PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI

PEMBALASAN QUEEN CASTELLANI
45: Kelakuan Aqilla


__ADS_3

Sudah tiga hari setelah kejadian pertemuan Queen dengan Rendy di club, ternyata walaupun Rendy sudah mengatakan cintanya kepada Queen dan mereka sudah bicara di ruangan yang khusus, entah apa yang Rendy dan Queen bicarakan yang jelas itu rahasia bagi mereka berdua. Tepat hari ini sesuai dengan perjanjian Rendy kepada Claudia dan Nyonya Mayangsari bahwa malam ini Rendy akan tunangan dengan Claudia.


Sekarang Rendy dan keluarga besar sudah selesai bersiap, dan siap berangkat namun alangkah terkejutnya mereka, saat Aqilla keluar dari kamar dengan pakian santai, padahal Rendy sudah menyiapkan seragam untuk mereka semua bahkan keluarga besar Rendy dari keluar orang tuanya, teman sekolah dulu dan teman bisnis semua di undang untuk menyaksikan acara tunangan Rendy malam ini.


Dalam tiga hari Rendy bisa melakukan itu semua, bahkan tidak tanggung-tanggung Rendy menyewah WO terbaik untuk melakukan dekor yang paling terbaik, Rendy juga membuat acara di hotel bintang lima, pokoknya tidak bisa di bayangkan betapa mewah dan indahnya persiapan Rendy...kedua orang tua Rendy tidak semangat berangkat ke tempat pertunanagan sama seperti Aqilla anak bungsu Tuan Alvaro da. Nyonya Cahaya, tapi justru Rendy yang penuh bahagia dan suka cita.


"Aqilla!...nak kenapa kamu belum siap? bukannya mas kamu sudah memberikan gaun yang cantik untuk kamu pakek, terus mbak yang meka up mana kenapa kamu belum siap sayang cepat nanti kita terlambat. Marah loh nanti mas kamu sayang yuk sana ganti baju kamu sudah mandi kan?" ujar nyonya Cahaya menyayangkan sikap Aqilla yang tidak mau ikut ke acara kakaknya.


"Bu, yah..bukankah Aqilla sudah bilang jika mas tunagan dengan perempuan itu jangan harap Aqilla mau datang kesana, mau mas marah dan tidak kasih Aqilla jajan juga Aqilla tetap tidak akan mau datang kesana, kenapa bu, ayah semangat menghadiri acara tunangan mas Rendy, padahal Aqilla yakin mas Rendy sama sekali tidak mencintai perempuan itu!. Bu perempuan itu tidak seperti yang ayah dan ibu lihat dia itu licik." Ujar Aqilla.


Belum sempat nyonya Cahaya menjawab perkataan Aqilla Rendy dengan senyum mengembang dan penuh ceria, turun dari lantai dua dan mendapati kedua orang tua dan adiknya berdebat dibawah. Rendy terkejut melihat adik yang sangat dia sayang justru masih santai dan belum ganti pakian.


"Adik....kenapa kamu belum ganti pakian dan belum siap bukannya mas sudah kurim gaun untuk kamu adik mas yang paling cantik, cepat sana ganti dan kita berangkat" ujar Rendy lembut sambil mengelus kepala adiknya.


"Mas bukankah Aqilla sudah bilang dari kemarin jika mas masih memaksa diri untuk menikahi perempuan itu Aqilla tidak akan datang, Aqilla tidak akan setujuh mas menikah dengan perempuan licik itu, sampai kapan pun jadi tolomg mas jangan maksain Aqilla untuk datang." ujar Aqilla, entah kenapa Aqilla selalu mengatakan jika Claudia bukan wanita baik-baik, tapi Aqilla tidak perma menjelaskan kenapa Aqilla selalu bicara begitu.


Rendy tertawa terbahak-bahak membuat Tuan Alvaro, nyonya Cahaya dan Aqilla heran, kenapa Rendy bisa sesenang ini padahal dari kemarin Rendy ngotot banget tidak akan tunangan dengan Claudia apalagi menikah, dan sekarang Rendy begitu bahagia saat mau berangkat ke tempat acara.

__ADS_1


"Hahaha....adik mas yang paling cantik, mas tidak bisa jelaskan kepada kamu sekarang, karena waktu tidak cukup hanya mas serius mau tanya adik benaran tidak mau ikut adik, jangan sampai kamu menyesal karena tidak bisa menyaksikan momen bahagia mas malam ini, lebih baik sana ganti pakian dan make up masih ada waktu. Mas dan yang lain menunggu disini, mas tahu apa yang kamu inginkam adik ku jadi tenang saja" ujar Rendy, mau tidak mau Aqilla nurut dan pergi ganti pakian walaupun dengan wajah cemberut.


Setelah Aqilla pergi nyonya Cahay dan Tuan Alvaro penasaran sehingga mereka menanyakan kenapa Rendy begitu bahagia hari ini, bukankah Rendy tidak menyukai Claudia, apalagi nyonya Cayaha dan Tuan Alvaro terkejut mendengar penjelasan dari asisten Irvan jika acara tunangan kali ini bukan acara tunangan biasa tapi sangat mewah dan megah karena Rendy menyewah WO paling mahal.


"Nak jujur sama ayah dan ibu apa yang kamu sembunyikan dari ayah dan ibu, Rendy yang ibu kenal adalah Rendy yang tegas dan tidak sembarangan ambil keputusan apalagi sebahagia ini, ayah dan ibu rasa kamu sembunyikan sesuatu dari kami nak" tanya nyonya Cahaya.


"Ibu, ayah...ini bukan saatnya Rendy menjelaskan sesuatu, ada waktunya nanti juga ayah dan ibu akan tahu, tapi ibu dan ayah kan tahu bahwa hari ini adalah hari dimana Rendy dan Claudia tunangan apa ayah dan ibu tidak mau punya menantu? " jawab Rendy.


"Ya ibu dan ayah pasti senang dong punya menantu tapi kamu tidak mencintai Claudia kenapa sekarang kamu sangat ceria nak, kebahagiaan terpancar di wajahmu " tanya nyonya Cahaya.


Saat mereka asyik ngobrol tiba-tiba Aqilla turun dari lantai dua dengan gaun yang sangat cantik, membuat siapa saja yang yang melihat langsung terpanah bahkan asisten Irvan bengong melihat nona muda Aqilla. Sehingga asisten Irvan dapat tenguran dari Rendy.


"Asisten Irvan jangan sampai saya cungkil kedua bola mata kamu ya, tidak perlu menatap adik saya seperti itu, kalau kamu mau langsung lamar jangan mengangumi dari jauh begitu sampai keluar ngencesnya itu, cantik kan adik saya, pasti dong kayak kakaknya juga sangat tanpan tidak ada duanya" ujar Rendy membuat asisten Irvan tersadar, hal itu juga mengundang tawah nyonya Cahaya dan Tuan Alvaro merasa lucu karena Rendy begitu posesif dengan adik perempuannya.


"Astaga ibu lihat deh princess baru turun dari atas kayak bidadari baru turun dari kayangan sangking cantiknya, sama kayak ibu juga sekarang Rendy punya dua princess dan sebentar lagi jadi tiga." puji Rendy.


"Iya dong siapa dulu ibunya, pasti cantik lah kayak ibu". ujar nyonya Cayaha ternyata Tuan Alvaro juga tidak mau ketinggalan jadi Tuan Alvaro juga ikut nimbrung.

__ADS_1


"Eh....jangan lupa kalau bukan usaha ayah kalian tidak secantik dan setanpan ini, ayah juga tanpan makanya kamu sangat tanpan" ujar Tuan Alvaro.


Asisten Irvan senyum aja dalam hati ternyata keluarga Tuanya pada narsis tidal ada yang mau mengalah.


"Wah...adiknya mas paling cantik kayak bidadari deh, nahkan kalau sudaj begini sangat cantik, ayok lah kita langsung berangkat saja bibi dan paman terus yang lain pasti sudah menunggu disana." ujar Rendy.


Keluarga besar Rendy masuk kedalam mobil masing-masing Rendy satu mobil dengan Aqilla sedangkan Tuan Alvaro dan nyonya Cahaya satu mobil, keluarga yang lain dengan mobil masing-masing.


Sedangkan di tempat lain di sebuah kamar seorang gadis sudah bersiap dengan gaun kiriman dari Rendy, katanya itu adalah gaun edisi terbatas tapi ternyata Rendy sengaja menyiapkan gaun bahan jelek. Tapi kedua wanita itu tidak tahu jika gaun yang di kirim oleh Rendy adalah gaun yang banyak yang jual di pasaran.


"Wah....kamu cantik sekali sayang memang Rendy tahu banget sampai mengirim kamu gaun edisi terbatas hanya gaun ini satu-satunya sayang ini mahal sekali, Rendy tidak tanggung-tanggu mempersiapkan ini semua sama kamu" ujar nyonya Mayangsari.


"Iya mah, Claudia tidak meyangka jika mas Rendy bisa secinta ini sama Claudia sampai mengirim gaun semahal ini, gaun ini yang Claudia impikan dari dulu mah, akhirnya tercapai juga." ujar Claudia sangat bahagian


"Sebentar lagi kamu sudah menjadi calon istri Tuan muda Rendy, ingat setelah kamu sudah resmi menikah dengan Rendy kamu harus memindahkan semua aset itu atas nama kamu, baru kamu tinggalkan juga tidak masalah" ujar nyonya Mayangsari.


Gila harta dia perempuan licik ini.

__ADS_1


__ADS_2