Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
Pendekar Macan Putih


__ADS_3

" Bangun Jinno, tok..., tok..., tok..., Jinno sudah pagi" Teriak kakek Jinno membangunkannya dengan mengetok pintu kamar Jinno.


" Iyaa kek, bentarrr..., "


Jinno bangun dari tidurnya sambil mengusap - usap matanya, kemudian Jinno keluar dari kamarnya dan cuci muka.


" Ada pisang goreng di meja Jinno kalau mau sarapan, habis itu bantuin kakek cari kayu bakar ke hutan " Ucap kakek Jinno.


" Aku masih ngantuk kek, mau bikin kopi dulu " Balas Jinno sambil memegang gelas.


" Bukannya sudah tidur dari sore?".


" Iyaa sih, tapi badanku masih terasa pegel kek ". Jinno berusaha melenturkan otot punggungnya.


" Ya udah cepet makan pisang gorengnya dan habisin kopinya, terus berangkat keburu siang " Perintah kakek Jinno.


" Sabar lah kek, kalau buru - buru tidak bisa nikmati pisang goreng sama kopi hitam yang mantap nii kek" Ucap Jinno


" Kalau enggak mau bantu kakek y udah!" Kakek Jinno menjadi kesal.


" Jangan marah lah kek, nanti darah tinggi lho..., " Balas Jinno.


" Ya kamu jangan bikin marah kakek Jinno, kalau kakek darah tinggi terus meninggal, siapa yang bakalan urusin kamu?, sekarang kan kamu cuma punya kakek".


" Iyaa kek, Jinno kan cuma bercanda ".


" Ya udah habisin kopinya, kita berangkat!" Perintah kakek.


" Iya kek ".


📜🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶📜


Jinno merupakan anak laki - laki yatim piatu sejak kecil, Ibu jinno meninggal saat melahirkan Jinno, sedangkan Ayah Jinno menghilang entah kemana, anggap saja sudah meninggal. Jinno dibesarkan kakeknya dan kini ia hanya tinggal bersama kakeknya di rumah tua yang kurang terawat.


📜🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶🎶📜


Jinno dan kakeknya pun berangkat ke hutan dekat Desa untuk mencari kayu bakar.


Dan sampailah mereka berdua di hutan, kemudian Jinno dan kakeknya mengumpulkan beberapa kayu bakar.


" Kek, Jinno mau memancing ikan dulu di sungai sebelah sana" Jinno menunjukkan arah sungai yang mau dituju.


" Jangan lama - lama, nanti kembali lagi kesini" Ucap kakek Jinno.


" Iyaa kek"Jinno langsung pergi ke sungai untuk memancing.


Jinno pun sampai di sungai dan mulai memancing. Setelah menunggu cukup lama tidak ada yang memakan umpan Jinno. Dan tiba - tiba ujung joran pancing Jinno yang terbuat dari bambu terlihat melengkung, sepertinya ada ikan yang memakan umpan Jinno.


" Waah..., akhirnya ada ikan juga" Jinno terlihat kegirangan.


Jinno pun bersiap menarik joran pancingnya.

__ADS_1


Namun karena saking semangatnya Jinno tidak melihat pijakannya di batu tempat Jinno memancing.


" Uwaaa ..., aa..., " Jinno terpeleset jatuh ke sungai.


" Tolong ..., tolong..., " Teriak Jinno yang tidak bisa berenang.


**Sementara itu.


Kakek Jinno telah selesai mengumpulkan kayu bakar.


" Jinno belum kembali juga, dasar tu anak di suruh bantuin kakeknya, malah kelayapan " Gumam kakek Jinno.


Kakek Jinno kemudian membawa kayu bakar yang telah dikumpulkan dan pulang ke rumahnya tanpa menunggu Jinno kembali.


** kembali ke sungai


" Hufft selamaat,, kalau tidak ada batang kayu besar tadi, mungkin aku sudah di akhirat" Ucap Jinno dengan nafas yang tersedak - sedak dengan pakaiaan yang sudah basah kuyup.


" Ahhh ini dimana..., aku hanyut cukup jauh kayaknya. Ahhh.... sialll..., aku harus cari jalan pulang nihh" Jinno kesal dan kebingungan.


Jinno pun berusaha menemukan jalan kembali ke Desa, tetapi Jinno malah nyasar ke hutan lebih jauh.


" Suara apa itu tadi?" Jino seperti mendengar sesuatu seperti suara monster.


Suara monster itu terdengar lagi, kini semakin dekat dan semakin dekat, kemudian muncullah seekor Beruang hutan yang sangat besar berlari ke arah jinnoo.


" Uwaaaa...., waaa...., aaaa..., "Jino pun berlari tak tentu arah.


" Ahhh sialll..., mungkin ini waktuku ke akhirat " Jinno membalikkan badan dan mengeluarkan pisau kecil dari sakunya.


" Apa yang harus ku lakukan!!!..., " Jinno terus berfikir namun beruang itu siap menerkam.


" Huuuuaaaaamm..., "


Teriak beruang itu sambil mengangkat cakarnya yang tajam dan siap mencabik - cabik. Jinno tidak bisa melakukan apapun, dan hanya bisa memejamkan matanya sembari membayangkan surga yang indah menanti.


🎶🎶JURUS PERTAMA🎶🎶


 


🎶🎶🐅 CAKAR HARIMAU🐅🎶🎶


 


Wuusshhh...., Wushhh..., Wuuuushh..., Whusss...., dengan beberapa sayatan dari senjata karambit beruang itu terkapar.


Tiba - tiba seorang pendekar datang mengeluarkan jurus dari perguruan pencak silat macan putih dan menyelamatkan Jinno dari kematian.


" Apa kau baik - baik saja " Ucap pendekar itu.


Jinno pun membukanya matanya,

__ADS_1


" Apa yang terjadi?, siapa kau?, apa yang terjadi kepada Beruangnya?" Jinno tak percaya dia selamat.


" Tenanglah, beruangnya sudah mati" Ucap pendekar itu yang mencoba menenangkan Jinno.


" Ooh..., syukurlahh..., terimakasih banyak" Jinno merasa tenang.


" Hmm..., siapa nama kakak?" Tanya Jinno.


" Panggil aja aku Mahesa "Jawab pendekar itu.


" Namamu sendiri siapa?" Tanya balik Mahesa.


" Panggil saja aku Jinno, terimakasih sudah menyelamatkanku kak Mahesa" Jinno masih tak percaya dia selamat.


"Krucukk..., Krucukkk...," Suara perut Jinno.


" Apa kau lapar Jinno?, kita santuy dulu disini, tolong carikan kayu bakar" Ucap Mahesa sambil menguliti beruang tadi.


" Haaah, apa yang kak Mahesa lakukan dengan beruang itu?" Tanya Jinno kebingungan.


" Kau lapar kan?, kita akan sate Beruang ini". Jawab Mahesa.


" Emang bisa di makan? " Tanya Jinno heran.


" Tidak usah banyak tanya, kamu cari kayu bakar aja" Perintah Mahesa.


Jinno pun segera mencari kayu bakar, sementara Mahesa sibuk dengan beruangnya. Setelah semuanya siap mereka berdua pun membakar daging beruang tadi.


" Kak Mahesa tadi datang darimana?, tiba - tiba muncul gitu aja". Tanya Jinno yang penasaran.


Sebelum Mahesa datang menyelamatkan Jinno, sebenarnya Mahesa sedang menjalankan sebuah misi mencari orang yang membakar hutan di sebelah bukit tidak jauh dari hutan tempat Jinno berada. Mahesa melihat ada beberapa hewan buas yang menuju ke arah Desa dan ia mengejarnya, tetapi Mahesa malah kehilangan jejak beruang itu. Kemudian Mahesa mendengar suara orang berteriak dan mencarinya sampai di atas tebing tempat Jinno terpojok dan melihat Jinno mau di makan beruang yang mengejarnya. Melihat hal tersebut, kemudian Mahesa melompat dan membunuh Beruang itu tepat sebelum memakan Jinno.


" Wahhh..., kak Mahesa loncat dari tebing setinggi itu?, apakah pendekar itu tidak bisa mati?" Tanya Jinno dengan polosnya.


" Pertanyaan konyol apa itu!?, tentu saja pendekar juga bisa mati, namun pendekar di latih untuk bertahan hidup dalam kondisi apapun dibandingkan manusia biasa.


" Ooh ya, tato di lengan kiri kak Mahesa itu, kayaknya aku pernah melihatnya.


"Ooh ini (🐯)?, ini adalah tato kepala harimau. Setiap murid perguruan pencak silat macan putih yang telah menjadi pendekar akan mendapat tato ini" Terang Mahesa.


" Ooh ya aku baru ingat, tato itu ada di lengan kiri salah satu pelatih perguruan pencak silat Macan putih.


" Apakah kau juga murid perguruan pencak silat Macan putih juga Jinno?" Tanya Mahesa.


" Iyaa,, tapi aku baru masuk sekitar dua minggu yang lalu" Jawab Jinno.


" Tidak sia - sia aku menyelamatkanmu Jinno, ternyata kita murid seperguruan, walaupun kau masih pemula dan bahkan belum mendapatkan sabuk" Ucap Mahesa sedikit menyombongkan diri sebagai senior Jinno.


" Apakah aku bisa jadi pendekar seperti kak Mahesa?, apakah jadi pendekar itu sulit?". Tanya Jinno.


" Tentu saja semua orang bisa jadi pendekar, seberapa sulit atau tidak, tergantung seberapa yakin seseorang mampu melewati rintangan yang dia hadapi ".

__ADS_1


__ADS_2