Pencarian Cinta

Pencarian Cinta
Keesokan harinya


__ADS_3

Tok,. Tok,. Tok,.


Dara,.. bangun sayang


Tok,. Tok,. Tok,.


Daraaaa, iya ma aku sudah bangun. Dara langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai Dara langsung turun ke bawah untuk sarapan.


Terlihat di meja makan sudah ada papa Aris Wijaya, Mama Vina dan Gibran. Pagi pa, ma, Gibran sapa Dara. Papa Aris Wijaya langsung menegur Dara. Sayang kamu harus menyapa kakak kepada Gibran jangan memangil dia Gibran. nggak papa om aku juga nggak masalah ucap Gibran. Nggak boleh, di rumah ini mempunyai atuaran yang kecil harus menghargai orang yang lebih tua. Iya- iya pa jawab Dara dia mengulang lagi kata- katanya pagi kak Gibran. Gibran menjawab sapaan Dara pagi cantik yang keceplosan dan semua mata tertuju pada Gibran kecuali Dara sambil tersenyum tipis.


Selesai sarapan, Dara berpamitan karena dia harus sesegera mungkin untuk sampai di sekolah


Tunas bangsa


Dara, teriak seseorang yang menghampiri Dara ya siapa lagi kalau bukan Keisya sahabatnya. tunggu aku Dara, ia pun menghentikan langkahnya. dan menuju kekelas bersama- sama. semua mata kaum adam tertuju kepada dua bidadari cantik itu. termasuk Edo yang selalu mengharapkan cintanya di balas oleh Dara.


Bel berbunyi dua kali pertanda mereka harus berkumpul di lapangan sekolah

__ADS_1


Semua murid langsung menuju lapangan.


"Anak- anak satu minggu lagi kalian akan ujian akhir sekolah tekhusus anak kelas 3, jadi saya harap kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk mengahadapi ujian tersebut ucap kepala sekolah. Kalian harus berusaha dan berdoa supaya kalian bisa mendapatkan nilai yang bagus dan membanggakan sekolah kita. Dan hari ini kita tidak belajar, kalian hari ini kerja bakti membersihkan kelas kalian masing- masing guru- guru akan mengadakan rapat untuk persiapa ujian kalian


Horeeeee,..


murid- murid itu berteriak senang karena hari ini tidak belajar. Sekarang kalian boleh kembali ke kelas masing- masing.


Dar, nggak terasa ya kita bentar lagi udh mau ujian ucap keisya. Iya kei aku nggak nyangka waktu cepat berlalu. Tiba- tiba datang Heri menyapa kedua gadis itu. Hai Dara, mereka menoleh ke sumber suara. Heri ucap Dara, Hai juga. Keisya yang langsung melihat Heri langsung berbisik ke Dara kenallin dong Dar.


Oh iya Heri, kenalin ini temen aku Keisya. Heri,ucapnya Keisya. Ke kantin yuk ajak Heri, maaf Heri kami tidak bisa soalnya kita mau ke kelas. Mendengar ucapan Dara, Keisya langsung menyikut tangan Dara dan bebisik Dara kenapa kamu tolak, Dara langsung menjawab udah jangan ganjen.


Dara hanya menganggukan kepalanya. Oh may good Dara, bisa- biasanya kamu menolah ajakan pria setampan itu Dara hanya tersenyum tipis. kalau kamu mau kejar sana Heri kekantin. Mana ada kayak gitu yang di ajak siapa, yang nyusulin siapa. udah ah, ucap Dara kita ke kelas bantu temen- temen yang lain. Sesampai di kelas tidak banyk yang dilakukan mereka pasalnya kelas mereka juga sudah bersih karena setiap hari tukang bersih- bersih sudah membersih kan kelas mereka. Setelah selesai semua mereka pulang karena hari ini tidak belajar. Dar, kita Nobar yuk di cafe, kemarin kan nggak jadi. Ok, sahut Dara sahut Dara kepada Keisya. Mereka berdua langsung menuju ke cafe favorit mereka dengan mobil masing2.


Setibanya di cafe Dara melihat ada Gibran yang sedang duduk bersama temannya tampaknya mereka sedang membicarakan bisnis. Dara dan Keisya lansung mengambil tempat duduk yang di pilih mereka.


*Dara, liat deh pria yang di depan itu tampan banget. Mana dia liat kesini terus, pasti pria itu naksir gw. Hahaahhaa,.. mendengar ucapan Keisya langsung tertawa. kamu kenapa ketawa gitu sih emang ada yang lucu sahut keisya aku cuma lucu aja liat kamu pedenya ketinggian. keisya hanya cemburut melihat sahabatnya. Setelah selesai, Gibran langsung menuju ke meja Dara dan Keisya kamu di sini juga dar ucap Gibran Dara hanya mengangukkan kepala. Koq belum pesan, sudah di pesan kak mereka udah tau kita pesen apa soalnya kita sering ke sini. oh gt ya sahut Gibran.

__ADS_1


Ehemm..ehemmmm....


sahut keisya, dara langsung tau apa maksud keisya tersebut. Kak Gibran kenalin ini keisya sahabat aku dan ini kak Gibran anak nya sahabat papa aku. mereka berdua saling berjabat tangan. sambil berbisik ke telinga dara kok kamu nggak ngomong sih kalau kamu kenal sama pria tamapan ini. Dara hanya melirik tingkah sahabatnya itu.


Dar, kok kamu udh pulang sekolah bukanya seharusnya kamu masih sekolah jam segini ucap Gibran. Iya kak hari ini pulang cepat soalnya Guru rapat. Gibran hanya mengangguk. Tiba-tiba Handphone keisya berbunyi dan meninggalkan dara dan gibran untuk mengakat telpon. melihat keisya yang menjauh gibran mengambil kesempatan untuk ngobrol bersama dara.


*Dar, nanti malam kita nonton yuk ucap Gibran.


nonton???? emmm...


itu juga kalau kamu mau??? agak sedikit kecewa karena ekspresi wajah Dara yang sepertinya tidak berrminat.


Dara menjawab iya boleh kak, tapi kakak izin sama papa dulu nanti ya?? ucap dara.


mendengar ucapan dara Gibran langsung tersenyum tipis dihadapan dara padahal hati nya sangat berbunga- bunga.


keisya pun kembali. Dar, aku pulang duluan ya?? kok gitu cepat banget iya nih soalnya aku disuruh pulang sama bunda, nggak papa ya dar aku tinggal. nggak papa kok ucap dara kamu hati- hati ya ok beb ucap keisya dan keisya pun tak lupa berpamitan dengan Gibran. kak Gibran aku pulang duluan ya?? Gibran hanya mengangukkan kepala nya dan tersenyum tipis.

__ADS_1


Setelah menghabiskan seluruh makanan nya. Dar, kamu mau kemana lagi??? aku mau pulang kak. ya udah kalau kamu mau pulang aku mau ke kantor lagi masih ada yang mau aku kerjakan. dara pun hanya mengangguk kan kepalanya ya udah aku pulang ya kak. sambil menuju ke kasir. Dar biar aku aja yang bayar kamu langsung pulang aja dan jangan lupa nanti malam. oh ya udah makasih ya kak ucap dara dan mereka bepisah di parkiran*.


__ADS_2