
Queen menatap Rendy yang lagi berlutut di lantai dengan bunga di tangannya, sedangkan anak buah mereka semangat menyuarahkan untuk Queen mau menerima lamaran dari Rendy atau Tuan mereka. Sebenarnya Queen sangat terharu mendapatkan kejutan special dari seorang pria yang sudah menolong dan melindungi Queen selama ini. Queen sampai berkaca-kaca matanya.
"Nona Queen terimah.....terimah....tolong jangan tolak nona Queen Tuan kami Tuan yang paling baik, semua pengawal menyuarakan tapi bedah dengan asisten Seena dan asisten Irvan mereka hanya diam sambil tersenyum." ujar mereka menyuruh Queen menerima lamaran dari Rendy.
Asisten Irvan sangat bahagia akhirnya Tuannya ketemu dengan nona muda, dengan momen yang pas Tuan muda melamar nona mudanya begitu juga asisten Seena bahagia karena nonanya bisa ketemu dengan Tuan muda.
"Ya Tuhan....jika memang dia adalah pria yang sudah engkau takdirkan untuk menjadi imam ku di masa depan nanti aku siap Tuhan, menerimannya dengan sepenuh hati ku. Karena pria inilah yang menyelamatkan aku dari maut dan pria ini juga yang menemani aku selama aku hancur dan terpuruk, jadi alasan apa yang harus aku berikan sebagai penolakan cintanya, tidak ada ini juga adalah pilihan ayah dan ibu jadi aku siap menerimahnya karena aku yakin dia yang terbaik untukku.
Bukankah selama ini aku mencarinya dan selarang sudah di depan mata tidak mungkin aku mengatakan jika aku tidak mencintainya padahal dalam hatiku yang paling dalam aku sangat mencintainya." Gumam Queen.
Queen melangkah satu langkah kedepan dan mendekati Rendy, setelah itu Queen menunduk badannya dan mengecup kening Rendy baru Queen menerima bunga dari Rendy sambil memeluk Rendy membantu Rendy untuk bangkit berdiri.
"Aku tidak ada alasan mas untuk menolak cinta tulus dari seorang pria baik seperti kamu mas, aku tidak perlu menjelaskan kembali masa kelam itu, tapi aku patut bersyukur karena penolong yang di kirim Tuhan pada waktu itu tepat waktu sehingga aku terselamtkan, walaupun harus melewati banyak cobaan dan rintangan tapi hanya kamu mas yang selalu ada di sampingku, aku juga bersyukur karena pertolongan mas lah yang membuat aku Queen Castellani atau Namira Castellani bisa setegar dan sekuat ini.
Karena mas juga aku Queen, di pertemukan dengan ayah dan ibu yang ada di kota seberang. Jadi tidak ada alasan untuk aku menolak lamaran kamu mas, terimah kasih karena mas sudah menjaga dan melindungi aku selama ini, sekarang ayah Pablo dan ibu sudah tidak ada, jadi yang aku miliki hanya kalian semua", ujar Queen.
Perkataan Queen justru membuat semua pengawal meneteskan air mata, saat mereka bertemu dengan musuh mereka sangat garang tapi giliran begini semua pada melow.
Prokkkl...prokkkk!
"Hore....akhirnya Tuan dan nona bersatu juga" ujar semua anak buarnya.
"Wah....so sweet banget sih nona dan Tuan muda jadi iri deh, tapi membuat hatiku sedih ya mendengar perkataan nona ". Ujar asisten Seena.
Semua sudah pada teriak karena Queen siap menjadi istri Rendy. Namun berbedah dengan Rendy yang hanya bengong aja karena tidak percaya bahwa Queen benaran menerimah lamarannya.
__ADS_1
Sampai asisten Irvan sengaja memukul bahu Rendy untuk memberikan kesadaran kepadanya.
"Tuan kenapa diam aja begitu di peluk kok diam aja, tuh nona Queen sudah menerima lamaran Tuan muda jagan diam aja" ujar asisten Irvan barulah Rendy tersadar.
"Ha.....benar kamu sayang menerimah lamaran aku...kamu tidak bercanda bukan? aku tidak mimpi bukan, cobak bilang sama aku, bahwa aku tidak mimpi, asisten Irvan cobak nampar aku" ujar Rendy.
Plakkkk!
"Hy...sakit tahu kenapa namparnya kuat kali...ternyata aku tidak mimpih."
"Lah kata Tuan menyuruh saya nampar, ya kesempatan dong kapan lagi saya dapat kesempatan untuk menampar Tuan tidak mungkin momen bersejarah ini terulang kembali." Ujar asisten Irvan membuat semua pengawal tertawah baru kali ini semua pengawal tertawah lepas dan bebas.
Rendy tidak bisa membendung air matanya sangking bahagia Queen mau menerimah lamaranya. Karena Rendy belum yakin jadi sekali lagi Rendy bertanya kepada Queen apa benar Queen menerimah lamarannya.
"Sayang apa benar kamu sudah menerimah lamar ku, jawab dong, jangan bikin aku binggung begini" tanya Rendy.
"Terimah do nona Queen." Jawaban kompak.
"Nah itu jawabannya mas, bahwa aku Queen Castellani menerima mas sebagai pasangan atau calon suami." ujar Queen.
"Se...serius kamu sayang!?" tanya Rendy, dan Queen menggangguk.
"Makasih banyak sayang...makasih sudah mau menerimah cintaku dari tadi aku sudah sangat takut jika kamu menolak cintaku, aku takut kehilangan kamu sayang maafkan aku yang sudah lalai dalam menjaga mu dulu sehingga aku hampir sedikit kehilangan kamu.
Rendy langsung memeluk Queen dan mengecup kening Queen sambil mengangkat tubuh Queen dan mereka berdua putar-putar. Kebahagiaan itu datang pada saat kita bersabar dan mau menerimah kondisi kehidupan yang dulu, sekarang Queen sudah bahagia dengan menerimah cinta dari Rendy.
__ADS_1
"Makasih juga mas sudah mau menerimah aku apa adanya, mas sudah menunggu bertahun-tahun, padahal pria seperti mas bisa dapat wanita yang lebih baik dari aku mas tapi mas bertahan menunggu ku." ujar Queen.
"Baiklah sesuai janji mas tadi, bahwa mas akan membuka topeng mas untukmu sayang, dan mungkin kedepannya mas tidak akan mengenakan topeng lagi tapi mas harus bicarakan ini dengan ayah dan ibu dulu, semua pengawal banyak di antara kalian yang belum perna melihat wajah saya bukan entah itu buruk rupa atau seperti apa modelnya, tapi saya harap jangan kalian lari setelah tahu wajah asli saya, takutnya karena wajah saya seram akhirnya kalian berhenti jadi pengawal saya"
"Mas...jika mas belum siap untuk membuka topeng mas, jangan paksakan. Queen tidak memaksa mas untuk membuka topeng itu karena Queen yakin mas pria yang baik dan juga sangat tanpan, namun jika nanti saat mas buka topeng mas terus buruk rupa seperti yang mas katakan tadi, Queen berjanji Queen tetap menerimah kamu mas sekarang yang Queen cari bukan wajahnya tanpan saja tapi hatinya yang tulus dan menyayangiku.
Jadi mas jangan takut bahwa Queen akan meninggalkan mas itu tidak akan terjadi, karena Queen juga mencintai mas, selama ini Queen selalu mencari mas tapi kata ayah dan ibu mas sibuk jadi tidak bisa ketemu" ujar Queen.
Semua pengawal penasaran seperti apa wajah asli bos mereka, karena selama mereka mengikuti Rendy menjadi pengawal tidak perna sekali pun Rendy membuka topengnya jadi semua pengawal baik yang selalu bersama Rendy diluar maupun yang ada di mansion.
"Aku tidak masalah sayang jika aku lakukan untuk wanita yang sangat aku sayangi, jadi jangan kuatir ini salah satu bukti cinta mas kepada kamu sayang" ujar Rendy, Rendy memutar badan Queen sehingga Queen dan Rendy berhadapan Queen menghadap ke semua pengawal sedangkan Rendy sengaja membelakangi. Pengawal.
"Sayang boleh mas minta kamu tutup mata, tapi jangan ngintip ya tutup mata rapat" ujar Rendy Queen juga menurut dan menutup mata seperti yang di perintahkan Rendy.
Setelah Rendy melihat bahwa Queen benar-benar sudah menutup mata, dengan perlahan Rendy mulai membuka topengnya tidak ada keraguan sedikit pun dalam diri Rendy untuk membuka topengnya itu.
Setelah topeng itu benar-benar terlepas dari wajah Rendy...Rendy menyuruh Queen membuka mata.
"Sayang sekarang boleh kamu membuka mata kamu tapi janji tidak akan terkejut melihan wajah mas ya, " ujar Rendy.
"Memang sudah boleh mas? Sudah selesai mas buka"? Tanya Queen.
"Sudah sekarang kami boleh buka mata kamu sayang" ujar Rendy.
Dengan perlahan-lahan Queen takut-takut membuka matanya dan awalnya ngintip...tapi selanjutnya Queen langsung membuka mata, betapa terkejutnya melihat seorang pria tanpan mulus wajahnya berdiri di depan mata sambil tersenyum manis kepada Queen.
__ADS_1
Sangking terkejutnya Queen mundur ke bekakang sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.