
"Tahu dong, kan, tadi Lukman SMS aku suruh datang ke sini." Yuli menjawab tanpa menoleh ke arah Anna.
Anna membawa minuman dengan nampan ke depan. Meletakan dua gelas teh manis hangat masing-masing di hadapan Lukman dan Mia.
Mereka duduk berempat di depan rumah Anna. Tak lama kemudian temannya Lukman datang dengan sepeda motornya. Lalu ikut bergabung dengan mereka.
"Lho, kok, ada Mia di sini?" tanya pria yang bernama Bayu itu saat melihat Mia sedang duduk bersisian dengan Lukman.
"Pengen kenal sama calon teteh ipar, ya?" sambung Bayu kemudian.
Mendengar penuturan dari Bayu barusan Anna baru sadar jika dirinya tadi sudah di-prank oleh Mia yang tadi mengaku sebagai pacar barunya Lukman ternyata adik kandungnya Lukman. Akhirnya Anna baru bisa bernapas lega sambil tersenyum sendiri mengingat tadi sikapnya yang kentara sekali menunjukkan kekesalan dan rasa cemburu buta.
Bayu kemudian kembali berbalik arah kendaraan roda duanya yang diparkir di samping rumah Anna. Lalu mengambil sesuatu yang tergantung di stang motor berupa keresek hitam kemudian diserahkan kepada Anna sebagai tuan rumah.
Ternyata kedatangan Lukman, Bayu, dan Mia serta Yuli kali ini mereka memiliki rencana sendiri yaitu mengadakan acara babacakan di rumahnya Anna.
Babacakan atau bacakan di daerah tempat tinggal Anna memang sudah biasa diadakan atau dilakukan ketika sedang ada acara kumpul bareng bersama teman atau keluarga besar seperti itu.
Mereka berempat kemudian mulai berbagi tugas. Anna membawa keresek hitam pemberian dari Bayu tadi yang ternyata berisi ikan mas seberat dua kilo gram itu ke dapur untuk segera dicuci dan dibersihkan.
Sementara Yuli mencuci beras untuk dimasak dengan cara diliwet menggunakan tungku yang memakai kayu bakar. Mia pun tidak tinggal diam walaupun baru kali pertama ia berkunjung ke rumah Anna. Tapi, sepertinya Mia tidak sama sekali terlihat canggung dan malu-malu. Gadis itu pun turut terjun ke dapur mempersiapkan bahan-bahan untuk membikin sambal.
__ADS_1
Sedangkan Lukman bersama temannya yaitu Bayu terlihat sibuk di belakang rumah Anna mempersiapkan parungan, yaitu menyalakan api dan bara untuk memanggang ikan mas yang sebelumnya tadi sudah dicuci dan dibersihkan terlebih dulu oleh Anna.
Ikan yang sudah bersih itu kemudian ditusuk menggunakan sebilah bambu yang sudah dipersiapkan dan dibentuk seperti tusukan sate dengan ukuran agak lebih besar karena untuk digunakan menusuk satu ekor ikan mas berukuran besar dengan cara ujung bambu yang sudah diruncingkan itu dimasukan melalui mulut ikan hingga tembus ke bagian belakang ikan mas tersebut.
Tanpa dilumuri bumbu terlebih dulu ikan yang sudah selesai ditusuk menggunakan bambu itu kemudian langsung digarang di atas bara api yang sudah memerah mengeluarkan hawa yang sangat panas.
Beberapa buah tomat, bawang merah dan bawang putih pun turut dibakar di atas bara tersebut untuk membuat sambal. Mereka sengaja membuat sambal dengan cara semua bahan dibakar bukan dengan digoreng atau dikukus agar rasanya lebih terasa nikmat jika menggunakan metode semua bahan dibakar.
Mia membuat sambal dua macam. Ada sambal honje. Yaitu sambal yang dicampuri dengan batang honje atau biasa disebut kecombrang yang sebelumnya batang kecombrang itu dibakar terlebih dulu agar menguarkan aroma lebih sedap lagi.
Sambal satunya yaitu dicampuri dengan perasaan jeruk yang tak kalah wanginya.
Hampir memakan waktu satu jam lebih mereka berlima bergotong royong mengerjakan tugas memasak secara bersamaan sambil kadang-kadang diselingi canda tawa dan gurauan yang terdengar di antara mereka.
Nasi liwet yang sudah matang dan masih mengeluarkan kepulan asap itu kemudian diciduk menggunakan centong kayu dan diletakkan di sepanjang daun pisang hingga berjejer memanjang.
Ikan mas yang sudah berwarna cokelat kehitaman karena pengaruh dipanggang di atas bara itu kemudian diletakkan di atas nasi liwet. Sementara di sampingnya beberapa sambal dengan dua pilihan rasa sudah tersedia pula di dekat ikan yang sudah matang. Sebagai pelengkap untuk lalapan Yuli sudah mengiris beberapa timun dan daun singkong muda yang sudah direbus terlebih dahulu.
Kini mereka sudah duduk secara berhadapan untuk siap menikmati acara babacakan atau makan bersama untuk lebih bisa mengeratkan tali persahabatan di antara satu dengan yang lainnya.
Di sebelah sisi kiri ada Anna, Yuli dan Mia. Sedangkan di sebelah sisi kanan Lukman dan Bayu duduk bersila menghadap hidangan yang sudah terhampar di sepanjang daun pisang yang sangat menggugah selera bagi siapa saja yang melihatnya. Apalagi aroma honje dan jeruk yang menguar dari sambal membuat selera makan menjadi semakin meningkat. Apalagi waktunya pas berbarengan dengan jadwal makan siang karena memang sudah jam dua belas lebih lima belas menit. Mereka berlima terlihat sangat lahap menikmati nasi liwet dengan lauk ikan mas bakar dan sambal honje serta lalapan timun juga rebusan daun singkong muda.
__ADS_1
"Teh Anna lain kali kita babacakan di rumah Mia, ya, mau enggak?" tanya Mia sembari mencolek bahu Anna yang tengah menyuap nasi ke mulutnya.
"Aku diajak juga gak, nih?" Yuli langsung menyambar.
"Boleh dong, biar tambah rame. Tenang nanti Yuli biar saya yang bonceng." Bayu menjawab dengan semangat empat lima.
Yang disambut dengan sorakkan huu ... dari Mia, Anna dan Lukman secara bersamaan.
"Apaan, sih, kalian sirik, aja," ucap Bayu sambil nyengir ke dan mengedipkan matanya ke arah Yuli.
"Jangan mau sama Bayu, Yul, Bayu tuh, pacarnya banyak di setiap tikungan ada," ujar Lukman sengaja menggoda Bayu.
"Kagak dong, aku mah type lelaki setia. Satu cewek cukup." Bayu mencoba menyangkal ucapan Lukman yang tadi memojokkannya.
Sementara Anna setelah ia selesai makannya langsung bangkit dan mencuci tangannya lalu berlalu menuju depan rumah meninggalkan Bayu dan Lukman yang masih saling ledek.
Anna kemudian berjalan menuju kamarnya dan meraih ponselnya yang sedari tadi tergeletak di meja. Dilihatnya ada beberapa panggilan tak terjawab dari nomor Adi dan beberapa pesan SMS yang dikirim lelaki beristri itu.
["Maaf gak ada waktu buat ngelayani suami orang. Karena saat ini di rumah saya sedang ada pacar dan calon adek ipar saya yang sedang main ke rumah."]
Begitu kalimat balasan yang dikirim oleh Anna berharap lelaki yang sudah memiliki keluarga kecil itu berhenti meneror Anna baik lewat SMS maupun via panggilan telepon.
__ADS_1
Setelah mengirim chat balasan lalu Anna mencari fitur blokir untuk memutuskan kontak agar Adi tidak bisa menghubunginya lagi.