
Nala, Wulan, Jinno, dan Dina kembali bekerjasama mengambil kuncinya satu persatu hingga terkumpul lima kunci dengan cara yang hampir sama persis dengan yang dilakukan mereka sebelumnya. Bedanya mereka berempat hanya bertukar tugas satu sama lain saja, sedangkan Sekar menghilang tak tahu kemana.
Setelah mendapatkan lima kunci mereka berempat pun berkumpul di suatu tempat untuk membagi kuncinya.
" Sekar kemana dia?, dari tadi tidak kelihatan " Ucap Wulan yang sedikit kesal karena Sekar tidak ikut membantu merebut kunci dari para penjaga dan malah sembunyi.
" Maaf teman - teman tadi aku tersesat, hehehe " Ucap Sekar yang datang entah darimana.
" Bagaimana, apakah kalian berhasil mendapatkan kuncinya? " lanjut Sekar.
" Datang - datang langsung tanya kunci, kami bersusah payah mencari kuncinya sedangkan kau malah sembunyi " Ucap Wulan yang kesal terhadap Sekar.
" Sudahlah Wulan kita mengetahui tempat penyimpanan kunci dan para penjaga berkat Sekar, jadi dia tetap berhak mendapatkan kuncinya " Saut Nala meredam kekesalan Wulan.
Setelah mereka berlima membagi kelima kunci yang di dapatkan secara merata, mereka pun menuju ke tempat penjaga pos untuk menyerahkan kuncinya.
***
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju ke tempat penjaga pos.
" Awas..., merunduk semua!! " teriak Jinno.
Jinno menyadari adanya jebakan setelah ia tanpa sengaja menyentuh benang untuk memicu sebuah jebakan. Semua terselamatkan oleh jebakan tersebut akibat kesigapan Jinno.
" lumayan juga kalian bisa menghindari jebakan kami " ucap seorang murid lainnya yang juga mengikuti tes kenaikan sabuk.
" Aku sudah sering melihat jebakan seperti ini ketika aku berburu di hutan, apakah ini perbuatan mu? "
Jinno dan empat temannya telah dikepung oleh sembilan orang yang merupakan murid lainnya yang merebutkan kedelapan kunci untuk lolos ke pos selanjutnya.
" Ya tentu saja untuk mendapatkan kuncinya. Bukankah penjaga pos bilang harus mendapatkan kuncinya untuk lolos ke pos selanjutnya? " Jawab salah seorang murid yang bertingkah seperti bos dari ke sembilan murid itu.
" Apakah ini diperbolehkan Nala? " Tanya Wulan yang kebingungan dengan keadaan yang terjadi.
" Apakah penjaga pos melarang kita merebut kuncinya dari murid lain?, tidak kan ? " Ucap salah satu murid dari kesembilan itu.
__ADS_1
" Serahkan kuncinya baik - baik atau kami harus mengambilnya dengan kekerasan ? "
" Mana mungkin kami serahkan begitu saja, kami sudah susah payah merebutnya dari penjaga pos. Ya kan Nala " Timpal sekar mencoba mempertahankan kuncinya.
" Benar kata Sekar kita harus mempertahankan kunci yang susah payah kita dapatkan " Tegas Wulan yang menyetujui pernyataan Sekar walaupun dalam hati kesal kalau sebenarnya Sekar tidak ikut merebut kuncinya.
Karena tidak mencapai kata sepakat antar kedua kelompok mereka semua bersiap bertarung
Semua murid melakukan sikap pasang masing - masing dan pertarungan dimulai.
Pertarungan berlangsung tidak seimbang karena tim Jinno terdiri dari dua laki - laki dan tiga perempuan sedangkan tim lawan ada tujuh laki - laki dan dua perempuan. Tim Jinno mulai terdesak, tim lawan sangat cerdik karena menyerang orang yang terlemah yaitu Wulan dan Dina. Tim lawan pun berhasil mendapatkan dua kunci dari mereka berdua.
Pertarungan terhenti sebentar untuk mengambil nafas, dan di sela - sela itu Nala mencoba mengulur waktu dan berpikiran untuk melemahkan lawan.
" Tunggu dulu, kami hanya membawa lima kunci, sedangkan kalian sembilan orang bagaimana kalian akan membaginya? " Tanya Nala karena berpikir ketika lawan menyadari tidak semua akan mendapatkan kuncinya akan berdebat satu - sama lain dan berhenti menyerang.
" Itu tidak jadi masalah " Jawab seorang murid lawan.
__ADS_1
" Siapa yang berani membayar kuncinya paling banyak dia yang akan mendapatkan kuncinya " Tambahnya.
Rencana Nala untuk memecah - belah lawan pun gagal dan ia hanya pasrah akan kehilangan semua kuncinya. Melihat hal tersebut Sekar pun memberikan bisikan kepada Nala yang di dekatnya untuk merencanakan sesuatu.