Penakluk Hati Kecilku

Penakluk Hati Kecilku
Dangerous zebras


__ADS_3

Aku terus melirik pada kaca spion mobil untuk melihat kondisi dibelakang, terlihat 3 mobil yang tampak mengejar kami.


Mobil hennessey venom GT berwarna kuning, abu-abu, dan biru yang melaju dengan gesit mengikuti mobil kami, terlihat mereka akan mengepung kami yang tidak mempunyai persiapan, apalagi tidak memiliki koneksi untuk memintai bantuan.


Mobil Hennessey Venom GT keluaran terbaru menempati posisi kelima dengan kecepatan 270,49 mph atau stara 435,31 km/h.


Hennessey Venom GT dibuat oleh, Hennessey Performance Engineering. Dipimpin oleh John Hennessey dan Don Goldman. Hanya ada 13 unit di seluruh dunia, satu unitnya dijual seharga US$1,25 juta atau setara Rp18,6 miliar.


Jadi menurut perkiraanku yang menggunakan mobil tersebut bukanlah orang biasa, jika bukan orang terkaya pasti seorang pengusaha, namun yang membuat aku tidak mengerti mengapa mereka mengejar kami?


"Ara, pegangan! aku akan mengebut" teriak shankara padaku, aku langsung berpegangan pada hand grip dan memperbaiki posisi duduk sambil mengencangkan sabuk pengman.


Aku melirik ke arah shankara yang menginjak pedal gas, membuat mobil melaju kencang membelah jalanan.


karena mobil kami dibawah kecepatan mobil Hennessey Venom yang meraka kendarai dan lajunya juga tidak sebanding, jadi shankara mengendara mobil dengan cara menyalip orang-orang.


Untung saja tidak terlalu banyak pengendara dijalanan, dan yang paling mendukung nya tidak ada lampu lalu lintas di jalanan, karena biasanya jalan ini jarang dilalui orang-orang.


Aku tidak tahu shankara mempunyai firasat atau hanya kebetulan saja, dia memilih jalan ini saat pulang.


Aku melirik ke belakang ternyata mobil-mobil itu sudah tertinggal agak jauh, dan yang ditangkap oleh mataku bahwa salah satu dari mobil itu melakukan tabrakan dengan pengendara lain.


"Sepertinya itu dari klan dangerous zebras" tutur shankara tiba-tiba.


"Kamu mengenal mereka?" Tanyaku dengan penasaran sambil menatap ke arahnya.


"Tidak terlalu, hanya pernah mendengar tentang mereka" jawab shankara tanpa melihat ke arahku, malah fokus menatap jalanan dengan serius, dari sorot matanya terpancar aura emosi yang tidak bisa disembunyikan namun aku memilih untuk diam.


Sepertinya tidak sesederhana seperti yang dia ucapkan, pasti ada sesuatu dibalik semua ini! apa dia mempunyai musuh? atau dia buronan sekelompok orang itu?


Karena sebelumnya kami tidak hidup bersama disatu rumah, jadi aku tidak tahu menahu semua tentangnya.


"Jangan berpikir berlebihan! aku tidak seperti itu" lontarnya tiba-tiba membuat aku terperanjat dari lamunanku.


Aku segera menarik pandangan darinya, memperbaiki posisi duduk dan menatap lurus kedepan tidak berani berpikiran lebih lagi tentang dia.


"Mereka itu sangat berbahaya, terkenal sangat buas dan kejam terhadap musuh-musuh mereka, jadi kita harus menghindarinya karena kita tidak sebanding untuk melawan" sambung shankara lagi mencoba menjelaskan nya padaku.


"Geng mereka terkenal dengan warna dominan hitam dan putih. putih untuk mengelabui musuh, hitam untuk menghancurkan musuh" dia terus menjelasakan namun matanya tetap menatap lurus kedepan.


"Jadi mereka mengelabui dulu baru menyerang musuh, itu taktik yang biasa mereka luncurkan" pungkasnya tanpa menoleh ke arahku.

__ADS_1


"Namun mengapa mereka menargeti kita? Apa sebelumnya salah satu diantara kita pernah menyinggung mereka?" Tanyaku dengan bingung menatap ke arahnya.


"Dan, katamu tadi mereka mengelabui dulu baru menyerang, namun ini mereka langsung menyerang kita secara dadakan tanpa ada pengecoan atau pengelabuan?" aku menodongnya dengan berbagai pertanyaan.


Dia malah melirik kebelakang sebentar dan aku mengikutinya, terlihat mobil-mobil itu telah terbebas dari tabrakan sepertinya tidak terlalu parah, jadi saat ini mereka sedang mengejar kami.


"Duduklah yang benar, berpegangan yang kencang, sabuk pengamanya dikuatkan lagi, aku akan mengebut!" perintahnya padaku dengan serius, dengan intruksinya barusan seperti akan menghadapi perang saja, namun aku menurutinya.


Dia memilih tidak menjawab pertanyaanku, semakin membuatku curiga padanya, sepertinya ada sesuatu yang tidak ingin diberitahukan nya padaku.


Yang aneh dari dia saat ini ialah biasanya dia akan seperti kucing imut yang penurut dan suka membuatku marah dan kesal padanya, namun kali ini dia begitu serius bahkan bisa dikatakan tegas terhadapku tidak seperti biasanya.


DOR


DOR


DOR


Terdengar suara tembakan dari arah belakang mengenai mobil mercedes benz yang kami kendarai.


Aku terkesiap, ada apa sebenarnya yang terjadi? mereka memburu kami sampai sehebat ini?


"Jangan takut ara! mobil kita anti peluru, aku akan berusaha menghindar, selebihnya aku berusaha mengebut agar tidak dikejar oleh mereka lagi" tutur shankara mencoba menenangkanku.


Aku mencoba menyembunyikan muka panik, aku tidak mau terlihat lemah oleh shankara, hanya saja aku tidak mengerti bisa ada disituasi ini, karena setahuku aku tidak punya musuh sampai sehebat ini.


Shankara tetap berfokus menatap jalanan, dia mengemudi dengan ugal-ugalan karena menghindari pengejaran dari geng Dangerous zebras, disini harus berhati-hati dan membutuhkan fokus yang maksimal karena shankara tidak memilih berjalan di satu jalur saja, tapi berpindah-pindah untuk menghindari tembakan.


Aku bahkan sedikit terombang ambing ke kiri dan ke kanan, namun tidak terlalu kencang karena di tahan oleh seatbelt dan juga aku berpegangan pada handgrip.


"Shankara sekarang kita harus bagaimana? mereka terus menembak dari belakang dan sepertinya tidak ada tanda-tanda mereka akan berhenti untuk mengejar kita" aku mulai tidak tenang jika sudah terjadi seperti ini.


"Kita harus segera mendapatkan bantuan secepat mungkin! aku akan melakukan pembelok kan ke arah kanan untuk mengelabui mereka," shankara mencoba mengatur siasat.


"Dengan begitu mungkin kita bisa mendapatkan bantuan, kamu berhati-hatilah dengan benturan! apalagi dengan kaca mobil" peringat shankara padaku.


"Baiklah, aku mengerti!" Tuturku mengikuti arahan shankara.


Shankara segera menginjak pedal gas membelok kan haluan mobil kanan, memasuki kawasan jalan sempit namun masih bisa dilalui karena tidak hancur atau rusak.


Terlihat jarak kami sudah jauh dari mereka bisa dikatakan mereka mungkin telah kehilangan jejak kami.

__ADS_1


Akhirnya kami bisa bernapas sedikit lega, shankara sedikit memelankan laju mobilnya.


"Langkah selanjutnya kita harus melakukan apa? apakah mereka akan menemukan kita lagi?" Aku bertanya padanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Aku akan mencoba menghubungi temanku untuk membantu, karena mereka tidak akan dengan mudah untuk melepaskan kita begitu saja" jelas shankara padaku.


Shankara memelankan laju mobil sambil memasang earphone ditelinganya, dia mencoba terhubung dengan teman nya itu.


"Hallo gavin, kamu lagi dimana sekarang?" Tutur shankara menanyai keberadaan teman nya itu.


"...."


Karena dia menggunakan earphone, jadi aku tidak dapat mendengar suara dari seberang.


"Kamu bantu aku menghubungi geng wolf dark untuk mengumpulkan pasukan!" Perintah shankara pada orang itu.


"Satu lagi temui aku dijalan Permai blok A sekarang juga! Karena saat ini aku sedang dikejar-kejar oleh Klan Dangerous zebras" shankara terus berbicara sambil menatap jalanan dengan serius.


Lama mereka berkomunikasi akhirnya panggilan terputus, dia kembali mengencangkan laju mobil mencari posisi aman.


DOR


DOR


DOR


Ternyata mereka telah menemukan jejak kami, aku memandang keluar kaca mobil terlihat kami berada di sebuah perdesaan yang aku belum pernah kesini sebelumnya.


Shankara terus menghindari tembakan, pelurunya sekali lepas bagai hujan peluru mengenai mobil kami membuat kita merinding, rasanya seperti ngeri-ngeri sedap, untung saja ini mobil anti peluru jika tidak mungkin kami sudah tidak selamat.


SWUSH


NGUNG


Tiba-tiba dari belakang datang sebuah mobil yang berwarna merah pekat menyusul kami, aku semakin tidak tenang, namun mobil ini terlihat tidak menyerang kami karena tidak menembak pada kami melainkan menyerang lawan.


Aku berusaha melihat orang itu dari kaca spion mobil, aku kaget melihat siapa yang datang untuk membantu kami sungguh diluar nalar, aku hanya menutup mulut dengan satu tangan saat melihat orang itu menembak dengan lihainya pada pihak lawan.


Aku bukan malaikat yang tidak mempunyai musuh, namun jika mencari masalah tanpa sebab itu bukan tipeku~ Adiba ara kaluna


Tbc❤

__ADS_1


Terimakasih udah mampir...😘❤


__ADS_2