
Di sebuah tempat di padepokan perguruan pecak silat macan putih, para murid sedang latihan memperagakan jurus - jurus pencak silat.
"Satu ...,
"Dua ...,
"Tiga ...,
"Empat ...,
"Lima ...,
"Enam ...,
"Tujuh ...,
"Delapan ...,
Terdengar pelatih mengintruksikan kepada para muridnya untuk memperagakan suatu gerakan setiap kali hitungan.
Di tengah tengah latihan sedang berjalan seorang Guru Besar padepokan datang memakai serba putih dengan gambar harimau putih sedang tidur dibelakang baju. Guru Besar tersebut kemudian menghampiri sekelompok murid baru yang masih tanpa sabuk.
" Istirahatkan mereka pelatih Bima! "
__ADS_1
Sang Guru Besar memerintahkan kepada pelatih Bima yang merupakan pelatih khusus murid baru untuk mengistirahatkan muridnya.
" Baik guru besar Sura "
Pelatih Bima segera mengistirahatkan muridnya seperti yang diperintahkan oleh Guru Besar walaupun belum waktunya istirahat.
Setelah para murid istirahat dan duduk bersila, Guru Besar Sura dan Pelatih Bima juga duduk bersila di depan mereka. Guru besar Sura kemudian mengucapkan satu, dua patah kata
" Kalian dengar baik - baik, aku akan menceritakan bagaimana padepokan macan putih terbentuk "
Para murid kelihatan tertarik akan cerita yang akan di ceritakan oleh Guru Besar Sura dan bersiap mendengarkan.
Pada tahun 666 L di sebuah Benua Lemuria ada ribuan kerajaan besar dan kecil. Pada masa itu hanya manusia yang lahir memiliki ilmu supranatural saja yang bisa menjadi raja. Para manusia yang lahir dengan kemampuan supranatural tersebut di anggap sebagai dewa sehingga banyak orang menjadi yang memuja-mujanya dan menjadi pengikutnya dan semakin banyak pengikutnya para manusia tersebut sampai bisa mendirikan kerajaan sendiri.
Benua Lemuria ini sangat luas, banyak hutan, rawa, gunung dan pulau-pulau yang belum terjamah oleh manusia, dan untuk membuat kerajaan baru bisa dilakukan dengan cara babat alas atau membuka hutan untuk pemukiman baru selama tempat tersebut belum di klaim oleh kerajaan lain. Kemampuan supranatural yang dimiliki oleh para manusia tersebut berbeda - beda dan akan semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Sekitar satu abad kemudian tepatnya pada tahun 777 L, lahirlah seorang laki laki yang mempunyai kekuatan supranatural "ruang dan waktu" bernama Rengga Rajendra yang sangat ambisius untuk menjadi raja.
Setelah mengumpulkan pengikut dalam jumlah banyak, Rengga Rajendra akhirnya mampu membuat kerajaan dan menjadi raja di suatu tempat yang belum di klaim oleh suatu kerajaan, dan sekaligus menjadi kerajaan terakhir yang didirikan di Benua Lemuria karena semua wilayah telah di tempati dan di akui oleh sebuah kerajaan. Kerajaan tersebut dinamai dengan "Kerajaan Sahasranegara" .
Suatu ketika Raja Rengga Rajendra sedang berburu di hutan dan melihat seekor harimau putih dan seekor kera hitam sedang bertarung sangat sengit. Dengan kekuatan supranatural yang dimiliki Raja Rengga Rajendra tersebut, ia menggunakannya untuk memperlambat waktu, dan ia pun mulai menirukan gerakan harimau putih itu.
" Apa yang sedang engkau lakukan wahai Raja? "
__ADS_1
Salah satu pengawalnya heran terhadap apa yang dilakukan rajanya.
" Aku sedang menirukan gerakan harimau itu, gerakannya sangat indah dan cepat " Terang sang raja menjelaskan apa yang ia sedang lakukan.
" Maukah engkau mengajarkan gerakan itu Rajaku?, kelihatannnya sangat menarik seperti sebuah tarian. Kita bisa membuat itu jadi tarian khas kerajaan kita untuk menyambut para raja dari kerajaan lain yang datang " Sambung pengawalnya.
" Ide yang sangat bagus itu, siapa namamu?, aku tidak mengingatnya "
Sang Raja tidak mengingat nama pengawalnya karena pengawal tersebut baru di angkat menjadi pengawal raja dan ini pertama kalinya ia mengawal raja.
" Nama saya Karan ya Raja "
Setelah menyebutkan namanya, Karan menceritakan bahwa ia adalah pengawal baru. Walaupun disebut pengawal tugasnya hanya menemani raja saja, karena kekuatan raja sangat jauh berbeda dari manusia pada umumnya sehingga tidak memerlukan pengawal dalam hal pengamanan.
" Baiklah besok datanglah ke pendapa Kerajaan, aku akan mengajarkanmu gerakan - gerakan harimau yang aku tirukan tadi "
Selang beberapa tahun kemudian terjadilah peperangan, karena tidak ada tempat lagi untuk seseorang mendirikan kerajaan baru. Satu - satunya cara supaya dapat menjadi raja yang baru adalah dengan cara mengkudeta sebuah kerajaan. Peperangan terjadi dimana mana dan menimbulkan kekacauan di seluruh Benua yamg mengakibatkan kerajaan - kerajaan mulai runtuh satu persatu.
Pada peperangan itu, hanya ada lima kerajaan besar yang masih tersisa yaitu "Kerajaan Ekanegara" yang merupakan kerajaan pertama yg didirikan di benua lemuria ini. Kedua "Kerajaan Pancanagara" yang merupakan kerajaan kelima yang didirikan setelah Kerajaan Ekanegara, ketiga "Kerajaan Dasanagara" : kerajaan kesepuluh, keempat "Kerajaan Astadasanegara" : kerajaan kedelapan belas dan terakhir "Kerajaan Catursatanagara" : kerajaan keempat ratus.
Kelima kerajaan tersebut membuat perjanjian perdamaian, sedangkan Kerajaan Sahasranagara yang merupakan kerajaan terakhir takluk oleh kerajaan Pancanegara. Raja Rengga Rajendra yang merupakan raja kerajaan tersebut di eksekusi, sedangkan keluarga dan pengikutnya yang masih selamat dari perang dibiarkan hidup, dan hidup bersama dengan rakyat Kerajaan Pancanagara.
Pengawal Raja yang bernama Karan yang telah di ajari gerakan-gerakan harimau oleh Raja Rengga Rajendra juga selamat dari peperangan itu, kemudian Karan mengajarkan gerakan-gerakan harimau tersebut kepada anaknya dan orang - orang sekitar tempatnya tinggal. Beberapa waktu kemudian Karan mendirikan "Sanggar Tari Macan Putih".
__ADS_1