PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
46:Kekecewaan Claudia


__ADS_3

Belum apa-apa kedua perempuan licik ini sudah merencanakan kejahatan, mereka pikir Rendy tidak mengetahui rencana licik mereka, padahal Rendy sudah tahui semuanya tapi Rendy diam bukan berarti Rendy tidak bertindak hanya saja Rendy masih menungguh waktu yang tepat.


"Astaga mama ku yang cantik, tidak perlu mengingatkan Claudia pasti selalu ingat karena tujuan kita memang mengambil hartanya, untung juga mbak Namira sudah meninggal jadi Claudia bebas mendekati mas Rendy, kalau seandainya mbak Namira masih hidup mungkin mas Rendy tidak akan mau tunangan dengan Claudia mah, untung juga ide mama sangat cemerlang sehingga menjebak mas Rendy kalau tidak Claudia yakin mas Rendy bersih keras tidak akan mau menikah dengan Claudia.


Mas Rendy takut jika nanti kita melaporkan masalah di hotel itu ke polisi berarti reputasinya buruk, makanya mas Rendy takut dan kedua orang tuanya juga tidak mau bisnis mereka bermasalah sehingga mereka menyetujui pertunangan ini, jujur Claudia tidak sabar melihat cincin tunangan melingkar di jari Claudia mah. Sepertinya mas Rendy membeli cincin yang paling mahal deh, Claudia penasaran dekorasinya bagus tidak sih mah, soalnya Claudia undang banyak teman, kalau dekor murahan malu dong punya calon suami tajir tapi dekornya sangat murah" ujar Claudia.


"Hehehe...justru karena mama tidak mau anak sialan itu mengambil kebahagiaan kamu, makanya mana singkirkan dia, mama tidak mau kamu ada saingan berat untuk mendapatkan Rendy, kalau soal dekorasi itu tidak masalah sayang, lagia mama yakin Rendy menyewah dekorasi yang sangat mahal karena nantk banyak teman bisnisnya datang juga kalau dekor dan acaranya jelek pasti keluarga mereka dapat ciciran." ujar nyonya Mayangsari tidak sadar keceplosan bicara sama Claudia.


"Maksud mama apa tadi, bilang mama singkirkan mbak Namira? Atau jangan-jagan mama yang sudah membunuh mbak Namira mah.?" Tanya Claudia.


"Kalau iya, kenapa? kamu marah? Bukankah kamu senang karena anak sialan itu sudah lenyap dan sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan, seharusnya kamu berterimah kasih sama mama kamu inu yang sudah berusaha memberikan yang terbaik untukmu, mama lakukan ini semua demi masa depan kamu nak" ujar nyonya Mayangsari membenarkan perkataan Claudia.


"Jadi benar mah, mama yang sudah membunuh mbak Namira? kok mama tegah sekali sih mah, memang Claudia menginginkan posisi ini mah tapi bukan begitu caranya mama membunuh orang, kalau seandainya ada orang yang tahu terus dia membalas perbuatan mama bagiaman,? disini Claudia mengerti mah, pantas aja ada orang yang mengirim paket mayit kerumah dan mengatakan seperti itu karena memang mama pelaku utamanya, mah..mama hati-hati karena mama sudah dalam bahaya, siapa pun orang itu mah dia sudah mengetahui kejahatan mama, makanya dia meneror mama.


Claudia yakin ancaman orang itu bukan main-maain mah, pokoknya Claudia tidak tahu apa-apa jadi Claudia tidak mau masuk penjarah mama sendiri yang melakukannya jadi jika suatu saat terjadi sesuatu Claudia tidak bersalah." Ujar Claudia.


Claudia memang terkejut dengan pengakuan nyonya Mayangsari, karena selama ini Claudia sudah mencurigai ibunya itu tapi nyonya Mayangsari selalu mengelak jika nyonya Matangsari tidak melakukan pembunuhan itu, yang puncaknya waktu Queen mengirim mayit pak Bandit ke rumahnya disitu Claudia semakin yakin jika nyonya Mayangsari sudah melakukan masalah besar, sampai dapat teror begini, dan baru kemarin nyonya Mayangsari masih menerimah teror paket di kotak sedang berisi jantung manusia, itu semakin terkuat dengan semua dugaan Claudia selama ini.


Bisa jadi jantung manudia yang di kirim ke rumah nyonya Mayangsari adalah jantung dari pak Adar, Queen sengaja meneror nyonya Mayangsari dengan cara seperti itu biar nyonya Mayangsari ketakutan.

__ADS_1


Tapi karena Claudia ingin mempersiapkan dirinya untuk melangsungkan tunangan dengan Rendy, sehingga Claudia diam saja belum bertanya apa-apa tapi sekarang Claudia sudah tahu bahwa memang nyonya Mayangsari lah pelaku utama pembunuhan Namira.


"Claudia mama lakukan itu karena kamu jadi jangan cobak-cobak menceritakan masalah ini kepada siapa pun, kamu tidak mau kan mama membatalkan pertunangan kamu dengan Rendy, kamu tahu sendiri kalau mama sudah bicara kamu tidak bisa apa-apa." ancam nyonya Mayangsari.


Claudia masih syok jadi Claudia diam saja, karena sekarang Claudia fokus dulu ke acaranya nanti pulang dulu baru Claudia minta penjelasan dari nyonya Mayangsari.


"Mah, yuk kita berangkat takutnya kita terlambat ini sudah jam berapa, mana tidak ada yang datang jemput kita lagi sial banget sih mah." Ujar Claudia.


"Sabar nak, jangan cemberut begitu dong, kamu harus tersenyum tidak masalah kita tidak di jemput, kita bawah mobil sendiri kenapa"? Ujar nyonya Mayangsari.


Nyonya Mayangsari dan semua keluarnya sudah menunggu di bawah mereka mau pergi tempat acara.


"Wah...mbak Claudia cantik sekali gaunnya juga sangat cantik bu lihat deh mbak Claudia kayak princes, aku nanti kalau cari calon suami itu harus kaya biar aku tunangan lebih mewah dari pada mbak Claudia" ujar seorang anak gadis anak dari saudaranya nyonya Mayangsari.


"Astaga bisa diam tidak, kakak kesini itu di undang untuk ikut acara tunangan Claudia yang sangat mewah bukan mengomentari, calom suami Claudia itu lagi sibuk nya tidak bisa datang jemput, ayuklah kita berangkat nanti terlanbat" ujar nyonya Mayangsari agak sedikit emosi.


Claudia di bantu oleh sepupu dan ponakan untuk mengangkat ujung gaun yang ada di belakang.


Mereka semua masuk kedalam mobil masing-masing dan keluar dari rumah menujuh ke hotel dimana acara sudah berlangsung.

__ADS_1


Rombongan dari Rendy sudah sampai nyonya Cahaya dan Aqilla sampai terpanah dengan dekorasi yang di sewah oleh Rendy.


"Wah....bu...sebucin ini kah cinta mas sama perempuan licik itu sehungga mas membuat acara malam ini sangat megah dan indah, astaga mas habis berapa miliyar mas keluarkan hanya untuk acara tunangan ini. Banyak sekali tamu undangan lagi yang datang, tidak sepergi acara tunangan ini mah, tapi seperti acara resepsi pernikahan pangeran" ujar Aqilla.


"Iya benar kamu nak, mas kamu membuat acara malam ini sangat mewah padahal hanya acara tunangan, katanya tidak mencintai tapi buat acara semewah ini nak" ujar nyonya Cahaya.


"Bu...lebih baik kita masuk saja dulu tunggu saja setelah acara mulai, kalau nanti ibu dan Qilla asumsi terus diluar begini kapan masuknya." ujar Rendy.


Ternyata Rendy juga sudah meminta wartawan untuk datang meliput acara tunangan malam ini, enteh apa rencana Rendi melakukan semua ini.


Rendy dan kedua orang tuanya terus Aqilla masuk kedalam bersama dengan keluarga besar, nyalah kamera untuk memotrek keluarga besar Tuan Alvaro dari mana-mana.


"Siap-siap Tuan muda dan keluarga besar sudah tiba" teriak seorang petugas- dari luar Rendy keluarga besarnya melewati anal tangah satu demi satu untuk masuk kedalam sebuah ruanga yang sudah disulap menjadi tempat yang indah, tamu undangan yang datang mereka sampai terpukau dengan keindahan itu, bahkan banyal yang mengambil gambar diri mereka.


Rendy dan keluarga besar sampai didalam gedung dan mereka duduk karena menunggu acara mulai sebentar lagi acara akan segerah di mulai, Rendy bangkit dari duduknya dan pergi menemui asisten Irvan dan beberapa anak buah yang ada di belakang.


"Bagaimana persiapan sudah siap semua"? Tanya Rendy.


"Semua sudah siap Tuan muda tinggal laksanakan saya jadi Tuan muda tenang saja" ujar asisten Irvan.

__ADS_1


"Baiklah jangan sampai saya percayakan semuanya kepada kalian" ujar Rendy.


Wah....rencana apa yang sudah di rencanakan oleh Rendy ikuti terus ya para pembaca setia.


__ADS_2