
Beberapa tahun setelah masa perdamaian, kelima raja yang tersisa yang mempunyai kekuatan supranatural melakukan pertemuan dan memutuskan untuk melakukan sesuatu terhadap kekuatan supranatural mereka. Akhirnya setelah perdebatan yang begitu panjang, diputuskan lah untuk menyegel kekuatan supranatural yang mereka miliki di sebuah batu yang menjulang tinggi dan batu tersebut diberi nama " Paku Bumi ".
Di batu tersebut terukir mantra perjanjian perdamaian yang berbunyi : " Apabila terjadi kekacauan, peperangan, dan permusuhan yang mengingkari perjanjian perdamaian ini, maka bencana akan datang untuk menghilangkan kekacuan dari bumi ini".
Selesai...
Jinno selesai membaca ceritanya.
" Haaah..., sudah gitu aja?, terus dimana letak batu itu yaa? " Dina penasaran.
" Tempat itu tersembunyi di dalam hutan dan di kelilingi energi supranatural yang sangat kuat dan hanya orang tertentu yang bisa kesana. Seseorang yang mencoba memasuki hutan tersebut akan tersesat dan tidak akan menemukan jalan kembali. Selain itu batu itu sudah ada di sana sekitar 1000 tahun yang lalu, bisa saja sudah tertimbun longsor, di tumbuhi tanaman liar dan sebagainya" Wulan menjelaskan hal yang ia ketahui tentang legenda batu tersebut
" Kau tau darimana Wulan?, bahkan di buku ini tidak di jelaskan soal itu " Tanya Jinno Jinno keheranan.
" Ohh ayahku sering menceritakannya padaku " Jawab Wulan.
" Apa ayahmu pernah ke sana Wulan?" Tanya Nala
" kepo ( :-P ) " Wulan tidak mau memberitahukan tentang ayahnya dan seperti menyembunyikan sesuatu yang penting.
" Sepertinya Wulan masih ngambek " Pikir Dina dalam hati.
" Mungkin ada buku lain yang menjelaskan lebih detail tentang batu itu, aku akan mencarinya " Dina bangkit dari tempat duduknya dan kembali mencari petunjuk mengenai misteri batu tersebut.
" Ide bagus, aku juga akan mencarinya "Jinno terlihat bersemangat.
" Aku juga " Nala sebenarnya malas membantu mencari buku yang tak jelas, tetapi karena ia tidak mau duduk berduaan dengan Wulan, ia terpaksa ikut membantu Dina dan Jinno mencari buku tersebut.
Sementara itu, Wulan malah sibuk mencari buku tentang kisah cinta dan tak begitu peduli dengan apa yang di cari oleh teman - temannya.
__ADS_1
**Waktu telah berlalu..., tak terasa sudah sore.
" Hufft tidak ada kayaknya " Dina mulai menyerah mencari buku itu.
Jinno dan Nala juga tidak menemukannya dan menyerah juga.
" Wah..., buku apa itu Wulan?. Judul buku : cinta yang tak pernah terbalas " Tanya Jinno dengan polosnya.
" Ada dehh " Wulan terlihat malu dan berusaha menyembunyikan bukunya.
" Wah, sepertinya buku itu dapat menggambarkan isi hati Wulan " Dalam hati Dina.
" Udah sore ayo kita pulang ". Ucap Wulan sambil mengembalikan bukunya di rak.
" Iya ya, tidak terasa sudah sore aja " Tambah Dina.
Mereka berempat pun meninggalkan ruang buku dan berencana kembali ke rumah masing - masing.
" Sampai jumpa Jinno, Nala " Dina sambil melambaikan tangan.
" Sampai jumpa Dina, Wulan " Balas Jinno mengangkat tangan.
Mereka berempat berpisah Wulan dan Dina jalan ke barat, sedangkan Jinno dan Nala ke arah timur. Wulan dan Dina tinggal di Desa yang sama, sedangkan Jinno dan Nala tinggal di Desa berbeda namun berdekatan. Setelah sampai di persimpangan jalan, Jinno dan Nala pun berpisah menuju Desa masing - masing.
Kini tinggal Jinno Sendirian.
" Kok, kaya ada yang ngikutin " Dalam hati Jinno
Jinno kemudian melihat ke belakang.
__ADS_1
" Apa itu kau Nala!!, Jangan bercanda dong..., Nala..., Nala..., " Teriak Jinno yang mulai merinding disko.
" Mungkin cuma perasaanku saja " Dalam hati Jinno.
Jinno pun melanjutkan perjalanannya, namun perasaan aneh tetap menyelimuti Jinno, kemudian Jinno menoleh ke belakang lagi, namun tetap saja Jinno tidak menemukan apapun.
Dan saat Jinno melirik ke atas...,
" Waaaaw..., aa..., aa..., " Teriakk jinno sambil lari sekenceng - kencengnya.
Sampai depan rumah, Jinno baru berhenti berlari, nafas Jinno terengah - engah, kemudian membuka pintu.
" Waaa..., ternyata kakek " Jinno kaget waktu membuka pintu ada kakeknya sedang berdiri menghadap ke arahnya dan wajahnya sangat dekat.
" Kenapa kau Jinno, lihat kakek kaya lihat setan saja " Tanya kakek Jinno.
" Tadi aku lihat setan kek" Jawab Jinno.
" Mana ada setan, itu cuma imajinasimu aja Jinno " Kakek Jinno tidak percaya.
" Aku tidak bohong kakek, tadi aku beneran lihat, ada sosok tinggi besar mengikutiku " Jinno membela diri.
" Jika setan itu ada, kenapa hanya menampakkan wujudnya pada satu orang saja, selama ini orang yang mengaku melihat setan selalu orang yang sendirian saja dan selalu digambarkan sosok yang menakutkan. Kalau setan sungguh semenakutkan itu, kenapa tidak menampakkan dirinya saat orang - orang sedang berkumpul " Kakek Jinno menjelaskan argumennya.
" Terserah kakek aja deh, aku mau mandi " Ucap Jinno berjalan ke kamar mandi.
Selesai mandi, Jinno kemudian ke kamar tidur dan merebahkan badannya di tempat tidur.
" Apa ya itu tadi?, aku yakin itu bukan imajinasiku semata " Jinno masih kepikiran dengan apa yang ia alami barusan.
__ADS_1
Tak lama kemudian, Jinno telah tertidur lelap dan bermimpi berada di tempat yang aneh yang serba hitam. Jinno terus kebingunan karena tidak pernah melihat tempat seperti itu sebelumnya, dan melihat didepannya sebuah kursi raja yang kosong.