
Masih pagi-pagi sudah gempar seluruh penghuni rumah itu karena adanya seorang mayit di temukan tepat di depan pintu rumah, hal itu lantaran yang di rasakan kejangalan oleh Mamang dan Tejo karena semalam mereka sepertinya kena bius oleh seseorang namun saat mereka sadar tidak ada seorangpun, namun betapa terkejutnya mereka saat mereka memeriksa sekitar rumah dan menemukan seorang mayat.
Kedua pria itu berteriak histeris saat melihat seorang mayit laki-laki,dengan mata melotot dan luka-luka di wajah sambil menganga dengan keluar cairan merah kental dari luka-luka itu. Membuat kedua satpam itu gemetaran Mamang dan Tejo sampai kencing di celana gara-gara ketakutan. Siapa yang tidak takut melihat mayit itu sangat mengerikan sekali, wajahnya di sayat-sayat.
"Tejo.....mayit Teno kita harus beritahu nyonya, karena mungkin Nyonya kenal orang ini, tapi maksudnya apa ya orang ini memgirim mayit kesini" ujar Tejo
Tapi Mamang sama sekali tidak menjawab karena tubuhnya masih gemetaran hebat...selama Mamang bekerja baru kali ini kejadia yang mengerikan itu. Hal itu yang membuat mereka syok, karena semenjak Tuan mereka di nyatakan meninggal, semenjak itu juga semua pengawal di pecat dan tinggal wmpay orang satpam dua jaga dari jam enam sore sampai enam pagi baru ganti shif.
Saking takutnya teriakan mereka sangat kencang sehingga beberapa pelayan yang ada di dalam rumah berhamburan keluar, kalau pemilik rumah, belum ada tanda-tanda keluar, empat orang pelayan keluar dari dalam rumah, dengan tidak tahu apa-apa mereka langsung buka pintu dan seketika mereka berempat berteriak histeris dan jatuh pingsan.
Krek.....!
"Ada....a...apa sih...."?!
"Argrh......ada ma...mayit...."
Brukkkkkk!"
Keempat pelayan itu masih sempat bertanya saat membuka pintu ada apa...namun saat tangan Tejo menunjuk ke peti Mayit yang tergeletak di depan pintu, mereka berteriak histeris dan jatuh pingsan di depan pintu. Namun tidak lama salah satu di antara mereka kembali sadar dan menarik ketiga temannya itu agak sedikit jauh dari pintu, namun jika nyonya mereka melihat dari ruang tengah masih kelihatan ke pintu depan.
"Astaga apa itu, mayit sama itu mas Tejo,sejak kapan mayit itu ada, memangnya mas Tejo dan mas Mamang tidak tahu siapa pelakunya" tanya salah satu pelayan.
"Maaf neng...kami juga semalam di bius sehingga kami tidak tahu siapa yang melakukan ini, mungkin nanti kita cek cctv saja." ujar Tejo
Karena teriakan mereka, nyonya mereka yang masih tertidur terkejut dan bangun dari tidurnya sambil mengerutu. Karena tidurnya ternganggu sehingga keluarlah kata mutiara.
__ADS_1
"Astaga dasar pembantu sialan ....tidak ada adabnya sedikit pun sudah tahu ini masih pagi, bos nya masih tidur kok bisa-bisanya mereka berteriak kayak kerasukan setan saja, heran deh saya lihat mereka, dasar tak berguna sudah tahu majikan masih tidur justru ribut...awas aja kalau saya sampai di bawah. Saya pecat nanti mereka kalau tidak saya tidak bayar gaji mereka" Ngoce aja nih orang. Belum tahu apa yang terjadi dibawah...nanti setelaj lihat baru keluar biji matanya.
Tak kalah kaget nona muda dari tuan rumah juga kaget sehingga, nona muda bangun dan hendak turun karena ingin memarahin pembantunya, yang menurutnya sama seperti ibunya pembantu tidak punya adab jam segini teriak dan menganggu tidurnya. Ibu dan anak sama-sama licik sih makanya di teror.
"Astaga ini manusia-manusia sialan kenapa pagi-pagi begini sudah kerasukan setan aja, tidak punya sopan santun sama sekali ah, orang lagi tidur juga menganggu aja. Tidak biasanya mereka berteriak begini ada apa sih kayak ada suara Tejo pak juga " kesal gadis cantik itu.
Nyonya dengan putrynya sama-sama turun dari tempat tidur dan gegas keluar, hendak memarahi pelayan di rumah karena katanya ribut ternyata ibu dan anak itu ketemu di depan tanga turun ke bawah. Mereka berdua sama-sama terkejut ssst bertemu.
"Mah...kenapa sih pembantu ribut banget, orang aku masih ngantuk juga, menganggu tidur orang aja, bikil kesal deh masih pagi-pagi bikin kacau aja " ujar nona muda.
"Mama jug tidak tahu sayang, mama juga ternganggu dengan teriakan mereka tapi bukan hanya sura cewek ada suara laki-laki juga kayak suara pak Tejo, makanya mama keluar...tapi sepertinya ada sesuatu deh...karena baru kali ini mereka berteriak begitu, mama dengan suara pak Tejo juga, kita turun yuk kita cek dulu apa yang terjadi." Ujar pemilik rumah keduanya sama-sama turun kebawah dengan tergesah-gesah.
Baru sampai di rumah tengah si nyonya sudah melihat ketiga pelayannya itu pingsan di depan pintu, tapi agak jauh sedangkan Tejo, Mamang dan dua orang satpam lagi yang akan ganti shift, sudah datang tapi mereka gemetaran.
"Lo....loh...ada apa ini, kenapa ketiga pelayan pingsan di sini Tejo....ada a...pa!" tanya wanita parubaya itu dan anak gadisnya.
"Argr....Apa ini?" Teriak nyonya dengan putrynya bersamaan saat melihat peti mayit di depan pintu. Tapi mereka belum melihat wajah dari mayit itu. Wajah mayit belum di lihat aja sudah ketakutan begitu apa lagi setelah melihat bagaimana reaksi mereka.
"Nyonya....ada penyusup masuk kesini dan mengirim mayit seorang pria, nyonya. Apakah nyonya kenal, dia sangat mengerikan nyonya, wajahnya hancur di sayat-sayat dan matanya melotot " ujar Mamang.
"A..apa, Ma..mayat! Mayit siapa pak Tejo" Tanya nyonya rumah gugup.
"Iya nyonya mayit seorang pria, maafkan saya dan Mamang nyonya semalam kami di bius sehingga kami tidak sadar jika ada penyusup masuk kesini, tadi saat kami sadar ternyata kami berbaring di lantai pos satpam" sambung Tejo.
Nyonya rumah dan putrynya melangkah mendekati pintu dan memeriksa apa benar yang di katakan oleh Tejo dan Mamang, namun baru saja mereka melihat langsung kembali berteriak histeris sampai putry dan nyonya itu gemetaran sangking takutnya begitu juga nyonya pemilik rumah itu.
__ADS_1
"Argrh....!.."
"Mah....ma..mayat mah..mayat laki-laki mah! siapa itu mah sangat mengerikan sekali....siapa yang berani melakukan ini mah...aku takut mah....pasti ini kerja orang yang ingin mencelakai kita mah, kita harus cari orang itu sampai dapat. Ujar perempuan itu yaitu nona muda.
"Si-siapa yang berani melakukan ini....inikan ma...mayatnya Pak....Bandit..." ujar nyonya besar.
"Pak Bandit?...pak Bandit siap mah"? Tanya Putrynya.
"Maaf nyonya jika saya lancang pak Bandit siapa ya?" tanya Mamang.
Namun pertanyaan kedua orang itu sama sekali tidak di jawab oleh wanita parubaya itu, karena wanita itu juga masih syok tapi pikirannya sudah trefeling kemana-mana.
Wanita parubaya itu gemetaran hebat sampai mundur beberapa langkah kebelakang, sangking terkejutnya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya gemetaran.
"Siapa yang berani melakukan ini ya Tuhan....ini kan pak Bandit, kemarin dia telpon saya katanya ada berita penting yang ingin dia sampaikan tapi belum sempat dia sampaikan, tiba-tiba putus panggilan dan kenapa sekarang mayitnya justru disini dengan kondisi mengerikan, kira-kira siapa pelakunya...dan apa tujuan mereka mengirim mayit pak Bandit kesini apa mereka sudah tahu semua....tapi apa yang mereka tahu sedangkan semua sudah lama terjadi"gumam wanita paru baya itu.
Setelah wanita parubaya itu menenangkan diri, wanita parubaya itu menyuruh kedua satpam shif pagi untuk periksa mayit itu, walaupun mereka takut tapi mereka tetap melakukan karena itu sudah tugas mereka untuk menjaga nyonya mereka....
"Pak...Boim...tolong buka kantongnya dan geser lebih lagi penutup peti itu, siapa tahu ada petunjuk dan mereka meninggalkan sesuatu, saya yakin peneror ini bukan orang yang bodoh jadi dia tidak sembarangan mengirim barang ini kesini." ujar wanita paru baya itu.
"Baik nyonya" pak satpam itu langsung mendekati mayit itu walaupun bauh anyir dan sangat mengerikan tapi tetap pasra.
Pak Boim dan rekannya membuka kantong mayitnya dan ternyata benar ada sepucut surat di letakan di atas mayit dengan tulisan darah. Pak Boim langsung mengambil surat itu dan menyerahkan ke wanita parubaya itu, sedangkan ada dompet dan ternyata hp pak Bandit di letakan kembali apa maksud dan tujuan Queen rencana besar apa lagi yang di rencanakan padahal sebelum sampai Queen meminta Seena untuk memeriksa hp pak Bandit setelah sampai hotel.
Tapi sekarang justru hpnya juga ikut di masukan, rencana besar apa lagi yang akan di rencanakan Queen. Queen tidak main-main dengan ancamannya siapa pun yang sudah menganggu kehidupannya.
__ADS_1