Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Energi Penciptaan


__ADS_3

" Bangun Kalian semua...!!! ". Teriak pelatih Bima.


" Apa sudah pagi pelatih? ". Gumam Jinno sambil kucek - kucek mata.


" Ada apa pelatih Bima membangunkan kami tengah malam gini?, jangan bilang mau menyuruh kami hal yang aneh - aneh ". Tanya Nala.


" Seharusnya kau sudah tau Nala, bukannya kau selalu memperhatikan kata - kataku? ".


" Kalau dipikir - pikir saat pelatih Bima menyuruh kami untuk membuat bendungan, pelatih tidak menggunakan kata - kata seperti, " sebelum itu", lagi untuk menggantikan kata latihan, yang berarti kali ini pelatih akan melatih kami secara terang - terangan. Tapi kenapa harus tengah malam gini? ".


" Baguslah kalau kau sudah mengerti, justru latihan ini akan sangat mudah dilakukan pada tengah malam yang sunyi seperti ini ". Jawab pelatih Bima.


Para murid sudah bangun semua, dan siap untuk melakukan latihan tapi mereka masih bingung latihan macam apa yang akan dilakukan pada tengah malam yang sunyi dan hanya di terangi cahaya bulan. Bayu yang bertugas melatih para murid pada latihan kali ini mengajak para murid ke sungai dan menyuruh semua murid berendam.


" Haahh..., katanya mau latihan, malah suruh kami mandi bersama, saya menolak...!!!". Ucap Wulan.


" Ya benar...,


" Saya setuju...,


" Betulll..., ". Saut murid perempuan yang lain.

__ADS_1


" Siapa yang nyuruh kalian mandi, ini memang latihannya. Kalian akan aku ajari cara merasakan gelombang energi penciptaan, jadi dengarkan penjelasanku dan sembari mempraktekkannya ". Ucap Bayu.


" Latihan ini di dinamakan, " tapa tirta ". Sekarang kalian duduklah bersila di batu yang telah aku persiapkan kalian tidak akan tenggelam karena sudah ku atur kepala kalian tidak tenggelam dan bisa bernafas ".


Para murid mulai mempersiapkan diri untuk bertapa dengan meletakkan tangan kanan didada dan tangan kiri di pangkuan serta memejamkan mata. Sementara itu, Bayu mulai menjelaskan tentang energi penciptaan.


Alam semesta dulunya satu kesatuan yang utuh dan padat, namun suatu ketika alam semesta tersebut meledakkan dirinya. Ledakan tersebut membuat inti energi alam semesta juga terpecah - pecah dan setiap inti energi tersebut menjadi pusat energi yang mampu menyerap sisa energi ledakan di sekitarnya dan memadat kembali. Inti energi yang lebih kecil akan tertarik ke inti yang lebih besar, namun tidak dapat menyatu dan hanya mengitarinya karena kedua inti akan tarik - menarik satu sama lain.


Dari kejadian itu, terciptalah galaksi, matahari, planet dan sebagainya. Bumi yang mempunyai inti energi semesta yang berada di dalam pusat bumi dan di dalam bumi ada suatu energi yang dapat membuat suatu kehidupan yang disebut " Energi penciptaan ". Adanya energi penciptaan tersebut, maka terciptalah makluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.


Kalau tidak ada energi tersebut, makluk hidup tidak akan mati. Manusia menggunakan energi tersebut untuk bernafas, dan bergerak. Manusia menyerap dan menyimpan energi penciptaan saat sedang tidur, dan digunakan untuk menggerakkan tubuhnya ketika bangun. Apabila energi yang telah di simpan habis, tubuh manusia akan lemas dan memulai menyerap dan menyimpan energi penciptaan lagi. Sedangkan tempat menyerap dan menyimpan energi tersebut dinamakan " Inti Kehidupan ", yang kemudian oleh tuhan ditanamkan akal untuk berfikir supaya manusia dapat menciptakan sesuatu dengan pikirannya. Jika kita bisa menyerap energi penciptaan lebih banyak, maka kita juga dapat menggunakan energi tersebut untuk bergerak lebih cepat dan juga dapat memperkuat fisik kita. Tanah adalah bentuk energi penciptaan yang telah memadat dan nyata, air adalah energi penciptaan yang tidak memadat, namun bentuknya terlihat nyata, sedangkan angin adalah padatan energi penciptaan yang sangat tipis sehingga hanya dapat kita rasakan dan tidak dapat kita lihat.


" Sekarang kalian atur pernafasan kalian bersamaan dengan tekanan aliran air ke tubuh kalian, lalu alirkan udara yang kalian hirup yang merupakan energi penciptaan ke seluruh tubuh kalian dan jangan berhenti sebelum ku suruh ". Perintah Bayu.


Kemudian para murid mulai melakukan apa yang di perintahkan oleh Bayu, semakin banyak energi penciptaan yang di alirkan ke tubuh melebihi energi yang dibutuhkan sistem pernafasan akan tersimpan di inti kehidupan dalam tubuh manusia. Energi penciptaan yang dapat di simpan pada tubuh terbatas pada tingkat kekuatan manusia itu sendiri dan semakin banyak energi penciptaan yang tersimpan lama kelamaan energi tersebut akan memadat, kemudian memancarkan warna di sekitar tubuh yang disebut " Aura ". Aura menggambarkan kepribadian, emosi, dan jati diri seseorang. Setiap orang memiliki warna aura yang berbeda - beda.


Beberapa saat kemudian, para murid mulai merasa kedinginan dan ada beberapa yang mulai menggigil karena berendam di dalam air cukup lama. Kemudian Bayu menyuruh para murid menghentikan tapa mereka dan segera keluar dari air.


" Bima bangun...!!, sekarang giliranmu, aku juga mau tidur ". Teriak Bayu saat membangunkan pelatih Bima yang sedang tertidur pulas di bawah pohon.


" Kok udah selesai, aku masih mau tidur. Huaaammm..., ". Ucap pelatih Bima sambil menguap.

__ADS_1


" Kau seharusnya melatih mereka, bukan aku ". Ucap Bayu yang kemudian pergi mencari tempat buat bobok.


Kemudian pelatih membakar kayu bakar yang telah di kumpulkan setinggi dua meter untuk membuat api unggun yang cukup besar sehingga para murid yang kedinginan dapat menghangatkan badannya.


"Api..., 🔥


Api..., 🔥


Api..., 🔥 kita sudah menyala...


" Apa - apaan kalian malah nyanyi - nyanyi..., kita ini mau latihan ". Ucap pelatih Bima melihat kelakuan para muridnya yang tidak punya akhlak.


" La terus buat apa pelatih Bima membuat api unggun yang sangat besar gitu, kalau tidak untuk ritual renungan api? ".Tanya Dina yang kecewa.


" Ya mungkin hampir sama dengan ritual renungan api, tapi kita akan melakukan "Tapa Agni". Seperti yang sudah di ajarkan oleh Bayu, kalian harus mengalir energi penciptaan api ke tubuh kalian. Pancaran energi panas yang kalian rasakan merupakan tekanan dari energi penciptaan api ".


" Sekarang mulailah tapa agni dan jangan berhenti sampai api ini padam ". Perintah pelatih Bima.


Para murid pun mulai bersiap menjalankan tapa agni dengan duduk bersila melingkari api unggun dan kedua tangan membentuk segitiga di depan dada serta memejamkan mata. Setelah semua telah siap mereka mulai menyerap energi panas dari pancaran api dan mengalirkannya ke seluruh tubuh secara berkala. Sementara itu, pelatih Bima juga duduk bersila dan mulai menjelaskan energi penciptaan api.


Api, es, petir, dan lain - lain merupakan energi penciptaan yang terbentuk dari dua atau lebih padatan energi yang saling berbenturan. Semakin banyak padatan energi penciptaan yang saling berbenturan akan semakin kuat bentuk baru dari energi penciptaan.

__ADS_1


__ADS_2