
Queen lagi duduk di kursi kebesarannya sambil memikirkan sesuatu, entah apa yang di pikirkan Queen. Tapi yang jelas Queen memikirkan hal yang sangat penting. Banyak hal yang harus Queen lakukan dan secepatnya Queen harus cari ayahnya yang tidak tahu benaran sudah meninggal atau memang masih hidup.
Queen langsung meraih hp yang terletak di atas meja dan membuka aplikasih warna hijau dan mencari nomor yang ingin di hubungin.
Queen langsung memencet nomornya dan tidak lama terhubung, ada suara berat dari seberang yang menyambut Queen dengan lembut.
"Hallo ketua ada yang bisa saya bantu" tanya orang tersebut.
"Iya saya butuh bantuan, tolong secepatnya kirim tiga pengawal kesini, dan bagaimana dengan markas aman?" Tanya Queen.
"Baik ketua, saya segerah mengirim permintaan ketua, kalau soal markas kemarin ada serangan kecil ketua tapi semua sudah teratasi, baru saja Tuan Wiliam datang kesini mengecek karena nyonyaLiliana sakit sehingga Tuan Wiliam cepat pulang ke rumah. " ujar orang tersebut.
"Apa! Ibu sakit? Sakit apa kok ayah tidak mengabari saya, sejak kapan ibu sakit pengawal?" tanya Queen kaget
"Maaf ketua jika saya lancang, seharusnya saya tidak memberitahu ketua, semenjak ketua pergi nyonya sedih dan menangis terus akhirnya nyonya jatuh sakit, Tuan Wiliam tidak mau kami memberitahu ketua kerena Tuan Wiliam tidak mau ketua kuatir dengan nyonya Liliana" jelas orang yang ada di seberang.
"Astaga ayah, kenapa masalah sebenar ini tidak memberitahu anaknya pantas aja saya tidur tidak nyenyak sampai saya menelpon ayah, tapi saat saya menanyakan ibu ayah beralasan ibu sudah tidur ternyata ayah bohong. Terus bagaimana dengan kondisi ibu saat ini, masih sakit" tanya Queen lagi.
"Masih ketua" ujar pengawal
"Baik saya tunggu bilah perlu malam ini sampai mereka disini, nanti pengawal Juan dan pengawal Felix yang menjemput mereka, nanti saya telpon ayah lagi untuk menanyakan kabar ibu makasih ya sudah memberitahu saya." ujar Queen.
"Maaf ketua sebenarnya untuk apa mereka bertiga kesana, apakah ada pekerjaan penting" tanya orang itu lagi.
__ADS_1
"Iya sangat penting saya mau mereka menjadi pengawal bayangan untuk mrngikuti seseorang" ujar Queen.
"Siap Ketua mungkin mereka sampai di sana tengah malam"
"Tidak masalah" ujar Queen
Queen kembali meletakkan hpnya di atas meja, dan kembali memeriksa file yang ada tiba-tiba pintu ruangan terbuka, ternyata pak Evas.
"Maaf nona, ini ada laporan keuangan tiga bulan ini dan saya sudah periksa ternyata sekitar lima miliyar dalam tiga bulan ini tidak tahu pengluaran itu untuk apa, karena di laporan juga tidak jelas ini harus meeting lagi nona dan harus di hadirkan manajer keuangan, kita harus tahu kemana pengeluaran besar ini sedangkan tidak ada aset baru yang ada di perusahaan ini terus lima miliyar ini pada kemana.
Saya cari pak Bandit di ruangan tapi katanya belum datang apakah pak Bandit tidak masuk, soalnya salah satu orang yang mengetahui semua pengeluaran adalah pak Bandit sama pak Arman, sedangkan hari ini pak Bandit tidak hadir, jadi hanya pak Arman yang menjadi satu-satunya orang yang kita cari tahu nona" ujar pak Evas.
"Tenang pak Evas masih banyak cara untuk kita cari tahu siapa pelaku sebenarnya, mulai besok persiapkan semuanya ada audit setiap direksi yang mencurigakan kita audit semua karena pengeluaran ini bukan uang sedikit " ujar Queen.
Pak Evas keluar dari ruangan Queen tapi kali ini, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Queen, Queen memikirkan kondisi ibu angkatnya sehingga Queen tidak fokus memeriksa file. Akhirnya Queen kembali menutup leptop dan menatap lurus kedepan.
"Ya Allah, kenapa ayah tidak memberitahu aku kalau ibu lagi sakit, biarpun ayah dan ibu bukan orang tua kandung aku, tapi aku sangat menyayangi mereka, mereka lah yang memberikan warna baru dalam kehidupan aku, mereka juga yang sudah berdiri disampingku saat aku hampir terjatuh dan tidak kuat berdiri lagi, apakah ayah tidak menganggap aku adalah anaknya sehingga ibu lagi sakit ayah tidak mengabari aku.
Mereka satu-satunya yang aku miliki saat ini, aku berdiri tengap saat ini karena suport dari mereka jadi aku tidak mau kehilangan mereka lagi kalau ibu sakit begini aku disini tidak tenang. Apa aku suruh ibu kesini saja biar aku bisa menjaga ibu tapi bagaimana dengan markas kalau ayah dan ibu kesini" gumam Queen.
Queen sangat sedih mendengar berita ibunya sakit, Queen tidak kuasa menahan tangisnya untung didalam ruangan hanya Queen dan asisten Seena, Queen meletakkan kepalanya di atas meja dan membiarkan air matanya menetes begitu saja, betapa sayangnya Queen dengan kedua orang tua angkatnya.
"Queen ada apa! Siapa yang membuat kamu menangis beritahu aku Queen jangan sedih begitu, aku tidak perna melihat kamu sesedih ini" tanya Seena.
__ADS_1
"Seena aku mau tanya, orang yang sangat kamu sayangi walaupun dia bukan keluaga kandung kamu, seperti ayah kandung atau ibu kandung, mereka memperlakukan kamu dengan sangat baik mereka menyayangi kamu dan selalu memberikan dukungan sama kamu, tapi saat kamu jauh dari mereka ada yang sakit karena memikirkan kamu, bagaimana perasaan kamu See? Apakah kamu senang atau sebaliknya kamu sedih"? Tanya Queen.
"Yang pasti aku sangat sedih Queen, walaupun bukan dia yang melahirkan tapi dia yang sudah memberikan kasih sayang penuh kepada kita" ujar Seena.
"Ibu sakit See, ibu sakit karena ibu memikirkan ku, kenapa aku tidak sekuat di luar ya saat menghadapi musuh, aku cengeng dan tidak berdaya jika menyangkut ayah dan ibu aku lemah banget See aku sudah trauma kehilangan jadi aku tidak mau kehilangan lagi" ujar Queen sambil meneteskan air mata.
Tanpa Queen ketahui Seena diam-diam mengambil video saat Queen menangis dan mengirimnya ke Tuan Wiliam, bukan bermaksud Seena untuk membuat Nyonya Liliana makin sedih, tapi maksud Seena agar Tuan Wiliam bkcara dengan Nyonya Liliana agar berhenti sedih dan cepat sembuh karena Queen disini tidak tenang dan Queen juga ikut sedih saat mendengar nyonya Liliana sakit.
"Queen kamu patut bersyukur karena kamu mendapatkan orang tua yang begitu menyayangimu, jangan kamu sedih masa seorang penjahat menangis gimana sih kalau di lihat pengawal pasti mereka tertawa punya bos yang cengeng, seharusnya kamu kuat Queen biar nyonya dan Ruan Wiliam disana tenang dan mereka senang mendengar kabar kamu disini sehat-sehat saja, bisa kamu telpon nyonya Liliana untuk menanyakan kabar ingat jangan lemah kita masih punya misi untuk memitilasi hehehe"
Bukan kah Seena tidak sedih, sebenarnya dalam hati Seena juga hancur karena memikirkan keluarganya, orang tuanya yang sudah meninggal di bantai orang jahat, tapi Seena menjadi kuat agar bisa menghibur dan memberikan semangat kepada bosnya.
Akhirnya berhasil Seena membuat Queen tersenyum kembali karena ejekan Seena, bisa aja seorang anak buah ngejek bosnya. Membuat bosnya langsung tertawa dan kesedihannya hilang seketika, Seena hebat dalam segalannya bisa membuat orang tertawa bisa juga membuat orang sedih dan bahkan bisa membuat orang kehilangan nyawa.
Queen berencana malam Queen pergi ke club sekedar cari hiburan saja bersana Seena dan pengawal, lagian siapa yang berani menyentuh Queen kalau kaki tangannya tidak patah.
"Seena malam kita ke Club yuk...hanya sekedar cari hiburan aja, soalnya bosan di hotel terus, sekali-sekali lah" ujar Queen.
"Serius malam Queen mau ke Club"? Tanya Seena.
"Iya emang kenapa, tidak boleh kah" tanya Queen.
"Bukannya selama ini Queen tidak perna ke Club kenapa sekarang justru Queen mau ke Club, apakah ada sesuatu yang menganjal di pikiran Queen"? Tanya Seena.
__ADS_1
Qieen pikiran nyonya Liliana makanya dengan pergi ke Club bisa menghilangkan semua beban pikirannya.