
Semenjak lamarannya ditolak mentah-mentah oleh ayah Zaskia kini Farid mendadak jadi pendiam dan seolah menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Lelaki itu seolah kehilangan semangat hidup. Sehari-harinya hanya menghabiskan waktu mengurung diri di dalam kamar.
Sudah mencoba beberapa kali dirinya menghubungi Zaskia berharap gadis itu bisa menerima pinangannya dan bisa hidup bersama menjalani bahtera rumah tangga.
Namun, impiannya terpatahkan karena kenyataan yang didapat nomor Zaskia sudah tidak dapat dihubungi lagi. Kini lelaki itu harus bisa menerima kenyataan dan harus bisa mengubur dalam-dalam semua angannya tentang gadis pujaannya itu.
"Merasa kecewa dan patah hati boleh saja, Nak. Tapi, jangan sampai berlarut-larut seperti ini. Gak akan ada gunanya hanya akan merugikan diri kita sendiri saja." Sang ibu terus tanpa bosan memberikan nasihat untuk sang putra tercintanya itu.
Sedangkan Farid hanya bergeming tanpa menjawab sepatah kata pun dengan apa yang diucapkan ibunya.
"Percayalah, Nak, semua yang terjadi dan yang sedang menimpa saat ini adalah ketentuan Allah. Kita hanya diperintah untuk menjalaninya dengan hati penuh ikhlas, sabar dan bertawakal kepada Sang Maha Pengatur Kehidupan ini," sambung wanita sepuh itu. Tangannya tak lepas dari kepala Farid memberikan elusan penuh kasih seolah ingin menguatkan sang anak yang sedang rapuh.
"Terima kasih, Bu. Ibu selalu menjadi penyemangat dalam hidupku." Farid meraih telapak tangan sang ibu kemudian mengecupnya penuh cinta.
"Ibu yakin suatu saat nanti kamu akan dipertemukan dengan jodoh terbaikmu yang bisa menerima amubapa adanya tanpa menilai kita dari segi materi atau dari segi apapun," pungkas sang ibu kemudian.
Kemudian wanita berkerudung hitam itu pun mengajak anak lelakinya untuk keluar kamar dan menuntutnya ke meja makan untuk menyantap sarapan pagi yang sudah tersaji di sana.
__ADS_1
Sang ibu sengaja memasak makanan kesukaan Farid yaitu ikan tongkol suwir balado dan oseng buncis serta tempe orek. Berharap anak lelakinya itu mau makan banyak dan bisa sedikit melupakan semua masalah yang sedang dihadapinya saat ini.
Walaupun selera makan Farid masih belum stabil tapi, sebagai anak yang baik pria itu berusaha menyenangkan hati wanita yang sudah melahirkannya itu. Ia pun mulai mengambil piring dan menyendokkan nasi putih yang masih mengepulkan asap di piring yang ada di tangannya. Lalu menambahkan ikan tongkol, orek tempe dan tumis buncis dalam satu piring.
Farid mulai menikmati makannya dengan begitu lahap sehingga sang ibu merasa lega dan bahagia melihatnya. Tak ada kebahagiaan yang lain bagi seorang ibu selain dapat kembali menyaksikan sang anak mulai bisa bangkit dari keterpurukan yang sedang dihadapi.
Setelah menghabiskan sarapannya Farid menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berganti pakaian dan berkemas. Karena pagi ini ia akan berangkat ke tempat kostnya. Walaupun Bu Hamidah, sang ibu belum sepenuh hati melepasnya tapi Farid berusaha meyakinkan hati sang ibu jika dirinya akan baik-baik saja.
Dalam beberapa bulan ke depan laki-laki itu harus segera menyelesaikan skripsi yang sedang disusunnya sendiri untuk bisa mengikuti acara wisuda kelulusan di tahun ini juga. Walaupun kebanyakan di antara teman-teman seangkatannya lebih memilih membuat skripsi dengan cara membayar orang, tapi Farid sendiri lebih memilih untuk membikin dan menyelesaikannya dengan tangan sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak.
Karena bagi Farid hitungan rupiah akan sangat berarti untuknya. Daripada dipakai untuk membayar jasa orang lebih baik ia gunakan untuk biaya yang lainnya yang lebih urgent.
Farid sangat merasa bersyukur karena dirinya memiliki sosok ibu yang begitu lembut, penyabar dan penuh kasih kepada dirinya. Seingat lelaki itu sedari ia kecil hingga dirinya tumbuh dewasa seperti saat ini. Tak pernah sekali pun ia mendapat bentakan dan dimarahi dengan nada tinggi oleh ibunya.
Oleh karena itulah Farid selalu merasa hidupnya akan baik-baik saja selama sang ibu masih ada di sampingnya. Dan yang lebih penting dirinya selalu bisa mendekatkan diri kepada Sang Ilahi agar hidupnya tidak terjerumus ke dalam jalan yang salah seperti berlarut dalam kesedihan hingga sampai ada keinginan untuk mengakhiri hidup. Nauzubillahhimindzalik. Farid tak ingin hingga dirinya terjebak dalam buaian dan godaan setan yang malah merugikan dirinya sendiri seperti itu.
Aktivitas Farid yang sedang menata pakaian ke dalam lemari plastik yang ada di kamar kostnya itu terjeda ketika bunyi ada SMS masuk di ponselnya yang ia letakkan begitu saja di kasur lantai.
__ADS_1
[Maaf, Mas. Sepertinya hubungan kita tidak bisa berlanjut hingga ke pernikahan sebagaimana yang sudah kita rencanakan sebelumnya. Karena sekarang aku sudah dijodohkan oleh Ayah dengan lelaki pilihannya. Ponselku juga sekarang disita oleh Ayah. Ini Zaskia kirim SMS minjem hapenya Mia, temen Zaskia]
Setelah membaca pesan panjang dari Zaskia mendadak dada Farid kembali terasa sesak. Bagaimana pun juga ia terus berusaha untuk menguatkan diri. Tapi, kadang hati kecilnya tidak bisa menampik jika dirinya masih menyimpan rasa luka yang terungkap oleh kata. Ulu hatinya tetap merasa nyeri acapkali ingatannya tentang Zaskia kembali muncul.
Farid hanya membaca pesan dari Zaskia tadi tanpa ada niatan untuk membalasnya. Menurutnya percuma ia menjawab pesan yang dikirim oleh gadis yang sudah membuatnya kecewa karena tidak akan merubah semua keadaan dan keputusan ayah Zaskia yang haus dengan nilai keduniawian itu.
[Perlu, Mas ketahui walaupun aku akan menikah dalam waktu dekat dengan lelaki pilihan Ayah. Tapi hati kecilku tetap akan selalu mencintaimu Mas Farid]
Pesan kedua dari nomor yang sama yang dikirim oleh Zaskia kembali masuk. Lagi-lagi Farid hanya membacanya saja tanpa membalas dengan satu kata pun. Yang tentu saja di seberang sana membuat Zaskia kecewa karena merasa diabaikan.
Gadis itu menilai kini Farid sudah menutup hati untuk dirinya. Karena mungkin terlalu merasa kecewa dan sakit hati dengan apa yang sudah diperbuat oleh ayahnya saat acara lamaran beberapa waktu yang lalu. Zaskia memakluminya.
Melihat Zaskia mengirim pesan kepadanya hingga beberapa kali dengan menggunakan nomor Mia, sahabat dekatnya Zaskia. Tiba-tiba muncul ide iseng Farid untuk melakukan hal yang sebumnya tidak ia pikirkan.
Bukannya membalas pesan Zaskia dengan kata-kata dan kalimat yang membuat hati Zaskia bahagia. Tapi, yang Farid lakukan malah di luar dugaan.
[Salam buat yang punya nomor hape ini]
__ADS_1
Begitu yang Farid ketik lalu dikirimnya ke nomor telepon yang tadi dipakai oleh Zaskia saat mengirim pesan kepada dirinya.