
" Sanggar tari? "
Salah satu murid bingung dan bertanya - tanya dalam hatinya, mengapa jadi padepokan sanggar tari?, bukannya padepokan pencak silat?.
" Bukankah tadi sudah di jelaskan di awal bahwa gerakan itu di buat menjadi tarian penyambutan raja? "
Seorang temannya kemudian memberikan penjelasan atas pertanyaannya, namun dia tidak ingat tentang apa yang dijelaskan oleh temannya tersebut.
" Ooh yaa?, apa Guru Besar mengatakan seperti itu? "
" Makanya kau jangan melamun aja...!! " Timpal temannya dengan nada sedikit mengejek.
" Hey!, kalian berdua yang berbicara sendiri, push up seratus kali, cepatt!! "
Teriak pelatih Bima kepada kedua murid yang berbicara sendiri saat Guru Besar sedang menceritakan sejarah tentang " Padepokan Pencak Silat Macan Putih ".
Kedua murid itu pun kaget, kemudian semua murid melihat ke arah mereka. Setelah itu, mereka berdua bergegas menjalankan hukumannya.
" Ini salahmu Jinno, aku jadi kena imbasnya.
Salah murid yang dihukum menyalahkan temannya, karena ketidakpahamannya dalam memahami cerita membuatnya di hukum juga.
" Kenapa kau menyalahkan aku?, Guru Besar Sura memang tidak mengatakan seperti yang kau katakan!, kau saja yang mengarang sendiri Nala "
__ADS_1
Murid yang satunya tidak terima disalahkan dan tetap percaya bahwa dirinya lah yang benar.
" Terserah kau aja Jinno...!! " Nala semakin kesal dengan temannya Jinno yang bodoh.
" Sudahlah kalian berdua duduk kembali dan dengarkan! "
Guru Sura memerintahkan Jinno dan Nala untuk kembali ke tempat duduknya.
Setelah keadaan sudah kembali kondusif, Guru Besar Sura pun melanjutkan ceritanya.
Suatu ketika seorang wanita anggota padepokan sanggar tari macan putih sedang dalam perjalanan menuju tempat latihan dan di tengah perjalanan tiba - tiba wanita itu di cegat di tengah jalan oleh dua orang laki - laki yang sedang mabuk.
" Gadis cantik mau kemana nih?, huehehe "
" Mau kemana cantik? hehehe, serahkan hartamu dulu, huehehe...,"
" Maaf tuan aku tidak punya apapun " Jawab wanita itu dengan nada ketakutan.
" Apa kau tidak punya apa - apa !!, bagaimana kalau sebagai gantinya kamu ikut kita ke tempat sepi aja, huehehe..., "
Salah satu laki - laki mulai menakut - nakuti wanita itu serta mengancam akan membunuhnya jika berniat memberontak. Mendapat anacaman, wanita itu berusaha keras untuk melarikan diri, namun terus di halangi oleh dua laki - laki itu.
Seorang laki - laki berniat menyeret wanita itu, tetapi dengan refleknya wanita itu bisa menghindar dan laki - laki yang satunya lagi juga berusaha menarik baju wanita itu, dan tetap saja masih bisa menghindar.
__ADS_1
Kemudian wanita itu mulai berpikir untuk mencari celah untuk lepas dari kepungan mereka, tetapi laki - laki itu lebih cepat darinya dan selalu menghalanginya ketika berniat melarikan diri. Melihat gerak - gerik wanita itu yang berniat memberontak, kedua laki - laki itu jadi semakin jengkel, dan berniat melakukan kekerasan untuk melumpuhkan wanita itu.
Salah satu orang laki - laki berniat menendang kakinya, dan seorang lagi berniat memukulnya, namun wanita itu bisa menghindar. Melihat hal itu, kedua laki - laki itu semakin geram, kemudian mengeluarkan goloknya yang selalu di bawa kemana-mana dan berniat membunuhnya, kemudian golok pun di ayunkan kedua orang laki - laki itu, tetapi wanita itu terus menghindar. Lama kelamaan kedua orang laki - laki itu semakin brutal mengayunkan goloknya untuk membunuh wanita itu, namun entah bagaimana wanita itu bisa menghindar terus menerus, dan akhirnya seorang laki - laki tanpa sengaja malah menusukkan goloknya ke temannya sendiri.
Laki - laki yang tertusuk itu marah, kemudian membalasnya. Kedua orang laki -laki itu malah saling berkelahi dan saling membunuh sehingga wanita itupun selamat, dan meneruskan perjalanannya ke padepokan sanggar tari.
Beberapa saat kemudian, wanita itu sampai juga di tempat latihan sanggar tari.
" Darimana saja kamu Tari?, latihan sudah selesai kamu baru datang...!! "
Karan sang pemilik padepokan sanggar tari macan putih sangat marah kepada Tari karena terlambat datang, padahal besok paginya harus tampil di hadapan raja dalam rangka pertunjukkan kesenian.
**Nama wanita itu adalah Tari.
Tari pun menceritakan kejadian tersebut kepada Karan sang pemilik sanggar. Mendengar cerita Tari, Karan punya ide untuk mengubah padepokan "Sanggar Tari Macan Putih" menjadi padepokan "Perguruan pencak silat Macan Putih".
" Itulah sejarah terbentuknya padepokan pencak silat macan putih ini " Guru Besar telah selesai menceritakan tentang sejarah terbentuknya perguruan pencak silat macan putih.
" Pencak yang berarti gerakan yang memiliki unsur seni dan keindahan seperti yang terlihat dari gerakan tari, sedangkan silat memiliki arti gerakan untuk melindungi diri. Pencak silat juga bisa disebut seni bela diri "
Guru Besar Sura menambahkan makna pencak silat saat menutup cerita.
Cerita selesai. . .
__ADS_1