PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
25: Isi Surat.


__ADS_3

Pak Tejo dan pak Mamang sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi dirumah perempuan tua itu, tapi karena di bujuk oleh perempuan tua itu akhirnya mereka berdua kembali untuk bekerja, tapi tanpa mereka berdua sadari perempuan tua itu merencanakan kejahatan terhadap mereka berdua, namun karena pak Tejo sudah lama bekerja sama perempuan tua itu sehingga pak Tejo sangat mengenal sifat jahatnya, pak Tejo berikan peringatan kepada orang-orang yang kerja di rumah itu untuk berhati-hati karena perempuan tua itu, bukan perempuan sembarangan, diam-diam dia menyimpan banyak rahasia termasuk hilangnya jasad suaminya.


Queen Sangat yakin jika ayahnya tidak meninggal, karena Queen selalu memikirkan perkataan pak Bandit waktu masih di hutan sebelum meninggal, jadi Queen Rencana mencari Ayahnya tapi setelah semua masalahnya selesai, Queen masih mencari ke lima orang itu dan pelaku utama, kecurigaan Queen tidak perna melenceng apalagi Queen tidak menyadari jika diam-diam ada seseorang yang membantunya di belakang. Orang itu selalu mengirim mata-matanya untuk mengikuti kemana Queen pergi dan pengawal Queen juga tahu tapi mereka diam saja.


Pria yang sudah menolong Queen tujuh tahun lalu belum menunjukan wajahnya ke Queen dan belum siap ketemu dengan Queen bukan dalam arti dia tidak memantau dan tidak membantu Queen. Pria itu selalu membantu Queen dalam segala sesuatu salah satunya dia yang merapikan dan membelih semua perlengkapan kamar hotel Queen adalah pria itu dan semua kebutuhan Queen dari pakian sa.pai sepatu dan tas.


Di sebuah ruangan perusahaan seorang wanita cantik dan asisten beserta dengan pengawalnya membuka sebuah rekaman cctv dan, mereka menyaksikan kekacauan yang terjadi di sebuah rumah mewah, Queen melihat sendiri betapa panik dan takutnya wanita tua itu, bahkan Queen langsung mengambil kesimpulan jika wanita tua itu memang dia lah pelaku utamanya, Queen tidak segan memberikan pelajaran kecil kepada wanita tua itu.


Didalam cctv Queen juga mendengar semua percakapan mereka dari satpam menyarankan untuk melaporkan polisi tapi justru perempuan tua itu tidak mau.


Terus kedua satpam itu juga yang awalnya mau di pecat tapi pada akhirnya tidak jadi. Karena ancaman pak Tejo.


"Karena semua pengawal belum tahu, rumah semalam adalah rumah siapa dan perempuan tua itu ada hubungan apa dengan Queen sehingga Queen menerornya. Setahu mereka wanita tua itu adalah istrinya Tuan Pablo.


"Maafkan saya nona jika saya lancang, tapi boleh saya tahu apa hubungan nona dengan nyonya Itu" tanya pengawal Ridho.


"Kalian mau tahu apa hubungannya dengan saya, mungkin inilah saatnya saya jelasin ke kalian biar kalian tahu karena biar bagaimana pun kalian adalah pengawal saya yang selalu melindungi saya. Perempuan tua itu adalah ibu tiri saya, dan putrinya itu adalah adik tiri saya, setelah ibu saya meninggal ayah menikah sirih lagi dengan wanita tua itu dan melahirkan anak itu, namun setelah umurku empat belas tahun wanita tua itu menginginkan harta ayah ku, sehingga dia merencanakan kejahatan terhadap ku tanpa aku dan ayah sadari, dia sudah membayar orang untuk membunuhku, dan rumah besar semalam yang kita datangi adalah rumah peninggalan ayah dan ibu sekarang mereka berdua kuasai rumah itu, namun semua harta tidak bisa mereka ambil karena semua aset dan harta atas nama saya.


Saya curiga kecelakaan terjadi sama ayah hanya rekayasa wanita jahat itu, tapi sebenarnya ayah saya belum meninggal, kalian belum tahu semua cerita tentang kehidupan saya, saya melalui banyak proses baru bisa masuk ke markas, kenapa saya sangat mencintai ayah Wiliam dan Ibu Liliana karena mereka berdualah yang merawat saya selama saya terpuruk. " Jelas Queen.


Semua pengawal terkejut mendengar penjelasan Queen, sesadis itu kah wanita itu. Hanya karena terobsesi dengan harta orang sehingga dia bisa melakukan apa saja yang ingin dia lakukan.

__ADS_1


"Nona, kalau memang begitu kenapa nona tidak membunuhnya saja, gampang jika nona ingin membunuhnya saya lihat semalam di rumah sebesar itu tidak ada pengawal hanya dua satpam" jelas pengawal Juan.


"Dengan membunuhnya sekarang, kita tidak bisa memecahkan semua masalah yang terjadi, karena dia orangnya jadi mulai sekarang setiap gerak-gerik wanita itu kamu Juan yang memgawasinya, biarkan dia berkeliaran dulu biar kita membunuh dia perlahan biarkan dia menderita, saya cepat membunuh pak Bandit itu karena saya ingin berikan peringatan keras kepada perempuan itu, sepertinya dia belum baca surat itu.


Saya harus mendapatkan semua pelaku barulah saya membuat dia menderita, ada sesuatu yang harus kalian lakukan, saya akan beritahu nanti. Kita tetap pantau dari sini aja untuk melihat apa reaksinya saat membanca surat itu. Untung semalam saya memangsang cctv tersembunyi di benerapa sudut rumah itu jadi saya bisa pantau langsung dari sini pergerakannya


Ternyata yang Queen datangi semalam adalah rumah Queen sendiri dan yang di teror adalah nyonya Mayangsari, nyonya Mayangsari adalah ibu kandung Claudia dan ibu tirinya Queen.


Setelah semua pelayan dan satpam kembali ke kerjaan masing-masing dan Mayit itu sementara mereka meletangan di taman bekangan.


Nyonya Mayangsari kembali duduk di ruang tengah bersama Claudia karena Claudia juga penasaran isi surat itu jadi mereka mau membaca suratnya.


"Mah cobak buka suratnya dan baca isinya, Claudia penasaran" ujar Claudia.


Seketika surat itu di lemparkan dengan kasar ke lantai dan nyonya Mayangsari ketakutan, sampai mundur di kebelakang dan kembali duduk di atas sofa dengan tangan gemetaran.


Karena penasaran apa isinya Claudia kembali bangkit dari duduknya dan memungut surat itu walaupun sempat di larang oleh nyonya mayang.


"Argr.....tidak....tidakkkkkkkl..itu tidak mungkin...dia sudah meninggal jadi tidak mungkin lagi dia hidup kembali tidak..


Brakkkkk!

__ADS_1


Awalnya nyonya Mayangsari sudah duduk tenang tapi tiba-tiba nyonya Mayangsari kembali berteriak dan menghempaskan semua bingkai yang ada di atas meja sambil berteriak kayak orang kesetanan.


"Tidak...Claudia jangan kamu menyentuh kertas terkutut itu" teriak nyonya Mayangsari tapi sayangnya Claudia tidak menghiraukan.


"Ada apa sih mah ketatukan begitu, apa isi suratnya cobak."ujar Claudia langsung memungut kertas itu dan membacanya.


("Nyonya Mayangsari apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu....saya tahu siapa anda dan saya juga tahu anda adalah orang yang sudah membunuh Namira, anda juga yang sudah membunuh Tuan Pablo, ini hanya peringatan kecil untuk anda. Mayit itu adalah salah satu orang yang anda bayar untuk menghabisi Namira bukan? Apakah anda juga mau saya membuat anda seperti ini....ini hanya pergingatan kecil saya akan membuat anda dan putry anda menderita sama seperti apa yang Namira alami .")


"NAMIRA"


Surat itu membuat nyonya Mayangsari dan Claudia terkejut, apalagi nyonya Mayangsari, kalau benar Namira tidak meninggal semua rencananya hancur.


"Tidak....dia sudah meninggal sepertinya ini hanya akal-akalan seseorang untuk menakut-nakuti saya supaya saya ketakutan dan dia mengambil keuntungan dari semua ini, jangan percaya surat itu Claudia mama tidak buat apa-apa mama hanya terkejut aja karena di tuduh sudah membunuh Namira, dia juga sengaja bilang kalau yang kirim itu adalah Namira mana ada Namira masih hidup sayang kalau masih hidup seharusnya sudah pulang dong kesini. Mama juga sudah cape nyari Namira selama ini mama itu tidak perna melakukan kejahatan terhadap Namira sayang justru mama pengen mbak kamu pulang ke rumah." Ujar nyonya Mayangsari membohongi Claudia karena memang Claudia tidak tahu apa-apa.


Claudia yang menyaksikan ketakutan nyonya Mayangsari kebingungan kenapa sang ibu begitu ketakutan setelah baca isi surat itu, padahal menurut Claudia isi surat itu biasa saja kalau memang sang ibu tidak melakukan apa-apa berarti sang mama tidak perlu setakut itu, karena itu hanya surat kaleng yang sengaja di kirim untuk menakut-nakuti sang mama.


"Mah....mama kenapa begitu panik dan ketakutan saat membaca isi surat ini, apa benar yang di katakan didalam? Apa benar mama yang sudah membunuh papa dan mbak Namira," tanya Claudia.


"Nak ....jangan kamu percaya dengan surat itu, orang yang mengirim surat itu sengaja mengirim surat itu dan meneror mama, itu hanya fitnah sayang." ujar nyonya Mayangsari.


"Apa...fitnah mama bilang kalau memang fitnah dan mama tidak perna merasa berbuat kejahatan kenapa mama begitu ketakutan, seharusnya mama santai saja tidak perlu takut karena kejahatan dan kebenaran itu akan terungkap juga nanti mah, jadi tidak perlu takut. Tapi kalau mama takut begini siapa pun akan berpikir buruk tentang mama termasuk Claudia juga mah" jelas Claudia.

__ADS_1


Nyonya Mayangsari menahan ketakutannya setelah mendengar perkataan Claudia, Nyonya Mayangsari kembali tenang dan duduk disofa sambil bicara dengan Claudia.


__ADS_2