Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Akhir Pertarungan


__ADS_3

Melati merentangkan tangannya, kemudian memutar tangan kanan lurus ke atas, sedangkan tangan kirinya di putar lurus horisontal tepat diantara dada dan perutnya.


🎶AJIAN PENCIPTAAN BUNGA🎶


🎶🌿💮MELATI BERMEKARAN💮🌿🎶


Seketika tempat pertandingan di penuhi dengan bunga melati yang berterbangan, disertai aromanya yang sangat menusuk hidung. Bunga Melati tersebut suatu "Ajian" atau kekuatan supranatural tingkat tinggi yang dapat mewujudkan suatu bentuk inti kekuatan dalam tubuh manusia menjadi nyata.


" Darimana datangnya bunga melati ini. Bunga ini nyata dan aromanya juga sangat khas sekali". Ucap Dina.


" Bunga ini berasal dari ajian yang dikeluarkan oleh Melati. Bunga ini memang nyata, namun ketika Melati meninggalkan tempat ini bunga ini akan menghilang dengan sendirinya". Terang pelatih Bima.


**Kembali ke pertandingan.


" Ooh ini yang mau kau tunjukkan, ini memang sangat mengagumkan. Ku harap aku juga bisa menemukan apa inti kekuatan supranaturalku ". Ucap Anggrek.


" Ini bukan waktunya untuk kagum, pertarungan masih berjalan. Apa kau sudah menyerah setelah melihat semua ini ". Sambung Melati.


" Tentu saja tidak, aku akan segera menjadi pendekar dan menguasai ajian sepertimu ".


" Baiklah..., aku mulai..."


Melati menghilang dari pandangan Anggrek, dia bersembunyi di antara bunga melati yang bertebaran sekitar tempat pertandingan. Bunganya perlahan berputar - putar mengelilingi Anggrek dan membuat penglihatanya terbatas. Anggrek menyilangkan tangannya di depan wajahnya supaya bunga melati yang bertebaran tidak menggangu penglihatannya. Aggrek meningkatkan kewaspadaannya karena dia benar - benar tidak tau dimana keberadaan Melati.


Melati tiba - tiba muncul di belakang Anggrek dan meluncurkan jurus - jurus pamungkas. Anggrek tidak bisa menghindar dari serangan tersebut dan tersungkur di tanah.


Anggrek yang belum mau menyerah kemudian berdiri lagi dan mencoba berpikir apa yang harus dilakukannya untuk keluar dari situasi tersebut. Namun Melati tiba - tiba muncul dari atas dan meluncurkan jurus pamungkas yang membuat Anggrek tersungkur lagi.


Lagi - lagi Anggrek belum menyerah. Dia teringat kalau ada satu jurus lagi yang bisa membuatnya dapat menyerang balik, tetapi masalahnya Anggrek belum menguasahi secara penuh jurus itu.


" Baiklah..., akan ku coba mengeluarkannya tidak ada pilihan lain ". Gumam Anggrek.


Anggrek memulai langkah - langkah untuk dapat mengeluarkan jurus itu. Melati yang mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Anggrek, kemudian mencoba menganggunya dan berhasil melancarkan serangan. Anggrek tetap berusaha melanjutkan langkah - langkahnya dan berusaha tidak sampai tersungkur lagi meskipun mendapat serangan dari Melati. Anggrek sempat terkena serangan yang membuatnya terpental jauh, namun ia tetap mencoba melanjutkan langkah - langkanya.


Langkah - langkah tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menyerap energi supranatural di sekitar dan melepaskannya untuk mengeluarkan jurus pamungkas.

__ADS_1


🎶🎶JURUS KEDELAPAN🎶🎶


🎶🎶🐅TARIAN HARIMAU : DELAPAN PENJURU MATA ANGIN🐅🎶🎶


Muncul simbol mata angin di tanah, Anggrek menari - nari di atas simbol itu, dan setiap gerakannya mengeluarkan gelombang energi yang dapat menghempaskan bunga melati yang telah dikeluarkan Melati.


Wushh..., whuuussh..., wuuush..., wusshhh...,


" Ugh...,". Para penonton terkena hempasan bunga melati yang bertebaran.


Melati menyilangkan tangan di depan muka untuk melindunginya dari hempasan bunga melati.


" Aagghhh....,". Anggrek tiba - tiba teriak kesakitan.


Tato kepala harimau muncul di balik telapak tangan Anggrek. Tak lama kemudian Anggrek pingsan dan tergeletak di tanah. Melihat kejadian tersebut para pelatih langsung membawa Anggrek ke ruang pengobatan.


Latihan telah dibubarkan, para murid sabuk kelas bawah bertanya - tanya apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa bisa ada tato kepala harimau tiba - tiba muncul di balik telapak tangan Anggrek.


Wira menuju ruang pengobatan untuk melihat kakaknya tersebut. Sekar juga ke ruang pengobatan untuk membantu tabib di ruang pengobatan.


Anggrek terbangun dan membuka matanya.


" Dimana aku?". Anggrek bertanya - tanya sambil mengidentifikasi keadaan sekitarnya.


" Kau di ruang pengobatan. Kau tadi pingsan, aku yang membawamu kesini ". Ucap Melati.


" Apa yang terjadi?, kenapa aku pingsan". Tanya Anggrek yang masih kebingungan.


" Saat kita bertarung tadi, kau memaksakan tubuhmu. Kau bahkan mengeluarkan jurus ke delapan dengan tubuh yang sudah terluka dan nafas yang tidak stabil. Untung saja itu tidak sia - sia, kau berhasil mendapatkan tato kepala harimau yang berarti kau telah resmi menjadi pendekar dari perguruan pencak silat macan putih ". Terang Melati panjang lebar.


Anggrek melihat di balik telapak tangan kirinya ada tato kepala harimau. Anggrek sangat senang, latihan keras selama ini tidak sia - sia.


Selesai berbicara dengan Anggrek, kemudian Melati keluar ruangan dan memberitahu Wira bahwa kakaknya sudah bangun. Mendengar hal tersebut Wira pun berbegas masuk untuk melihat kakaknya.


" Kak Anggrek baik - baik saja?". Tanya Wira yang kwatir keadaan kakaknya.

__ADS_1


" Aku baik - baik saja Wira, aku cuma kelelahan aja. Kakak sudah berhasil mendapatkan tanda tato kepala harimau". Anggrek menunjukkan tato kepala harimau itu kepada Wira.


" Sekarang kakak tidak akan latihan di perguruan pencak silat macan putih lagi. Setelah ini kakak akan latihan khusus bersama kak Melati, jadi mungkin kita tidak akan bertemu dalam waktu yang lama.


" Tidak apa - apa kak, aku senang kakak telah menjadi pendekar perguruan pencak silat macan putih. Aku akan segera munyusul kakak menjadi pendekar". Ucap Wira dengan perasaan senang dan sedih yang bercampur aduk.


Beberapa saat kemudian Jinno, Nala, Wulan dan Dina masuk ke ruangan.


" Haii..., Wira..., apakah kakakmu sudah baikan? ". Tanya Jinno sambil berjalan masuk ruangan.


" Oh..., kalian belum pulang? ".


" Tadinya sihh mau pulang, terusJinno memaksa kita kesini jadi kita memutuskan untuk melihat keadaan kakakmu dulu ". Ucap Nala.


" Ini kak Anggrek, ramuan untuk membantu memulihkan luka dalam kakak ". Ucap sekar memberikan segelas ramuan herbal.


" Terimakasih sekar, sudah membantu menyembuhkan kakakku ".


" Ohh, itu emang tugasku kok. Selain berlatih pencak silat, aku juga belajar ilmu pengobatan disini untuk membantu mengobati semua orang yang membutuhkan".


" Kau hebat sekali Sekar, ". Puji Nala.


Mendengar hal tersebut, Wulan pun iri kepada Sekar. Dia yang selama sering bersama Nala belum pernah sekalipun dipujinya.


Anggrek sangat senang karena Wira akhirnya mendapat teman yang banyak dan baik hati juga. Dari kecil Wira tidak mempunyai teman, dia hanya mengikuti kakaknya kemanapun ia pergi. Wira hanya peduli kepada kakaknya dan terus mengagumi kakaknya.


" Pertarungan kak Anggrek tadi sangat hebat, bisa mengimbangi kak Melati yang seorang pendekar ". Puji Dina.


" Tidak juga, sebenarnya kak Melati sengaja tidak mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya saat melawanku ".


" Apa??, ". Semua terkejut mendengar hal itu.


Benarkah itu?, padahal kakak sudah menguarkan semua kekuatan yang kakak miliki sampai babak belur gitu ". Ucap Wira.


" Itu benar Wira, kak Melati beberapa kali sengaja menahan serangannya, dan memaksaku untuk melampaui batasanku ".

__ADS_1


Setelah itu, Jinno, Nala, Wulan dan Dina memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing - masing. Dalam perjalanan menuju rumah, mereka bertanya - tanya dalam hati, " seberapa kuat pendekar itu sebenarnya? ".


__ADS_2