
Tengah hari telah lewat, tapi jinno dan teman - temannya belum selesai dengan ladangnya, mereka harus melewatkan makan siang karena telah melewati waktu yang diberikan pelatih Bima.
Karena tak kunjung selesai, pelatih Bima menghampiri Jinno dan teman - temannya bersama dengan seorang laki - laki.
" Kalian lambat sekali, ini sudah lewat tengah hari, sayang sekali harus melewatkan makan siang ". Ucap pelatih Bima.
" Mana mungkin kami bisa menyelesaikan ladang seluas ini hanya waktu setengah hari? ". Saut seorang murid.
" Tentu saja bisa, kalau kalian tidak bermalas - malasan ". Jawab seorang laki - laki yang bersama pelatih Bima.
" Siapa kau?, siapa yang kau bilang malas - malasan? ". Tanya Wira.
" Oh maaf, aku lupa belum memperkenalkan diri. Perkenalkan namaku Bayu Saputra, panggil saja aku Bayu, aku anak kepala Desa.
" Terimakasih sudah membantu membersihkan rumput ladang ayahku, sekarang istirahatlah, biarkan aku yang menyelesaikannya.
Setelah mengucapkan perkataan tersebut, Bayu langsung menuju ke tengah ladang dan mengangkat tangan kanannya di depan.
🎶AJIAN PENCIPTAAN ANGIN🎶
🎶🌪️PISAU ANGIN ****** BELIUNG🌪️🎶
Seketika rumput liar setinggi satu meter di ladang tersebut tercabut semua sampai bersih dan rumputnya terkumpul di satu tempat.
" Hebat..., itu kekuatan seperti kak Melati tapi berwujud angin ". Ucap Wira.
" Kenapa tidak dari tadi saja, jadi aku tak usah membuat tanganku lecet semua ". Ucap Wulan dengan nada sinis.
" Dasar putri manja, kalau kau takut lecet main aja masak - masakan ". Ejek Sekar.
__ADS_1
" Awas katamu Sekar..., ". Balas Wulan yang marah.
" Kalian jangan bertengkar! ". Dina berusaha menengahi mereka berdua.
Walaupun sudah ditengahi oleh Dina, pertengkaran kecil Wulan dan Sekar masih terus berlanjut.
Setelah Bayu sudah membereskan tumpukan rumput yang sudah tercabut dengan cara membakarnya, pelatih Bima kemudian membagikan satu botol air untuk setiap anak untuk menghilangkan rasa haus mereka. Pelatih Bima juga mengatakan bahwa satu botol minuman tersebut untuk jatah minum sampai malam hari, karena baru akan kembali ke penginapan esok hari.
" Haah, esok hari..., apakah kita akan mulai latihannya? ". Tanya Jinno.
" Kita akan mulai latihannya setelah tugas kalian selesai ". Jawab pelatih Bima.
Tugas membersihkan ladang sudah selesai, namun ternyata tugas lainnya sudah menunggu. Bayu dan pelatih Bima kemudian mengajak Jinno dan teman - temannya ke sungai untuk membuat bendungan supaya airnya dapat mengalir ke ladang. Pelatih Bima memberikan waktu sampai sebelum petang harus selesai kalau mau mendapat jatah makanan.
Karena tidak mau mendapat hukuman seperti yang sebelumnya, Jinno dan teman - temannya langsung mengerjakan tugas tersebut. Mereka mulai mengumpul batu kemudian menumpuknya untuk memblokir air sungai tersebut. Tak mudah untuk mengumpulkan batu - batu itu, selain harus memindahkan batu - batunya ke tengah sungai mereka juga harus menahan aliran sungai yang cukup deras dengan kaki sambil mengumpulkan batu tersebut.
Saat Jinno dan teman - temannya sibuk membuat bendungan, Bayu sibuk mencari ikan dengan tombak,
Setiap tombakan tak ada yang meleset, Bayu sangat ahli menangkap ikan dengan tombak dalam beberapa menit sudah mendapatkan banyak ikan, sedangkan pelatih Bima sibuk mengumpulkam kayu bakar.
Beberapa saat kemudian, Bayu sudah selesai menangkap ikan dan pelatih Bima juga sudah selesai mengumpulkan kayu bakar.
" Kau mau bakar ikan apa mau bakar orang, ngumpulin kayu bakar sebanyak ini? ". Bayu sangat kaget karena pelatih Bima mengumpulkan kayu bakar sangat banyak.
" Ini untuk membuat api unggun nanti malam, kau mau jadi es batu karena kedinganan? ". Terang pelatih Bima.
" Haahh, aku tidak bilang mau menemanimu sampai malam kok ".
" Memangnya aku mengajakmu kesini tidak untuk santai - santai, kau ku ajak kesini karena mendapat perintah dari perguruan untuk mengajari para murid baru itu. Mau ku laporkan ke Guru Besar Sura kalau kau menolak perintah ". Pelatih Bima mengeluarkan gulungan perintah dari perguruan pencak silat macan putih.
__ADS_1
" Merepotkan saja..., apa boleh buat aku tidak mau kehilangan tato harimau ini 🐯 yang sudah kudapatkan susah payah ". Ucap Bayu dengan terpaksa.
Kemudian Bayu dan pelatih Bima, mulai membakar ikan yang telah ditangkap. Bau ikam bakar yang sangat menggiurkan tercium sampai tempat para murid membuat bendungan.
" Pelatih sialan..., muridnya suruh kerja, dia malah enak - enak makan ikar bakar ". Gumam seorang murid.
" Kalau kalian mau ikan ini, cepat selesaikan tugas kalian...!, ini hampir petang lhoo..., nyamm..., nyamm..., nyammm..., ". Ucap pelatih Bima untuk memancing amarah mereka.
Hari sudah petang, Jinno dan teman - temannya sudah selesai membuat bendungan sebelum petang dan terbebas dari hukuman. Pelatih Bima membagikan ikan yang telah di tangkap Bayu kepada para muridnya, satu ikan untuk jatah dua orang dan menyuruh mereka membakarnya sendiri.
" Memang satu ikan cukup untuk kami berdua? " Ucap Jinno yang sangat kelaparan.
" Pelatih Bima mau kita mati kelaparan yaa?, kami tidak diberi makan dari tadi pagi dan cuma dikasih ikan sekecil ini untuk dibagi dua ". Tambah Wira.
" Suruh siapa kerja kalian lelet, kalau masih kurang kalian bisa tangkap ikan sendiri ".
" Kami disini kan mau latihan, malah disuruh kerja ". Ucap Wira yang kesal.
" Sudahlah Wira, kita tangkap ikan aja sendiri ". Saut Jinno.
Jinno dan Wira kemudian pergi ke sungai dan mencoba menangkap ikan dengan tombak seperti yang dilakukan Bayu.
" Jleeebb..., Jleebbb...,
" Sialll..., susah sekali..., bagaimana kak Bayu bisa melakukan semudah itu, tadi? ". Ucap Jinno
" Percuma Jinno kita kembali saja ". Saut Wira.
Mereka berdua hanya menombaki air, ternyata menangkap ikan dengan tombok tak semudah apa yang dilakukan Bayu. Mereka akhirnya memutuskan kembali saja dan membakar ikan yang telah dibagikan.
__ADS_1
Selesai menyantap ikan para murid pun istirahat untuk melepas lelah, namun waktu istirahat yang mereka tidak banyak karena latihan yang sebenarnya baru akan dimulai...,