
Queen yang sudah sampai di rumah bersiap-siap untuk berangkat ke club, entah kenapa ada yang menarik hati Queen untuk datang kesana karena ada sesuatu disana, memang sudah dari tadi pagi Queen merencanakan untuk datang ke Club bersama pengawalnya tidak lain adalah teman-teman waktu masih di markas.
"Seena sudah selesai belum cepat biar kita berangkat" ujar Queen.
"Sabar tuan putry, buru-buru amat kayak mau mengincar mangsa aja disana, takut kabur mangsanya? yuk berangkat yang lain sudah selesai kayaknya mereka pasti menunggu di bawah" ujar Seena, Queen dan Seena keluar dari kamar dan turun kebawah semua pengawal sudah menunggu di bawah.
"Enak aja bilang aku mengincar mangsa yang ada pengen nelan orang" balas Queen.
"Kan memang itu maksud aku Tuan putry, memangnya sejak kapan seorang Tuan putry Queena Castellani punya pasangan, yang ada hanya punya banyak musuh yang ingin meminum darah" ujar Seena.
"Kamu tahu aja Seena memang patner yang baik sangat mengerti heheh" ujar Queen.
Setelah sampai di bawah ternyata benar pengawal sudah pada menunggu di bawah.
"Nah, tuh mereka sudah menunggu kita kan, yuk kita berangkat " ujar Queen.
Mereka semua masuk kedalam, mobil, namun sebelum itu Queen sudah ingatkan pengawal bahwa nanti pada saat sampai di Club dan terjadi sesuatu di sana pengawal diam saja sebelum Queen berikan perintah.
"Sekarang kita berangkat ke club tapi tidak tahu kenapa saya merasa akan terjadi sesuatu disana, tapi ingat jika nanti saat kita sampai disana dan terjadi sesuatu yang tidak kita duga, kalian semua jangan lakukan apapun sebelum saya berikan perintah, kalian pura-pura tidak tahu apa-apa dan santai saja." Ujar Queen.
" Baik nona" ujar pengawal.
Queen dan yang lain masuk kedalam mobil masing-masing dan keluar dari parkiran hotel, seperti biasa Queen satu mobil sama Seena sedangkan yang lain dengan mobil lain.
"Queen kita hanya pergi senang-senang bukan pergi bikin kekacauan di sana," Tanya Seena.
__ADS_1
" Siapa yang mau bikin kekacauan Seena! Memang tujuan kita hanya untuk senang-senang saja, tapi kita tetap waspada Seena karena di club itu, siapa saja bisa masuk kesana asal punya uang aja, mau orang jahat mau orang baik semua ada disana, tapi kamu harus ingat setiap orang yang masuk ke tempat yang bernama Club, dimata orang- orang diluar sana adalah tempat itu tempat ya tidak bagus, dan tempat itu adalah tempat cewek-cewek malam ada disana, jadi jika kita masuk kesena pasti semua pria mata keranjang akan tertujuh kepada kita jadi kamu harus jaga wibawahmu ok.
Jangan sampai kamu hilang kendali, nanti aku akan beritahu kalian kenapa aku ajak kalian ke tempat itu, aku tahu kalian tidak perna datang ketempat seperti ini dan aku juga sama tapi ini terpaksa aku lakukan, terserah apa kata orang tentang kita yang penting tujuan kita kesana baik" ujar Queen.
Seena paham maksud Queen jadi Seena hanya jawab iya saja tidak banyak komentar. Bisa jadi kedatangan Queen ke club kali ini ada sesuatu yang menyangkut dengan masa lalu Queen di club itu. Walaupun club itu adalah Club milik Rendy.
Tidak lama kemudian mobil yang di tumpangi Queen berhenti tepat di depan sebuah club besar, dan kalau di lihat dari kendaraan yang ada di tempat parkir sudah banyak pelangan yang datang, dari luar saja sudah terdengar suara musik yang tidak bisa di hentikan.
Sesampainya di club ternyata benar dugaan Queen sudah banyak orang bahkan ada yang sudah mabuk, sehingga mereka lagi asyik dansa didalam club itu banyak sekali pria hidung belang, rata-rata yang datang orang kaya dari yang masih muda dan sampai yang sudah tua.
Queen langsung masuk kedalam dan mengambil tempat duduk di bagian sudut ruangan itu, tak lama Queen dan pengawalnya duduk datang seorang pelayan club membawah satu botol minuman beralkohol dan meletakan di atas meja, bahkan dengan santainya pelayan itu menuangkan ke cangkirnya.
Tidak jauh dari tempat duduk Queen, ada beberap pria yang jika dilihat sudah agak sedikit mabuk. Tapi Queen dan pengawalnya tetap santai. Sambil ngobrol layaknya teman kalau di luar semua pengawal berperan sebagai teman Queen. Walaupun semenjak masuk pria-pria tadi sudah memperhatikan Queen dan Seena seperti nyamuk haus darah.
Dari depan sana seorang pria tanpan tanpa berkedip mata menatap Queen dengan penuh cinta tapi belum bisa mendekat. Pria itu yakin kedatangannya ke club bukan tanpa sebab pasti ada sesuatu hal yang menariknya datang ke club, dan bakal ada kekacauan di club.
"Pengawal Ridho minun lah kalian minum saja untuk menyegarkan tubuh ini minuman tidak begitu keras minum sedikit saja." Ujar Queen.
"Wah....cobak kamu lihat kesana ada mangsa baru nih, kita bisa main-main nalam ini kamu satu aku satu, semua pengawal cari punya kalian masing-masing jangan takut bayaran nanti saya yang bayar" ujar seorang pria yang umurnya sudah kasaran lima puluh tahun, Queen yang mendengar suara itu rasanya tidak asing tapi Queen pura-pura tidak mendengar.
Pria itu bangkit dari duduknya dan dengan bangganya mendekati Queen, padahal ruangan itu penuh dengan orang-orang dan bayak wanita penghibur ada yang langsung di pake oleh pria hidung belang ada yang sibuk dansa sambil minum.
"Hai boleh kenalan tidak gadis cantik, aduh kalian berdua cantik sekali boleh lah mas pakek kalian malam ini jangan ragu dengan pembayaran saya bisa kasih berapapun kalian mau" ujar pria itu dengan lancang dia menyentuh pinggang Queen. Queen dengan santai menoleh dan menatap tajam ke arah pria itu, dan pria itu sangat terkejut melihat siapa yang dia goda tadi, tapi dengan cepat pria itu pintar dan kembali tersadar posisinya dia dimana sekarang dan tidak mungkin itu adalah gadis yang dulu pernah dia habisi.
Pengawal Ridho sudah ancang-ancang untuk bangun tapi di cegah oleh Queen dengan kedipan mata, pengawal Ridho mengerti.
__ADS_1
"Hay Tuan....boleh kalau anda mau, saya tidak butuh bayaran dengan uang, karena saya sudah punya segalanya bisa tidak bayar saya dengany nyawah anda saja itu baru sepadan." ujar Queen dengan tenang Queen memengang tangan pria itu dan memutar tangannya hidangga menghasilkan bunyi.
Kreakkkkk!.
"Argrh......
Plakkkk....bukkkkkkl!
Retakan tulang patah dari tangan pria tua itu membuat pria tua itu meringis kesakitan.
Queen langsung melompat dan memberikan satu tendangan tepat di pipi kanan pria itu hingga terkapar di tanah, membuat semua orang yang ada di ruangan itu berhamburan.
Pria itu berusaha bangkit lagi dan sekali lagi Queen berlari mendekati dan memberikan tinju tepat di wajah pria itu seketika keluar cairan warna merah.
Dorrrrr......!
Queen tidak hanya menedang pria itu tapi Queen juga memberikan satu kali tembakan tepat di sebelah kaki pria itu sehingga pria itu histeris menahan sakit.
"Hey.....kalian semua yang ada di ruangan ini jika ada yang ingin keluar dari ruangan ini silahkan tapi ingat jangan cobak-cobak menghubungi polisi marena saya tidak segan menghabisi siapa pun yang berani ikut campur dalam urusan saya, saya tidak segan menghabisi kalian semua. Cepat keluar kalian semua dari sini saya berikan waktu tiga puluh dekit kosongkan ruangan ini" teriak Queen....
Rendy menyuruh semua orang yang ada di ruangan itu keluar dan sekarang tinggallah pelayan dan beberapa orang didalam bersama dengan pria jahat itu dan anak buahnya semua pintu club sudah di tutup rapat.
"Bajingan kamu perempuan sinting berani sekali kamu menyentuh Tuan kami, akan kami habisi kamu malam ini juga"
Bukkkkk.....brakkkkkkk!
__ADS_1
ada beberapa anak buah dari pria tua itu menyerang Queen dan pengawalnya, tapi entah dari mana pengawal sebanyak itu tiba-tiba mereka datang membantu Queen