
Bola mata Zaskia terbelalak sekian detik setelah membaca pesan balasan dari Farid.
"Kamu kenapa, Zas? Ngeliat layar hape aku kek lagi liat hantu, gitu?" tanya Mia keheranan ketika tanpa sengaja melihat raut muka Zaskia tadi.
Karena penasaran Mia merebut dengan paksa ponselnya yang tadi masih berada dalam genggaman tangan Zaskia.
"Tunggu, Mia!" Zaskia mencoba merebut kembali ponsel sahabatnya itu. Gadis bermata bulat itu tak ingin Mia sampai tahu dengan isi chat dari Farid barusan.
Zaskia tak rela jika laki-laki yang amat sangat dicintainya itu bisa dengan mudah berpindah ke lain hati apalagi kepada Mia sahabat dekatnya sendiri.
Mia yang sudah terlanjur melihat dan membaca pesan singkat dari Farid barusan seketika pipinya terlihat bersemu merah. Hatinya pun merasa berbunga-bunga seakan gadis berpipi chaby itu mendapatkan secercah harapan yang selama ini ia pendam seorang diri. Tanpa Zaskia tahu jika Mia sudah jatuh hati kepada Farid semenjak pandangan pertama sewaktu Zaskia mengajak Farid main ke rumah Mia.
"Hapus, Mi semua SMS yang aku kirim sama SMS balasan yang dari Farid juga!" titah Zaskia penuh harap. Zaskia tak rela jika nomor ponsel Farid tersimpan di hape Mia apalagi jika antara Mia dan Farid melanjutkan komunikasi di balakangnya tanpa ia ketahui.
Zaskia tak ingin semua itu terjadi.
"Baik. Semua SMS terkirim dan SMS masuk sudah aku hapus, yes! Sesuai dengan perintahmu tuan putri," ujar Mia sembari memperlihatkan layar ponselnya ke arah Zaskia.
Mia memang sudah menghapus semua SMS antara Zaskia dan Farid. Tapi, tentunya tanpa sepengetahuan dari Zaskia jika dirinya sudah terlebih dulu menyimpan nomor Farid di memori telepon sebelum tadi Mia menghapus SMS seperti yang diperlihatkan oleh sahabatnya tadi.
"Tenang aja, sih, Zas. Farid itu kan, orangnya ganteng paripurna. Mana mungkin dia akan tertarik dan jatuh cinta sama aku yang burik kayak gini. Yang ada nantinya malah kek Romeo dan Juminten," tutur Mia sambil berkelakar yang membuat Zaskia mau tak mau akhirnya tertawa terbahak.
__ADS_1
"Sa ae, kamu, Mi." Zaskia menyahut di sela tawanya.
"Ya, iyalah. Buktinya kemarin saja ada cowok yang ngapelin aku ke rumah langsung ngibrit tuh laki setelah baru beberapa menit liat penampakkan aku dengan modelan begini." Mia bercerita tentang pertemuannya dengan pria bernama Fikry beberapa waktu kemarin.
"Kamu kenal dari mana sama cowok bernama Fikry itu?" tanya Zaskia penasaran.
"Dari calon teteh iparku."
"Owh, Anna yang pacarnya Lukman itu, ya?" sahut Zaskia karena ia sedikit banyak tentang Anna dari Mia yang katanya pacar Lukman, kakak laki-lakinya Mia.
Mia menganggukkan kepalanya mengiakan.
"Tenang, Mi. Nanti juga akan datang jodoh yang tak disangka-sangka," ucap Zaskia berusaha menghibur sahabatnya itu.
***
Pagi hari yang cerah. Sinar mentari memberikan cahayanya yang hangat kepada semua makhluk yang ada di muka bumi. Di koridor sebuah kampus ternama terlihat sosok lelaki tampan nan gagah sedang berjalan dengan gontai. Langkah kakinya seakan menggambarkan semangat baru untuk meniti hari ke depannya. Sosok itu tak lain adalah Farid yang sudah mulai bersemangat menjalani hari-harinya setelah beberapa Minggu kemarin sempat down dengan fase kehidupan yang membuatnya harus menelan kekecewaan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan angan.
Tadi pagi sebelum berangkat menuju kampus pria itu sudah terlebih dulu menghubungi nomor telepon Mia untuk mengajaknya bertemu di suatu tempat saat mereka nanti siang selesai menyelesaikan mata kuliah masing-masing.
Farid sengaja punya niat untuk mendekati Mia, sebagai sahabat dekatnya Zaskia. Dengan harapan ia bisa mengorek informasi tentang Zaskia sebanyak-banyaknya dari Mia.
__ADS_1
Lelaki itu ingin tahu kenapa Zaskia seolah tak ada usaha sama sekali untuk melawan dan menolak semua yang ditetapkan oleh ayahnya. Tadinya Farid berpikir jika memang Zaskia benar-benar hanya mencintai dirinya harusnya setidaknya ada usaha bagaimana caranya untuk lepas dari kehendak sang ayah.
Namun, yang Farid lihat Zaskia seolah pasrah begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya. Memang baik dan benar kita harus taat dan patuh kepada orang tua. Tapi lihat yang seperti apa dulu masalahnya. Apa lagi Farid mendengar kabar burung dari segelintir orang jika Zaskia akan dijodohkan dengan laki-laki yang perilakunya sangat jauh dari agama. Selain katanya suka bermain judi, mabuk dan gonta-ganti pacar lelaki yang akan dijodohkan ayahnya Zaskia itu juga sebagai mantan narapidana yang sudah biasa keluar masuk penjara karena kasus narkoba dan barang-barang haram lainnya.
Mungkin ayah Zaskia menutup mata tentang keburukan yang ada di calon menantunya itu. Karena ayah Zaskia lebih mementingkan tentang harta kekayaan yang dimiliki oleh orang tua dari lelaki itu yang masih teman kerjanya di sebuah perusahaan terkenal.
Itulah yang membuat Farid menyayangkan dengan sikap Zaskia yang seakan tidak menolak saat dirinya tahu akan dinikahkan dengan pria semacam itu.
Farid memasuki kelasnya yang terlihat masih lengang. Tak berapa lama ada beberapa mahasiswa yang masuk dan duduk di kursinya masing-masing.
Seorang lelaki bertubuh tambun berjalan mendekati Farid lalu menepuk pundaknya dengan akrab.
"Selamat, ya, Rid. Dengar-dengar kamu sekarang sudah tunangan, ya, sama Zaskia!" ucap pria tadi yang tak lain teman yang cukup lumayan dekat dengan Farid selama mereka kenal dan menghabiskan waktu bersama di kampus. Lelaki berkulit cokelat itu bernama Juna mahasiswa yang berasal dari kalangan bawah sama halnya dengan Farid yang tak pernah berpakaian modis dan mewah seperti teman yang lainnya.
Sepersekian detik Farid terperangah mendapat ucapan selamat dari kawan karibnya itu. Gelagapan Farid menjawabnya.
"I, iya, Jun. Terima kasih banyak," jawabnya kemudian. Farid bingung akan menjawab apa dengan kenyataan yang sebenarnya. Ia merasa malu dan merasa tak percaya diri jika semua teman sekampusnya nanti akan tahu tentang dirinya yang ditolak mentah-mentah oleh ayah Zaskia saat acara lamaran beberapa waktu yang lalu.
"Kamu sendiri sudah sembuh, Jun? Maaf, ya, waktu kemarin-kemarin aku tidak sempat menjenguk kamu saat dapat musibah kecelakaan kemarin," ungkap Farid berusaha mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak membahas tentang Zaskia saat-saat ini.
Juna memang sempat mengalami kecelakaan yang membuatnya harus rawat inap beberapa Minggu karena luka di beberapa anggota tubuhnya beberapa waktu yang lalu bertepatan dengan hari pas Farid sedang mengadakan lamaran dengan Zaskia.
__ADS_1
"Gak apa-apa, Rid. Yang penting aku sekarang sudah sembuh. Aku juga minta maaf waktu acara lamaran kamu kemarin aku gak bisa antar," ungkap Juna berbasa-basi.