Pencak Silat : The Beginning

Pencak Silat : The Beginning
pos kedua bagian ll


__ADS_3

Dari belakang penjaga tersebut muncul Nala tanpa disadari oleh penjaga dan langsung menerjang dengan tendangan sekuat tenaga, sang penjaga pun sedikit terpental disertai kaget karena serangan nala yang tiba - tiba. Melihat kejadian itu, Jinno juga membantu Nala menyerang sang penjaga, sedangkan Dina hanya mengawasi.


Walaupun satu lawan dua sang penjaga masih sanggup melawan Jinno dan Nala tanpa kesulitan, dan justru mereka berdua lah yang terlihat kesulitan dan berhenti menyerang.


" Kenapa kalian berhenti?, apakah cuma segini saja kemampuan kalian?, hey teman perempuanmu itu kenapa cuma diam? apakah dia ketakutan? " Ejek sang penjaga.


Mendengar ucapan sang penjaga justru Dina lari entah kemana, sedangkan Jinno dan Nala saling tatap - tatapan satu sama lain untuk merencanakan sesuatu.


" Lariii...., " Ucap Jinno dan Nala yang pergi dari sang penjaga dan lari sekencang - kencangnya.


" Dasar pengecut, anak baru tahun ini tidak punya mental sama sekali, mereka tidak layak jadi pendekar pencak silat Harimau putih " Ucap sang penjaga dengan sangat kecewa.


Dan beberapa saat kemudian sang penjaga menuju ke tempat kotak penyimpanan kunci tersebut dan mengetahui bahwa kuncinya sudah tidak ada di dalam kotak.


" Hahahaahhaa..., menarik , lumayan juga mereka, aku akan menarik kata - kataku tadi "


***


" Wulan apa kau sudah dapat kuncinya? " Tanya Nala.


" Jangan meremehkanku Nala " Ucap Wulan sambil menunjukkan kunci di tangannya.


***

__ADS_1


Sebelum mereka mencari keberadaan kuncinya Nala sudah merencanakan sesuatu yang cerdik untuk mengambil kuncinya, tepat saat Nala menyerang sang penjaga wulan dengan secepat kilat mengambil kuncinya tanpa disadari oleh sang penjaga. Satu kunci telah didapatkan mereka masih harus mencari empat kunci lagi supaya mereka berlima bisa lolos ke pos selanjutnya.


" Oh ya sekar kemana dari tadi aku tidak melihatnya " Tanya Dina.


" Dia ku suruh mencari keberadaan kunci yang lainnya, sebentar lagi pasti dia akan kembali " Jawab Nala.


Dan Sekar pun datang


" Bagaimana kalian, apakah kalian berhasil mendapatkan kuncinya? ", Tanya Sekar


" Kami berhasil, kamu sendiri bagaimana apakah sudah mengetahui letak kunci lainnya? " Nala merespon.


" Iya, semua sudah aku ketahui dan bagusnya lagi tidak ada yang berani mendekat, jadi kuncinya masih belum didapatkan murid lain " ,Terang Sekar


***


Di tempat lain Wira sedang bertarung dengan seorang penjaga kunci satu lawan satu. Masalah fisik Wira tidak kalah oleh penjaga, malah bisa dikatakan mereka imbang, namun karena Wira sendirian kuncinya tidak kunjung di dapatkan.


Mereka berdua masih saling menyerang satu sama lain.


Wira mulai kelelahan, sedangkan sang penjaga masih belum nampak kelelahan sama sekali. Walaupun secara fisik mereka berimbang, tetapi pengalaman bertarung sangat berbeda jauh.


" Lumayan juga kau murid baru, bisa mengimbangiku dalam hal fisik " Puji sang penjaga.

__ADS_1


" Sepertinya kau telah melakukan latihan yang keras, tapi dengan pengalamanmu sekarang tak mungkin kau bisa mengalahkanku sendirian " lanjut sang penjaga.


" Aku tidak peduli, aku akan berusaha mengalahkanmu sekuat tenaga " Wira tidak peduli dengan perbedaan pengalaman. Dia terus menyerang sang penjaga terus menerus hingga memaksa sang penjaga hanya bertahan dan menghindari serangan.


Karena kegigihan Wira, sang penjaga akhirnya terdesak.


" Hiakkk "


Wira berteriak sambil menyerang sang penjaga dengan tendangannya dan sangat yakin akan mengalahkan sang penjaga saat itu juga.


Pengalaman memang menjadi pembeda, sebelum serangan Wira mengenai sang penjaga, dengan sisa kekuatan fisiknya sang penjaga menghindari serangan Wira dengan cepat sambil bergerak menuju belakang Wira, kemudian melancarkan serangan balik dengan tendangan yang kuat dan Wira pun tidak sanggup menghindar ataupun menahan serangan tersebut.


Akibat serangan penjaga yang sangat kuat Wira terpental cukup jauh dan terkapar. Wira juga mengerang kesakitan sambil memegang tulang rusuknya yang mungkin patah oleh tendangan sang penjaga.


Sang penjaga pun mendekati Wira


πŸ€πŸ€HEALπŸ€πŸ€


Sang penjaga mengucapkan mantra penyembuhan.


" Kau sudah berusaha dengan baik anak baru " Ucap sang penjaga.


Wira hanya terduduk dan tertunduk lesu karena walaupun sudah berusaha sebaik mungkin Wira tetap saja tidak bisa mengalahkan penjaga dan mendapatkan kuncinya.

__ADS_1


__ADS_2