Penakluk Hati Kecilku

Penakluk Hati Kecilku
Tergantung Di Atas


__ADS_3

"Menyingkirlah! Kalian tidak berhak menangkapku, kalian ini telah melakukan tindakan kriminal" tutur cewek itu dengan marah.


"Kami hanya menjalankan perintah, jadi kamu patuhlah agar kami tidak menyakitimu" saran salah satu diantaranya sambil mencoba mendekat ke arah cewek itu.


"Kalian berani menangkapku? aku tidak akan mengampuni kalian!" Murka cewek itu sambil mengayunkan pukulan dengan keras pada sejumlah lelaki itu.


Mereka jadi kewalahan untuk menangkapnya, karena sepertinya cewek itu kali ini benar-benar murka, bahkan ada yang jatuh terpelanting mendapat tendangan dari cewek itu.


Semuanya mencoba menyerang untuk melemahkan si cewek, namun dia malah jadi gelap mata dan membantai siapapun didepan nya dengan kalap.


Lelaki paruh baya itu hanya


berdiam diri menyaksikan pertempuran yang sedang sengit-sengitnya, mengapa tidak?satu orang cewek melawan puluhan orang bawahan lelaki itu dengan membabi buta, sehingga membuat banyak anak buahnya jatuh terpelanting dilantai.


"Apakah kalian tidak bisa mengalahkan satu orang cewek? percuma aku memperkerjakan kalian jika hasil kerja kalian seperti ini" lelaki itu menatap dingin pada anak buahnya yang sebagian telah berbaring dilantai.


"Tuan, sepertinya tempat ini telah diketahui dan dilacak oleh orang lain, dan mereka sedang menuju kemari, sebaiknya kita harus pergi dari sini" Lapor salah satu anak buah lelaki itu sambil berjalan mendekat ke arah bosnya.


Cewek itu menghentikan serangan nya dan mendengarkan perkataan pengawal itu.


'Sepertinya orang yang dimaksud orang itu Shankara, bayanaka, dan mona, dan pastinya mereka sudah menemukan tempat ini, sebaiknya aku harus berbuat sesuatu agar bisa menahan mereka untuk tidak berpindah dari tempat ini" tekad cewek itu dalam hati.


Namun, Karena dia lengah salah satu diantara mereka membawa kesempatan untuk melumpuhkan sang cewek, dengan menekuk kan kedua lutut cewek itu sehingga dia terduduk dilantai dengan tak berdaya.


Lalu yang lain nya lamgsung bangun dan segera menangkap cewek itu dengan cepat sambil memasang borgol di kedua tangan nya.


"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan!" Bentak cewek itu tidak terima diperlakukan dengan tidak wajar seperti ini.


Cewek itu memberontak tidak terima dengan penangkapan yang tidak dia ketahui letak kesalahan nya dimana, namun mereka dengan seenaknya malah menyanderanya tanpa memberitahu tujuan nya apa.


Setelah borgol telah terpasang dengan baik dan dibagian kaki di ikat dengan tali, mereka mengangkatnya dan membawanya pergi ketempat lain.


"Hei...!!! kalian mau membawaku kemana? lepaskan aku! dasar kalian b*jingan" umpat cewek itu.


Namun mereka tidak menghiraukan omongan cewek itu malah memasukan nya kedalam mobil dan membawanya pergi.


"Diamlah! jika tidak kami akan menyakitimu, kami tidak akan segan padamu apalagi kamu seorang cewek disini, jadi sangat mudah jika kami ingin mel*cehkanmu" tutur salah satu diantara mereka dengan tersenyum mesum.


Saat ini mereka sudah berada didalam mobil, akan berangkat menuju tempat yang sudah ditentukan.


Sedangkan bos mereka hanya diam saja mendengar omongan anak buahnya, dia duduk dengan kaki menyilang sambil menghisap rokok yang diapit diantara jari telunjuk dan jari tengahnya, dia duduk tepat disamping kursi pengemudi.


Cewek itu langsung terdiam mendengar ancaman pria itu, dia bukan nya tidak mau memberontak hanya saja saat ini dia berhadapan dengan lawan yang tidak sesuai, apalagi jumlah mereka yang terlalu banyak tidak sebanding dengan dia yang seorang cewek.


Selang beberapa waktu mereka telah sampai di suatu tempat, tempat ini lebih tertutup dan jauh dari keramaian, terlihat seperti sebuah bangunan kuno yang berada di dekat gunung.



Setelah sampai di dalam bangunan mereka langsung melemparkan nya begitu saja, cewek itu kelihatan geram dan sangat marah diperlakukan seperti itu, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa hanya diam memendam kesal dan pasrah saja.


"Akhirnya putri Kenzo berada ditanganku sekarang! meskipun aku telah membunuhnya tapi masih belum cukup puas untuk aku membalaskan dendamku, ha...ha...ha..." tutur lelaki itu dengan tawa menggelegar dia tampak merasa puas dengan menangkap perempuan itu.


"Apa yang kau katakan? dimana papaku sekarang? apakah sungguh benar dia telah mati dan dia mati ditanganmu?" Tutur cewek itu dengan muka memerah mata menyala mentap nyalang pada lelaki di hadapanya.


"benar sekali! aku yang telah membunuhnya karena dia berani berebut wanita denganku! dan kau anak haramnya kenzo dengan azahra wanita j*lang yang mengkhianatiku" tutur lelaki itu dengan dingin.


"Dasar kau lelaki j*hanam! Kau sungguh b*adab! Mamaku bukan j*lang dia wanita baik-baik" teriak cewek itu sambil memberontak ingin memukul lelaki dihadapanya.


"Ada apa? kau tidak terima aku mengatakan mamamu dengan sebutan itu? tapi kamu lihat sendirikan papamu saja tidak kamu ketahui masih hidup atau tidak dia tidak memberitahumu, dan sekarang mamamu sudah menikah lagi, apakah itu bukan cewek m*rahan?" Lontar lelaki itu dengan penuh penghinaan.


"Tutup mulutmu! Kamu tidak tahu masalah di dalam keluarga orang tuaku" teriak cewek itu dengan marah terlihat dari sorot matanya bagaikan ada kilatan anak panah yang hendak menusuk orang itu.


"Heh, kamu pikir aku tidak mengetahui bagaimana hubunganmu saat ini dengan mama mu dan suaminya yang sekarang? Kamu saat ini membenci mereka bukan? kamu juga tidak terima dengan kehadiran lelaki itu dikehidupan mama mu, bukankah begitu?" Ucap lelaki itu sambil mencubit dagu cewek itu dengan keras.


"Lepaskan B*jingan!" Berontak cewek itu menarik dagunya dari genggaman tangan lelaki itu.

__ADS_1


"Itu benar! aku tidak menerima lelaki itu hadir dikehidupan mama, tetapi aku lebih tidak terima jika engkau yang menikahi mama, karena kau tidak pantas!" Tutur cewek itu penuh penekanan dan emosi yang meluap-luap.


Meskipun dia membenci ayah sambungnya, tetapi akan lebih mengerikan lagi jika orang ini yang akan mengantikan nya, selain kejam juga sangat tidak manusiawi.


"Kau berani melawanku anak h*ram?" Ucap orang itu dengan mata melotot dan rahang mengeras menatap pada cewek itu dengan tidak santai.


"Dalam darahmu mengalir darah keturunan holding, dan aku membenci itu! apalagi mamamu meninggalkanku setelah mengetahui penyakitku dan dia perginya dengan lelaki itu memilih berkhianat dariku, tapi sekarang aku telah mendapatkan putrinya. ha...ha...ha..." tawa orang itu dengan menggelegar, membuat sang cewek merinding mendengarnya.


"Lepaskan aku! Sudah ku katakan tidak ada kaitan nya denganku itu urusan kalian, jangan menyeretku pada masalah yang tidak pernah aku timbulkan!" Marah orang itu sambil menatap lelaki itu dengan tajam.


Para anak buah lelaki itu hanya menyaksikan pertikaian yang sedang berjalan, sebagian juga ada yang melakukan sesuatu tugas yang diperintahkan bos mereka disebelah ruangan.


"Angkut dia! bawa dia ke ruangan sebelah dan lakukan apa yang aku katakan!" Perintah lelaki itu pada anak buahnya.


"Baik tuan"


"Baik tuan


Seru anak buahnya, mereka langsung mengangkut cewek itu keruangan sebelah.


"Lepaskan! aku belum selesai berbicara dengan pria iblis itu" berontak cewek itu, setelah di dudukan dilantai.


Tangan di kucnci dengan borgol kebelakang, kaki di ikat dengan tali membuat dia tidak bisa leluasa bergerak.


"Diam! Jangan berisik!" Bentak lelaki berbadan kurus namun terlihat berotot.


"Sebaiknya kamu ikuti saja jika tidak ingin nyawamu melayang" ancam pria bertato sambil mengarahkan belati ke arah si cewek.


Cewek itu menatap dengan dingin ke arah belati itu, saat ini dia sudah tidak takut lagi dengan apapun tetapi yang dia inginkan ialah mengetahui keberadaan papanya, karena dia masih tidak mempercayai omongan lelaki itu.


Dari jauh terlihat seseorang memasuki ruangan berjalan menuju ke arah si cewek dan parah pengawal itu, sambil membawa seutas tali ditangan nya.


"Aku ingin bertanya, katakan dimana letak aset milik keluarga holding berada?" Tutur orang itu sambil berjongkok menyamai tingginya dengan keberadaan cewek itu.


"Baiklah, jika kamu tidak ingin memberitahunya. sekarang gantung dia pada tali yang sudah dipersiapkan! ikat tubuhnya dengan tali ini juga agar membatasi ruang geraknya" perintah orang itu sambil berdiri menghadap pada anak buahnya.


"Baik tuan"


"Baik tuan"


Perempuan itu langsung di ikat, dipergelangan kaki dan di setiap tubuhnya sehingga dia sudah tidak mampu bergerak lagi, setelah itu dia dikatrol untuk naik ke atas dan disangkutkan pada tali yang telah dipersiapkan.


"Hei lepaskan aku! Ini sungguh mengerikan, kalian benar-benar tidak berhati nurani!" teriak cewek itu merontah-rontah dari ikatan tali.


Sedangkan lelaki itu melangkah pergi begitu saja di ikuti beberapa pengawal dibelakangnya, melayang kesana-kemari, semakin terlihat ngeri jika sampai tali itu putus.


"Arghhh" dia mengerang kesal terlihat frustasi dengan keadaan nya saat ini, namun tidak digubris dengan penjaga yang dibawa mereka dengan santainya malah bermain gadget.


20 menit telah berlalu, berharap akan ada yang segera datang untuk menyelamatkan nya, karena tidak nyaman berada pada himpitan lilitan tali seperti ini, lama kelamaan tubuhnya terasa kebas dan mulai mati rasa.


Lelehan keringat terus mengucur deras dari keningnya, dan seluruh tubuhnya mulai tidak bertenaga, terasa pengap dan susah untuk menghirup udara, sehingga membuat pandangan nya mulai kabur dan terasa gelap.


☆☆☆☆☆☆


"Sepertinya mereka telah curiga dengan kehadiran kita, sekarang hancurkan saja markasnya dan kami akan menunggu ditempat yang sudah disepakati, nanti kalian menyusul saja kesana" usulku pada brilian dari balik sambungan telephone.


"Baiklah, kalau begitu aku sama daniel lanjut ke markas geng dangerous zebras terlebih dulu baru nantinya menyusul kalian, biarkan syakib dan kevin yang ikut bersamamu" tutur brilian dari seberang.


"Oke"


Saat ini kami akan menuju ketempat yang tidak banyak orang yang mengetahuinya, ayahku mengatakan pasti mereka kabur kesana, aku sempat bertanya pada ayah terlebih dahulu, soalnya ayah yang berkecimpung lama dalam dunia perbisnisan pasti mengenali setiap klan atau mafia di tempat ini.


Apalagi ayah yang memegang kekuasaan diwilayah kota Alpend, pasti dia mengetahui seluk beluk daerah dan tempat tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang banyak.


Ayah pernah berkata padaku."Kenali musuhmu agar kamu tahu mana musuh dan mana temanmu, dengan begitu kamu bisa mempersiapkan diri dan mengetahui kemampuan lawanmu" begitulah ayah, dia akan prepare terlebih dahulu dalam melakukan sesuatu.

__ADS_1


"Bagaimana? apa sudah ditemukan tempatnya?" Tanya Abhinanda sambil menatap ke arahku dengan ekspresi tidak tenang.


Sepertinya dia sangat khawatir dengan aluna terlihat dari gesturenya yang panik dan gelisah, saat ini meskipun dia sekubu denganku tapi aku tidak boleh kalah cepat darinya terutama dalam penemuan aluna.


"Sudah, ayo pergi ketempat ini" jawabku dengan sedikit cuek sambil memperlihatkan alamat padanya, membuat dia bingung dan heran atas sikapku, tapi dia hanya mengikutinya saja tidak membantahnya.


"Sudah sampai" ucapnya sambil membuka seat belt yang melekat pada tubuhnya, lalu beranjak keluar mendahuluiku.


Aku yang melihatnya langsung segera menyusulnya tidak mau sampai didahului olehnya.


Mobil sudah berjejer rapi dengan jumlah yang lumayan banyak, setiap orang sudah dengan persiapan masing-masing.


Pergabungan anak buahku dengan anak buah abhinanda sepertinya sudah sangat bisa diandalkan, jadi tinggal meluncurkan serangan.


"Ayo langsung bergerak! sesuai rencana" Lontar kevin mengarahkan.


"Geledah semua ruangan untuk menemukan aluna!" tuturku menambahkan.


Kami langsung mencar mencari disetiap ruangan, bangunan ini terlihat tidak terlalu besar namun jalan menuju kesana lumayan panjang dan jauh.


Kami memasuki setiap ruangan


dengan senjata ditangan bersiap-siap jika pihak lawan akan menyerang.


DOR


DOR


DOR


terdengar suara tembakan dari jauh aku langsung siaga bersiap-siap jika terjadi penyerangan secara mendadak.


DOR


DOR


DOR


Aku langsung menembak pada pihak lawan yang sedang bersembunyi, dan mereka langsung jatuh terkapar seketika.


"Kalian lawan mereka aku akan segera mencari aluna" tuturku pada mereka, setelah itu langsung bergerak cepat menggeledah ruangan untuk menemukan aluna.


Tibalah aku di suatu ruangan yang tersembunyi dan tertutup, dengan tergesa aku langsung mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga, dengan upaya yang ekstra akhirnya pintupun terbuka.


BRAK


Seketika semua mata yang sedang berjaga tertuju padaku, melihat mereka terbengong dan kaget karena kedatanganku disitu aku segera mengambil tindakan menembak mereka.


DOR


DOR


DOR


seketika mereka langsung tumbang, aku segera mencari keberadaan aluna, aku menatap seluruh isi ruangan mengitari setiap sudut namun tidak ada apa-apa disitu.


Dengan langkah terburu aku beranjak keluar dari ruangan tersebut, namun saat hendak berbalik badan tiba-tiba ada air yang menetes mengenaiku, aku langsung menengadah melihat ke atas, seketika mataku langsung membola betapa kagetnya aku melihat yang tergantung diatas.


Akan kubuat tersiksa jika mereka berani membuatmu celaka ~Ziyad Kawindra pramadana


Tbc❤


Terimakasih sudah mampir...😘


terimakasih atas dukungan nya, support kalian adalah semangat author.

__ADS_1


__ADS_2