Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Ruang Buku


__ADS_3

" Kemana aja kau Nal..., eehh ternyata dirimu Sekar " Wulan tidak menyangka yang datang adalah Sekar.


** Sekar adalah murid baru perempuan lainnya yang sudah dikenal Wulan sejak lama.


" Ooh..., kalian rupanya, kenapa kalian disini?, apak kalian di sini mau belajar tentang obat - obatan juga?" Tanya Sekar.


" Tidak kok, kami sebenarnya mau ke ruang buku, tapi Jinno tiba - tiba pingsan tadi, jadi kami kesini dulu mengobati Jinno" Jawab Dina.


" Oh begitu, kepala kamu kenapa Jinno?, apa kamu jatuh dari langit?" Tanya Sekar.


" Aku tadi di serang mons..., ehh ga kenapa - kenapa kok, cuma jatuh, hehhehe " Jinno meralat perkataan nya, karena melihat tatapan Wulan yang mengerikan dan tak mau kena pukul lagi.


" Ayoo kita ke ruang buku, kau bisa jalan kan Jinno?" Wulan jalan keluar ruangan.


" Ehh tunggu Wulan..., maaf Sekar kami ke ruang buku dulu" Ucap Dina sambil menyeret tangan Jinno.


" Ehh iyaa. . ."


**Di lorong jalan menuju ruang buku.


" Kayaknya tadi yang kena pukul cuma kepala kan?, kok rasanya tubuhku memar semua yaa..., " Gumam Jinno karena merasakan tubuhnya kesakitan.


" Eeh anuu..., apa kamu baik - baik saja Jinno?" Dina mau menjelaskan yang sebenarnya kepada Jinno tetapi karena melihat lirikan mata Wulan, Dina mengganti ucapannya.


" Ehh iyaa, rasanya ada yang aneh aja" Jawab Jinno.


** Nala sedang dalam perjalanan menuju ruang pengobatan.


Seseorang sedang berlari dengan tergesa - gesa, di sisi lain Nala sedang berjalan santai tanpa beban. Saat sampai di tikungan lorong lainnya tanpa sengaja seseorang itu menabrak Nala, dan mereka berdua jatuh.


" Ehh maaf..., maaf..., ehh kamu Nala". Ucap seseorang yang mengenal Nala.


" Ehh ..., kamu ternyata Wira, mau kemana kamu buru - buru gitu?" Nala tidak menyangka akan bertemu murid baru lainnya padahal tidak ada jadwal latihan.


" Aku mau menemani kakakku latihan di ruang senjata. "

__ADS_1


"Ooh..., kakakmu ikut perguruan pencak silat ini juga?"


" Iyaa kakakku senior kita, dia sudah sabuk merah"


" Kamu sendiri sedang apa disini?" Tanya Wira yang juga tidak menyangka akan bertemu Nala di luar jadwal latihan di dalam padepokan pencak silat macan putih.


" Aku mau ke ruang pengobatan, Jinno, Wulan dan Dina ada disana". Jawab Nala.


" Oh gitu, aku jalan dulu nanti kakakku marah" Wira melanjutkan perjalanannya dengan berlari.


Sedangkan Nala melanjutkan perjalanannya ke ruang pengobatan.


**sementara itu, Wulan, Jinno dan Dina sampai di ruang buku.


" Selamat datang di ruang buku " Ucap seorang wanita tua penjaga ruang buku.


" Ada yang bisa di bantu?" Lanjut wanita itu.


" Apakah ada semacam buku tentang sejarah perguruan pencak silat macan putih disini?" Tanya Jinno.


" Oh tentu saja ada,, buku itu ada di rak paling pojok, tapi hati - hati buku itu sedikit rusak "


**sementara itu.


Nala menuju ruang pengobatan karena mengira Wulan, Dina dan Jinno masih disana. Sesampainya di ruang pengobatan Nala tidak menemukan mereka bertiga dan justru bertemu Sekar.


" Lohhh Sekar kamu disini?" Nala tidak menyangkan akan bertemu Sekar di ruang pengobatan.


" Iya, aku ingin tau lebih banyak tentang obat - obatan, jadi kalau tidak ada latihan aku kesini" Terang Wulan


"Ohh gitu, ohh yaa, apa kamu lihat Jinno, Wulan dan Dina kesini tadi ?". Tanya Nala.


" Mereka tadi bilang mau ke ruang buku" Jawab Sekar.


" Kalau gitu, aku akan menyusul mereka,, sampai jumpa Sekar "

__ADS_1


" Sampai jumpa Nala "


**Di ruang buku.


" Ohh ini yang di ceritakan Guru Besar Sura kemarin" Jinno menunjukkan buku yang ia baca.


" Ohh benarkah? " Dina penasaran dan ikut melihatnya.


" Kau tidak ingin lihat ini Wulan?"


" Tidak, lagi tidak mood baca" Jawab Wulan.


Sedangkan dalam hati Wulan sedang memikirkan Nala, " Apa mungkin Nala tadi bertemu seorang wanita yaa..., "


" Apa kau sedang memikirkan Nala Wulan? " Bisik Dina.


"Tentu saja tidak! "Jawab Wulan dengan memalingkan wajahnya.


" Kalian sudah disini ternyata " Nala sudah sampai di ruang buku.


" Kau berumur panjang Nala, kami barusan membicarakanmu " Ucap Dina.


" Kemana saja kau Nala!?, apa kau menemui seorang wanita tadi? " Ucap Wulan dengan spontan. Dalam hati, "ehh keceplosan "


" Ehh wanita yaa..., emm..., Ohh ya aku ingat tadi ketemu Sekar. Bagaimana kau tahu? "


" Ehh malah jujur..., " Dina dalam hati


" Eh Sekar Sialann..., " Wulan marah dalam hatinya.


" Nala ternyata ini yang di ceritakan Guru Besar Sura kemarin, semua ada disini " Ucap Jinno dengan menunjukkan bukunya.


" Ohh benarkah?? ", apa yang ku katakan waktu latihan kemarin benar?? " Ucap Nala mengingatkan kejadian waktu kena hukuman pelatih Bima.


" Hehehe " Jinno merasa bersalah, ternyata memang sesuai yang di katakan Nala.

__ADS_1


Jino melanjutkan membaca,


" Ternyata masih ada kelanjutannya..., " Jinno menatap dengan serius yang di bacanya.


__ADS_2