
Rendy sibuk dengan pekerjaanya sekitar jam sembilan sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan loby perusahaan Karya grup, dan tidak lama kemudian turun dua orang wanita dari dalam mobil mereka sama-sama cantik, hanya saja bedah usia satu umurnya sudah tua walaupun tetap cantik. Dan satunya lagi umurnya masih sangat muda dengan sombongnya kedua wanita itu hendak menerobos masuk kedalam perusahaan, tapi di tahan oleh satpam, apalagi jika belum buat janji dengan Tuan muda.
"Selamat pagi nyonya ada yang bisa saya bantu," tanya seorang satpam, tapi bukannya menjawab dengan sombongnya kedua wanita itu tidak menghiraukan pertanyaan satpam dan langsung masuk menujuh resepsionis.
"Selamat pagi nyonya ada yang bisa saya bantu" tanya seorang gadis cantik yang bertugas menjadi resepsionis.
"Ya pagi juga saya mau ketemu dengan calon mentu saya, apakah calon mantu saya pemilik perusahaan ini sudah datang"? Tanya nyonya Mayangsari datar.
"Maaf nyonya maksud nyonya adalah Tuan muda"? Tanya gadis cantik otu
"Iya itulah calon mantu saya, siapa lagi saya mau ketemu dengan calon mantu saya" ujar nyonya Mayangsari.
"Sekali lagi maaf nyonya apakah nyonya sudah bikin janji dengan Tuan muda? karena disini harus bikin janji dulu kalau tidak Tuan muda tidak akan mau ketemu. Siapa pun itu harus bikin janji jangan nyonya Tuan besar dan nyonya besar juga jika datang ke perusahaan ini harus di beritahu Tuan muda dulu, jadi tunggu saya hubungi ke ruangan Tuan muda untuk menyampaikan jika nyonya dan nona datang kesini "sambung gadis itu.
"He...dasar karyawan rendahan bisa-bisanya kamu bicara begitu...masa saya calon mertua datang harus buat janji segala, peraturan macam apa itu saya tidak mau tahu saya mau ketemu dengan bos kamu atau kamu mau di pecat." bentar nyonya Mayangsari.
Sebenarnya Karyawan itu sudah muak dengan tingkah nyonya Mayangsari tapi gadis itu masih tahan, selagi belum ada kekerasan masih bisa di tahan pikir karyawan itu.
"Maaf nyonya disini memang seperti itu aturannya harus buat janji dulu, baru bisa ketemu dengan Tuan muda itu pun jika di ijnkan, tidak sembarangan orang bisa ketemu dengan Tuan muda karena Tuan muda juga tidak bisa di ganggu" ujar karyawan itu, karena perdebatan itu sudah banyak karyawan berkumpul dan menyaksikan bukan hanya itu, Rendy yanf ada di ruangannya bersama dengan asisten Irvan melihat semua kejadian itu dan Rendy menaikan kedua alisnya kenapa kedua wanita yang tak ingin dia temui justru datang ke perusahaan.
Rendy sangat mengenal sikap resepsionis itu karena gadis itu adalah salah satu anak buahnya.
Plakkkk.....!
"Dasar sialan sudah saya katakan tadi saya ini tidak perlu buat janji dengan bos kamu, karena dia itu mantu saya...masa saya harus buat janji dulu...awas aja saya akan minta bos kamu untuk pecat kamu nanti."
__ADS_1
Karena gadis yang di tampar nyonya Mayangsari bukan gadis lemah seperti gadis pada umumnya, sehingga saat di perlakukan tidak baik justru meminta maaf dan memohon, beda dengan gadis ini setelah dia di tanpar oleh nyonya Mayangsari awalnya gadis ini hendak menghubungi ke ruangan CEO tapi karena dapat perlakuan kasar dari wanita yang ada di depannya itu dan merasakan sakit karena tanparannya itu.
Dengan tenang gadis itu meletakan kembali telpon gegam itu dan keluar dari tempat duduknya, setelah gadis itu berdiri tepat di depan nyonya Mayangsari.
"Nyonya...saya tidak suka kasar pada orang jika orang itu mau menghargai saya, tapi jika orang itu tidak menghargai saya baik itu orang tua, baik itu anak gadis saya tidak memandang dia itu siapa saya akan hajar dia. Jangan anda pikir anda orang kaya jadi semena-mena terhadap karyawan rendahan seperti saya, saya juga tidak akan tinggal diam, jika anda menghargai saya, saya juga akan menghargai anda, namun jika anda menginjak saya, saya tidak segan mematahkan batang leher anda."
Plakkkkkk ...bukkkkk.!
"Argr"....
Satu tamparan dan tendanganmeyang di pipi dan perut nyonya Mayangsari sehingga tersungkur di lantai membuat nyonya Mayangsari berteriak memaki gadis itu.
"Dasar manusia sombong...anda pikir anda siapa bos saya kah? jadi saya harus menerimah perlakuan kasar dari anda manusia iblis, saya ini disini kerja walaupun saya memang karyawan rendahan seperti yang anda bilang tapi saya kerja baru bisa makan, jadi hak apa anda merendahkan saya, panggil saja bos saya untuk pecat saya jika benar bos saya pecat saya berarti perusahaan besar ini tidak memiliki kualitas yang baik.
Dari tadi saya sudah jelasin dengan baik jika harus buat janji dulu...saya tahu siapa anda...anda adalah istri kedua dari Tuan Pablo bukan...jangan anda pikir saya tidak mengetahui apa yang anda lakukan, jangan macam-macam dengan saya kalau anda tidak mau semua tulang kecil itu saya patahkan."
"Sekali lagi anda berteriak saya tidak segan menghancurkan gigi-gigi anda." ujar gadis itu.
Karena Claudia tidak terimah mamanya di perlakukan seperti itu sehingga, Claudia awalnya membantu Nyonya Mayangsari untuk bangkit berdiri mendekati anak gadis itu, dan melayangkan satu tamparan ke pipi gadis itu tapi dengan cepat gadis itu menepis tangan Claudia sehingga membuat Claudia meringis kesakitan.
"Auh.....kurang ajar" teriak Claudia.
Rendy yang melihat kekacauan dari ruangannya menyuruh asisten Irvsn untuk mendatangi nyonya Mayangsari karena Rendy tahu apa tujuan mereka datang, jadia biar Rendy sengaja mrmbiarkan mereka datang menemuinya.
"Asisten Irvan kamu tahu bukan apa yang kamu lakukan, turun lah kebawah jangan sampai anak itu menghabisi kedua perempyan gila itu, bawah mereka kesini, kamu sudah tahu bukan tujuan utama mereka kesini" ujar Rendy.
__ADS_1
Asisten Irvan keluar dan sengaja turun kebawah pura-pura tidak apa-apa dengan kejadian tadi.
Sedangkan dibawah makin seru semua karyawan bukannya kerja justru mereka jadi penonton setia.
"Kamu...jangan suka-suka kamu mau naikan tangan ke pipiku jangan sampai saya tidak segan mematahkan tangan kecil kamu itu, kalau saya lihat kamu dan ibu kamu sangat lincah saat ingin nenampar saya apakah sudah terbiasa melakukan ini, saya kasih jangka waktu untuk kalian tidak lama lagi hidup kalian berdua kayak gembel antara dua tidak masuk penjara berarti jadi korban mutilasi hahahaha" ujar gadis itu.
Sepertinya gadis ini tahu banyak tentang kehidupan nyonya Mayangsari.
"Sering-seringlah datang kesini biar saya menyiksa kalian seperti menyiksa bos saya dulu, sejak lama saya menunggu akhirnya anda datang juga wanita iblis" gumam gadis itu.
Siapa yang di maksud bosnya apakah Rendy atau siapa.?
Tidak lama kemudian asisten Irvan keluar dari lift dan langsung mendekati mereka, saat karyawan melihat asisten irvan mereka semua kabur karna takut di marahin sama asisten Irvan.
"Ada apa ini kenapa semua karyawan tidak kerja justru berdiri disini." tanya asisten Irvan.
"Ini pak dua orang tamu nyonya dan anak gadisnya memaksa untuk bertemu dengan Tuan, tapi karena mereka belum buat janji jadi saya menyuruh tunggu dulu biar saya hubungi, ternyata perkataan saya tidak di terimah oleh nyonya yang terhormat ini sehingga saya di tampar, tolong bawah mereka pak" ujar gadis itu.
"Maaf nyonya, apakah ada hal penting yang ingin disampaikan nyonya untuk Tuan muda" tanya asisten Irvan.
"Iya saya ada perlu penting dengan calon mantu saya tapi saat saya mau masuk kedalam karyawan rendahan ini justru menahan saya, pokoknya cepat pecat dia" ujar nyonya Mayangsari.
"Maaf nyonya, memang benar yang di katakan oleh bagian resepsionis tadi, semua tamu yang datang kesini harus buat janji dulu kslau tidak, tidak bisa, dan disini juga kami tidak semena-mena memecat karyawan nyonya, sekarang nyonya ikut saya biar saya antar." ujar asisten Irvan.
Seketikan mata Claudia membulat sempurna karena tidak sabar betemu dengan Rendy. Bukannya ikuti asisten Irvan untuk masuk kedalam lift justru Claudia dengan sombongnya membalikan badan dan menatap gadis yang ada di depannya.
__ADS_1
"He...karyawan rendahan kamu dengar sendiri bukan, jika calon suami saya sudah menunggu di atas dan menyuruh asistennya datang jemput kami, kamu siap-siap aja untuk di pecat, awal kalau kamu masih berani sama saya lihat saja nanti saya akan membuat kamu menyesal karena sebentar lagi kamu akan di pecat dari sini" ujar Claudia sombong.
Gadis itu tidak membalas perkataan Claudia, karena menurut gadis itu tidak begitu penting bicara dengan Clau dia hanya buang-buang waktu saja.