Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Level Pendekar Part 2


__ADS_3

Mahesa telah terkunci gerakannya dan keempat murid sabuk merah sudah mengeluarkan jurus pamungkas secara bersamaan .


"🔥INCREASED🔥",


🎶🎶JURUS KELIMA🎶🎶


  🎶🎶 🐯RAUNGAN HARIMAU🐯🎶🎶


 


Sebelum semua jurus pamungkas mengenai Mahesa, ia langsung mengaktifkan mantra increased di tambah jurus kelima yang meningkatkan kekuatan fisiknya secara instan. Semua murid sabuk merah yang melawan Mahesa terpental oleh gelombang supranatural yang tercipta dari efek mantra increased dan jurus pamungkas kelima.


Ke empat murid terlihat nafasnya terengah - engah setelah meluncurkan jurus pamungkas dan di gagalkan oleh Mahesa.


" Dia sengaja menunggu momen seperti tadi untuk mengeluarkan jurus pamungkas kelima ". Gumam seorang murid sabuk merah.


" Hampir saja tadi, kalau aku terkena jurus - jurus yang kalian luncurkan aku bisa terluka parah". Ucap Mahesa.


" Kalian masih kuat bertarung kan?, tunjukkan lagi jurus - jurus yang sudah kalian kuasai ". Lanjut Mahesa.


" Tentu saja kami masih kuat, tetapi hanya itu yang jurus - jurus aku kuasai saat ini ". Ucap seorang murid sabuk merah.


" Tunggu, aku akan mencoba mengeluarkan satu jurus lagi. Tolong bantu aku...," . Ucap seorang murid lagi.


Kemudian mereka berempat pun menarik nafas secara bersamaan dan perlahan menghembuskan - nya di ikuti dengan sikap pasang lagi.


Pertarungan di mulai lagi ...


Keempat murid sabuk merah menyerang secara bersama - sama lagi. Mereka kembali beradu jurus - jurus dengan tempo lebih cepat. Murid sabuk merah berusaha menekan Mahesa untuk menemukan celah lagi, namun kini Mahesa tidak hanya bertahan namun juga sesekali membalas serangan dengan pukulan dan tendangan.


Setelah ke empat murid berusaha cukup keras, akhirnya ada sedikit celah yang bisa di manfaatkan.


🎶🎶JURUS KEEMPAT🎶🎶


 🎶🎶🐅 KUNCIAN HARIMAU🐅🎶🎶


 


Kali ini dua orang murid sabuk merah melancarkan jurus yang sama untuk mengunci pergerakan Mahesa.


" Kini mereka mengunci pergerakanku dengan dua orang, namun mereka tidak pernah belajar. Dengan menggunakan pola yang sama tentunya akan mudah untuk di baca ". Gumam Mahesa.


" (Selanjutnya pasti serangan langsung dari depan) ". Dalam hati Mahesa.


🎶🎶JURUS KEDUA🎶🎶


 🎶🎶🐅TARING HARIMAU🐅🎶🎶


Seorang muncul dari depan melancarkan serangan langsung dengan jurus pamungkas seperti yang telah di perkirakan Mahesa .


" Apa ku bilang, mudah sekali di baca ". Gumam Mahesa yang berhasil memprediks pola serangan yang di lakukan lawannya.


🎶🎶JURUS KELIMA🎶🎶


 🎶🎶🐯RAUNGAN HARIMAU🐯🎶🎶

__ADS_1


Mereka bertiga terkapar, kelihatannya sudah kehabisan nafas dan tidak bisa melanjutkan pertandingan lagi. Mahesa tersenyum telah membuat mereka babak belur.


Ketiga murid yang terkapar menyeringai...


" Satu..., Dua.., Tiga..., lho yang satunya ma...


🎶🎶JURUS KEENAM🎶🎶


🎶🎶🐅HARIMAU PEMANGSA🐅🎶🎶


Mahesa baru menyadari kalau yang melancarkan jurus pamungkas hanya tiga orang. Namun hal tersebut sudah terlambat, seorang murid lagi berhasil melancarkan jurus pamungkas dari belakang. Mahesa tidak bisa menghindar dan terkena beberapa tendangan, pukulan, dan cakaran yang beruntun. Mahesa terkapar dan cukup mendapatkan luka yang fatal.


" Serangan ini pasti sulit di hindari, walaupun oleh seorang pendekar. Karena di butuhkan jeda waktu untuk mengeluarkan jurus lain secara berturut - turut ". Ucap murid yang telah meluncurkan serangan terakhir kepada Mahesa.


Pertandingan Selesai...,


Rencana keempat murid sabuk merah berhasil. Mereka berencana membuat Mahesa berpikir bahwa pola serangan yang digunakan sama. Dengan sedikit mengubah pola yang sebelumnya berhasil membuat Mahesa lengah.


Pola sebelumnya, mereka mengunci pergerakan Mahesa dengan satu orang dan ketiga orang lainnya melancarkan serangan langsung dari depan.


Pola yang kedua, mereka mengunci pergerakan Mahesa dengan dua orang dan satu orang menyerang langsung dari depan. Disinilah Mahesa lengah karena berfikir bahwa mereka berempat menggunakan pola yang sama, sehingga Mahesa tidak menyadari kalau ada satu orang yang belum melancarkan serangan dan menunggu Mahesa mengeluarkan jurus pamungkas.


" Pertandingan yang bagus, aku bangga dengan perkembangan kalian yang sudah mampu memberikan serangan mutlak kepada seorang pendekar tingkat dua. Yah..., walaupun kalian melakukannya empat lawan satu sih..., ". Ucap pelatih yang bertugas menjadi wasit pertandingan.


" Latihan tanding cukup sampai di sini, sekarang kalian boleh membubar... ",


" Eeh..., pelatih saya belum bertanding!, beri saya kesempatan ".


Sebelum pelatih menyelesaikan ucapannya, seorang murid perempuan sabuk merah satu - satunya yang belum mendapat kesempatan latihan tanding maju ke depan dan protes terhadap wasit bahwa, ia adalah seorang murid sabuk merah satu - satunya yang belum bertanding.


" Jarang sekali ada pendekar alumni padepokan ini yang datang kesini. Ini adalah kesempatan langka, mohon ijinkan bertanding ".


" Tapi...,


" Tenanglah Sadewa, aku bersedia bertanding dengannya kok..., ". Ucap Melati.


" Siapa namamu..., kau murid perempuan sabuk merah satu - satunya yaa..., aku berharap besar padamu sebagai sesama wanita ".


" Nama saya Anggrek, mohon bimbingannya ". Ucap murid sabuk merah itu.


" Oh..., namamu di ambil dari bunga juga sepertiku, ini sangat menarik ".


**Beralih ke pinggir lapangan.


" Itu kakakku, akhirnya bertanding juga ". Ucap Wira.


" Kakakmu perempuan ternyata, aku kira laki - laki ". Sambung Nala.


" Apa yang membuatmu pikir kakakku laki - laki Nala? ". Tanya Wira.


" Waktu itu, aku tahu kakakmu murid perguruan pencak silat macan putih ini juga kan pas kamu bilang mau latihan sama kakakmu ". Terang Nala.


" Ya walaupun kakakku perempuan, dia juga sangat giat latihan. Kakakku selalu ngajak aku latihan karena dia perempuan sendiri di kelas sabuk merah, terus teman lainnya tidak ada yang nemenin kakakku latihan.


" Ohh gitu, pasti hebat dong kakakmu itu ". Puji Nala.

__ADS_1


" Ya tentu saja, walaupun lawannya kak Melati yang seorang pendekar kakakku takkan kalah dengan mudah ". Ucap Wira yang sangat bangga kepada kakaknya itu.


**Kembali ke pertandingan.


Melati dan Anggrek sudah melakukan penghormatan di ikuti sikap pasang, pertandingan siap dimulai.


Setelah aba - aba dari wasit untuk memulai pertandingan, Melati dan Anggrek saling menghampiri satu sama lain dan saling mengadu jurus - jurus mereka. Pertandingan benar benar terlihat seimbang, Anggrek mampu mengimbangi kecepatan Melati yang seorang pendekar.


Setelah beberapa bentrokan, mereka berdua berhenti saling menyerang dan mengatur aliran nafas kembali.


" Bagus sekali kau bisa mengimbangi kecepatanku " . Puji Melati.


" Baiklah..., sekarang apa kau masih bisa mengimbangi kecepatanku ! ",


"🔥INCREASED🔥"


🎶🎶JURUS KEENAM🎶🎶


🎶🎶🐅HARIMAU PEMANGSA🐅🎶🎶


Melati memutari Anggrek, dan menyerang dari arah yang sulit di prediksi. Tak ada pilihan lain, Anggrek harus mengeluarkan jurus untuk bertahan.


"🔥INCREASED🔥"


🎶🎶JURUS KELIMA🎶🎶


🎶🎶🐯RAUNGAN HARIMAU🐯🎶🎶


Melati terus melancarkan serangan dari berbagai arah yang sulit di prediksi, dan Anggrek hanya dapat pertahan.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang, kalau begini terus pertahananku akan semakin melemah dan saat pertahananku rapuh, habis sudah lah aku ". Anggrek terus mencari cara supaya dapat lepas dari situasi tersebut.


" Konsentrasi, Aku harus menemukan pola nya dan menyerang balik ".


🎶🎶JURUS KEENAM🎶🎶


🎶🎶🐅HARIMAU PEMANGSA🐅🎶🎶


" Kau menggunakan pola yang sama, ada urutan tertentu dalam gaya penyeranganmu dan kau tak bisa mengubah urutan itu karena akan mengurangi kecepatanmu kan? ". Ucap Anggrek sambil melakukan serangan balik.


Akhirnya Anggrek mampu membaca pola dan menyerang balik, bentrokan saling terjadi lagi dan berhenti lagi untuk mengatur aliran nafas.


" Ternyata aku tak salah berharap besar padamu, sekarang akan ku perlihatkan sesuatu yang belum pernah kau lihat ". Ucap Melati sebelum bentrokan dimulai sekali lagi.


**Beralih ke pinggir lapangan.


" Apakah Melati berniat mengeluarkan (...) itu, bukankah itu berlebihan? ". Ucap Raka yang sepertinya bisa menebak apa yang akan dilakukan Melati.


" Sepertinya Melati melihat bahwa anak itu akan terus berkembang jika mendapat tekanan. Bukankan kau sekarang yang bertugas mengembangkan para murid sabuk merah? ". Sambung Mahesa.


" Ya..., memang benar aku kurang memperhatikan dia selama ini. Sepertinya harus ada pelatih perempuan untuk melatih khusus para murid perempuan ".


**Kembali ke pertandingan.


Melati menarik nafas panjang, kakinya perlahan mulai melayang..., melayang..., melayang...,

__ADS_1


__ADS_2