
Semenjak kenal dengan dunia perfacebookan kini hari-hari Anna tidak lagi merasa jenuh. Jika sudah pulang dari tempatnya bekerja dan sudah menyelesaikan pekerjaan rumah waktu luangnya ia gunakan mengurung diri di dalam kamar sambil berselancar di dunia maya.
Anna bergabung di sebuah grup sebuah kumpulan komunitas yang berada di daerahnya. Sehingga temannya semakin bertambah banyak walaupun itu sebatas di dunia online. Teman yang sesama perempuan maupun teman lawan jenis. Anna sangat menikmati dunia barunya itu.
Walaupun ia merasa sering diabaikan oleh Lukman. Anna sudah berusaha tak mau peduli lagi. Karena dari semenjak dulu memang sikap Lukman sudah seperti itu. Kadang menunjukkan perhatiannya kadang pula acuh tak acuh dengan Anna. Hingga sampai beberapa hari tidak memberikan kabar sama sekali. Jika bukan Anna sendiri yang terlebih dahulu menghubunginya melalui SMS ataupun telepon Lukman seolah bersikap cuek dan masa bodoh. Yang membuat Anna sering merasa diabaikan dan tidak dianggap keberadaannya.
Namun, kini Anna pun berusaha mencari kesenangan untuk dirinya dengan cara aktif bergabung dengan komunitas baru. Berdiskusi tentang banyak hal dengan teman-temannya bahkan diantara mereka sudah ada yang melakukan kopdar atau bertemu langsung di dunia nyata dan bisa mengenal secara langsung satu sama lainnya.
Dari sekian banyak teman online-nya itu ada salah satu pria yang terlihat mulai melakukan pendekatan secara khusus kepada Anna. Mulai dari mengirim pesan melalui inbok hingga meminta nomor telepon Anna secara pribadi.
Laki-laki bernama Putra itu pun tidak menunggu lama mengungkapkan perasaannya kepada Anna melalui panggilan telepon. Walaupun Anna sendiri tidak menjawab ia ataupun mengatakan tidak. Tapi, wanita itu pun tak pernah menolaknya ketika Putra mulai gencar memberikan perhatian-perhatian kecil kepada Anna.
Anna pun lama-kelamaan merasa nyaman dan sedikit melupakan Lukman. Yang dianggapnya sudah tidak mempunyai hati lagi kepadanya. Karena buktinya tiap kali Anna saling berbalas pesan di kolom komentar dengan Putra pun sepertinya Lukman merasa biasa saja. Sama sekali tidak menunjukkan rasa cemburu ataupun menegur Anna secara langsung sebagai bentuk ketidakterimaannya.
Yang ada Lukman malah sepertinya sengaja membiarkan Anna dekat dengan siapapun. Dan Anna tahu betul tentang itu karena Lukman pun pernah mengutarakannya secara langsung kepada Anna.
__ADS_1
"Saya tidak akan mengekang dan membatasi kamu mau dekat dengan siapapun selama kamu merasa nyaman." Begitu yang pernah diungkapkan oleh Lukman kepada Anna yang membuat Anna merasa tidak berarti kehadirannya dalam kehidupan pria tersebut.
"Iya, sekalian biar aku dekat dengan yang lain dan kamu bisa lepas dari aku tanpa kamu merasa bersalah karena harus memutuskanku terlebih dulu, kan?" Dan itu semua sangat membuat Anna merasa terpuruk karena Lukman dengan lantang mengiakan apa yang Anna tanyakan.
Di saat hatinya merasa hampa dan kosong mendapat perhatian istimewa dari Putra membuat Anna sedikit bisa terlepas dari kegalauan hatinya.
Apalagi akhir-akhir ini Putra yang sedang bekerja di suatu perusahaan catering sering kali mengirimi Anna pulsa tanpa diminta terlebih dulu membuat Anna merasa tidak enak hati jika dirinya bersikap acuh dan cuek kepada lelaki itu.
"Kakak ingin kedekatan kita gak cuma di hape saja. Lain waktu kita harus bisa ketemuan," ucap Putra suatu waktu kepada Anna.
Lelaki itu berbicara kepada Anna jika dirinya tak hanya untuk sekadar main-main tapi ingin benar-benar sampai menikah dengan Anna.
'Kenapa harus Putra yang malah berani mengungkapkan kalimat seperti itu? Kenapa bukan Lukman?' batin Anna dalam hati.
Kerena memang perasaannya tidak dapat dibohongi dan dipungkiri sebagaimanapun seringnya ia merasa sering dibuat menangis dengan sikap Lukman. Tapi, hatinya sepertinya tidak bisa lepas dengan laki-laki itu.
__ADS_1
Putra mulai mengajukkan permintaan yang di luar dugaan Anna. Pria itu meminta email dan kata sandi Facebook Anna yang katanya akan dibuka sendiri olehnya untuk memastikan jika Anna tidak hanya dekat dengan dirinya saja.
Anna menjadi gelagapan seorang diri karena itu tidak mungkin. Di fitur inboknya banyak pesan pribadinya dengan Lukman yang membahas tentang hubungan mereka berdua. Baik Anna dalam keadaan bahagia maupun pesan Anna dalam keadaan marah, kecewa dan sedang meluapkan kesedihannya kepada Lukman.
Jika Putra berhasil membuka Facebook miliknya maka pria itu pasti akan merasa kecewa dan sakit hati karena merasa dibohongi oleh Anna.
Untuk menghindari hal seperti itu terjadi Anna pun kemudian mulai menghapus inbok yang ia kirim kepada Lukman secara menyeluruh dengan harapan Putra tidak bisa membacanya setelah Anna menghilangkan jejak chat antara dirinya dengan Lukman.
Setelah dipastikan semua bersih dan rapi tidak ada lagi hal dapat memicu kecurigaan Putra Anna pun kemudian memberikan email dan password yang tadi diminta oleh pria itu.
Anna terpernajat kaget karena dalam hitungan menit sesaat setelah ia memberikan email dan kata sandi kepada Putra dilihatnya dalam notifikasi Facebook jika status dirinya saat ini berpacaran dengan Putra. Membuat Anna serba salah. Ingin menyuruh Putra menghapusnya khawatir lelaki itu merasa tersinggung dan curiga dengan Anna.
Namun, jika dibiarkan maka akan terlihat oleh semua orang baik temen-temannya di dunia maya ataupun di dunia nyata. Bisa juga dilihat oleh Lukman sendiri dan teman-temannya Lukman. Apa kata mereka nanti?
Diantara kebimbangan yang sedang melanda hatinya Anna sendiri malah mengambil sikap membiarkan. Ia, Anna dengan sangat sengaja membiarkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Putra mengubah status antara dirinya dengan laki-laki itu berpacaran di profil Facebook dengan harapan bisa dilihat langsung oleh Lukman sendiri. Anna merasa penasaran sekali dengan Lukman akankah pria itu menegur dan mempertanyakan kebenarannya secara langsung kepada Anna atau malah justru mengabaikannya seperti yang sudah-sudah?
__ADS_1
Dalam hitungan menit Anna menunggu. Anna masih berpositif thinking mungkin Lukman belum online dan belum sempat membuka akun media sosial miliknya. Hingga sudah hitungan jam bahkan sudah satu hari satu malam bahkan dilihatnya lelaki itu tengah online tapi, tak ada juga tanda-tanda untuk menghubungi Anna dan bertanya tentang status Anna yang sudah tepampang di beranda public. Jika Lukman sama sekali tidak melihatnya itu sangat tidak mungkin. Karena beberapa teman Anna dan teman Putra sendiri sudah ramai di kolom komentar dengan berbagai pertanyaan yang bermacam-macam untuk memastikan kebenarannya.
'Dasar gak peka,' rutuk hati Anna kepada Lukman.