Penakluk Hati Kecilku

Penakluk Hati Kecilku
Pencarian


__ADS_3

Mobil yang kukendarai melaju dengan sangat kencang diiringi beberapa buah mobil mengikuti dari belakang, jika dilihat seperti akan melakukan pertempuran besar-besaran.


Aku bingung ingin mencarinya kemana saat ini karena tidak ada petunjuk sama sekali, di perdesaan ini juga tidak terlalu banyak penduduknya dan kelihatan sangat sepi sekali apalagi aku belum pernah kesini sebelumnya.


Aku mencoba mengubunginya untuk mengetahui keberadaan nya, aku melepaskan tanganku sebelah dari setir mobil lalu mengambil ponsel dan memakaikan earphone ditelinga mencoba mencari petunjuk lewat panggilan suara padanya.


"Hallo, ada apa ziyad?" terdengar suara dari seberang, aku menghembuskan nafas tampak kecewa karena bukan suara orang yang diharapkan melainkan suara orang lain.


"Apa aluna tidak membawa ponsel bersamanya?" Tanyaku pada abhinanda orang yang menerima panggilanku.


"Tidak! karena pada saat itu aluna telah pingsan dan dibawa kabur oleh mereka, dan kami bertiga tidak dapat membantunya karena kami terkena pukulan yang sangat keras, sehingga membuat kami tidak bisa berbuat apa-apa" Abhinanda mencoba menjelaskan padaku atas kejadian penculikan aluna.


"Baiklah, apa kamu bisa membantuku?" Tuturku padanya.


"Apa yang dapat aku bantu?" Tanyanya dari sana.


"Kamu naiklah ke mobilku, karena saat ini aku butuh bantuanmu" ucapku memintanya naik kemobilku karena saat ini aku membutuhkan bantuan.


"Baiklah, kamu berhenti sebentar aku akan berpindah ke mobilmu" ucapnya dari seberang sana.


"aku akan menepi kalau begitu" tuturku sambil mencari tempat pemberhentian yang tepat.


Lalu aku mematikan sambungan telephone, memelankan laju mobil dan menepi untuk berhenti.


"Kamu yang menyetir aku ada urusan yang harus aku lakukan" tuturku pada Abhinananda yang telah datang menghampiriku.


Lalu setelah itu aku turun dari kursi kemudi dan duduk di kursi penumpang, mengeluarkan laptop dan melacak keberadaan aluna saat ini.


"Apa kamu tahu siapa yang membawa kabur aluna?" Ucapku sambil menatap ke arahnya.


"Mereka sepertinya dari klan dangerous zebras, kubu terkuat pada urutan kelima setelah klan atas lain nya" tuturnya seperti dia sudah mengenal sekelompok orang itu.


"Baiklah, akan kita cobak untuk melacak keberadaan mereka sekarang" ucapku pada abhinanda sambil mencari tahu tentang informasi dan data klan dangerous zebras.


"Apa kamu bisa? Bagaimana caranya?" Dia kelihatan ragu dengan kemampuan meretasku, dia sepertinya belum mengetahui siapa aku sebenarnya, tapi itu lebih baik karena identitasku masih belum diketahui orang banyak.


"Akan kucoba, aku akan meretas Cctv jalanan terlebih dahulu tentunya baru mencari alamat penculik itu," ucapku memberitahunya siasatku.


"Meskipun aku tahu ini melanggar aturan tapi aku tidak akan membuat kekacauan hanya meretas sebentar saja" disini aku tidak memberitahunya dengan detail, aku hanya menjelaskan cara kerjanya saja agar dia mengerti dan bisa kuajak kerja sama.


"Yasudah, lakukanlah!" Ucapnya tanpa banyak bicara lagi.


Aku menatap serius pada layar laptop sambil terus mengetik pada papan keyboard memasukan sejumlah kode mistrius di dalamnya, Sedangkan abhinanda fokus mengendara menatap jalanan dengan serius sambil sesekali melirik ke arahku.


♧♧♧♧♧♧


Sedangkan ditempat lain seorang perempuan tidak sadarkan diri, dengan kondisi tubuh diikatkan pada sebuah tiang besar dan tangan nya diikat kebelakang.


Sedari tadi dia terus dijaga oleh dua lelaki berbadan besar yang terus menungguinya siuaman, bahkan mereka duduk lesehan dilantai bersandar pada tembok dengan keringat bercucuran hanya untuk menunggu cewek itu sadar.

__ADS_1


"Eugh..."


Tiba tiba cewek itu melenguh dan mulai sadar dari pingsan nya perlahan dia membuka kelopak matanya, hal pertama yang dia lihat adalah sebuah gudang besar dan dan luas namun gelap dan tidak berpenghuni.


Cewek itu memindai pandangan melihat ke sekeliling, matanya tertuju pada dua orang lelaki tengah duduk bersandar pada tembok dengan mata redup hampir tertutup sempurna.


'Ini dimana?' Batin cewek itu sambil mengalihkan tatapan pada tangan nya yang telah diikat dengan tali kebelakang.


Seketika dia teringat dengan kejadian terakhir kali saat dia masih sadar hingga bisa membawa dia sampai ketempat ini, pada saat itu dia sedang melawan sekelompok orang yang sedang mengejar mereka, karena tidak hati-hati dia terkena pukulan pada bagian belakang dan akhirnya membuat dia tidak sadarkan diri.


'Shankara pasti saat ini sedang mencariku aku harus mencari cara agar segera keluar dari tempat ini, supaya tidak membuatnya khawatir dan kesusahan menemukanku' batin cewek itu bertekad segera keluar dari ruangan yang sunyi ini.


Dia mencoba memberontak namun tali itu tidak berhasil terlepas, dengan hati-hati dia melirik pada dua orang itu yang sepertinya belum terlalu pulas tidurnya bisa dikatakan baru saja tertidur.


Dia bersusah payah mencari sesuatu untuk bisa membantunya melepaskan diri dari ikatan tali ditangan nya, namun tidak ada benda disekitar yang bisa dia gunakan untuk memutuskan tali yang terikat ditangan nya.


Namun dia tidak kehabisan ide, dia mencoba melepaskan tali yang berada dipergelangan tangan nya dengan mencari simpul tali, ketika sudah ketemu dia menariknya perlahan dengan bantuan kedua tangan nya yang terikat meski tidak leluasa namun bisa menggerak kan tali itu untuk terlepas.


Hingga memakan waktu beberapa menit untuk membuka simpul tali itu, dalam keadaan tidak melihat hanya bisa merabakan tangan kebelakang, dia berusaha melepaskan tali itu dengan tenaga yang besar sampai membuat keringatnya bercucuran.


Dia berusaha mempertahankan posisi agar tidak membangunkan kedua orang itu, jadi tubuhnya tetap tegak jadi tidak leluasa untuk bergerak hanya tangan nya saja yang terus berkerja untuk melepaskan tali.


'Huh'


Karena sudah lelah tidak sengaja dia sedikit mengeluarkan suara, sehingga membuat sedikit pergerakan pada dua orang yang sedang tertidur itu, terlihat mereka menggeliat namun tidak sampai membangunkan kedua orang itu.


Dengan usaha yang menguras tenaga akhirnya tali itupun terbuka dari pergelangan tangan nya, dengan cepat ia segera melepaskan tali di bagian badan lalu melepaskan tali di bagian pergelangan kaki.


'Akhirnya aku berhasil terlepas' gumamnya dengan senang sambil beranjak mencari jalan keluar.


'Sial ruangan ini mempunyai banyak pintu, aku tidak tahu pintu yang mana arah keluar' batin cewek itu dengan kesal, padahal barusan dia sudah sangat senang bisa segera keluar dari tempat ini tetapi saat ini malah berhadapan dengan situasi yang sulit.


Dia mencoba memegang gagang pintu dan memutarnya, namun sesuatu terjadi yang membuat dia terlonjak kaget dan membuat dia mundur kebelakang.


Tit


Tit


Tit


Disitu terdengar bunyi suara alarm ketika menyentuh knop pintu, dan lampu warna orange berkedip-berkedip dengan cepat diruagan itu seiring dengan suara alarm yang terus berbunyi.


Cewek itu terlihat panik, dengan jantung berdegub kencang dia berusaha berlari menuju tempar lain untuk bersembunyi.


"Hei mau kabur kemana kau?" Lontar sebuah suara membuat langkah cewek itu terhenti.


'Gawat sepertinya sudah ketahuan' batin nya sambil berbalik melihat ke arah dua orang tadi yang tertidur telah terbangun dan sedang berjalan ke arahnya.


"Untuk apa kalian menculik ku? Jika karena uang, maka kalian terlalu bodoh! karena tidak akan ada yang mau menebusku, jika aku hilang sekalipun orang tuaku tidak akan mencariku, jadi harapan kalian sia-sia saja" tutur cewek itu tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Bagaimana ini? kita lepaskan saja? Betul katanya kita tidak akan mendapatkan untung menyekapnya disini" ucap salah satu dari mereka terlihat bodoh, aku tersenyum miring mendengar pendapat orang itu.


DUK


teman nya yang satu lagi memukul kepalanya sehingga membuat dia meringis kesakitan. "Sss... Sakittt, kenapa malah memukulku?"


"Kau memang bodo! Disini kita bukan sedang memalak orang tapi jadi suruhan, jadi kamu ikuti apa kata bos bukan kata hati, dasar bego!" Murka teman nya melihat tingkah konyol orang itu.


Melihat mereka berdebat cewek itu memilih kabur, dia lari tunggang langgang mencari jalan keluar.


"Mau kemana gadis malang?" Lontar seseorang tiba-tiba datang dari arah belakangnya.


Cewek itu berhenti tidak melanjutkan aksi kaburnya, dia berbalik menghadap pada orang itu.


Munculah Seorang lelaki berbadan tegap, memasang muka sangar dan datar, memiliki mata setajam elang berwarna hitam pekat, memakai jas berwarna hitam dan mengeluarkan aurah dingin dari tubuhnya, membuat kita ngeri ketika menatapnya, dibelakangnya diikuti oleh banyak pengawal.


Cewek itu menatap dengan lekat pada sosok yang beru muncul itu, sambil menyilangkan tangan di depan dada.


"Ada apa tuan mencari saya? Saya rasa tuan orang yang kaya jadi tidak mungkin anda menangkapku karena uang, bukankah begitu?" Tutur cewek itu dengan tatapan menantang ke arah orang itu.


"Good girl, kamu sepertinya mengerti tujuanku, jadi kamu menurut saja padaku" jawab lelaki itu dengan senang menatap perempuan di depan nya dengan dingin.


"Untuk apa aku mematuhimu? Memangnya anda siapa?" jawab cewek itu dengan tatapan angkuh.


"Anak dari keluarga holding apakah pantas berbicara begitu? Tutur lelaki itu dengan pandangan intens.


"Ternyata kamu mengenalku! Tetapi sayang sekali aku tidak mengenalmu, Pantas atau tidaknya bukan anda yang menentukan" jawab cewek itu dengan tenang.


"Tangkap dia sekarang...!!! jangan sampai terlepas lagi seperti tadi! ganti penjaga yang lain yang lebih bisa diandalkan, kalian berdua ambil hukuman dengan berendam di kolam lintah!" Perintahnya pada anak buahnya dengan bengis, dia terlihat sangat menyeramkan.


Segerombolan orang itu mendekat ke arah si cewek, ditangan salah satunya memegang dua gelang yang dihubungkan dengan rantai pendek yang terbuat dari bahan baja karbon berwarna abu-abu, mereka mengepung cewek itu membuat dia berada ditengah-tengah mereka.


♧♧♧♧♧♧


"Bagaimana? Apa sudah menemukan tempatnya?" Tanya abhinanada padaku yang lagi fokus menelusuri lokasi markas tempat persembunyian geng dangerous zebras.


"Temanku sedang melacak lokasi namun terjadi kesalahan, sepertinya mereka sudah mengetahui keberadaan kita jadi mencoba mengeco kita" jawabku menjelaskan pada abhinananda.


Saat ini kami sudah kembali ke jalan raya, karena dipetunjuk arah yang tertera keberadaan aluna sudah tidak ditempat yang pertama tapi sudah berpindah ke tempar lain, sepertinya pihak lawan menyadari pergerakan kami, jadi harus mengatur ulang kembali rencananya.


Sekarang kami mengatur siasat dengan cara berpencar, ke empat sahabatku membagi tugas dengan membuat kelompok menjadi dua bagian, dengan membawa beberapa anak buah pada masing-masing rombongan digabung dengan anak buahnya abhinanda, jadi lumayan bisa membantu untuk segera menemukan Aluna.


'Semoga aluna saat ini baik-baik saja, dia tidak disakiti atau disiksa oleh orang yang menangkapnya, tunggu aku datang akan aku pastikan orang itu akan tumbang jika berani membuatmu kesakitan' tekadku sambil menatap layar ponsel yang terpampang foto seorang cewek bermuka datar namun menenangkan hati jika menatapnya.


Jika saat dia kembali padaku sudah dalam keadaan terluka, maka jangan salahkan aku membunuh tanpa rasa bersalah~ Ziyad kawindra pramadana


Tbc❤


Terimakasih sudah mampir...😘

__ADS_1


__ADS_2