Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
RIVAL


__ADS_3

Pertarungan dimulai...,


Mahesa dan dua orang begal saling mengadu jurus dan senjata. Mahesa harus menangkis senjata salah satu orang, dan menghindari senjata satu orang lainnya secara bersamaan. Ketika dua orang begal itu mulai kelelahan, Mahesa memutar tubuhnya sangat cepat serta menyasar bagian perut kedua begal itu, menggunakan senjata karambit yang di pegang di kedua tangannya. Kedua begal itu terluka di perutnya.


Menyadari kalau mereka tidak sanggup mengalahkan Mahesa, kedua begal tersebut berniat melarikan diri. Namun Mahesa dengan sigap menangkap salah seorang begal itu dan yang satu lagi sengaja di biarkan lari. Kemudian Mahesa mengikat satu begal yang telah ia tangkap tersebut.


Karena terus - terusan berusaha melepaskan diri, begal itupun di pukul Mahesa hingga pingsan. Kemudian Mahesa membawa begal itu ke Kota Kerajaan untuk di interogasi dan dimasukkan ke penjara.


** Pagi hari di depan gerbang padepokan perguruan pencak silat macan putih.


Jinno berdiri sedang di depan gerbang, dengan mengendong tas yang berisi seragam latihan pencak silat dan beberapa saat kemudian Wulan dan Dina datang.


" Mimpi apa kau Jinno, tumben sekali pagi - pagi sudah datang "


Wulan berpikir ada yang aneh dengan Jinno. Dia tidak seperti biasanya yang selalu datang ke padepokan perguruan pencak silat macan putih paling terakhir.


" Aku mimpi jadi pendekar terkuat di bumi ini, dan tidak ada yang bisa mengalahkanku. Hahaha..." Jawab Jinno dengan menyombongkan diri.


**Tak lama kemudian Nala datang.


" Kau terlambat Nala!. Hahaha..."


Jinno sudah bangga dengan dirinya yang datang paling awal pertama kali.


" Baru datang lebih dulu daripada aku sekali saja, bicaramu sudah sok - sok an Jinno " Ucap Nala sambil jalan memasuki gerbang.


" Aku yang pertama memasuki gerbang, berarti kau yang terlambat. Hahaha..."


Nala membalas kesombongan Jinno, dengan kecerdasannya.


" Woy..., itu curang!, seharusnya aku yang memasuki gerbang duluan, tunggu Nala...! " Teriak Jinno kesal merasa dibodohi Nala.


" Apaan sih kalian berdua ni, kaya anak kecil saja "


Wulan mengikuti Nala dan Jinno yang sudah memasuki gerbang.


" Apa yang di katakan Jinno tadi serius?, Kalau gitu aku juga akan berlatih lebih keras lagi " Ucap Dina dalam hati dan mengikuti Wulan memasuki gerbang juga.


** Sampai di halaman padepokan yang digunakan tempat latihan.


" Ternyata ada yang datang lebih pagi darimu Jinno "


Nala melihat ada seorang murid baru lainnya di tempat latihan.


" Bukankah itu Wira?, bahkan dia sudah memakai seragam dan juga melakukan pemanasan sendiri " Sambung Jinno.


" Kemarin waktu kita ke ruang buku, aku sempat bertemu Wira dan dia bilang mau latihan. Sepertinya dia yang akan jadi pendekar terhebat di bumi ini Jinno " Nala mencoba menurunkan semangat Jinno.


" Benarkah?, kalau begitu aku besok akan datang lebih pagi dari Wira." Ucap Jinno yang tidak mau kalah dengan Wira.


**Kemudian Jinno dan Nala mendekati Wira.

__ADS_1


" Kau semangat sekali Wira?, padahal latihan belum dimulai, tapi kau sudah berlatih sendiri "


Jinno memuji Wira sekaligus iri dengan semangat Wira dalam latihan.


" Ya tentu saja, aku tidak akan membuang - buang waktuku untuk bermain - main. Aku akan menjadi pendekar yang terkuat di bumi ini dan melindungi semua orang " Ucap Wira dengan penuh semangat.


" Baiklah kalau begitu, aku juga akan latihan dengan keras "


Jinno yang tidak mau kalah dengan Wira, kemudian berlari ke ruang ganti untuk memakai seragam latihan dan memulai pemanasan seperti Wira.


" Hooee..., tunggu Jinnoo, ah sudahlah "


Nala tak mau repot mengejar Jinno dan hanya berjalan santuy saja.


**Tak lama kemudian Jinno sudah kembali dan sudah memakai seragam lengkap.


" Mulai hari ini aku akan berlatih lebih keras lagi, kau tak akan ku biarkan menjadi pendekar terkuat di Bumi ini Wira" Jinno sangat percaya diri dan menantang Wira untuk menjadi yang terkuat.


" Oke, kita buktikan siapa yang akan menjadi pendekar terkuat di Bumi ini Jinno" Wira pun meladeni tantangan Jinno dengan penuh percaya diri.


" Mulai sekarang kau adalah rivalku, aku takkan kalah darimu Wira " Ucap Jinno.


" Baiklah Jinno, mulai hari ini kita akan bersaing untuk menjadi yang terkuat" Balas Wira.


Kemudian Wira dan Jinno melakukan jabat tangan tanda persaingan mereka siap dimulai.


Setelah itu, Sekar datang dengan pakaian mencolok seperti biasanya. Sembilan murid baru lainnya juga sudah datang dan langsung pergi ke ruang ganti. Semua murid telah memakai baju seragamnya dam mulai berkumpul di tempat latihan. Sedangkan di tempat lain, murid sabuk hijau, putih, jingga dan merah juga sudah siap di tempat mereka masing - masing.


" Sebelum kita memulai latihan pada hari ini, marilah kita berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing - masing. Berdo'a mulaii..., " Ucap pelatih Bima memimpin do'a.


"Selesaaii...,


Setelah semua selesai berdo'a, mereka semua berdiri, kemudian Pelatih Bima memandu para murid melakukan pemanasan.


Selesai pemanasan, pelatih Bima menyuruh para murid istirahat.


" Pelatih Bima kapan kami di ajari jurus - jurus nya?, aku ingin segera menguasahi 8 jurus pamungkas perguruan pencak silat macan putih" Tanya Wira penuh semangat seperti biasanya.


" Kau semangat sekali Wira, semangat itu bagus tapi seorang pendekar juga harus mempunyai kesabaran. Kalian semua akan diajari 8 jurus pamungkas perguruan pencak silat macan putih, kalau kalian sudah mendapatkan sabuk merah.


" Terus,, apakah kami hanya dilatih fisik saja sampai sabuk merah?".


" Tentu saja tidak,


📜🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶📜


1️⃣Sabuk hijau➡️8 jurus dasar


2️⃣Sabuk putih➡️8 jurus tingkat 2


3️⃣Sabuk jingga➡️8 jurus tingkat 3

__ADS_1


4️⃣Sabuk merah➡️8 jurus pamungkas


Dan kalian,


0️⃣ tanpa sabuk ➡️akan diajari tarian harimau penyambutan raja.


📜🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶📜


" Haaahhh...?? "


Semua murid laki - laki nampaknya sedikit kecewa akan hal itu, namun...,


" WoooW..., keren..., "


Semua murid perempuan justru sangat senang dengan itu.


" Pelatih Bima, kapan kami akan diajari tarian itu, saya tidak sabar" Ucap Wulan penuh semangat.


" saya juga...,


" saya juga...,


Para murid perempuan terlihat bersemangat.


" Baiklah kalau begitu, karena kalian bersemangat, akan ku ajari sekarang juga" Ucap pelatih Bima.


" Kalian juga yang laki - laki juga harus bersemangat. Kalau kalian tidak bisa menguasahi tarian ini, kalian tidak akan bisa menguasahi 8 jurus pamungkas" Ucap pelatih Bima kepada murid laki - laki.


" Baiklah kalau gitu, aku akan secepat mungkin tarian ini dengan sempurna"


Wira mulai kembali bersemangat lagi setelah mengetahui kalau tarian penyambutan raja sangat penting sebagai dasar jurus pamungkas nantinya.


" Aku tidak akan kalah darimu Wira "


Jinno juga mulai bersemangat dan tak mau kalah dengan Wira..


" Baiklah, Kalau kalian semua sudah bersemangat, berbaris dan ikuti gerakanku dengan seksama " Perintah pelatih Bima.


Kemudian semua murid pun berbaris dan mulai mengikuti gerakan - gerakan pelatih Bima.


**Sementara itu, di Kota Kerajaan Pancanegara


" Kerja bagus Mahesa, kau telah menangkap salah satu begal yang meresahkan penduduk Desa " Ucap kapten penjaga gerbang barat sekaligus salah satu dari 8 pendekar mata angin.


" Saya tidak pantas mendapat pujian dari kapten Nara, saya bahkan membiarkan kabur salah satu begal dan juga tidak bisa menemukan para pelaku pembakar hutan" Ucap Mahesa yang merasa gagal menjalankan misi.


" Jangan merendahkan dirimu Mahesa. kau bisa menangkap salah satu begal sendirian juga sudah bagus. Dan untuk para pelaku pembakar hutan sudah di tangkap oleh para pendekar penjaga gerbang barat daya. Kau sudah bekerja dengan baik Mahesa, aku akan membebaskanmu dari misi untuk dua minggu kedepan. Kau boleh melakukan apapun yang kau mau " Ucap kapten Nara.


"Terimakasih kapten Nara, saya permisi "


Mahesa meninggalkan ruangan markas penjaga gerbang barat dan berniat menuju ke sebuah tempat untuk menemui seseorang.

__ADS_1


__ADS_2