
Tidak lama kemudian mobil Queen berhenti tidak jauh dari sebuah rumah mewah, gerbangnya menjulang setinggi tiga meter... Queen turun dari mobil dan mendekati gerbang itu Queen ingin memastikan apakah ada satpam yang masih terjaga atau tidak, ternyata ada dua satpam yang masih terjaga..
"Ah cuman dua kecoak kecil ini berjaga gampang kita tidak perlu lama-lama di sini untuk menghadapi mereka , biar saya aja yang melakukannya" ujar Queen, Queen pake masker dan topinya terus pakek kacamata hitam karena Queen takut satpam itu memgenalnya, Queen sengaja memencet bel dan tidak lama salah satu satpam itu buka pintu dan bertanya ada apa.
Ting...tong...ting..tong!
Krekkkk!..
"Selamat malam...maaf anda siapa ya dan ada perlu apa..nyonya kami tidak bisa di ganggu karena sudah malam jadi jika anda ingin bertemu dengannya besok saja anda datang" tanya satpam, Queen tidak mau lama-lama sehingga Queen langsung membius satpam itu dan pingsan. Setelah satpam itu pingsan Queen biarkan di luar dan masuk kedalam untuk mencari yang satu lagi.
Queen langsung masuk kedalam dan menemui satpam yang satu itu , dan Queen melakukan hal yang sama kepada satpam itu setelah mereka berdua pingsan, semua pengawal keluar dari mobil sambil mengeluarkan peti mayit itu dan langsung menujuh ke teras rumah untuk meletakkan tepat di depan pintu rumah biar saat di buka pintunya langsung kelihata.
Sedangkan yang lain berusaha memindahkan kedua satpam itu kedalam pos satpam agar tidak ada yang curiga...apalagi sudah malam jadi takutnya jika ada yang lewat dan melihat nanti mereka curiga.
Karena Queen tahu seluk beluk rumah itu sehingga Queen juga tahu dimana setiap letak cctv sehingga sebelum ketehuan Queen sudah menghancurkan semua cctv itu. Queen sudah mengambil cctv dan menghancurkannya sehingga tidak tertangkap kamera cctv jika nanti pemilik rumah memeriksanya
"Sekarang kalian membawah...mayit itu dan taru tepat di depan pintu utama, pastikan setiap pintu karena biar siapa pun yang masuk pasti bisa melihatnya, dab satpam tidak akan melihat peti disini jika mereka tidak datang periksa disini jadi aman disini sampai pagi buka tutup biarkan wajahnya ternganga begitu saja, tolong pasang kamera disana biar kita bisa melihat reaksi pemilik rumah ini saat dia keluar dari rumah dan melihat mayit yang ada di depan pintu." ujar Queen.
Queen tidak lupa memasang penyedap suara didalam rumah karena ternyata pintu rumah utama tidak di kunci, sehingga Queen dengan bebas masuk kedalam dan memasang penyedap suara dan kamera tersembunyi di setiap rumah itu, dalam hati Queen semua pengawal dan satpam begitu banyak pada kemana sehingga tidak ada satu pun disini hanya dua satpam ini.
Pengawal Queen heran kenapa Queen bisa tahu semua sudut ruangan rumah besar bak istana itu, Queen dengan santai masih sempat duduk di sofa ruang tengah ...begitu tidak takutnya Queen datang ke rumah itu, setelah semua selesai di pasang dan mereka merasa semua sudah beres Queen meminta mereka untuk keluar duluan dan menunggunya di luar. Entah apa yang alan di lakukan oleh Queen di rumah besar itu.
"Pengawal Ridho kalian semua boleh keluar dari sini...kalian keluar duluan lah nanti saya nyusul tidak perlu kuatirkan saya, saya bisa menjaga diri saya jadi keluar lah kalian terlebih dulu nanti saya nyusul." ujar Queen
__ADS_1
"Baik nona" ujar pengawal.
Setelah semua pengawal pergi, Queen bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati meja yang ada di ruang tengah ada sebuah foto yang terpangpang rapih disitu, Queen mendekati dan mengelus foto itu dengan hati yanh hancur, tidak sadar air matanya lolos begitu saja keluar dari matanya.
"Aku akak mencari tahu penyebabnya kenapa kamu sudah tidak ada aku berharap kamu masih hidup dan sehat, aku masih berharap suatu saat kita ketemu kembali lagi aku tidak percaya jika kamu sudah pergi meninggalkan aku, maaf aku harus pergi karena misi ku belum selesai" ujar Queen, Queem sadar jika dia ada di tempat lain jadi dia harus pergi jangan sampai ada yang melihatnya.
Queen kembili meletakan bingkai foto itu sambil mengelusnya dan keluar dari rumah itu dengan bebas. Semua rencana Queen berhasil jadi tinggil menunggu reaksi pemilik rumahnya saja seperti apa reaksi mereka saat melihat semua kejadian mengerikan itu
Setelah semua sudah selesai, akhirnya mereka pulang.
"Sekarang semua sudah beres dan saatnya kita pulang dan istirahat" ujar Queen, saat Queen hendak melangkah keluar dari pekarangan rumah itu, Queen sempat berhenti dan kembali memandang rumah itu dengan begitu sedih dan langkah berat Queen menyeret kakinya dan keluar tanpa menoleh lagi...rasanya sagat berat baginya.
"Apa yang terjadi berapa tahun ini, kenapa semua pengawal dan satpamnya tinggal dua mereka pada kemana semua memang tidak ada yang berubah di rumah itu hanya saja sangat sepih kayak kuburan," gumam Queen dalam hati
Queen dan pengawalnya langsung kembali ke hotel dan istirahat.
Keesokan harinya di sebuah rumah besar heboh dengan peneror mayit seorang pria didepan rumah. Pria itu sangat di kenal oleh pemilik rumah itu, itu yang membuat pemilik rumah syok dan histeris menghebohkan seisi rumah.
"Ah....kenapa badan saya sakit banget ya perasaan semalam saya bukain pintu untuk seseorang, dan setslah itu saya tidak ingat apa-apa lagi ternyata saat sadar sudah tidur di lantai ada apa ya, loh kenapa di mamang tidur disini juga aduh gawat sepertinya terjadi sesuatu semalam...Mang...mamang...bangun gawat nih semalam apa yang terjadi kenapa kita berdua tidur disini" ujar satpam itu.
"Ada apa si joh ...kamu nganggu tidur saya aja" ujar tejo.
"Hah...kamu ini yah semalam kamu lupa ada orang masuk kesini entah apa yang dia buat sama kita sampai ketiduran kita harus cek semua takutnya ada yang mencurigakan disini."
__ADS_1
Tejo dan mamang bangkit dari duduk mereka dan gegas keluar dari pos satpam ternyata pintu gerbang di tutup rapat.
"He...mang...kamu bilang ada orang mana pintu gerbang tertutup rapat...ada orang, ada orang pala mu" ujar tejo tidak percaya jika semalam ada orang yang datang karena saat Queen masuk Tejo membelakanginya jadi Tejo tidak tahu jika apa yang di katakan mamang itu benar.
"Joh....dengarin saya nih ya, semalam itu memangnya kamu tidak mendengar bel gerbang berbunyi....semalama sekita jam sebelas itu ada orang masuk kesini dan setelah saya membuka pintu tiba-tiba saya pingsan dan setelah saya bangun sudah disini sedangkan kamu ada di dalam"
"Ah...kamu itu mungkin ngantuk makanya kamu halusinasi....semalam memang saya dengar bel berbunyi, tapi setelah kamu keluar saya tidak tahu lagi kamu kapan balik ke dalam. Dan setelah sadar kamu sudah tidur bersama saya di lantai sebenarnya saya juga merasa ane kenapa saya bisa tidur di lantai bersama kamu ya" ujar mamang.
"Nah itu dia saya juga heran... Kalau begitu dari pada kita nanti kena marah dari nyonya lebih baik kita periksa sekeliling dulu dari samping baru ke belakang nanti setelah dari sana baru kita ke depan, saya curiga sih ada yang tidak beres semalam, masa kita berdua bisa tertidur begitu" ujar Tejo.
Tejo dan Mamang berdebat karena Tejo yakin semalam ada penyusup masuk...tapi Tejo tidak mau memberitahu Mamang soal masalah itu takutnya Mamang menyalakannya. jadi dengan cara satu-satunya biar tidak ada kecurigaan Tejo dan Mamang mereka periksa semua halaman rumah dari sampung kiri, baru kebelangan dan menujuh ke kolam renang, setelah mereka periksa samping kiri kana, dan belakang sampai kolam renang tidak ada apa-apa.
"Tuh kan saya bilang apa kamu itu hanya halusinasi karena ngantuk..atau semalam itu malaikat pencabut nyawah datang memperingatkan kamu untuk siap-siap karena nyawah kamu akan segerah di cabut hehehe." ujar Mamang.
Bukkkkkk!
"Ngaur aja deh ngomongnya, jelas-jelas saya melihat orang yang ada di depan saya tapi sama sekali saya tidak mengenalinya dia pake topi dan masker, bahkan saat saya bicara dengan dia pun sama sekali dia tidak menjawab. Ya sudah sekarang kita periksa terakhir ke halaman depan" ujar Tejo.
Tejo dan Mamang dengan santainya mereka berdua, jalan ke depan sambil bersiul dan santai. Namun saat mereka berdua tidak jauh dari depan rumah tiba-tiba mata Mamang melihat ada sesuatu di depan pintu rumah kaya peti mayit.
"He Jo kamu lihat kesana depan pintu apa itu, kok dari bentuknya, kayak peti mayit ya...aduh apa itu ya..yuk kita periksa" ujar Tejo dan Mamang.
Mereka berdua gegas ke arah pintu saat mereka buka peti Mayit itu, seketika mereka berdua berteriak ketakutan.
__ADS_1
"Argr......."
Mau tahu selanjutnya ikuti ceritnya ya, makin seru bab selanjutnya.