
***
Setiap kali Adi mencoba menghubungi Anna via telepon. Anna berusaha menghindari dan mengabaikannya. Begitu pun dengan rentetan pesan yang dikirim lewat SMS hingga memenuhi fitur inbok. Semua tak digubris sama sekali oleh Anna.
Apalagi jika gadis itu mengingat tentang apa yang telah disampaikan oleh Adi kepadanya jika pria itu katanya punya niat ingin sekali berpoligami hingga memiliki istri tiga.
"Saya berniat dalam hati jika suatu saat saya akan memiliki tiga istri sekaligus," ucapnya kala itu berterus terang kepada Anna. Dan Adi meminta kepada Anna agar Anna bersedia untuk dijadikan istri keduanya.
Saat itu Anna hanya menjawab dengan tertawa kecil mendengar penuturan dari pria yang menurut Anna itu terlalu memiliki mimpi yang terlalu tinggi.
Bagaimana tidak? Hanya seorang karyawan bawahan yang gajinya di bawah UMR daerah saja sudah dengan bangganya berkoar-koar ingin memiliki tiga istri. Padahal, satu istri pun masih keteteran dengan nafkah lahir maupun batin. Begitulah laki-laki yang hanya mengendapkan egonya saja tanpa memikirkan resiko atas perbuatannya yang malah mungkin akan membawanya ke dalam penyesalan dan kesengsaraan.
Dalam hati Anna berkata sendiri, jangankan dijadikan istri kedua atau ketiganya. Walaupun andai kata dirinya akan dijadikan istri pertamanya pun belum tentu Anna mau melihat karakter Adi yang sangat jauh sekali dengan kriteria sebagai calon suami yang selama ini Anna dambakan.
Karena bagi Anna sendiri mencari calon pasangan pendamping yang untuk seumur hidup itu haruslah benar-benar jeli dan selektif. Jangan sampai salah dalam menentukan pilihan yang malah akan membawanya ke dalam kesengsaraan seumur hidupnya nanti.
Karena setelah berrumah tangga itulah awal dari kita memilih kehidupan baru yang sesungguhnya. Jika kita tepat memilih calon pasangan hidup maka kebahagiaan pun akan bisa didapat dengan mudah. pun begitu juga sebaliknya, jika salah memilih maka kekecewaan dan kesengsaraan akan terus membersamai perjalan selama berumah tangga.
Anna mencoba kembali untuk fokus dengan hubungannya bersama Lukman. Karena ternyata setelah ia mencoba berusaha berpaling dan mencari perhatian ke pria lain bukannya dapat yang lebih baik malah sebaliknya. Seakan kesialan terus yang Anna dapatkan.
Seperti biasa setiap sebulan sekali bahkan terkadang dua Minggu sekali Lukman akan rutin berkunjung ke rumah Anna. Seperti saat ini Lukman sudah memberitahu sebelumnya kepada Anna jika hari Kamis besok dirinya akan datang ke rumah Anna.
__ADS_1
Kamis pagi. Jam di dinding rumah Anna menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika gadis itu dikejutkan dengan suara sepeda motor yang berhenti mendadak tepat di halaman rumahnya.
Anna mencoba mengintip dari balik gorden yang ia sibakkan sedikit dari arah ruang tamu yang berkaca gelap sehingga tidak bisa terlihat dari luar jika dirinya sedang mengintip.
Deg! Jantung Anna terhenyak kaget ketika bola matanya melihat Lukman turun dari kendaraan roda duanya tidak seorang diri melainkan berdua dengan seorang perempuan muda yang jika dilihatnya sepertinya seumuran dengan Anna.
Hati Anna diliputi tanda tanya yang tinggi. Apa maksudnya lelaki itu nekat datang berkunjung ke rumahnya sendiri tapi dengan tanpa merasa bersalah sedikit pun membawa perempuan lain yang Anna sendiri tidak pernah sama sekali mengenalnya. Bahkan bertemu sebelumnya pun Anna tidak pernah.
'Dasar laki-laki aneh. Gak bisa banget ngejaga perasaanku,' Anna membatin dalam hatinya.
"Assalamualaikum," ucap suara Lukman dan perempuan tadi hampir bersamaan yang tengah berdiri tegap tepat di depan pintu rumah Anna.
Ingin rasanya Anna menutup kembali pintu yang sudah dibukanya barusan dan membanting sekuat-kuatnya di depan Lukman sebagai bentuk rasa kekecewaan dan rasa cemburunya yang terus membakar hati. Tapi itu semua tidak dilakukannnya. Anna berusaha bersikap biasa saja walaupun dirinya susah payah menyembunyikan keadaan hatinya yang sedang dilanda rasa cemburu.
"Teh, kenalin. Aku Mia. Cewek barunya aa Lukman," ucap wanita itu terdengar manja. Tangan kanannya terulur ke arah Anna untuk mengajak bersalaman.
Anna menyambut tangan perempuan yang bernama Mia itu dengan jengah dan malas terlihat sekali dari raut muka Anna yang mendadak masam dan melengos saat bersalaman.
Sedangkan Lukman hanya tersenyum meringis melihat akting dari adik kandungnya itu yang sudah sukses membuat Anna kebakaran dan cemburu buta dibuatnya di hadapan mereka berdua.
Kebetulan di rumah Anna sedang tidak ada orang selain dirinya sendiri. Karena kedua orang tuanya sedang pergi ke rumah kerabat yang berada di desa tetangga karena sedang ada acara kumpulan keluarga besar di sana.
__ADS_1
Sedangkan Anna lebih memilih untuk diam di rumah karena memang berniat untuk bertemu dengan Lukman di rumahnya.
Walaupun Anna belum menyadari jika dirinya sedang di-prank oleh kedua pasangan adik kakak itu. Anna berusaha sebisa mungkin tetap bersikap ramah kepada kedua tamunya itu. Setelah menyilakan duduk terlebih dulu kepada Mia dan Lukman. Kemudian Anna berpamitan sebentar menuju dapur untuk membuatkan minum.
Anna berjalan ke arah belakang dengan hati yang masih dilanda gundah. Jika benar wanita yang sedang duduk bersama Lukman di depan itu sebagai pacar barunya. Lalu apa maksudnya hingga harus dipamerkan di hadapannya?
Jika memang berniat mencari cewek lain selain dirinya kenapa harus dengan sengaja seolah ingin diketahui oleh Anna? Kenapa tidak ditutup-tutupi seperti halnya Anna kemarin-kemarin sempat ketemuan dengan lelaki lain tanpa sepengetahuan Lukman.
Bukannya segera membuat minuman Anna malah berdiri mematung sambil bengong menatap ke arah luar rumah melalui pintu dapur. Jika saja tidak dikagetkan oleh suara Yuli yang tiba-tiba sudah berada di pintu dapur Anna.
"Woy, kenapa Lo bengong? Kesambet jin dapur Lo, ya?" tanya Yuli yang sontak saja membuat Anna terperanjat kaget.
"Lo tuh, jinnya bikin orang jantungan aja." Anna menjawab sambil mendengkus kesal.
"Kenapa, sih, Lo. Marah-marah terus kerjaannya. Cepet tua tahu nanti." Yuli masih terus menggoda Anna.
Yuli sengaja datang ke rumah Anna karena dirinya barusan mendapatkan pesan SMS dari Lukman agar dirinya datang ke rumah Anna. Katanya biar ramai kalau ngumpul banyakan. Karena tanpa sepengetahuan Yuli ternyata Lukman membawa teman lelakinya yang ikut bersamanya tetapi masih dalam perjalanan karena tadi di tengah perjalanan temannya itu mengalami bocor ban saat hendak menuju ke rumah Anna.
"Betewe, di depan sedang ada Lukman, ya?" tanya Yuli memastikan.
"Kok, Lo bisa tahu, sih?" selidik Anna menatap dengan tak suka ke arah Yuli.
__ADS_1