
Pagi itu dara bermalas-malassan bangun.
Dia terus tidur tanpa menghiraukan ketokan pintu kamarnya yang sejak tadi terus menyuruhnya bangun.
Karena ketok kan itu tidak berhenti sampai Dara membuka pintu kamarnya.
Akhirnya Dara menyerah dia langsung membukakan pintu.
Setelah pintu di buka langsung saja tangan yang lembut itu menjewernya.
"AwWww.... sakit mama.
Langsung saja mama Vina ngomel-ngomel di setiap pagi karena hari sudah pukul 06.30Wib Dara masih saja belum siap untuk bersekolah.
Mama Vina, kamu kebiasaan ya!!! seru mama Vina masa setiap hari harus di bangunkan terus. Mendengar ocehan mama Vina yang tiada berhenti dara langsung mengambil handuk dan berlaju ke kamar mandi. Pasalnya bukan Dara tidak mengindahkan kata-kata mama Vina Tetapi dia takut jika berlama- lama Dara akan semakin terlambat.
Dasar anak itu sudah kelas 3 SMA saja kelakuan masih seperti anak TK bagaima jika aku sudah tidak ada siapa yang akan menjaganya gerutu mama Vina.
Sambil membereskan tempat tidur Dara,
setelah selesai merapikan kamar dara mama Vina langsung menuju meja makan untuk mempersiapkan sarapan anak gadis semata wayangnya itu. Dara yang sedari tadi buru- buruh mempersiapkan peralatan sekolahnya langsung berlari-lari di rumahnya karena takut terlambat. setelah dara keluar dari kamarnya,
__ADS_1
Dara makan dan minum susu panas ini biar belajar nanti perutmu tidak keroncongan seru mama Vina, Dara sudah terlambat ma,
Baik bawak saja sarapan mu ini agar kamu bisa memakan dan meminumnya di mobil.
Ok ma,.. Dara langsung melajukan mobilnya setelah berpamitan dengan mama Vina.
Sampai di sekolah Vina langsung belari- lari menuju kelasnya.
BrrUuKkkk, dara menumbur lelaki yang tidak terlihat oleh matanya.
Soryy,..
Maaf ya?? "aku td buru- buruh sambil membantu mengambil buku yang berserakkan.
Oh tidak apa-apa lain kali kamu harus berhati- hati. Setelah buku- buku itu terkumpul Dara langsung memberikan buku- buku kepada lelaki yg di tabraknya tadi.
Dara langsung melihat wajah lelaki itu dan menatapnya. Kamu anak baru??? seru Dara". Oh tidak aku sudah lama bersekolah disini hanya saja aku tidak setenar dan sepopuler dirimu. Kau terlalu berlebihan". Kenalkan aku Dara??? Ya aku sudah tau siapa dirimu. Sambil berjabat tangan. Aku Heri," senang bekenalan denganmu. Oh ya, Heri aku kekelas dulu nanti kapan-kapan kita ngobrol lagi. Daaahh",.. sambil melabaikan tangan.
Bidadary yang cantik seru Heri.
Dilapangan basket sudah ada Edo yang mengamati mereka berdua yg meperlihatkan wajah tidak sukanya".Ya Edo adalah kapten basket di Sma Tunas Harapan. Siapa yang tidak mengilai ketampanan Edo. Tapi sayangnya Edo telah menaruh hatinya untuk Dara. Sesampainya di kelas Dara langsung duduk di samping sahabatnya Keisya.
__ADS_1
Dara kenapa kamu?? koq nafas kamu ngos-ngosan gitu. Iya aku lari-lari takut telat kei. Kamu udah ngerjain tugas belum?? tanya Keisya sudah dong?? Ya aku tau itu kami tidak mungkin lupa secara Dara juara umum di sekolah ini. Bel berbunyi tanda masuk kelas dan pelajaran siap di mulai.
Bel berbunyi lagi tanda istrahat
Dara ke kantin yuk??? ajak Keisya.
Dara langsung menganggukan kepalanya menandakan iya mau. Dua sahabat itu langsung menuju kantin, semua mata kaum adam menatap dua sahabat itu. Bagaimana tidak kecantikan mereka tiada tara dan siapa pun yang melihat pasti akan mengagumi mereka bak bidadary yang jatuh dari khayangan.
Kamu pesan apa dar, aku mie goreng aja sama es teh manis. Pak kita pesen mie goreng dua sama teh es manis dua.
Ok non, sahut pak Deni. Tiba-tiba langsung Edo duduk disamping Dara tampah basa basi. Dara langsung mengereyitkan dahinya pertanda tidak suka tapi dia boleh apa ini juga kantin siapa pun bisa duduk di sana. Walaupun mereka tau papa Dara donatur di sekolahnya tetapi Dara tidak seenaknya memperlihatkan kekuasaannya.
Pak Deni pun langsung mengantar kan pesananan mereka.
ini non pesenannya??? Terimakasih pak sahut dua sahabat itu. Edo memualai obrolannya,
Dara nanti sore kita nonton yuk???
maaf edo aku nggak bisa aku lagi tidak mau kemana- mana sore nanti. Ayolah Dara kau sering kali menolak ajakkanku. Maaf Edo aku sungguh tak bisa. Edo langsung pergi tampak wajahnya terlihat kesal.
Dara, kenapa sih kamu nggak mau di ajak pria seganteng Edo sahut keisya. Kamu kan tau selagi aku masih belum tamat sekolah aku tidak mau dekat dengan laki-laki memikirkannya pun aku nggak mau. Iya-iya aku ngerti. Yuk kita kekelas dan mereka membayar makanan terus menuju ke kelas.
__ADS_1