
Sore hari, sebelum bulan purnama ke delapan. Semua murid tanpa sabuk berkumpul di halaman padepokan perguruan pencak silat macan putih. Mereka melakukan latihan seperti biasanya sampai malam tiba. Menjelang tengah malam pelatih Bima mengumpulkan semua murid dan bersiap memberikan penjelasan mengenai aturan dalam ujian kali ini.
Semua murid telah berkumpul, pelatih Bima mulai menjelaskan tentang aturannya.
" Sebelum matahari terbit kalian harus mengumpulkan delapan kunci untuk lolos ujian dan mendapatkan sabuk hijau. Kedelapan kunci dipegang oleh para penjaga pos ujian, artinya kalian harus melewati delapan pos ujian untuk lolos." Terang pelatih Bima.
Setelah pelatih Bima selesai menjelaskan mengenai aturannya, para murid mulai mengambil kertas undian untuk menentukan urutan murid yang akan menjalani ujian terlebih dahulu.
" Wow..., Aku dapat nomer satu, gimana ini? " Ucap Jinno.
" Bukannya kau seharusnya senang Jinno, dengan mendapatkan urutan pertama kau mempunyai waktu yang lebih lama dibandingkan yang lain " timpal Nala.
" Benar juga, tapi aku deg-degan ".
" Apa kau mau bertukar denganku Jinno?, Aku mendapatkan nomer dua ". Ucap Wira sambil menunjukkan nomer undiannya.
" Boleh juga idemu Wira. "
Kemudian Jinno dan Wira meminta izin kepada pelatih Bima untuk menukar nomor undiannya namun tidak diperbolehkan. Jinno hanya pasrah dan menyiapkan mentalnya untuk memulai ujian.
Ujian akhirnya dimulai...
Jinno yang mendapatkan nomor urutan pertama mulai berjalan keluar gerbang padepokan pencak silat harimau putih dengan perasaan deg - degan. Penjaga gerbang mengarahkan Jinno untuk terus berjalan ke arah utara.
__ADS_1
Dan sampailah Jinno di pos pertama...,
" Salam perguruan! " Ucap penjaga pos pertama yang merupakan murid sabuk merah perguruan pencak silat harimau putih.
Jinno pun bergegas melakukan gerakan salam perguruan pencak silat harimau putih. Setelah Jinno selesai melakukan gerakan salam penjaga pos pertama mulai melontarkan beberapa pertanyaan kepada Jinno.
" Apa tujuanmu masuk perguruan pencak silat harimau putih? "
" Tujuanku adalah menjadi salah satu pendekar penjaga delapan gerbang arah mata angin dan mendapatkan uang. Namun tujuanku sekarang adalah menjadi kuat. " Jawab Jinno.
Jinno teringat waktu bertemu dengan Mahesa bahwa banyak hal yang harus dilewati untuk menjadi pendekar, maka dari itu Jinno berpikiran untuk menjadi kuat terlebih dahulu supaya dapat mencapai tujuan utamanya.
" Oke jawaban yang bagus, selanjutnya jika kau ingin lanjut ke pos kedua kau harus menjawab pertanyaanku waktunya 10 detik "
" Jika kau melihat seorang ibu dan anaknya mau tenggelam dan kau hanya bisa menyelamatkan salah satunya, siapa yang akan kau selamatkan terlebih dahulu ? "
" Baiklah..., kau lulus. Kau boleh lanjut ke pos berikutnya " Ucap penjaga pos pertama.
" Haahhh..., " Jinno terkejut mendengarnya, karena Jinno sudah sangat frustasi tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Jinno pun melanjutkan perjalanan ke pos kedua namun terus berpikir tentang pertanyaan yang membingungkan tadi dan terus membuat Jinno frustasi.
***Kembali ke pos pertama.
__ADS_1
Wira sampai di pos pertama, dan seperti sebelumnya penjaga pos menyuruh Wira melakukan salam perguruan oencak silat harimau putih dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan.
Ketika penjaga pos menanyakan tentang tujuan Wira masuk perguruan pencak silat harimau putih, Wira menjawab bahwa ia tertarik karena kakaknya juga berlatih di perguruan yang sama. Sedangkan untuk pertanyaan pilihan untuk menyelamatkan orangtua atau anak Wira menjawab dengan menyelamatkan dua - duanya.
" Jika tidak memungkinkan menyelamatkan dua - duanya? " Tanya lanjutan dari penjaga pos.
" Tidak ada yang tidak mungkin, pendekar harus bisa membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin " Jawab Wira dengan penuh percaya diri. Kemudian penjaga pos pun mempersilahkan Wira untuk melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya.
Peserta ujian yang lainnya juga telah melewati pos pertama setelah menjawab pertanyaan dari penjaga pos. Ada yang memilih untuk menyelamatkan orangtua karena mereka ingat dengan jasa orangtua mereka sewaktu kecil dan ada juga yang memilih untuk menyelamatkan anak karena dalam pikiran mereka anak merupakan generesi penerus masa depan dan banyak lainnya.
Dan tibalah sampai peserta yang terakhir yaitu Nala.
" Apa tujuanmu masuk perguruan pencak silat harimau putih? " Tanya penjaga pos.
" Tentu saja untuk menjadi pahlawan " Jawab Nala
" Simpel sekali jawabanmu "
" Ya banyak orang punya tujuannya masing - masing tapi semua itu mengarah pada satu hal yaitu menjadi pahlawan " Terang Nala.
Dan ketika pertanyaan tentang pilihan antara memilih orangtua atau anak yang akan dia selamatkan, Nala tidak menjawab dan langsung nyelonong aja menuju pos selanjutnya. Penjaga pos pun geram atas keridaksopanan Nala tersebut.
" Heii..., apa maksudmu pergi begitu saja sebelum menjawab peetanyaan kami? " Teriak penjaga pos yang kesal.
__ADS_1
" Apa aku harus menjawab pertanyaan yang tidak penting itu?, tidak ada jawaban yang benar kan? itu cuma pertanyaan untuk mengetahui cara kami mengambil keputusan " Nala melanjutkan langkahnya menuju pos selanjutnya.
Setelah penjaga pos pertama telah selesai menjalankan tugasnya, mereka kembali ke padepokan perguruan pencak silat harimau putih untuk melaporkan kepada panitia ujian mengenai hasil ujian di pos pertama. Mereka juga mendiskusikan tentang siapa saja dari para peserta ujian yang akan menjadi pendekar hebat di masa depan.