
Sedangkan di sebuah mansion megah....seorang pria tanpan baru keluar dari kamar dan turun ke bawah, menujuh ke meja makan untuk sarapan pagi karena saatnya mau berangkat ke kantor.
"Selamat pagi mih, pih.." ujar pria tanpan itu
"Selamat pagi nak..tumben masih jam segini kamu sudah berangkat ke kantor nak, ada meeting penting kah? Tanya nyonya Cahaya.
"Tidak ada mih, hanya Rendy ada urusan lain makanya Rendy sengaja ke kantor masih pagi Rendy meeting juga tapi jam sebelas mih, mana Aqilla mih?." Tanya Rendy.
"Adikmu sebentar lagi turun, oh ya, nak kapan kamu memperkenalkan calon mantu ke mami, kamu kok tidak perna sih membawah calon mantu ke rumah masa anak mami yqng ganteng ini tidak punya pasangan? atau bagaimana kalau kamu menikah dengan Claudia saja, sepertinya Claudia juga anak yang baik" ujar nyonya Cahaya.
"Maaf mih, Aqilla tidak suka dengan perempuan itu, lebih baik kakak Rendy tidak menikah saja dari pada menikah dengannya, Tunggu saja kakak Namira, Aqilla paling tidak suka lihay cewek pecicilan kayak gia sangat bar,bar makanya setiap kali dia kesini Aqilla tidak perna menegurnya" ujar Qilla
"Benar, kakak setujuh sama kamu dik, Rendy belum memikirkan itu mih, nanti saja kalau soal Claudia sampai kapanpun Rendy tidak akan menikah dengannya mih, jadi tolong jangan sebut namanya lagi, Rendy punya pilihan mih." Ujar Rendy agak sedikit tidak suka dengan cara maminya.
"Terus bagaimana dengan perjodohan itu nak...kalau kamu tidak mau menikah dengan Claudia kalian dari dulu di jodohkan" ujar nyonya Cahaya lagi.
"Mah...yang di jodohlan Tuan Pablo itu Namira anaknya dengan Rendy bukan Claudia, Rendy ini sudah dewasa mah bisa memilih mana yang terbaik baginya." Ujar Tuan Alvaro.
"Hehehe....jangan serang mama gitu dong pah....mama itu hanya ngetes anak kita saja karena Mayangsari ngebet banget pengen Claudia itu segera menikah dengan Rendy....mama juga tidak mau, mama dari dulu mau sama Namira dia anak baik sangat sopan tapi kalau Claudia mama tidak menyukainya apalagi Tuan Pablo jeng Andini sudah meninggal sampai sekarang Namira juga tidak pulang semenjak hilang"
Hari ini keluarga Rendy makan bersama di meja makan semua pelayan sudah berjejer berdiri di dekat meja makan, untuk melayani Tuan mereka, sedangkan para pengawal pada menunggu di gerbang dan di depan pintu dengan penjagaan ketat.
__ADS_1
"Mih, pih...Rendy lagi menyelidiki kembali kasus om Pablo pih, Rendy tidak yakin jika om Pablo itu meninggal, sepertinya ada yang tidak beres dengan tante Mayangsari, Rendy sudah meminta orang kepercyaan Rendy untuk menyelidikinya" ujar Rendy.
"Ya sudah tidak masalah, itu lebih baik karena memang selama ini papi juga curiga dengan Mayangsari." ujar Tuan Alvaro.
"Oh, ya pih, mih. Ada hal penting yang ingin Rendy mau sampaikan tapi karena rendy buru-buru jadi nanti aja Rendy cerita ke mami dan papi yang pasti disini Rendy hanya mau ingatkan aja sama papi dan mami, jika nanti tiba-tiba tante Mayangsari dan Claudia datang kesini terus bicara ini dan itu jangan percaya, tanya dulu sama Rendy"
"Loh memang ada apa nak," tanya Tuan Alvaro.
"Ternyata tante Mayangsari dan Claudia merencanakan hal jahat sama Rendy pih mereka menjebak Rendy, sengaja kasih Rendy minum obat perangsa saat bersama Claudia di club tapi untung Rendy tahu sehingga yang melakukan itu adalah Tristan pih, Rendy yakin tante Mayangsari pasti datang menuntut pertanggung jawab katanya karena sudah merusak anaknya padahal dia sendiri yang ingin menjual anaknya."
"Apa.....kurang ajar kau Mayangsari saya akan buat perhitungan sama kamu berani sekali ingin menjebak putra saya, berarti sangat tepat kamu tidak suka dengan Cluaudia biarkan saja kita lihat dia mau menjebak sampai mana"
"Iya mih...siap-siap aja nanti dia akan terimah akibatnya bisa-bisa Claudia kehilangan pekerjaannya."
Rendy keluar dari rumah bersama asisten Irvan, mobil sudah menunggu di depan mansion, Rendy masuk kedalam mobil dan langsung keluar dari gerbang utama menuju ke jalan raya...hari ini Rendy ada meeting dengan klien di sebuah restoran jam sebalas siang....
Kalau pagi tidak ada hanya saja Rendy sengaja datang pagi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya yang masih tertundan, Rendy juga mengajak teman-temannya untuk malam mereka akan pergi ke club hanya sekedar cari hiburan saja, biarpun Rendy banyak uang tapi Rendy bukan tipe pria yang suka gonta-ganti wanita, Rendy tidak suka menyentuh sembarangan hanya satu wanita saja yang bisa Rendy sentuh jika sudah sah menjadi istrinya.
"Tuan muda ada hal penting yang ingin saya saya sampaikan kepada Tuan muda, soal kecelakaan yang menimpah Tuan Pablo dua tahun lalu, saya sudah menghubungi orang yang membuat berita itu dan katanya berita itu bohong tidak ada kecelakaan wakty itu, memang ada sebuah mobil terjun bebas kedalam jurang tapi tidak ada orang didalamnya sepertinya sebelum mobil itu terjun kedalam pemiliknya sudah kabur atau bisa jadi disengaja supaya berita itu cepat menyebar.
Dalam pembicaraan kami, orang tersebut ingin bertemu ada hal penting yang ingin orang itu beritahu, apakah Tuan muda ingin ketemu langsung dengannya atau saya saja" tanya asisten Irvan.
__ADS_1
"Biar saya saja yang ketemu dengannya, saya mau mendengar langsung siapa yang menyuruhnya membuat berita bohong itu" ujar Rendy.
"Baik Tuan muda" ujar Asisten Irvan.
Rendy menatap keluar jelenan mobil dan kembali mengingat kejadian tujuh tahun lalu, Rendy menahan tangisannya hanya untuk memberikan kekuatan kepada seorang anak gadis yang mengalami depresi hebat setelaha Rendy menyelamatkan nya Rendy kembali menerawang ingatan tujuh tahun lalu.
******
Setelah Rendy melihat kalau anak gadis itu adalah Namira Rendy menangis histeris dan bersimpah akan menghabisi siapa pun yang sudah berani melecehkan calon istrinya.
"Sayang bangun..bangun sayang kamu jangan membuat aku begini bangun maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu, tapi aku janji kali ini aku yang akan menjanga dan melindungimu tapi kamu harus kuat ya, mas akan menolong kamu, walaupun kita belum perna ketemu kita di jodohkan dan baru di rencanakan untuk pertemuan kita kamu jadi begini, bertahan kamu sayang bertahan ya mas akan membawah kamu ke rumah sakit kamu harus bertahan.
Rendy yang waktu itu panik tidak bisa berpikir jerni sehingga Rendy tidak memberitahu teman-temannya Rendy pergi begitu saja membawah Namira ke rumah sakit, dalam pikiran Rendy saat itu apapun yang terjadi dia harus menerimah resikonya, karena Rendy melihat Namira sudah tidak bergerak dan juga darah keluar dari mulutnya bahkan kakinya sudah mengalir warna merah kental sehingga Rendy tidak fokus.
Waktu itu Rendy tidak pergi dengan para pengawal sehingga Rendy bawah mobil sendiri, Rendy mengemudi mobil seperti orang kesetanan jika mereka kecelakaan biarlah mereka meninggal sama-sama pikirnya, Rendy sampai di rumah sakit dan langsung berteriak meminta dokter untuk cepat menangani pasien yang lagi Kritis.
"Dokter......dokter.....tolong selamatkan dia lakukan yang terbaik untuknya" ujar Rendy panik.
"Ba...baik Tuan muda.....tenangkan diri Tuan muda percayalah teman Tuan muda akan baik-baik saja, tapi Tuan muda tidak bisa masuk Tuan muda tetap di luar" ujar seorang dokter yang sudah sangat mengenal Rendy. Padahal sangking paniknya Rendy hampir menerobos masuk kedalam ruangan tapi di tahan oleh dokter.
Rendy berdiri di luar dengan kaki gemetaran membayangkan apa yang sudah meninpah gadis cantik itu.
__ADS_1
"Siapa pun kalian yang sudah menganggu calon istri saya, kalian yang akan saya habisi kalau tidak lihat saja nanti dia yang akan memutilasi kalian satu persatu." gumam Rendy