi adalah nona Claudia dan nyonya Mayangsari, sudah sekitar lima belas menit mereka sampai disini ujar pengawal.
Disini Rendy mengerti jika nyonya Mayangsari adalah wanita yang suka nekat, tapi tidak berpikir sebelum bertindak apa yang sudah nyonya Mayangsari lalukan apakah benar atau salah ini yang membuat Rendy tahu kalau nyonya Mayangsari akan masuk kedalam jebakannya sendiri.
__ADS_1