Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Persiapan


__ADS_3

**Keesokan harinya.


Sebelum para murid kembali ke rumah masing - masing pelatih Bima mengumpulkan semua murid di halaman dan mengumumkan bahwa dua minggu lagi, tepatnya bulan purnama ke delapan akan diadakan ujian peningkatan sabuk hijau bagi para murid baru.


" Selama dua minggu dari sekarang kalian bebas melakukan apapun, tetapi jika kalian ingin mendapatkan sabuk hijau maka gunakan waktu yang kalian miliki untuk berlatih ". Ucap pelatih Bima dengan penuh keseriusan.


Mendengar perkataan pelatih Bima para murid sangat antusias dan tidak sabar menunggu waktu ujian dan mendapatkan sabuk pertama mereka yaitu sabuk hijau. Disaat murid lain kegirangan Nala justru memikirkan ujiannya akan seperti apa.


" Bubar..., sekarang kalian boleh pulang ke rumah kalian masing - masing dan jangan lupa datang saat ujian ". Tutup pelatih Bima mengakhiri pengumuman.


Perjalanan pulang kali ini tak ada pilihan lain, selain melewati rute yang terpanjang karena mengingat jembatan di rute yang lebih cepat telah roboh dan tak bisa di lewati lagi. Para murid pun akhirnya sampai ke rumah mereka masing - masing untuk mempersiapkan ujian yang akan mereka jalani dua minggu lagi.


Jinno, Nala, Wira, Wulan dan Dina sepakat selama dua minggu kedepan akan berlatih bersama, sedangkan Sekar menolak berlatih bersama karena dia akan berlatih sambil mengumpulkan tanaman obat-obatan.


Setelah istirahat satu hari di rumah masing - masing, Jinno, Nala, Wira, Wulan dan Dina berkumpul di suatu tempat di dekat Desa tempat tinggal Wulan dan Dina untuk mulai latihan bersama namun mereka justru kebingungan untuk memulai latihannya darimana. Dan setelah mereka berunding cukup lama akhirnya keputusan diserahkan kepada Nala untuk memimpin latihan.


" Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita ingat kembali latihan sebelumnya dengan pelatih Bima dan kak Bayu kemaren ". Ucap Nala.


" Pertama waktu di ladang, kita mencabuti rumput hanya dengan menggunakan tangan tanpa kita sadari itu dapat melatih kekuatan otot tangan kita. Selanjutnya kita membuat bendungan sungai dengan memindahkan batu - batu di sungai yang mengalir cukup deras, hal tersebut pastinya membuat kaki kita dipaksa untuk menahan beban berat serta menahan dari dorongan aliran sungai akan membuat kaki kita semakin kuat sehingga kuda - kuda kita juga semakin sempurna. Ketiga pada saat naik gunung kita memakai rompi dari besi yang sangat berat, sehingga memaksa tubuh kita menahan beban berat dan saat rompi dilepas tubuh kita akan menjadi ringan,


" Bukannya kita juga berlatih menyerap energi alam dan mengeluarkan aura juga Nala? ". Saut Jinno.


" Aku belum selesai Jinno,

__ADS_1


" Heh..., Aku kira kau melupakannya.


" Baiklah, aku lanjutkan..., hal yang paling penting seperti yang sudah dikatakan Jinno adalah latihan penyerapan energi penciptaan dan mengeluarkan aura. Kita beruntung sudah ada yang bisa menguasainya ". Semua mata langsung melihat ke arah Dina.


" Tapi juga ada yang aneh, seharusnya hanya orang yang sudah bisa mengeluarkan aura saja yang bisa melihat aura orang lain, tapi Jinno bisa melihatnya. Apa kau sebenarnya sudah bisa mengeluarkan auramu Jinno? ". Semua mata menuju ke arah Jinno.


" Ahh..., tidak - tidak, aku belum bisa mengeluarkan auraku dan aku juga tidak tau kenapa bisa melihatnya.


" Baiklah kalau begitu, bagaimana caranya kau bisa mengeluarkan auramu Dina? ". Tanya Nala dengan serius.


" Emm..., aku hanya melakukan seperti yang telah diajarkan kak Bayu dan pelatih Bima. Waktu itu keadaanku sangat lelah sekali, kemudian aku mencoba memasukkan energi penciptaan ke seluruh tubuh seperti yang diperintahkan. Setelah itu tiba - tiba pikiranku terasa aneh seperti dikelilingi bayangan putih yang besar dan aku tenggelam oleh bayangan tersebut. Pada saat itu aku tidak sadar apa yang terjadi padaku sampai pelatih Bima menyentuh pundakku dan menyadarkanku ". Terang Dina.


" Kalau begitu, kita latihan seperti apa yang telah kita lakukan kemaren dan saat kita sudah lelah dengan latihan fisik, kita lanjutkan dengan latihan penyerapan energi penciptaan sampai kita memahami cara mengeluarkan aura.


Setelah tau latihan apa yang akan dilakukan, mereka akhirnya memutuskan untuk membantu para petani di sekitar Desa mereka untuk mencabuti rumput liar di sawah dan kebun para petani untuk melatih kekuatan tangan merelka. Setelah selesai dengan latihan memperkuat tangan mereka dengan mencabuti rumput liar, mereka melanjutkan latihan dengan memindahkan batu - batu di sungai untuk menguatkan otot kaki dan memperkuat kuda - kuda mereka. Dan setelah cukup letih mereka melakukan tapa tirta sampai sebelum matahari🌞 terbenam. Pada malam hari tak lupa mereka menyalakan api unggun di di halaman rumah Wulan untuk melakukan tapa geni. Mereka mengulangi latihan tersebut sampai sebelum ujian di mulai.


**Dilihat dari sisi teman - temannya Jinno.


Pada saat Jinno mulai memasuki alam bawah sadarnya, Dina merasakan adanya tekanan aura yang sangat kuat, kemudian Dina membuka matanya dan melihat Jinno diselimuti oleh bayangan hitam. Jinno tiba - tiba pingsan dan Dina pun berteriak memanggil Jinno sehingga teman Jinno yang lainnya juga membuka mata mereka dan membawa Jinno yang sedang pingsan ke pinggir sungai. Jinno tak kunjung sadar, akhirnya diputuskan di bawa ke rumah Wulan dan memanggil tabib Desa untuk memeriksa keadaan Jinno.


" Dia hanya kelelahan saja, sebentar lagi juga bangun ". Ucap tabib tersebut setelah memeriksa keadaan Jinno.


Hari sudah petang, tetapi 9Jinno masih tak sadarkan diri.

__ADS_1


" Apa Jinno belum sadar juga? kita harus melakukan tapa geni. Ini malam terakhir latihan kita ". Ucap Wira.


" Apa kau bisa mengabaikan Jinno begitu saja Wira? ". Tanya Wulan sedikit marah.


" Ya , aku tak mau hanya diam saja dan melakukan apa - apa. Aku juga tak mau ketinggalan dari Jinno yang sudah bisa mengeluarkan auranya.


" Kalian latihan saja, biar aku yang menjaga Jinno ". Ucap Dina.


" Apa kau tidak apa - apa, tidak ikut latihan Dina? ". Tanya Wulan.


" Tidak apa - apa, aku juga sudah bisa mengeluarkan auraku, jadi tidak masalah tidak ikut latihan ".


Dan telah diputuskan bahwa Nala, Wulan, dan Wira akan melakukan latihan terakhir tapa geni, sedangkan Dina hanya menunggu Jinno dan berharap Jinno segera bangun.


Disaat Dina mulai cemas dengan keadaan Jinno, Dina teringat waktu dia pertama kali mengeluarkan auranya ia juga sempat tidak sadarkan diri dan dibangunkan pelatih Bima. Kemudian Dina mencoba mengeluarkan aura sambil memegang erat tangan Jinno dan berharap Jinno segera bangun.


Beberapa saat kemudian Jinno akhirnya bangun, dan Dina sangat senang dalam hatinya.


" Dina, kenapa aku disini? ". Tanya Jinno yang kebingungan.


" Tadi siang kamu pingsan Jinno, syukurlah kamu sudah sadar ". Balas Dina.


" Dimana yang lain? ".

__ADS_1


" Kau sudah sadar Jinno? ". Ucap Wira yang sudah selesai latihan bersama Wulan dan Nala.


" Lihat Jinno!!, kami juga sudah bisa mengeluarkan aura sepertimu dan Dina ". Lanjut Wira dengan memperlihatkan auranya yang berwarna merah, Nala berwarna Biru, dan Wulan berwarna kuning.


__ADS_2