
Sampailah Nala yang merupakan peserta urutan terakhir di pos kedua dan mendapati murid lainnya sedang bersantai menunggu kedatangannya.
" Apa ini, kenapa kalian malah bersantai - santai, bagaimana dengan ujiannya? "
" Kami sedang menunggumu, untuk memulai ujian di pos kedua Nala", Jawab Sekar.
" Terus apa gunanya nomor urut ujian, kalau ternyata ujiannya dilakukan bersama - sama ? ", tanya Nala yang masih bingung dengan sistem ujiannya.
Kemudian seorang penjaga pos kedua pun menjawab bahwa nomor ujian hanya berguna untuk ujian di pos pertama karena pos kedua dan pos selanjutnya tidak membutuhkan nomor urut sebab mulai dari pos kedua para murid diperbolehkan bekerjasama untuk lolos ujian kali ini.
Selanjutnya, pada ujian di pos kedua para siswa harus mampu mengambil 8 kunci yang masing - masing kunci diletakan pada sebuah kotak, dan ditempatkan di tempat yang berbeda - beda setiap kunci di jaga oleh satu orang murid sabuk merah, dan kalian harus mampu mengambilnya untuk lolos ke pos selanjutnya.
__ADS_1
Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa para murid boleh bekerjasama dalam menyelesaikan ujian kali ini, namun 1 kunci hanya bisa dimiliki oleh satu orang yang berhak lolos ke pos selanjutnya. Orang yang berhasil membawa kunci menuju pos ketiga dianggap lolos ujian pos kedua dan berhak mengikuti ujian di pos tiga.
" Bagaimana caranya kami mengambil kuncinya dari penjaga?, dengan kekuatan kami sekarang kami tidak mungkin mengalahkan para penjaga yang merupakan murid sabuk merah yang memiliki berbagai macam jurus dan mampu mengeluarkan kekuatan spiritual, sedangkan kami hanya pemula? ", tanya Nala kepada penjaga pos karena menyadari perbedaan kekuatan yang sangat jauh setelah melihat pertarungan para sabuk merah dalam latian tanding di padepokan pencak silat Harimau Putih.
" Tenang saja, para penjaga di larang mengeluarkan jurus dan kekuatan supranatural yang mereka miliki, dan hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan fisik mereka saja", jawab penjaga pos.
Dan ujian pun dimulai setelah para murid mendengarkan arahan dari penguji.
Para murid pun membentuk kelompok - kelompok kecil untuk menyelesaikan ujiannya.
"Tentu kita harus menyelesaikan ini bersama - sama, tapi masalahnya hanya ada 8 kunci yang bisa diperebutkan, artinya hanya ada 8 peserta ujian di pos kedua ini yang akan lolos", Nala memberikan tanggapannya.
__ADS_1
Kemudian Nala dan Wulan mengajak Jinno, Dina, Wira, dan Sekar untuk berdiskusi mengenai rencana apa yang akan dilakukan dalam menyelesaikan ujian. Namun Wira menolak ajakan Wulan karena Wira pikir dia mampu menyelesaikan ujiannya sendirian dan bergegas mencari keberadaan kuncinya agar tidak membuang - waktu.
Setelah berdiskusi yang panjang Akhirnya Nala, Wulan, Jinno, Dina, dan Sekar memutuskan untuk bekerjasama untuk mencari lima kunci mengalahkan penjaga kunci tersebut satu persatu kemudian membagi rata lima kunci tersebut.
***
Jinno dan Dina menemukan tempat penyimpanan sebuah kunci di dekat pohon - pohon besar yang menjulang tinggi, namun tidak ada yang menjaganya. Tanpa berpikir panjang Jinno langsung mendekati tempat penyimpanan kunci tersebut dan berusaha membuka sebuah kotak yang didalam berisi kunci yang di maksud.
Namun belum sampai tangan Jinno menyentuh kotak,
" Awas Jino...," teriak Dina.
__ADS_1
Seseorang datang dari atas pohon menerjang Jinno. Jinno pun membatalkan niatnya untuk membuka kotak tersebut dan menghindari terjangan orang yang mau menyerangnya itu,
" Tidak semudah itu, kau pikir aku akan membiarkanmu mengambil kuncinya begitu saja? " Ucap murid sabuk merah yang bertugas menjaga kunci tersebut.