PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
38: Keluarga Toxic


__ADS_3

Nyonya Mayangsari masih memohon kepada Tuan Alvaro dan nyonya Cahaya untuk mencengah Rendy, jangan sampai Rendy benaran membatalkan acara tunangannya dengan Claudia. Tapi Tuan Alvaro dengan tenang menyakinkan Nyonya Mayangsari bahwa Rendy tidak akan mungkin melakukan itu.


Rendy tetap melangsungkan acara pertunangan tiga hari lagi, itu adalah jangka waktu yang sudah di tetapkan oleh Rendy, gila memang, cuma di kasih waktu tiga hari untuk mempersiapkan semuanya, sebenarnya menpersiapkan hanya dua hari karena hari ketiga adalah hari pertunangan. Namun Rendy dengan santai mengatakan jika semuanya akan di siapkan dengan baik dan tidak akan memgecewakan.


Namun tidak dimetahui yang di maksud Rendy apakah Rendy benaran bertunangan dengan Claudia atau tunangan dengan wanita lain, karena dari perkataan Rendy, Rendy sangat serius mempersiapkan acara tunangan dengan baik dan sempurna.


"Tuan Alvaro dan jeng Cahaya tolong nasihati Rendy dan jangan sampai Rendy membatalkan acara pertunangannya kasian Claudia, saya takut Claudia hamil, sedangkan belum ada tunangannya, saya sebagai seorang ibu sebenarnya saya merasa terpukul atas kejadian yang menimpah putry saya, kalau seandainya Rendy tidak merenggut kesuciannya mungkin saya tidak akan menuntut Rendy untuk bertanggung jawab, dan pasti mental putry saya tengganggu karena kejadian itu" ujar nyonya Mayangsari.


"Nyonya Mayangsari tenang saja tidak perlu takut karena, Rendy bukan tipe pria yang ingkar janji jika Rendy bilang siapkan acara pertunangan pasti dia akan melakukannya walaupun pasti dia benaran tunangan dengan nona Claudia atau tidak, saya sebagai seorang ayah saya pasti sangat mendukung apapun yang dilakukan oleh putra saya selagi saya merasa itu baik.


Tapj nyonya Mayangsari juga harus siap jika nanti terjadi sesuatu insiden nyonya Mayangsari harus siap, kita tidak tahu nanti tiga hari kedepan ini apa yang terjadi. Sayang sekali Tuan Pablo tidak ada" ujar Tuan Alvaro.


"Jeng tenang ya nanti saya bicarakan dengan Rendy tapi kenapa ya, saya merasa perkataan jeng timbal balik, tidak sesuai dengan fakta, bahwa nona Claudia trauma dan terngganggu dengan kejadian itu, tapi saya lihat dari tadi justru nona Claudia santai tidak ada yang di pikirkan apalagi trauma, begitu juga dengan jeng Mayangsari biasa saja.


Claudi seorang anak gadis itu trauma, bisa di lihat dari reaksi atau responnya kepada seseorang sangat nampak jelas, tapi kalau nona Claudia justru sangat agresif saat melihat kedatangan Rendy." jawaban telak nyonya Cahaya.


Seketika Claudia pura-pura sedih di depan nyonya Cahaya dan Tuan Alvaro. Membuat kedua orang tua itu saling pandang karena melihat reaksi Claudia.


"Maaf tante sebenarnya Claudia memang trauma tapi, Claudia belajar tenang dan mau menerimah kondisi Claudia yang sekarang, apalagi mas Rendy yang sudah siap mau bertanggung jawab, jelas Claudia semangat lagi tante" ujar Claudia.

__ADS_1


Tidak selang lama dari lantai dua turun seorang pangeran tanpan dengan pakian santai, tidak pakek jas hanya baju warna putih dengan celana jeans hitam dan topi hitam menambah ketampanannya, walaupun Rendy tidak membuka topengnya tapi Rendy tetap tanpan dan postur tubuh Rendy sangat bagus, memhuat Claudia makin klepak-klepak dengan Rendy.


Claudia menatap Rendy tanpa berkedipkan mata, sambil membuka mulutnya untungnya tidak keluar ileran.


"Astaga maco dan tanpan sekali calon suami ku, hanya pake pakian santai saja gantengnya pantas aja banyak sekali wanita yang mengincar dia, apalagi kalau dia baru selesai mandi segar dan wangi banget tapi sayangnya dia pakek topeng terus padahal ini sudah di rumah juga kenapa tidak buka topengnya sih, penasaran deh." gumam Claudia dalam hati namun lamunan Claudua di sadarkan oleh suara dari Rendy.


"Sudah puas menatap saya begitu, kayak lihat hantu aja, sampai segitunya mata kamu melotot menatap saya baru pernah lihat cowok ganteng ya makanta mata tidak berkedip sama sekali, maaf saya tidak suka di tatap begitu kalau ada orang menatap begitu saya pengen mencongkel matanya" bentak Rendy membuat Claudia tersedar karena terkejut.


Saat Rendy dan asisten Irvan melewati ruang tengah Rendy berpamitan dengan ayah dan ibunya tapi tidak dengan Claudia dan nyonya Mayangsari, Claudia mencegah Rendy dan menanyakan Rendy mau kemana, Claudia juga mau ikut menemani Rendy, tapi justru Rendy jutek dan menepis tangan Claudia.


"Nak, kamu mau kemana kan baru pulang tidak tunggu makan dulu sayang sebentar lagi sudah makan, kamu belum makan nak" ujar nyonya Cahaya


"Ya sudah hati-hati ya nak, asisten Irvan tolong pelan bawah mobil ya" ujar Nyonya Cahaya.


"Baik nyonya" ujar asisten Irvan


"Mas Rendy mau kemana? Claudia ikut ya mas, Claudia mau menemani mas Rendy, mas Rendy tidak boleh pergi-pergi atau jangan-jangan mas Rendy punya cewek lain di luar tanpa pengentahuan Claudia. Ingat mas sebentar lagi kita tunangan mas harus jaga hati mas untuk Claudia seorang." Ujar Claudia tanpa ada rasa malu


Plakkkk!

__ADS_1


"Singkirkan tangan kotormu itu, saya tidak sudi di sentuh, hak apa kamu ngatur-ngatur saya nona Claudia, terserah saya mau pergi dengan wanita lain atau tidur dengan siapa pun di luar sana itu urusan saya bukan urasan kamu, lebih baik kamu menjaga diri kamu baik-baik biar pas hari tunangan kondisi kamu kuat menahan semuanya, jangan sampai kamu drop saat pas acara nanti.


Ingat saya bukan siapa-siapa kamu jadi jangan sok berkuasa dan mengatur-ngatur saya, bangga sekali kamu bilang mau tunangan dengan saya, belum terjadi jadi jangan senang dulu" ujar Rendy.


"He Rendy...jangan kasar begitu dong sama Claudia, memang benar apa yang di dikatakan Claudia karena sebentar lagi kalian akan tunangan. Dan kamu jadi calon suaminya, kamu harus lembut sama calon istri kamu tapi kenapa kamu begitu kasar sama Claudia. Claudia itu dari kecil tidak perna di kasarin." Ujar nyonya Mayangsari membentak Rendy.


"Hahaha kalau tidak mau di kasarin bawah pulang tuh anak mami, tante itu kurung dirumah, kalau seandainya saya adalah mas Rendy saya tidak akan mau menikah dengan manusia rubah ini dia hanya perempuan tidak tahu malu, sampai kapan pun saya tidak akan setujuh mas Rendy menikah dengan perempuan ini, dasar keluarga toxic banyak bacotnya.


"Nona Muda Aqilla, bicara itu agak sopan sedikit" ujar nyonya Mayangsari.


"Saya sudah di ajarkan oleh orang tua saya untuk selalu berperilaku sopan dan baik kepada semua orang, tapi orang seperti apa dulu yang harus saya harga, saya tahu anda dan putry anda pasti sengaja memjebak mas Rendy, karena mas Rendy bukan pria jahat seperti itu, semoga saja pas hari tunangan mas Rendy pergi dan tidak jadi tunangan dengan perempuan licik ini" ujar Aqill.


Memang Aqilla paling benci Claudia dengan nyonya Mayangsari entah kenapa, Aqilla tidakvmenyukai mereka berdua.


Rendy tidak menghiraukan perkataan, Claudia dan nyonya Mayangsari sehingga Rendy langsung keluar dari mansion dan masuk kedalam mobil, gerbang besar itu langsung di buka oleh pengawal dan mobil Rendy keluar dari halaman mansion.


Claudia mengejarnya dari belakang sampai di depan pintu gerbang tapi Rendy sama sekali tidak menghiraukannya, Rendy justru tersenyum jahat melihat dari kaca mobil, Rendy sama sekali tidak respeck dengan Claudia bahkan main kasar pun Rendy bisa lakukan karena setiap kali Rendy kasar sama Claudia Rendy selalu membayangkan penderitaan yang di alami oleh Queen dulu, jadi seoalah-olah Rendy melakukan kejahatan terjadap Claudia itu karena membalas penderitaan Queen.


Rendy pria yang lembut dan penyayang sama seperti Tuan Alvaro, tapi sekali orang jahat menyakit orang-orang yang sangat Rendy sayangi siap-siap saja kalian akan menderita, karena Rendy akan membalas semua perbuatan itu.

__ADS_1


__ADS_2