
" Kemana aja kau Nal..., eehh ternyata dirimu Sekar " Wulan tidak menyangka yang datang adalah Sekar.
** Sekar adalah murid baru perempuan lainnya yang sudah dikenal Wulan sejak lama.
" Ooh..., kalian rupanya, kenapa kalian disini?, apak kalian di sini mau belajar tentang obat - obatan juga?" Tanya Sekar.
" Tidak kok, kami sebenarnya mau ke ruang buku, tapi Jinno tiba - tiba pingsan tadi, jadi kami kesini dulu mengobati Jinno" Jawab Dina.
" Oh begitu, kepala kamu kenapa Jinno?, apa kamu jatuh dari langit?" Tanya Sekar.
" Aku tadi di serang mons..., ehh ga kenapa - kenapa kok, cuma jatuh, hehhehe " Jinno meralat perkataan nya, karena melihat tatapan Wulan yang mengerikan dan tak mau kena pukul lagi.
" Ayoo kita ke ruang buku, kau bisa jalan kan Jinno?" Wulan jalan keluar ruangan.
" Ehh tunggu Wulan..., maaf Sekar kami ke ruang buku dulu" Ucap Dina sambil menyeret tangan Jinno.
" Ehh iyaa. . ."
**Di lorong jalan menuju ruang buku.
" Kayaknya tadi yang kena pukul cuma kepala kan?, kok rasanya tubuhku memar semua yaa..., " Gumam Jinno karena merasakan tubuhnya kesakitan.
" Eeh anuu..., apa kamu baik - baik saja Jinno?" Dina mau menjelaskan yang sebenarnya kepada Jinno tetapi karena melihat lirikan mata Wulan, Dina mengganti ucapannya.
" Ehh iyaa, rasanya ada yang aneh aja" Jawab Jinno.
** Nala sedang dalam perjalanan menuju ruang pengobatan.
Seseorang sedang berlari dengan tergesa - gesa, di sisi lain Nala sedang berjalan santai tanpa beban. Saat sampai di tikungan lorong lainnya tanpa sengaja seseorang itu menabrak Nala, dan mereka berdua jatuh.
" Ehh maaf..., maaf..., ehh kamu Nala". Ucap seseorang yang mengenal Nala.
" Ehh ..., kamu ternyata Wira, mau kemana kamu buru - buru gitu?" Nala tidak menyangka akan bertemu murid baru lainnya padahal tidak ada jadwal latihan.
" Aku mau menemani kakakku latihan di ruang senjata. "
__ADS_1
"Ooh..., kakakmu ikut perguruan pencak silat ini juga?"
" Iyaa kakakku senior kita, dia sudah sabuk merah"
" Kamu sendiri sedang apa disini?" Tanya Wira yang juga tidak menyangka akan bertemu Nala di luar jadwal latihan di dalam padepokan pencak silat macan putih.
" Aku mau ke ruang pengobatan, Jinno, Wulan dan Dina ada disana". Jawab Nala.
" Oh gitu, aku jalan dulu nanti kakakku marah" Wira melanjutkan perjalanannya dengan berlari.
Sedangkan Nala melanjutkan perjalanannya ke ruang pengobatan.
**sementara itu, Wulan, Jinno dan Dina sampai di ruang buku.
" Selamat datang di ruang buku " Ucap seorang wanita tua penjaga ruang buku.
" Ada yang bisa di bantu?" Lanjut wanita itu.
" Apakah ada semacam buku tentang sejarah perguruan pencak silat macan putih disini?" Tanya Jinno.
" Oh tentu saja ada,, buku itu ada di rak paling pojok, tapi hati - hati buku itu sedikit rusak "
**sementara itu.
Nala menuju ruang pengobatan karena mengira Wulan, Dina dan Jinno masih disana. Sesampainya di ruang pengobatan Nala tidak menemukan mereka bertiga dan justru bertemu Sekar.
" Lohhh Sekar kamu disini?" Nala tidak menyangkan akan bertemu Sekar di ruang pengobatan.
" Iya, aku ingin tau lebih banyak tentang obat - obatan, jadi kalau tidak ada latihan aku kesini" Terang Wulan
"Ohh gitu, ohh yaa, apa kamu lihat Jinno, Wulan dan Dina kesini tadi ?". Tanya Nala.
" Mereka tadi bilang mau ke ruang buku" Jawab Sekar.
" Kalau gitu, aku akan menyusul mereka,, sampai jumpa Sekar "
__ADS_1
" Sampai jumpa Nala "
**Di ruang buku.
" Ohh ini yang di ceritakan Guru Besar Sura kemarin" Jinno menunjukkan buku yang ia baca.
" Ohh benarkah? " Dina penasaran dan ikut melihatnya.
" Kau tidak ingin lihat ini Wulan?"
" Tidak, lagi tidak mood baca" Jawab Wulan.
Sedangkan dalam hati Wulan sedang memikirkan Nala, " Apa mungkin Nala tadi bertemu seorang wanita yaa..., "
" Apa kau sedang memikirkan Nala Wulan? " Bisik Dina.
"Tentu saja tidak! "Jawab Wulan dengan memalingkan wajahnya.
" Kalian sudah disini ternyata " Nala sudah sampai di ruang buku.
" Kau berumur panjang Nala, kami barusan membicarakanmu " Ucap Dina.
" Kemana saja kau Nala!?, apa kau menemui seorang wanita tadi? " Ucap Wulan dengan spontan. Dalam hati, "ehh keceplosan "
" Ehh wanita yaa..., emm..., Ohh ya aku ingat tadi ketemu Sekar. Bagaimana kau tahu? "
" Ehh malah jujur..., " Dina dalam hati
" Eh Sekar Sialann..., " Wulan marah dalam hatinya.
" Nala ternyata ini yang di ceritakan Guru Besar Sura kemarin, semua ada disini " Ucap Jinno dengan menunjukkan bukunya.
" Ohh benarkah?? ", apa yang ku katakan waktu latihan kemarin benar?? " Ucap Nala mengingatkan kejadian waktu kena hukuman pelatih Bima.
" Hehehe " Jinno merasa bersalah, ternyata memang sesuai yang di katakan Nala.
__ADS_1
Jino melanjutkan membaca,
" Ternyata masih ada kelanjutannya..., " Jinno menatap dengan serius yang di bacanya.