Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
Pertemuan


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi tanda jam pelajaran sudah usai. Hanphone Dara berbunyi


pesan dari mama Vina


"Sayang, pulang dari sekolah jangan kemana langsung pulang".


Kei aku langsung pulang ya?? kok cepet banget dar kita NOBAR dulu. Nongkrong bareng sahut Keisya. Maaf ya Kei mama menyuruh aku cepat pulang. Lain kali aja ya??? Ya udah deh,.. sambil melihat wajah sedihnya. Jangan gitu dong Kei aku kan jadi nggak enak. Iya- iya tapi besok temenin aku ya?? Ok beb, Dara langsung memeluk sahabatnya.


Dara langsung bergegas pulang dia takut terjadi apa- apa sama mamanya. mengingat mama hanya di rumah bersama pembantunya karena papa lagi ke luar kota selama satu minggu urusan bisnisnya. Papa Dara seorang


pengusaha yang kaya raya. Siapa yang tak mengenal Aris Wijaya tidak bisa di bayangkan perusahanan mereka ada di mana-mana.


Sesampai di rumah Dara langsung memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Dara langsung masuk sambil berteriak.


Mama,..


Mama,..

__ADS_1


Mama,..


Mama Vina langsung berkata tidak bisa kah kau mengecilkan suaramu itu. Dara langsung kaget dan melihat ada pria tampan yang sedang duduk di ruang keluarga bersama papanya.


Papaaaa Dara langsung memeluk papa Aris Wijaya dan sambil melirik pria tampan yang berada di samping papanya. Kamu ini masih seperti anak kecil saja sambil membalas pelukan anaknya. Aku merindukanmu pa, apa papa tidak merindukan ku sambil cemberut.


Papa Aris Wijaya hanya tertawa lepas melihat tingkah putrinya itu yang masih seperti anak TK jika dia marah.


Iya papa sampai lupa perkenalkan ini Gibran anak Om Feri Adinata. Dara langsung mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Gibran Adinata. Perkenalkan aku Gibran, Aku Dara. Gibran terus memegang tangan Dara menatap kecantikan dan keindahan yang di ciptakan tuhan. Sampai papa Aris Wijaya tersenyum melihat tingakah keduanya yang saling bertatapan.


Mendengar suara papa Aris Wijaya keduanya langsung melepaskan tangan. Mama Vina yang membawakan dua gelas kopi langsung menyuruh Dara untuk menggantikan seragam sekolahnya. Sayang cepat ganti bajumu kita akan makan bersama. Iya ma, Dara langsung menuju ke kamarnya mandi dan mengganti bajunya setelah keluar dari kamar mandi di depan meja riasnya Dara bertanya- tanya kenapa papa membawa Gibran anak Om Feri Adinata ke rumah.


Pikiran Dara buyar seketika ketika mama Vina mengetok pintu kamar Dara agar cepat turun ke meja makan.


Dara cepet, iya ma Dara berteriak.


Sesampai di meja makan mata Gibran terus menatap ke arah Dara yang tampak sangat cantik ketika memakai dres selutut berwarna hijau, rambut yg panjang ikal di ujungnya.

__ADS_1


Tampaknya Dara berhasil mengetuk hati Gibran.


Ayo kita makan sahut papa Aris Wijaya mereka pun menyantap hidangan yang sudah di siapkan.


Setelah selesai makan Aris Wijaya dan Gibran duduk bersantai di ruang keluarga.


Dara, teriak papa Aris Wijaya memanggil anak semata wayangnya itu. Iya pa, ada apa sahut Dara. Kamu temenin Gibran ya papa mau keluar sebentar ada urusan yang harus papa selesaikan. Gibran seminggu ini nginap di rumah kita. Dalam hati Dara kenapa Gibran harus nginap di rumah ini. Tapi Dara berpikir mungkin Gibran ada urusan dengan papa masalah pekerjaan. Mungkin saja papa dan Gibran harus terus saling bertemu.


Dara,.. Dara,.. Dara,..


ii..yyaaaaa,.. kamu kenapa ucap Gibran


tiiii..d..aakkk apa- apa.


Gibran tersenyum manis, kamu mikirin apa?? sampai segitunya. nggak kenapa- napa.


mereka berdua ngobrol sampai pukul 22.00wib. Kak Gibran aku tidur dulu ya aku udah ngantuk banget besok kita lanajut lagi ngobrolnya. Ok deh, kamu tidur ya moga mimpi indah. Dara hanya tersenyum dan meninggalkan Gibra dan Gibran juga menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2